
Di dalam gedung Aldi menunggu Geya yang belum datang juga dia sudah mulai cemas jika terjadi apa apa pada istrinya
"Kenapa lo cemas gitu?" tanya Nando yang menyadari gelagat Aldi
"Aku harus mencarinya" ucap Aldi ingin beranjak namun ditahan oleh Lisa
"Aldi kamu mau kemana? temani aku dulu" ucap Lisa memeluk tubuh kekar Aldi
"Lepas lisa ingat batasanmu kamu bukan lagi kekasihku" bentak Aldi membuat semua mata tertuju padanya
"Santai bro lo sebenarnya kenapa?" tanya Satria
"Aku ingin mencari Geya sudah 1jam dia belum juga kembali aku takut terjadi apa apa dengannya" ucap Aldi
"Kita harus mencarinya" ucap Rian ikut berdiri
"Kalian semua! ikut cari dimana istri Aldi sekarang" teriak Rian mengeluarkan savagenya
Mereka semua ikut turun mencari keberadaan Geya terkecuali keempat wanita yang memanasi Geya dan Lisa mereka hanya duduk berdiam di kursi seolah olah tidak terjadi apa apa
"Apa kalian berhasil?" tanya Lisa berbisik
"Tenang saja kami berhasil dan sepertinya dia sudah pergi dari gedung ini" ucap Wanita itu
"Kerja bagus kawan" ucap Lisa menepuk pundak wanita itu pelan
Semua ini karna ulah Lisa dia memanfaatkan reuni ini untuk memecah hubungan rumah tangga Geya dan Aldi. Dia masih belum merelakan Aldi sejujurnya dia sangat mencintai Aldi bukan sebagai Atm berjalan tetapi dengan sepenuh hati. Lisa tersenyum puas akhirnya apa yang dia rencanakan berhasil
'Maafkan aku sayang sudah meninggalkanmu hanya karna uang tapi tenang aku akan kembali merebut kamu dan membuat kamu kembali mencintaiku' batin Lisa
Aldi menyusuri setiap sudut gedung namun hasilnya tetap nihil tidak ada tanda tanda keberadaan Geya dia kembali ke dalam gedung
"Bagaimana, Apa kalian menemukan Geya?" tanya Aldi dengan raut cemas
"Tidak kami juga sudah ke bagian adminitrasi tapi kata mereka tidak melihat Geya karna terlalu ramai orang orang berlalu lalang" ucap Nando diagguki yang lain
"Dimana kamu Geya? Jangan membuatku khawatir" gumam Aldi mengusap wajahnya kasar
Semua orang melihat Aldi hanya terdiam dan tak menyangka jika Aldi yang dulunya kaku dengan wanita kini dibuat luluh dan cemas dengan istrinya
"Lihatlah Aldi dia mencemaskan istrinya betapa beruntungnya dia dulu saat Aldi berpacaran dengan Lisa dia tidak begitu peduli dengan Lisa" ucap peserta reuni
"Iya aku iri padanya" pungkas yang lain
Saat semuanya sibuk mencari Geya Satria melihat kelima wanita dengan santainya duduk bercerita dan tertawa. Dia mencurigai sesuatu dan menghampiri kelimanya
"Kalian kenapa kalian malah enak enak disini?" tanya Satria penuh selidik
"Lo ganggu orang santai saja dia yang hilang kita yang disuruh nyari" ucap wanita itu
"Kalian kan yang menyembunyikan Geya?" tanya Satria
"Kita dari tadi disini malah dituduh nyulik mana buktinya?" tantang Lisa
"Gue bebasin kalian tapi ingat jika sampai kami tahu kalian yang membuat Geya menghilang awas kalian tidak akan kami bebaskan" ancam Satria dan pergi
"Bagaimana ini lis? Dia pakai mengancam lagi" ucap wanita itu
"Tenang kalian aku bisa mengatasinya sekarang lebih baik kita lanjutkan party kita" ucap Lisa bersulang
"Dimana aku harus mencarinya?" tanya Aldi putus asa
"Apa sudah ketemu Geya nya?" Tanya Rian pada Satria
"Belum tapi aku mencurigai sesuatu dengan Lisa dan gengnya" ucap Satria pelan
"Aku juga begitu tapi kita tidak boleh asalh tuduh" ucap Rian
Vanessa masuk ke gedung tampak orang berkumpul ada yang saling bisik berbisik tapi dia melihat Aldi yang terduduk lesu. Dia memutuskan untuk memberitahu Aldi karna kasihan dengan Geya dan Aldi
"Aldi" panggil Nessa berdiri tepat dihadapan Aldi
"Ada apa Sa?" tanya Aldi tanpa menatap Nessa
"Aku ingin memberi tahumu jika Geya sedang diluar" ucap Nessa membuat Aldi mendongakan kepala
"Kau tahu dari mana? Dan kenapa tidak kau ajak masuk?" tanya Aldi
"Tadi sudah ku ajak masuk tapi dia tidak mau dan dia bilang tidak ingin merusak reuni kita" ucap Nessa pelan diakhir kalimat
"Baiklah aku kesana" ucap Aldi berlalu pergi
"Dia ada di taman samping hotel" teriak Nessa
__ADS_1
Aldi turun dari lift diikuti teman temannya dia berjalan tergesa gesa mengingat angin malam yang dingin
Dia berlari kecil ke taman tidak mendapati siapa siapa, kosong artinya Geya tidak ada disana
"Dimana Geya Al?" tanya Rian tak sabar
"Disini tidak ada, Apa Vanessa berbohong padaku?" tanya Aldi
Nando melihat di hamparan tulip remang remang dia melihat bayangan seseorang dia sedikit menengok dan terkehut melihat Geya yang tergeletak tak sadarkan diri
"Al sini cepat! Itu Geya ada disana" ucap Nando
Aldi dengan secepat kilat menghampiri Nando dan terlihat Geya yang pingsan dengan wajah yang sangat pucat segera dia memangku kepala Geya
"Geya sadarlah kumohon" ucap Aldi menepuk pipi Geya pelan
"Al lebih baik kita langsung pergi ke rumah sakit" ucap Rian
Aldi membopong tubuh Geya dan memasukan ke dalam mobil diikuti Nando dan Satria di belakang
Aldi memangku tubuh Geya di kursi belakang, dia terus terusan meminta maaf sesekali mengecup kening Geya
Rian memandangi sikap Aldi dari kaca spion dia tersenyum tipis melihat lecemasan yang ada di diri Aldi
"Jangan terlalu cemas" ucap Rian
"Lo bilang jangan cemas? lihat dia pucat sekali" ucap Aldi
10 menit kemudian...
mobil yang ditumpangi Aldi berhenti tepat pintu rumah sakit, Aldi kembali membopong tubuh Geya dan meminta suster untuk membantunya
Aldi membaringkan tubuh Geya di atas brankar dan dibantu dorong oleh perawat. Sesampainya di UGD Geya di periksa oleh dokter
"Tuan saya harap anda tunggu diluar biar dokter memeriksa keadaan pasien" ucap suster dan menutup pintu
Aldi mendudukan dirinya di kursi ditemani oleh Satria dia menghela nafas kasar mencoba untuk bersabar
"Al gue pergi dulu ya ada urusan mendadak tidak apa apakan?" tanya Satria
"Tidak lo pulanglah ohya dimana dua orangitu?" tanya Aldi
"Mungkin pulang lo tahukan si Nando" ucap Satria
"Baiklah makasih udah bantu gue" ucap Aldi
Kini tinggal Aldi yang duduk seorang diri dia melirik pintu yang belum terbuka. Sesaat kemudian pintu terbuka lebar terlihat dokter yang memeriksa Geya. Aldi menghampiri dokter itu dan bertanya
"Dok bagaimana keadaannya?" tanya Aldi
"Begini sebelumnya saya ingin bertanya apakah pasien memiliki penyakit kandungan kering?" tanya dokter
"Iya dok, sebenarnya kenapa dok?" tanya Aldi tak sabar
"Kondisinya mulai membaik dan mohon jangan dibuat setres ya tuan karna itu berpacu pada rahimnya untuk pemulihan dan dijaga pola makannya jangan sampai telat pasien memiliki gejala maag" terang dokter
"Baik dok, Apa saya boleh melihatnya?" tanya Aldi
"tentu tuan kalau begitu saya permisi kalau ada apa apa panggil kami" ucap dokter itu diikuti suster di belakangnya
Aldi mendudukan dirinya dikursi dekat ranjang yang Geya tiduri. Aldi menggenggam tangan Geya menciumnya dan meminta maaf
"Geya ayolah bangun" ucap Aldi
taklama Geya mengerjapkan kedua matanya, memengang kepalanya yang pusing mencoba untuk bangun
"Kamu tiduran saja, Apa ada yang sakit?" tanya Aldi lembut
Entah kenapa Geya malah ingin menangis dia memalingkan wajahnya ke samping seolah olah menghindari tatapan Aldi
"Sayang kamu kenapa?" tanya Aldi mencoba menggenggam kembali tangan Geya
"Jangan bersandiwara" ucap Geya menepis tangan Aldi
"Ma, maksudmu apa? aku tidak mengerti" ucap Aldi bingung
Geya hanya diam dan memejamkan kembali matanya. Aldi hanya bisa memandangnya tanpa berkata kata
"Kamu istirahatlah jika perlu apa apa panggil saja aku" ucap Aldi beralih ke sofa
*sebelum nya Aldi sudah meminta untuk memindahkan Geya di ruang VVIP tapi author lupa😁
Geya kembali memikirkan kejadian beberapa jam yang lalu jika dipikir pikir dia agak kekanak kanakan dalam suatu rumah tangga seharusnya dia meminta penjelasan dari Aldi bukan malah main hakim sendiri. Dia menghadap kearah Aldi yang sibuk bermain ponsel
__ADS_1
"Aldi" panggil Geya ragu
Sejenak Aldi menghentikan bermainnya dan menatap Geya
"Ada apa? Ingin sesuatu?" tanya Aldi menghampiri Geya
'Jika dilihat sepertinya Aldi tidak pernah berbohong' batin Geya
"Ada apa sayang?" tanya Aldi
"Tidak jadi kamu tidurlah" ucap Geya menyembunyikan wajahnya dibalik selimut
"Kamu ingin sesuatu?" tawar Aldi
"Apakah boleh?" tanya Geya membuka selimutnya
"Tentu kamu mau apa?" tanya Aldi
"Aku mau martabak manis" ucap Geya
"Tidak boleh kamu tidak boleh makan itu terlalu manis sayang" ucap Aldi
"Tapi aku mau itu kamu pesannya jangan pakai gula atau apa pakai keju saja" ucap Geya memelas
"Baiklah hanya kali ini saja" ucap Aldi
"kamu mau kemana?" tanya Geya saat Aldi ingin melangkah keluar
"Mau beli lah mau ikut? jangan kamu disini saja" ucap Aldi
"Disini saja temani aku kamu pesan di grabfood saja" ucap Geya
Dengan senang hati Aldi menyetujui itu dan kembali mendudukan dirinya di kursi dekat Geya
"Sayang kamu tadi kenapa?" tanya Aldi
"Diluarlah" ucap santai Geya
"Ngapain? didalamkan ada aku dan kemapa kamu bisa pingsan?" tanya Aldi
Geya menjelaskan semuanya mulai dari di toilet hingga ditaman
"Begitu ceritanya dan kau kulihat tampak senang ya udah aku tidak mau mengganggu "ucap Geya menunduk
"Kamu juga salahpaham aku juga tidak tahu kenapa dia tiba tiba datang dan langsung duduk dipangkuanku sebenarnya tadi dia sudahku usir dari segerombolanku tapi dia tidak mau dan aku juga menunggumu rapi kamu tidak keluar keluar" jelas singkat Aldi
"Kedepannya kita harus saling percaya satu sama lain oke jangan mudah percaya dengan omongan orang yang tidak dikenal paham" ucap Aldi diangguki Geya
"Tuan ini pesanan anda" ucap Suster
"Makasih ya dan ini tolong berijan ini pada kurirnya dan sisanya untukmu" ucap Aldi
"Nih pasananmu mau kusuapi?" tawar Aldi
"Boleh tapi dikit dikit" ucap Geya
Aldi dengan telaten menyuapi Geya dengan hati hati dan sesekali tertawa melihat kelakuan istrinya itu
"Pelan pelan ngunyahnya aku tidak akan mengambil" ucap Aldi geleng kepala
"Sudah aku kenyag" ucap Geya meminum airnya
"Kalau begitu istirahatlah orang sakit harus banyak istirahat lusa kita harus berangkat keluar negri" ucap Aldi membaringkan tubuh Geya
"Kamu tidak tidur?" tanya Geya
"Nanti aku akan tidur cepat aku temani" ucap Aldi
Geya menutup matanya rapat rapat dan mencoba untuk tidur tetapi dia membuka matanya lagi
"Kenapa membuka mata?" tanya Aldi
"Aku tidak bisa tidur" ucap Geya menggeser tubuhnya
"Al naiklah kesini" suruh Geya dan dituruti Aldi
"Ayo kita tidur sekarang, aku tidak bisa tidur tanpa memeluk seseorang" ucap Geya menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya
"Dasar modus" gumam Aldi ikut tertidur
bersambung.....
Bagaimana suka dengam ceritanya?
__ADS_1
Jika suka harap untuk like dan komen author agar author lebih semangat untuk upload
See You Next Time😘😘