
"Ish....sakit Al, Aku hanya keceplosan gak salahkan?" protes Geya saat sudah sampai ke villa
"Iya gak ada yang salah sama sekali sampai sampai ingin membuat kamu jadi abu" kesal Aldi
"Kamu kenapa jadi posesif sih, niatku hanya bercanda. Ini juga masalah sepele" pekik Geya menatap manik Aldi yang mulai memanas
"Sepele kamu bilang? Kamu adalah istriku kamu milikku begitupun sebaliknya, kamu harusnya jaga pandangan dong, iya kamu hanya bercanda aku tahu tapi secara tidak langsung kamu menyakitiku. Apa kamu mencoba untuk membalas dendammu karna dulu aku mencampakkanmu iya?" tanya Aldi memanas
"Aku gak ada maksud buat balas dendam sama kamu gak ada niatan apapun, aku sudah bilang jika aku mencintaimu dan melupakan semua masalalu" ucap Geya
"Tapi apa itu tadi? Kamu bahkan memperkenalkanku pada kakak kelas yang kamu sukai dulu sebagai orang asing, Apakah tercantum dibuku nikah agar istri memperlakukan suami dengan buruk?" tanya Aldi
Belum Geya menjawab Aldi sudah menyerbunya "Dulu aku ingin mempublikasikan pernikahan kita kamu malah menolaknya, Apakah ini alasan agar kamu bisa ketemu lagi sama kakak kelasmu seperti yang kamu ceritakan beberapa waktu lalu?"
"Ayolah Al jangan begini, aku gak tahu kenapa tiba tiba aku melakukan hal itu, aku minta maaf"
"Apakah dengan minta maaf kamu bisa menyetel ulang kejadian tadi? Enggak kan"
"Oke baiklah jika aku salah aku minta maaf jika menyinggung perasaanmu, kukira bulan madu kita akan manis seperti yang aku inginkan tapi nyatanya tidak lebih baik aku pulang daripada membuang buang waktu hanya untuk masalah seperti ini" ucap Geya langsung ke lantai atas tempat kamar mereka
Aldi mengusap wajahnya kasar melampiaskan semua amarahnya pada dirinya sendiri. Aldi menjatuhkan dirinya di sofa sambil memijat keningnya yang tampak berdenyut.
🐁Kejadian satu jam yang lalu.....
Aldi mengajak istrinya yang dari tadi meminta dibelikan sate dari pedangang kaku lima ke tempat yang lebih menarik untuk menghilangkan rasa laparnya, karena tidak ada yang menjual disini ia mengajak Geya ke Amalfi Coast. Amalfi Coast adalah tempat yang menawarkan berbagai pemandangan pantai menakjubkan hingga kota kota kecilnya yang cantik dengan bangunan khas seperti salah satunya Positano yang tersusun cantik dengan warna-warni bangunannya.
Aldi membawa istrinya ketempat ini dengan menggunakan kendaraan yang ia sewa 2 hari lalu sebelum mereka datang.
"Amazing...Ini indah sekali, sangat sejuk kau tahu dari mana tempat ini?" tanya Geya tanpa mengalihkan pandanganya dari bangunan bangunan yang berwarna warni
"Enggak tahu tiba tiba feelingku mengatakan aku harus kesini" ucap Aldi acuh manggandeng sang istri untuk ikut dengannya
Geya hanya nurut ingin kemana dia diajak oleh suaminya, Aldi mengitari seluruh jalan di kota kecil nan indah ini dengan mobil yang ia gunakan
Aldi melajukan mobilnya dengan pelan agar Geya bisa melihat lihat kota² yang ada di Almafi coast ini. Hingga sampailah mereka di kota tempat para nelayan berada, tempat yang dijuluki sebagai Atrani merupakan desa nelayan yang merupakan kota terkecil di wilayah selatan Italia. Dari tepian laut, Atrani menyuguhkan pemandangan rumah-rumah berwarna putih dengan balkon-balkon yang penuh dengan bunga.
Menuju pusat kota, struktur bangunan dan jalanan khas abad pertengahan dengan kubah dan lengkungan di bagian atasnya pun semakin memanjakan mata.
__ADS_1
(udah sampai sini saja, author lelah🐭)
Geya turun dari mobil sport diikuti Aldi yang terus menggandengnya. Geya dibuat terpana dengan keindahan pantai yang begitu luas
"Al ayo kita ke sana" tunjuk Geya pada salah satu bangunan yang menjulang tinggi
Aldi mengangguk sebagai jawabannya, Aldi menuntun Geya untuk naik ke puncak bangunan terbesar, untung tempat ini agak sepi jadi Geya tidak perlu berdesakan untuk keatas
Puas dengan memandang laut dari atas, Geya mengajak Aldi untuk turun dengan alasan ingin main pasir putih yang ada disana.
"Apa kamu tidak capek?" tanya Aldi pada Geya yang fokus pada airnya
"Capek, Al aku ingin es cream itu" tunjuk Geya pada salah satu penjual yang ada disana
"Tunggu disini, jangan kemana mana" ucap Aldi mengelus pucuk kepala Geya
Geya hanya mengangguk sebagai jawaban, dia kembali dengan airnya sambil mrnunggu Aldi datang
Seseorang dari ujung pantai seorang lelaki terus mengamati Geya, dia menarik ujung bibirnya sekilas dan mulai melangkah menghampiri Geya
"Hay apa kamu Geya adik kelasku dulu?" tanya Pria itu menepuk lembut pundak Geya
"Kak Brian?" kejut Geya terpengarah hingga menutup mulutnya yang menganga
"Iya ini aku, bagaimana kabarmu sekarang?" tanya Brian menatap dalam manik Geya
"Baik kok, kakak sendiri bagaimana?" tanya Geya
"Beginilah, kamu disini ngapain?" tanya Brian masih fokus pada Geya
"Aku kesini sa-"
"Halo perkenalkan saya suaminya Geya" ucap Aldi memotong ucapan Geya
"Loh suami saya? Kapan aku nikah?" tanya Geya membuat Aldi bingung plus heran
"Kamu gak sakitkan? Apa karena melihat dia kamu jadi begini?" tanya Aldi menunjuk ke arah Brian
__ADS_1
"Mas salah orang kali" ucap Geya mengulum senyumnya
Entah kenapa melihat ekspresi suaminya yang kesal malah membuatnya tambah lucu.
"Jangan bercanda Geya, aku gak suka" ketus Aldi
"Mas kenal sama Geya?" tanya Brian yang dari tadi diam melihat perdebatan kecil mereka
"Bukan hanya kenal malahan kami sudah menikah dan memiliki anak" ucap Aldi menatap sinis pada lawan bicaranya ini
"Apa itu benar dek?" tanya Brian lagi
Geya melototkan matanya kala Brian menyebut namanya dengan kata dek.
'Mampus pasti Aldi marah banget sama aku, mati deh lo...haish sudah tahu punya suami kayak gini masih aja lo goda' batin Geya gugup
Mungkin Geya sudah kembali ke dunia nyatanya, secara spontan dia memeluk mesra lengan Aldi.
"Ohya ini suamiku kak kami menikah satu tahun lalu, ayo Al kita pindah! Permisi kak" ucap lembut Geya langsung berlalu begitu saja
Aldi masih diam mengikuti jalan Geya, semenit kemudian dia menarik Geya ke mobil dan melajukan mobilnya pulang ke Villa tanpa memerdulikan es cream yang ia bawa sudah mencair
Dia membuang sembarang es cream itu dengan amarah yang sudah siap meluap. Geya tak berani menatap suaminya yang dikabutiboleh amarah. Sejak tadi dia tak henti hentinya merutuki dirinya yang bodoh, Apakah dia memiliki sisilain tanpa ia ketahui, pikirnya
Aldi tak lagi memerdulikan Geya yang terus merengek meminta maaf, Dengan amarah yang ia pendam, Aldi menarik paksa tangan Geya masuk kedalam villa
"Maafkan aku, aku gak sengaja"
🐁Kembali ke masa sekarang.....
Geya menutup pintunya kasar, dia membaringkan tubuhnya membelakangi pintu dengan wajah yang sudah luntur akibat tangisannya
"Hiks...kamu bodoh Geya kamu bodoh sangat bodoh hiks" tangis Geya melempar sembarang tasnya
"Sudah sepatutnya suamimu marah karena perbuatanmu sendiri, kamu harusnya sadar Geya sadar" ocehnya tetap menyalahkan dirinya sendiri
Geya tetap dalam posisinya yang menangkup wajahnya dengan kedua tangannya, entah apa nanti yang akan terjadi kedepannya semoga Aldi masih luluh dengannya
__ADS_1
bersambung...