Dibalik Kesabaran Istri Cantikku

Dibalik Kesabaran Istri Cantikku
Ulah Xena si bocah tomboy


__ADS_3

Sudah hampir tiga tahun kepergian papanya Handoko. sekarang mereka sudah mulai mencoba menerima kenyataan dan hidup normal. Begitu juga Vanessa. ia ingin menikmati hidupnya bersama cucu-cucunya.


Perusahaan yang selama tiga tahun ini terombang-ambing karena pucuk pimpinan yang hilang. Membuat perusahaan yang bermusuhan dengan mereka mencari kesempatan.


Namun, setelah Andi membentak dan menyadarkan nya, sepak terjang Jackson kembali berkibar bersama Andi.


Kedua saudara ipar itu tidak memberi kesempatan sedikitpun pada perusahaan yang sempat menggoyahkan usahanya


untung masih ada pegawainya uang masih di percaya. hingga tidak jadi gulung tikar.


"Xena...........!" Bentak Feby dari jauh. karena ia hampir saja jatuh dari tangga. gadis kecil yang berumur tiga tahun itu sangat aktif. sifatnya seperti laki-laki. dia lebih suka main dengan Anerz di banding kedua kakak perempuan nya.


Jackson yang mendengar istrinya berteriak di pagi hari, sangat kaget. ia pun bangkit dari tidurnya dan berlari keluar.


" Ada apa bunda. pagi-pagi teriak.." Tanya Jackson yang masih linglung bangun tidur.

__ADS_1


Karena baru siap subuh.


Sementara Feby sudah mendekap anaknya di depan tangga bawah. wajahnya pucat memeluk anaknya. Jackson mendekatinya.


Semuanya terbangun mendengar kehebohan di pagi hari itu. Anisa yang baru siap berpakaian langsung keluar. sementara Andi masih di kamar mandi. ia lari keluar dengan hanya memakai handuk melilit pinggangnya.


" Xena membuatku takut ayah. ia meluncur di pegangan tangga ini.." Feby menjelaskan sambil terisak.


Sementara Xena merosot dari pelukan bundanya. " buna na.. ngis.. hi.. hi.. malu. " Gadis kecil menertawakan bunda nya yang malah mencemaskan nya.


Andez sudah SMP. dia keluar setelah rapi. karena ia tahu bagaimana aktifnya Xena adiknya yang satu itu.


Ratu dan Cantika pun sudah berpakaian. namun belum selesai dandan. rambut mereka masih acak-acakan. karena mereka berdua belum bisa mengepang rambut mereka.


Anisa mendekati kedua prinses tersebut." Sini bunda bantu. oh ya. mau kuncir berapa..? ' Tanya Anisa yang menetralkan suasana.

__ADS_1


Ratu menunjuk satu. dan Cantika dia. mereka selalu berpendapat beda. namun Anisa tetap memakai keduanya.


Memang, perilaku Xena akhir-akhir ini sangat ekstrim, bahkan guru PAUD nya saja jadi kenalan. karena sering bertengkar dengan anak lain.


Jackson menggendong anaknya. " Xena, putri ayah. jangan ulangi lagi ya. ini bukan perosotan. besok kita beli perosotan yang panjang, dan di letakan di taman belakang


mau..? " Tanya Jackson yang tega memarahi anaknya.


" Hore.. hanya abang Anlez yang boleh..!" Ancam Xena pada kedua kakaknya yang sedang di dandani Anisa.


Ratu dan Cantika hanya mengangkat bahu. karena keduanya lebih suka main peran. dibanding permainan yang menguras tenaga.


Anrez hanya mengangguk pasrah. " Aduh aku lagi.... " desah Anrez dan masuk ke kamarnya. Karena ia mengambil perlengkapan sekolahnya yang belum selesai ia masukan karena kehebohan pagi ini.


" Udah. kalian siap-siap. hari ini papa dan mama yang antar kalian ke sekolah. cepat lah siap. jika lambat tinggal." Ancam Andi dan berlalu masuk kamar untuk berpakaian. Karena Jackson pulang larut dari luar kota. Tentu sangat lelah.

__ADS_1


Semuanya masuk kamar masing-masing. Feby membantu Xena berpakaian. karena tadinya ia belum selesai. hanya memakai pakaian dalam saja. ia minta susu. dan Feby ingin mengambilkan. namun apa dikata. saat bunda sibuk buat susu untuk ke empat Putra Putri mereka. Xena buat kejutan yang membuat sport jantung.


__ADS_2