Didalam Perjodohan

Didalam Perjodohan
Episode 65


__ADS_3

Di waktu yang berbeda dan tempat berbeda seorang pria tampan kini sedang berada di kamar penginapannya, tekatnya sudah bulat besok dia akan pulang


"Sebenarnya kamu kenapa Geya? Bagaimana kamu bisa kecelakaan?" gumam Aldi khawatir dan beranjak mengambil laptopnya untuk mencari patner kerja lain


"Benar apa kata Asistenku itu kenapa aku sangat bodoh?" gerutunya sambil mengotak atik laptopnya


____


Dikeluarga berpengaruh kini seseorang berparas cantik mencoba untuk membujuk ayahnya dibantu oleh ibu tirinya, siapa lagi kalau bukan Emily


"Yah ayolah jangan buat orang lain terikat perjanjian ayah" ucap Emily


"Dia sudah menandatangani perjanjian itu dan dia sudah ayah beri keringanan agar tidak membayar pinaltinya" ucap Mr. Song


"Tapi perjanjian itu hanya mengambil keuntungan ayah bukan kepentingannya" ucap Emily membantah


"Kamu juga jangan memisahkan dirinya dan istrinya, apa kamu tidak ingat mediang istri kamu namun bedanya dirinya sangat sangat mencintainya" ucap ibu tiri Emily


"Tapi-" perkataan Mr. Song terpotong karna kedatangan Aldi yang secara tiba-tiba tanpa permisi


"Mr terserah anda ingin memutuskan kontrak tidak masalah, saya akan membayar pinaltinya dan saya izin pamit" ucap Aldi terburu buru membuat Emily yang duduk sontak menghampirinya dan bertanya


"Ada apa kak?" tanya Emily melihat raut khawatir Aldi


"Istriku sekarang kritis dan aku harus pulang sekarang dia sangat membutuhkanku" ucap Aldi tanpa sadar dia berkaca kaca


"Ini sudah malam kak apa tidak besok pagi saja? Bagaimana dengan kondisi kakak?" tanya Emily


"Tidak ini jauh lebih penting dengan kondisi istriku dan aku harus pulang sekarang aku tidak ingin kehilangannya" ucap Aldi dan langsung pergi dengan tergesa gesa


"Lihatkan yah? Apa kurang puas ayah menghancurkan rumah tangga orang lain? Sudah cukup aku dan ibu dulu yang ayah tinggalkan jangan buat orang lain ikut merasakan" ucap Emily sedikit menaikan nada bicaranya


"Emily sayang lebih baik kamu istirahat dulu biarkan ibu bicara dengan ayahmu" ucap ibu tiri Emily


"Baik bu, Emily akan ke kamar" ucap Emily dan berlalu pergi


"Yah benar apa kata Emily dia sudah kamu tinggalkan sejak kecil dan dia yang merasakan penderitaan itu" ucap istrinya lembut penuh pengertian


"Aku hanya merasa dia cocok dan dia tipe keluarga kita" ucap Mr. Song yang tetap kekeh dengan pernyataannya


"Iya masih banyak lelaki diluar sana yang mempunyai sifat seperti itu tapi jangan dia karna dia sudah punya istri"


"Sekarang kita tidur dan keputusan berada ditanganmu tetapi ingat jangan buat perusahaannya bangkrut tidak apa apa kalau kamu tidak membantunya tapi jangan buat dia bangkrut" ucap Istrinya berlalu pergi meninggalkan suaminya sendirian


/^/^/^/^/^/^/^/^/^


"Sayang makanlah dulu dari tadi kamu belum makan katanya ingin makan siang dengan Mami" bujuk Marisa dari balik pintu


Ya, Geya dari tadi mengurung dirinya di kamar sudah 5 jam Geya dikamar dan sudah beberapa kali Marisa membujuknya untuk keluar begitupun dengan Rahardian dan Andri


"Geya apa kamu marah? Tadi kamu menyuruh kami agar tidak marah pada suamimu tapi kenapa sekarang kamu yang marah?" tanya Rahardian


"Kalau kamu tidak ingin membukanya maka Mami akan memberi tahu pada orang tuamu tentang apa yang Aldi lakukan" ancam Marisa


"Mih jangan main ancam ancam" gerutu Rahardian


"Lebih baik begini dari pada nanti dia jatuh sakit" ucap Marisa


"Dan apa Papi sudah menelpon Aldi dengan memberitahu Geya kritis?" tanya Marisa

__ADS_1


"Iya sudah tadi dan menurut papi itu berlebihan kamu tahu bukan kalau waktunya terpaut cukup jauh?" tanya Rahardian


(*Flashback on....)


Aldi sibuk berkutat dengan laptopnya itu terhenti karena deringan dari ponselnya. Mau tak mah Aldi menghentikan sejenak pekerjaannya dan mengangkat telepon.


"Ada apa pi?" tanya Aldi saat sambungan terhubung


"Al Geya istri kamu" ucap Rahardian terisak


"Ada apa dengan Geya pi?" tanya Aldi cemas


"Hiks istri kamu semakin kritis kondisinya" ucap Rahardian*


"*Baik pi Aldi tutup dulu Aldi akan bersiap siap" ucap Aldi dan langsung menutup panggilan secara sepihak dan langsung membereskan barang barangnya


(Flashback end*)


.......


"Tidak kita tunggu sampai besok malam" ucap Marisa


"Geya buka pintunya lihat di bawah ada orang tua kamu yang sudah siap menerkam suamimu" bujuknya kembali


Taklama pintu terbuka menampakan Geya yang begitu lusuhnya dengan mata yang sembab


"Kamu kenapa menangis sayang?" tanya Marisa


"Hiks...hiks Geya mimpi kalau Aldi menikah lagi dia ninggalin Geya sendirian" ucap Geya terbata


"Itu hanya mimpi sekarang ayo kamu makan dari tadi kamu belum makan" ucap Marisa menuntun Geya menuruni anak tangga diikuti Rahardian dan Andri dibelakangnya


"Sudah mi yang ada nanti Geya tidak selera makan" ucap Rahardian


"Maaf ini hanya untuk kepentingan Geya" celetuk Marisa


"Geya sudah kenyang mi" ucap Geya


"Ini tinggal sedikit loh" ucap Marisa


"Kalau begitu Geya ke kamar dulu ya" ucap Geya beranjak pergi


"Tapi jangan kunci pintunya" ucap Marisa diangguki Geya


"Anak itu pasti galau lihat saja nanti kalau dia pulang akan mami cincang dia sampai habis" gerutu Marisa dan pergi ke kamarnya


"Begitulah wanita tuan" celetuk Andri saat Marisa memasuki kamarnya


"Ya kamu benar" pungkasnya ikut mendudukan dirinya di kursi


skip


Malam harinya seperti biasa mereka makan malam dengan khidmat ditambah Andri yang ikut menginap di mansion


"Mi Geya masuk lagi ya Geya sudah ngantuk" ucap Geya


"Geya apa kamu tidak bosan dari tadi ke kamar terus?" tanya Rahardian


"Geya hanya lelah mi" ucap Geya dan langsung beranjak pergi tanpa sepatah apapun

__ADS_1


Keduanya hanya bisa menghela nafas dan memilih pergi keruang keluarga diikuti Andri yang akan berpamitan untuk pulang


"Tuan Nonya saya pamit pulang" ucap Andri


"Kenapa? Kamu disini saja menginaplah disini kenapa kamu tidak pernah datang kesini lagi?" tanya Marisa


"Saya sibuk Nyonya" jawab Andri merasa tidak enak


"Jangan membantah kamu menginaplah disini" paksa Marisa membuat Aldi terpaksa harus mengiyakan


Geya membaringkan tubuhnya diranjang entah kenapa setelah dirinya bermimpi jika Aldi menikah lagi sekarang dirinya dibuat bimbang


Dia tidak ingin kembali mengingat lagi janji janji yang Aldi ucapkan dulu, menurutnya semua itu hanyalah semu


Demi mengurangi kejenuhannya dia menelpon temannya yang kini sudah menetap di singapore. Lama berdering kini ponsel itu sudah menyambung dengan jelas Geya mendengar suara Siska yang menyapanya


"Ada apa Geya?" tanya Siska diseberang sana


"Aku hanya bosen apakah kamu sudah sampai?" tanya Geya


"Sudah ini baru 10 yang lalu ada apa?" tanya Siska


"Aku ingin mempunyai teman ngobrol"


"Kamu ada saja kelakuannya, ohya Geya bolehkah aku minta tolong"


"tolong apa?"


"Kunci rumahku ada di pot anggrekku jadi aku minta kamu bawa ya"


"Loh kenapa tidak kamu bawa tadi?"


"Maaf sebenarnya rumah itu aku jual"


"Kenapa kamu jual? Apa kamu tidak datang kesini lagi?"


"Bukan begitu intinya rumah itu aku jual dan tolong kuncinya kamu bawa jika ada orang yang datang mencari kunci itu kamu berikan saja"


"Kamu tidak menyembunyikan sesuatukan?"


"Enggak ada kalau begitu aku tutup ya, aku akan rapat dengan clientku"


"Baiklah bye" ucap Geya mengakhiri panggilan


Geya kembali menyimpan ponselnya di atas nakas dan memilih untuk tidur karna besok pagi pagi dia akan kerumah Riska


bersambung.....


___


Maaf Guys jika sedikit dan tidak begitu menghibur dan banyak typo ataupun kesalahan kesalahaan lainnya😞


Jangan lupa like dan komen cerita ini😊


Dukungan kalian sangat berarti bagiku😉


See You next time😘


♡Insyaallah aku up 3 kali♡

__ADS_1


__ADS_2