
"Ya halo ada apa Al?" tanya seseorang di seberang sana
"Aku ingin bertanya sesuatu padamu, Apakah kamu bisa melacak seseorang?" tanya Aldi
"Mungkin bisa kamu ingin aku melacak siapa?"
"Nomor yang tidak dikenal meneror teman temanku dan aku penasaran siapa yang berani mengusik ketenangan orang orangku itu saja"
"Baiklah kamu kirim nomor orangnya kebetulan aku ada disini. Kamu bisa menemuiku di hotel anggara"
"Kamu datang kemari untuk apa?"
"Aku sedang liburan dengan teman teman aku"
"Baiklah tapi bisakah kamu datang kesini kalau aku datang kehotelmu takutnya nanti salah paham"
"Aku mengerti sherlock alamatmu aku akan kesana"
"Terimakasih" Aldi memutuskan panggilannya dan berjalan keluar diikuti Andri yang dari tadi tidak paham dengan apa yang dibicarakan
"Tuan tadi anda menghubungi siapa?" tanya Andri
"Seorang hacker handal, kamu tunggu disini dulu aku ingin mandi" ucap Aldi dan naik ke atas
Geya mengulas senyumnya kala melihat hasil tanamannya jadi, dia membereskan seluruh alat dan membawanya kembali ke gudang. Dia masuk kedalam dan melihat Andri yang duduk serius dengan ponsel dan laptopnya.
"Sejak kapan kamu duduk disini?" tanya Geya
"Sore nona! Saya sudah dari tadi nona menunggu tuan datang" jawab Aldi cepat
"Sekarang dimana bos kamu?"
"Ada apa mencariku?" tanya Aldi tiba tiba turun dari arah tangga
"Kau mengejutkanku enggak kok aku hanya bertanya, aku ke kamar dulu" ucap Geya dan beranjak pergi
"Tuan saya izin ke kamar tamu" kata Andri diiyakan oleh Aldi
Andri beranjak ke kamar tamu dan Aldi menunggu di ruang tamu. Tak lama ketokan pintu berbunyi, dengan segera Aldi membukakan pintu dan mengetahui siapa yang datang ia menyuruhnya masuk.
"Sepi sekali dimana istrimu?" tanya wanita itu melihat sekeliling
"Mungkin mandi tunggu asistenku datang, bagaimana dengan keadaanmu setelah aku pergi? Apakah baik baik saja?" tanya Aldi
"Enggak kok justru aku malah mendapatkan restu dari ayah" jawabnya
"Selamat semoga kamu dan kekasihmu langgeng" ucap Aldi
"Aku ke atas dulu memanggil istriku sekalian agar kalian kenalan" ucap Aldi diangguki oleh Emily
Aldi membuka pintunya perlahan dan melihat istrinya yang baru selesai dengan mandinya, Aldi mendekat ke arah Geya yang berdiri mencari pakaian di lemari samping meja riasnya.
"Kamu ingin pakai apa?" tanya Aldi tiba tiba berdiri tepat di belakang Geya
"Aku ingin menggunakan pakaian yang longgar untukku tapi disini gak ada yang longgar sama sekali semua ketat"
"Kamu pakai kemeja ini saja nanti kita beli pakaian yang kamu mau itu dan sekarang kamu akan berkenalan dengan seseorang dia ada dibawah"
"Siapa dia?" tanya Geya membalikan badannya
"Kamu pasti tahu nanti, jangan menghadap sini kamu tampak lebih cantik menggunakan handuk ini" ucap Aldi memeluk pinggang Geya
__ADS_1
"Dasar modus baiklah aku akan cepat bersiap lagipula aku juga sudah lapar" ucap Geya
Aldi menunggu istrinya dengan duduk ditepi ranjang dan matanya selalu mengikuti arah gerak istrinya itu
Dibawah Emily memutar matanya kesana kemari melihat bingkai lukisan dan foto yang berjejer di ruang keluarga. Dengan bantuan Bi marni, Emily menjelajahi ruangan demi ruangan.
Namun saat di ruang Tv matanya menatap sinis kearah lelaki yang baru keluar dari kamar tamu dan hendak menghampirinya.
"Nona saya kembali ke belakang karena tuan Andri sudah selesai dengan mandinya" ucap Bi Marni sopan
"Baiklah bi terimakasih" ucap Emily kembali duduk di sofa
"Siapa kamu?" tanya Andri sinis
"Seseorang yang amat penting untuk kelanjutan hidupmu" balas Emily tak kalah sengit
"Amat penting? Jangan ngada ngada. Kamu bukan siapa siapanya tuan Aldi" Ucap Andri dengan sarkasnya
"Aku mantan tunangannya yang dijodohkan Mr. Song di Canada dulu"
"Anaknya Mr. Song pantas wajahnya kayak kenal" ucap Andri remeh
"Emang kenapa? masalah sama kamu?" tanya Emily menatap sengit lawannya
"Mau kulaporkan pada tuanku agar kamu diusir dari sini?" ancam Andri
"Silahkan saja" tantang Emily kembali mengotak atik laptopnya
Andri berdengus kesal dan duduk di sofa yang berhadapan, matanya menatap sepasang suami istri yang berdebat tak jauh dari jangkauannya. Dengan wajah pucat ia melirik pada Emily yang fokus pada kerjaannya dan berpaling lagi melirik pada pertikaian kecil tuannya.
Andri hanya diam buang muka ke samping tanpa mengindahkan pertanyaan yang dilontarkan. Emily mengedikkan bahunya dan melanjutkan kegiatannya dan berdumel "Dimana sih Aldi? Lama banget"
"Jadi kamu ingin memperkenalkan wanitamu yang ada di Canada dulu padaku? Cih kumat lagi, dasar laki laki gak tau diuntung. Temui saja sana sendirian bila perlu lamar dia sekarang tuh ada kamar kosong untuk malam pertama kalian" Kesal Geya dan kembali naik ke kamarnya
Dia menutup pintunya dengan kencang sampai menimbulkan suara yang menggelegar. Aldi hanya berdiri mematung mendengar omelan dari istrinya, tapi seperkian detik ia menatap tajam seseorang yang masih membuang muka, Aldi menghampiri Andri dan menepuk pelan pundaknya. Sontak Andri mendongakkan kepalanya dan melihat mata elang yang sangat tajam memandanginya.
"Al kenapa kamu lama seka...li, loh ada apa kamu menyeret dia?" kejut Emily mengikuti langkah Aldi yang menyeret tubuh Andri naik ke kamar utama
"Sekarang kamu jelaskan kepada istriku sampai dia mau membuka pintu kamarnya dan mau berbicara denganku!" perintah Aldi tegas
"Maaf tuan ta..tapi kamar anda kedap suara bagaimana bisa nona mendengar suara saya? Sekalipun sampai pita suara saya hilang" ucap Andri gugup
"Gak mau tahu, ini gara gara kamu yang mengajak dia adu mulut" tunjuk Aldi bersedekap
Andri hanya pasrah dan mulai membujuk nonanya yang merajuk akibat kesalah pahamannya. Aldi menatap Asistennya yang berusaha membujuk dengan bersender di pagar pembatas begitu juga Emily yang ikut membujuk Geya.
"Hiks...Jahat sekali dia mengundang mantan calon istrinya datang kesini, gak tahu apa bagaimana perasaanku? Aku gak mau ketemu sama dia" gumam Geya sesenggukan
Geya duduk di bawah ranjangnya dengan boneka doraemon yang ia peluk beberapa kali dia menyeka ingusnya yang keluar dari hidungnya.
"Tapi perutku lapar sekali, sabar nak bantu mommy untuk bertahan merajuk pada daddymu" gumam Geya mengelus perutnya
"Bagaimana? Kamu bisa membujuknya?" tanya Aldi seperkian kalinya
"Al...Al mana mungkin dia bisa membujuk? Pintu saja terkunci. Lagi pula gunanya kamu itu apa? Istrimu merajuk padamu bukan pada asistenmu" jawab Emily menyela
"Betul tuan,,,Saya tidak berpengalaman dari masalah suami istri. Saya menyerah tuan anda bisa memotong gaji saya" ucap Andri putus asa
Aldi menarik nafasnya dan mengambil kunci cadangan di ruang kerjanya. Dia membuka pintu dan ingin membukanya tapi kedahuluan Geya yang keluar dengan mata yang sudah memerah dan berair.
__ADS_1
"Sayang maafkan aku ya....Aku bisa menjelaskan semuanya" pinta Aldi tapi tak digubris Geya
Geya menuruni anak tangga dan pergi ke dapur dengan wajah datarnya. Geya mengambil cemilan yang ia simpan di lemari kecil yang ada didapur.
"Jangan makan itu, kamu belum makan malam kasihan sama baby-nya" ucap Aldi ingin merebut snack yang Geya pegang
"Apa pedulimu?" Tanya Geya datar sedatar datarnya
"Ayolah jangan ngambek aku akan menjelaskannya" bujuk Aldi terus mengikuti istrinya begitupun dengan dua orang itu
"Gak ada yang harus dijelaskan" ketus Geya ingin naik ke atas tapi ditahan dengan Aldi secara paksa
"Dengar! Aku bicara satu kali dan gak bisa diulang!" tegas Aldi menangkup kedua pipi Geya
"Dengar baik baik! Dia memang calon istri keduaku dulu tapi kami batal untuk menikah karena pertama dia dan aku gak saling suka, aku sudah menceritakan semua tentang masalah rumah tanggaku yang kujalani dengan istriku yang ngambek ini. Dan kedua dia memiliki kekasih dan sudah akan menikah tapi terhalang dengan restu orang tuanya sama sepertiku yang ingin menikah dengan Lisa tapi itu dulu sekarang tidak! Karena aku sudah memiliki bidadari tak bersayap yang dikirim oleh tuhan untukku dan sekarang dia mengandung calon buah hatiku!"
"Kenapa kamu memba-?"
"Aku membahasnya karena agar kamu tidak salah paham lebih lanjut terhadapku" sela Aldi menghujani wajah Geya dengan kecupan singkat
"Kamu menceritakan semua masalah kita saat menikah?" tanya Geya diangguki Aldi
"Tapi aku tetap masih merajuk" ucap Geya mengerucutkan bibirnya
"Jangan merajuk kasihan baby-nya stres mengikuti hati mommynya, apa kamu tidak lapar?" Tanya Aldi
"Tidak" balas Geya dengan posisi masih sama
"Yakin?" tanya Aldi memastikan
Tapi bukan jawaban "iya" yang dilontarkan oleh Geya tapi suara perut yang berdendang ria seolah olah mengadu jika mereka ingin makan.
Aldi terbahak dan mengecup sekilas bibir istrinya dan seluruh mukanya, seolah gemas ingin memakan semua tubuh istrinya.
"Ekhem...Jelasin sih iya tapi jangan pamer kemesraan dong di depanku" cibir Emily yang berada di pojokan dengan Andri
"Siapa suruh kalian melihat, Mari sayang kita makan" ajak Aldi
"Emily....Andri kalian juga kesini kita akan makan malam bersama, tenagaku rasanya terkuras karena terlalu membujuk dia"
"Kamu menyesal membujukku?" tanya Geya menatap sinis suaminya
"Enggak kok sama sekali tidak menyesal, kalau kamu ngambek aku siap membujukmu sampai aku bisa" kata Aldi
"Omong kosong apa itu? Kalau bukan dia yang mulai apa iya istrimu akan keluar?" sinis Emily
"Kamu Geya? Kalau kamu Geya berarti si Aldi tidak berbohong tentang nama istrinya. Ohya kamu lagi hamilkan coba kamu kerjain dia suruh apa gitu? Kamu harus berbagi kehamilan pada suamimu" bisik Emily tepat pada telinga Geya
"Caranya?" kini rasa penasaran menggerogoti otak Geya. Emily membisikan sesuatu yang ma mpu membuat Geya tersenyum puas dan mengangguk senang.
Aldi menatap keduanya dengan penuh curiga, Aldi melayangkan pertanyaan pada Emily "Apa yang kamu bicarakan dengan istriku?"
"Gak apa apa kok rahasia agar wanita tetap setia pada pasangannya yakan?"
"Betul kok Al,,,jangan ngambek gak baik" balas Geya tersenyum cekikikan
Aldi hanya memutar kedua bola matanya malas dan menyendok nasinya diikuti yang lain.
bersambung....
Maaf guys😄
__ADS_1