
Malam ini Geya menggunakan piyama tidur berbahan sutra dan berkarakter warna biru laut.dia duduk di bersila di atas kasur dengan mengoleskan pelembab di wajahnya
dia masih dikamar sebelah kamar Aldi selagi tidak ada tuan Rahardian dan Marisa jadi aman aman saja.dan untuk pindahan kerumah pribadi Aldi mereka tunda hingga tuan Rahardian dan Marisa pulang
Setelah selesai ia turun menuju dapur untuk mencari cemilan untuk dibawa dimamarnya.yang bertanya apa tadi sudah makan malam?jawabannya iya
Dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan yaitu roti caramel ,saat dia akan menaiki tangga dia mendengar pintu terbuka dia pun menoleh dan mendapati Aldi yang baru saja pulang dari kantor ya tadi dia makan malam sendiri karena disaat ia menunggu Aldi namun yang di tunggu tak kunjung pulang
"Al kau baru pulang mau ku siapkan air hangat untuk man,-"ucapan Beya terpotong oleh Aldi sendiri
"nggak usah"ucap Aldi dingin dan berjalan mendahului Geya
"Tapikan Al boleh kah aku menyiapkan keperluan mu tidak apa jika tidak masuk kamar mu tapi untuk makan dan diluar kamar mu biar aku yang menyiapkanya ,biar aku merasa tidak berdosa telah membiarkan suaminya meski itu dalam kontrak.dan izinkan aku memenuhi itu semua aku mohon"ucap Geya mendongak kan sedikit kepalanya karena tingginya tidak setara dengan tinggi Aldi
Aldi terdiam sejenak dan akhirnya dia menyetujui dengan alasan kasian
"baik lah lakukan itu asal jangan pernah masuk ke dalam urusan pribadi ku"ucap Aldi sambil berlalu
Geya yang mendengarpun tak bisa menahan air matanya
'ya tuhan semoga aku kuat menjalani ini semua aku harus bersikap lebih dewasa lagi kedepannya agar tak mudah menangis untuk hal sepele'batin Geya menenangkan dan menyemangati dirinya sendiri
dia urungkan niat nya untuk kembali kekamar tapi dengan menuju ke dapur memanasi makanan untuk makan malam Aldi rencananya ia akan mengantarkanya ke kamarnya saja
selesai ia memanasi makanan tadi pertama dia menyiapkan nasi diatas piring dan tak lupa lauk nya dan menaruhnya di nampan tak lupa sendok ,garpu dan air putih untuk minum selesai dengan semua dia membawanya ke kamar Aldi
tok...tok..tok
pintu kamar terbuka nampak Aldi yang baru saja mandi dia hanya menggunakan kimono handuknya dengan rambut yang setengah basah
"ada apa lagi?"tanya Aldi dingin Geya yang semulanya terbengong pun tersadar
"ini ku bawakan makanan pasti kau belum makan.ini terima lah"ucap Geya sambil menyodorkan makanan yang di bawa tadi
"hmm"dehem Aldi sambil menerima Makanan tadi dan langsung menutup pintu Geya yang menyaksikan ini semua pun bingung
'ada apa sebenarnya dengan ku ini....kenapa ada yang sakit dibagian dada ku'apa aku punya riwayat jantung tapi aku tidak merasa mempunyai keluhan apapun kok'batin Geya sambil memegang dadanya dia tidak tahu jika dia mulai jatuh cinta (bukan jatuh tangga loh๐)
Dia memutuskan untuk tidak memikirkanya dan memilih untuk mengambil cemilan yang ditaruh dimeja makan tadi setelah itu kembali lagi ke kamar untuk menonton acara tv
saat menonton acara tv dia diganggu dengan dering telpon nya yang berada diatas nakas yang sedang dicarger nya ternyata yang menelpon adalah Marisa tumben batinnya
__ADS_1
๐ฑdalam telepon๐ฒ
"ya halo mih ada apa tumben telepon dan dari mana mami dapat nomor Geya?"
"gini Mami cuma ngasih tahu kalau mungkin besok kami sudah kembali dan kau bertanya dapat nomor telepon mu itu dari mama kamu lh"
"oh iya ya Geya nggak kepikiran"
"kamu sih asik berduaan dengan Aldi gimana hubungan kalian lancar lancar aja kan?"
"Iy,-iya lancar bangett kok mi tadi aja Geya disuruh Aldi menyiapkan keperluanya"
"oh syukur deh sudah dulu ya nak ini papi kamu sudah manggil mami salam kan ke Aldi ya mami nggak bisa nelpon dia"
"iya mam yaudah Geya tutup dulu assalamualaikum"
tut....tut....
bunyi handphone Geya ,dia keluar dari dalam kamar ingin ke kamar Aldi memberi tahu bahwa besok maminya pulang
didepan kamar Aldi Geya nampak bingung akan menyusun ucapan kata kata nya.hingga suara pintu terbuka tampak Aldi yang akan ke dapur mengembalikan nampan tadi
"ada apa lagi kesini ,sudah ku beritahu kan jangan pernah dekat denganku atau mengurusi pribadi ku urusi saja dirimu yang bersifat kekanak kanakan"ujar Aldi sinis Geya yang mendengarpun kesal
'mami kenapa nelpon dengan si bocah ini kenapa tidak dengan ku dasar'
"Al mana nampanya"biar ku bawa"ucap Geya Aldi pun memberikannya kepada Geya tanpa mengucapkan terima kasih langsung masuk kekamar melanjutkan obrolan chat nya dengan Lisa
Geya tak mempermasalahkannya dia langsung pergi kedapur dan mencucinya karena tidak ada wadah yang kotor sekali pun di tempat cucian
pelayan yang lewat akan mematikan lampu ruangan pun terkejut dengan adanya Geya yang tengah cuci piring
"loh non kenapa nggak tidur aja ini sudah hampir jam 9 "ucap pelayan dengan wajah gelisah
"bibi kenapa gelisah gitu Geya cuma cuci piring kok lagian tadi tidak ada barang kotor di tempat ini masa saya tidak mencucinya ini cuma 5 buah doang udah nggak papa emang bibi mau kemana?"jelas dan tanya Geya
"ini mau mematikan lampu ruang utama dan dapur ini"
"baiklah bibi matikan aja dulu Geya belum selesai di dapur nya"
"memangnya non Geya mau apa malam malam gini?"
__ADS_1
"biasa bi cari cemilan ,cemilan yang tadi sudah habis karena sedikit dan untuk stok juga kan tidurnya Geya jika jam 10"jelas Geya
pelayan yang mendengarpun kaget perempuan pasti pada umum nya jam setengah sembilan sudah tidur lah ini kebalik jam 10 baru tidur
pelayan tadi tak mau menambah permasalahan pun hanya mengangguk dan permisi pergi
semenit kemudian Geya kembali ke kamarnya saat melewati kamar Aldi dia melihat Aldi yang tengah duduk disofa dengan laptop dipangkuannya.karna pintu kamar Aldi sedikit terbuka jadi Geya bisa melihatnya
Geya memutuskan untuk membuatkan Aldi teh hangat ,Geya yang tadknya ingin ke kamar dia urungkan lagi dia kembali lagi ke dapur seluruh ruangan sudah dimatikan lampunya tinggal lampu remang remang saja dia berjalan dengan pelan dan menvari sakelar lampu dapur dan akhirnya ketemu
pertama dia memanasi air dulu dilanjutkan dengan menuangkan gula dan teh celup ke cangkir kecil.setelah air mendidih dia mengangkatnya tak lupa dia menggunakan serbet untuk menghindari kontak lamgsung dengan panci air itu.setelah selesai ia mengaduk ngaduk dan memindahkannya ke nampan kecil.dia keluar dari dapur dengan hati hati tak lupa mematikan sakelarnya .dan menaiki tangga dengan pelan pelan takut tersandung.
Sesampainya disana dia masih mendapati Aldi yang mengerjakan tugas kantor dia mengetok pintu
tok....tok...tok
Aldi yang mendengar ketokan pintu pun jengkel plus heran kenapa Geya selalu ketak ketok pintu terus batinya
"ada apa lagi kau itu selalu ketak ketok pintu kamar ku "ucap Aldi jengkel
"ini ku bawakan teh untuk mu tadi kulihat kau sibuk dan belum minum hangat hangat"ucap Geya sambil menyodorkan teh yang dia buat tadi
"nggak usah"ucap Aldi dan ingin menutup pintu namun ditahan oleh Geya
"ini sedikit aja kenapa kamu nggak menghargai pemberianku layananku"ucap Geya menunduk
"salah siapa kau membuatkan ku ,lagian di sirat perjanjian dan kataku tidak boleh mengurusi pribadiku tapi kau ngenyel udah sana ganggu aja"usir Aldi.Geya yang mendengarpun dia menagis tanpa suara alhasil dia kembali lagi ke bawah untuk menaruh teh tadi dia meletakan nya di atas meja makan karena dia udah capek kembali lagi ke dapur
sesudahnya diakembali ke kamarnua dan menangis sesenggukan
'ya tuhan tolong kuatkan aku menghadapi semua ini aku harus ikhlas menerima ini mungkin ini adalah ujianku setelah membaca novel kesukaanku' batin Geya menguatkan diri dan tertidur
-----------------------------------
...----------------...
... ***segini dulu ya guys terima kasih sudah mampir dan maaf jika ada kesalahan alur nya...
jangan lupa like komen karya ku ini ya!!!
jika ada masukan dan saran boleh diutarakan
__ADS_1
... TERIMA KASIH...
๐๐๐๐๐๐***