Didalam Perjodohan

Didalam Perjodohan
Episode 48


__ADS_3

Geya dan Aldi duduk di bawah ayunan besar yang ada di taman di belakang rumah. Mereka bercengrama ditemani secangkir teh hangat dan beberapa cemilan menikmati suasana sejuk


"Geya kapan kamu terapi lagi?" tanya Aldi


"Mungkin lusa memang kenapa?" tanya Geya memakan es krimnya


"Tidak aku ikut" ucap Aldi manja menatap Geya


"Tidak kau harus bekerja, siapa yang menghandle kantor kalau kamu todak ada Andri kan di luar kota" tegas Geya


"Aku juga ingin melihat kondisi istriku apa tidak boleh?" rengek Aldi


"Iya iya lusa kamu ikut tapi kamu haris berangkat dulu kekantor aku akan menyusul saat siang" ucap Geya mengalah


"Baiklah terimakasih ayo kita masuk cuaca mulai panas" ucap Aldi menggandeng tangan Geya untuk masuk ke dalam


"Al kita ngapain?" keluh Geya saat di dalam kamar


"Tidak tahu" ucap Aldi fokus menata bajunya di lemari pakaiannya


"Aku bosan Al" desah Geya menyenderkan kepalanya


"Ayo kita ke rumah mami" ucap Geya dengan gembira


"Tidak" tolak Aldi


"Ayolah Al hari libur kemarinkan tidak jadi kesana sekarang kita kesana ya" rengek Geya


"Tidak mau kau tahu kan kakimu kayak gitu, yang ada nanti malah mami memarahiku" ucap Aldi mengembalikan koper ke tempat semula


"Ya itu salahmu yang membiarkan ku kerumah mami" rajuk Geya


"oke kita kerumah mami" ucap Aldi pasrah mengambil kunci mobilnya


"Gendonglah" Ucap Geya menyodorkan kedua tangannya dengan manja


Aldi segera menggendong Geya seperti penggendong koala. Mereka berpapasan dengan bi marni yang sedang mengepel


"Tuan Nona mau kemana?" tanya bi marni


"Mau ke rumah mami bi, nanti bibi tidak usah masak mungkin kami akan pulang terlambat" ucap Geya


"Baik Non" ucap Bi marni


"Ayo cepat berangkat" ucap Geya menggoyang goyangkan kakinya agar Aldi cepat berjalan


"Iya iya sabarlah" kesal Aldi meneruskan jalannya


"Mereka pasangan yang serasi semoga rumah tangga kalian baik baik saja" doa bi marni tersenyum tipis melanjutkan pekerjaannya


Geya membukakan pintu dan langsung turun dari gendongan Aldi


"Kau sangat berat Geya" celetuk Aldi menjalankan mobilnya keluar dari gerbang


"Kau mengatakan aku gemuk?" tanya Geya menatapnya tajam


"Iya kau sangat sangat gemuk" cibir Aldi


"Awas kau" ancam Geya


Keduanya sama sama diam sibuk pada pemikiran masing masing. Hingga Geya melihat toko kue dia meminta Aldi untuk berhenti


"Al berhenti dulu" ucap Geya


"Mau apa lagi?" tanya Aldi


"Al belikan aku kue tiramisu ya" ucap Geya puppy eyes menatap Aldi


"Tatapan apaan itu membuatku tak tega saja" gerutu pelan Aldi mengembuskan nafas kasar


"Iya kamu tunggu disini dulu" ucap Aldi melepas Seat beltnya


Aldi turun dan masuk ke toko kue itu yang lumayan antri. Aldi menerobos tanpa mengantri dia langsung memesan


"Mbak tolong bungkuskan saya kue tiramisu dua" ucap Aldi


"Maaf tuan anda harus mengantri dulu" ucap Pelayan


"Berikan kue itu sekarang atau toko ini saya tutup" ancam Aldi


"Tapi tuan.." perkataan pelayan terpotong dengan kedatangan pemilik toko


"Tuan Aldi" ucap pemilik toko membungkuk

__ADS_1


"Ternyata kau pemiliknya cepat perintahkan pelayanmu untuk membungkuskan saya tiramisu" perintah Aldi dingin


Pemilik toko itu segera memerintah untuk membungkuskan apa yang diinginkan Aldi dan meminta maaf atas perlakuan tidak mengenakan dari pegawainya. Aldi tidak mengubrinya dan membayar dua kali lipat dari kue itu dan melangkah pergi


"Kedepannya kau harus tahu mana itu orang kaya dan orang biasa seperti kita ini dalam sekejap akan hilang bahkan toko inipun ditutup olehnya, kau tahu dia adalah orang terkaya di negara ini. ingat kalau kau ketemu dia lagi kau harus mengutamakan paham! lihat dia memberikan banyak uang" omel Pemilik toko tanpa henti


"Baik pak saya akan lebih hati hati dan akan mengutamakan yang tinggi" ucap Pelayan


Geya senang saat pesanan yang dia inginkan datang. Aldi segera memasang Seat beltnya dan menyalakan mobilnya kembali


"Al apa kau mau?" tanya Geya sibuk dengan makanannya


"Kau saja aku tidak suka manis" ucap Aldi lembut


"Ini tidak begitu manis coba lah" ucap Geya memaksa menyodorkan kue yang ada disendoknya. Aldi menerima suapan itu dan mencicipi benar saja rasanya tidak begitu manis


"Enakkan?" tanya Geya memakan kembali kuenya


"Iya" ucap Aldi menerima suapan dari Geya lagi


20 menit kemudian mereka sampai di mansion mertuanya. Aldi membukakan pintu Geya dan kembali menggendong Geya


"Katanya aku berat" ucap Geya cemberut


"Tidak aku hanya bercanda sayang" ucap Aldi tersenyum melangkah masuk


"Selamat siang mi" sapa Geya dengan teriak


"Sayang jangan teriak mami mungking lagi di dapur" ucap Aldi tetap menggendong Geya


"Tumben kau memanggilku sayang" ucap Geya bersemu


"Memangnya tidak boleh?" tanya Aldi


"Boleh tapi kau tahu jantungku berdetak" ucap Geya memegangi dadanya


"itu tandanya kau sangat mencintaiku" ucap Aldi melangkah ke dapur


"Al turunkan aku lihatlah kita di lihat para pelayan aku malu" ucap Geya menyembunyikan wajahnya keleher Aldi


"Biarin kitakan sudah menikah" ucap Aldi


"Loh Aldi kamu kemari Geya kamu kenapa?" tanya marisa saat melihat Aldi menggendong Geya


"Al turunkan Geya dia malu tuh" ucap Marisa


"Tidak mi" kekeh Aldi


"Kau ini dasar anak nakal" ucap Marisa tertawa kecil


"Ayo kita duduk disana" ucap Marisa berjalan ke ruang tv diikuti Aldi dibelakangnya


"Al turunkan aku, aku tahu kau pasti menyembunyikan kebenarankan" bisik Geya


"Tidak" jawab singkat Aldi dan duduk memangku Geya


"Al biarkan Geya duduk sendiri" ucap Marisa yang melihat Aldi anaknya memangku Geya


"Mami cemburu ya?" goda Aldi


"Ngawur kasihan Geya dia bukan bayi" ketus Marisa


"Mi tahu tidak kenapa Aldi memangku Geya?" tanya Geya langsung menerobos pembicaraan


"memangnya kenapa Ge?" tanya Marisa penasaran


"Ini gara gara dia kaki Geya jadi bengkak" ucap Geya memperlihatkan kakinya yang sedikit bembengkak


"Aldi kenapa kau membuat dia jatuh" geram Marisa


Aldi hanya bisa pasrah menerima amukan maminya nanti


"Kemarin saat Geya datang kesini dia tidak mau ikut dan saat pulang Aldi tidak peduli dengan Geya. Geya jatuh karna kesandung batu di jalan saat hujan jadi bengkak" ucap Geya


"Hey kau ku telpon tapi tidak kau angkat ternyata ponselmu ada dikamar" ucap Aldi meluruskan Geya hanya cengengesan menggaruk tekuknya


"Maaplah tapi kau mana peduli saat aku meminta kamu mengantarkanku kesini" ucap Geya mencari kesalahan


"Karna kau yang memulainya" ucap Aldi


"Aku memulainya?" tanya Geya menunjuk dirinya


"Bey kau yang cari masalah ingat kau saat kutanya Aldi kamu kenapa marah kau malah menjawab tidak ada" cibir Geya

__ADS_1


"Sudah jangan bertengkar mami menyiapkan makan siang dulu kalian tunggu disini" ucap Marisa yang bosan dengan perdebatan kecil anak dan mantunya


"Baik mi dan kamu diam disini" perintah Aldi mengemcangkan pangkuannya


"Ish kau ini memang memanfaatkan keadaan" gerutu Geya


"Biarin memanfaatkan istri sendiri asal tidak iatri orang lain" ucap Aldi santai


Taklama Rahardian pulang dan terkejut dengan kedatangan anaknya


"Aldi Geya kalian kemari, Apa sudah lama?" tanya Tahardian mendudukan dirinya di sofa kecil


"Baru pi, Papi kenapa pulang?" tanya Geya


"Papi tiap siang pasti pulang dan kembali lagi ke kantor karna papi tidak biasa makan siang di resto" ucap Rahardian


"Tuh papi saja kalau pulang siang untuk makan saja lain dengan kau pulang siang langsung tidur tidak balik ke kantor" cibir Geya merangkul leher Aldi


"Biarin suka sukalah" ucap Aldi


"Baiklah suka suka dan aku suka suka mencubit lengan kokohmu ini" ucap Geya mencubit lengan Aldi


"Sakit Geya ampun aku akan ke kantor full pagi dan sore" ucap Aldi meringis


"Mana? kau pulang sore saat marah doang" kesal Geya


"Iya iya maaf" ucap Aldi mencium pipi Geya


"Hey disini ada papi" bisik Geya pelan menyembunyikan wajahnya


"Makanya jangan banyak tingkah" ucap Aldi


"Turunkan aku" perintah Geya


"Tidak mau aku ingin seharian seperti ini" ucap Aldi


"Al apa kau tidak lelah malu lah dilihat mertua" ucap Geya kesal


"Mereka juga pernah muda kok santai saja" ucap Aldi


Geya melihat sekeliling dia tidak melihat papa mertuanya. Mempunyai kesempatan dia langsung mencubit perut Aldi dengan gemas


"Kenapa kau suka sekali mencubitku" keluh Aldi memelas


"Karna kau sangat sangat lucu" ucap Geya mengunyel unyel pipi Aldi


"Geya berhentilah menyakiti diriku" ucap Aldi


"Tidak mau" Kini mereka bercanda bersama tertawa karna hal sepele. Disisi dapur Marisa dan Rahardian tersenyum bahagia


"Mi lihatlah Aldi dia sudah menjadi Aldi kita yang dulu" ucap Rahardian menatap Anak anaknya yang tertawa


"Iya mami juga bersyukur Geya bisa mengubah sifatnya itu" tambah marisa


"Ayo kita hampiri mereka ini sudah waktunya makan siang" ucap marisa berjalan menghampiri anak anakny


"Kalian apa tidak lelah bercanda, ayo kita makan sudah waktunya makan" ajak Marisa


"Baik mami" ucap Geya turun dari pangkuan


"Geya ingat" ucap Aldi dengan genit


"Kalau kau mengulangi itu lagi jangan harap bisa tidur dengan ku" ancam Geya berjalan ke dapur


"Tunggu suami imutmu ini" ucap Aldi menyusul Geya dan menggandengnya


"anak anak itu tidak ada berhentinya" gumam marisa ikut menyusul


Saat dimeja makan Aldi sangat cerewet pada Geya dia mengambilkan makan untuk istrinya


"Aldi biarkan aku yang mengambilnya bukankah ini kebalik?" kesal Geya


"Diamlah dan makan ini cepat habiskan" perintah Aldi


"Al kau terlalu mengekang Geya. lagipula kami belum makan" ucap Rahardian melihat raut wajah masam Geya


"iya pi maaf" ucap Aldi fokus makannya


"cih tukang ngambekan" gerutu Geya ikut memakan makanannya


bersambung....


Maaf baru up. Jangan lupa like dan komen ya!

__ADS_1


Dukungan kalian berarti bagiku!😘


__ADS_2