Didalam Perjodohan

Didalam Perjodohan
Episode 40


__ADS_3

Siang ini Geya sibuk dengan membungkus kuenya, Seperti biasa di rumah Riska penuh dengan ocehan Siska


"Guys bagaimana kalau nanti malam kita makan makan" Ujar Siska dengan raut senang


"Dimana?" timpal Riska


"Di resto bintang 5 mau gak?" tawar Siska


"Kemahalan itu bagaimana nanti uangnya langsung habis" Keluh Riska


"tenang nanti malam aku yang traktir" Ucap Siska


"Beneran?" tanya yang lain bersamaan dan diangguki Siska


"Kalau begitu aku mau keluar dulu bentar ingin beli sesuatu" ucap Siska beranjak pergi


Dirasa Siska sudah tidak terlihat Geya memberitahu keinginannya pada Riska sesuai permintaan sang suami


"Ris ak...aku mau ngomong" kata Geya gugup


"Ngomong apa? Kenapa wajahmu gugup?" tanya Riska mengernyitkan keningnya


"Sebetulnya aku tidak di bolehkan Aldi bekerja lagi" ucap Geya menunduk


"Terus?" Riska menanti lanjutan ucapan Geya


Dan Geya menceritakan soal hubungannya dengan Aldi yang mulai membaik


"Wah syukur seh kalau kamu sudah baikan jadi tidak adalagi tuh kontrak tidak jelas itu" ujar Riska senang


"Tapi aku merasa bersalah denganmu karna semua usaha ini aku yang memberikan ide tapi aku keluar dengan seenaknya" ucap Geya merasa bersalah


"Tidak apa apa Ge soal itu jangan kamu pikirkan yang penting kamu tetap bermain dan berkumpul disini bersama kami" Ucap Riska menenangkan


"Makasih ya kau adalah teman terbaik" ucap Geya memeluk Riska


"Bagaimana apakah ada benih benih disini?" tanya Riska menunjuk perut rata Geya


"Masih proses tunggu saja keponakanmu"


"Aku akan setia menunggu keponakanku ada, Apa nanti malam kau ikut kami?" tanya Riska


"Entahlah sebenarnya aku ingin ikut tapi apa boleh dengan Aldi?" gumam Geya


"Kamu izinlah dulu kalau tidak boleh tidak apa apa kan masih ada waktu yang lain lagi"


"okelah" Taklama ponselnya berdering terlihat nomor yang tidak dia kenal sedang menghubunginya


"Ya halo"


"Geya kamu dimana pulang sekarang"


"Iya iya tapi kamu dapat nomor aku dari mana?"


"Dari Mama cepat pulang"


"Iya cerewet banget"


tut...tut..tut


"Siapa Ge kelihatannya penting banget?"


"Si Aldi suruh aku pulang, Kenapa dia jadi posesif sekali aku ingin bebas kenapa tidak bisa" kesal Geya

__ADS_1


"Namanya juga orang baru kasmaran ya pasti begitulah cepat sana pulang apa mau ku anterin?" tawar Riska


"Enggak usah kasihan yang lain disini sendiri aku naik taksi saja" ujar Geya pamit


"Hati hati ya" teriak Riska


×××××


Sampai dirumah Geya segera berlari kecil menuju kamar utama namun dia berpapasan dengan Bi marni


"Bi dimana Aldi nya?" tanya Geya


"Tuan Muda tadi ada di ruang kerja nona" Jawab Bi Marni membungkuk


"Makasih ya bi Geya ke atas dulu"


Secepat kilat Geya menyusul Aldi dia tahu jika Si Aldi tengah marah, Sampai di ruang Kerja Geya melihat pintu yang terbuka sedikit dia dapat melihat Aldi yang duduk dengan tangan mengotak atik laptopnya


"Al sudah pulang?" tanya Geya basa basi


"Sudah dari 2 jam yang lalu" ketus Aldi


Geya mendekati Aldi dan berdiri di belakang Aldi memijit pundak suaminya


"Al apakah aku boleh ikut dengan teman temanku pergi makan malam?" tanya Geya seolah olah tak memperdulikan Aldi yang sedang marah


'Punya istri kok gak peka banget suami marah bukannya di tenangin atau apalah malah minta ini itu' Batin Aldi kesal


"Tidak" tolak singkat Aldi


"Boleh ya sekali ini saja" Rengek Geya


"Tidak ya tidak jangan membantah cukup sehari sekali kau membantah" ketus Aldi menyandarkan kepalanya menikmati pijatan Geya dengan memejamkan mata


"Sekali saja kenapa kau tak ijinkan? Aku juga mau ikut dengan teman temanku" protes Geya kesal sangking kesalnya dia mencubit lengan Aldi


"Biarin" Jawab Geya ngambek menyilangkan kedua tangannya didada


'Kenapa dia yang ngambek sih?' Gerutu Aldi


"Jangan marah dong nanti cantiknya hilang" Goda Aldi menyeret Geya untuk duduk di pangkuannya


"Sebagai gantinya nanti malam kita dinner bagaimana, mau tidak? tapi tidak boleh ikut makan malam dengan mereka" tawar Aldi menyibakkan rambut Geya ke belakang


"Apa kamu mencoba memisahkan ku dengan teman teman baruku?" selidik Geya menajamkan mata sipitnya


"Pikiran itu jangan dangkal" Cibir Aldi menonyor kepala Geya pelan


"Mana mungkin aku memisahkan kalian, Kalau ingin ku pisahkan kalian pasti sudah dari kemarin ku pisahkan" tambah Aldi


"Begitu ya, baiklah aku mau dinner nanti malam tapi aku ingin menanyakan satu hal tapi kamu tidak marah?" tanya Geya menatap manik Aldi


"Tanya saja yang penting tidak melewati batas kesabaranku" ujar Aldi


"Bagaimana dengan kontrak pernikahan itu?" tanya Geya tiba tiba


"Kenapa kau menanyakan masalah itu?" tanya balik Aldi


"Ya mungkin kau masih menyimpannya dan bisa saja kau menceraikan ku tiba tiba padahal aku sangat mencintaimu" ujar Geya berkaca kaca


"Geya sayangku mana mungkin aku menceraikanmu sudah kubilang beberapa kali aku tidak akan menceraikanmu karna aku sangat sangat mencintaimu dan maafkan aku telah menyakitimu di masa lalu jika kau menanyakan surat itu jawabannya adalah sudah ku buang beberapa bulan lalu" terang Aldi pelan pelan


"Kenapa tidak memberi tahuku?" Kesal Geya

__ADS_1


"Dulu aku masih gengsi memberitahumu" Ujar Aldi pelan


"Memang dari dulu kau selalu gengsi" Sindir Geya pedas


"Ayo kita makan siang" Ajak Aldi menurunkan Geya dari pangkuannya


"Kenapa kau pulang awal sekarang?" tanya Geya seraya menuruni anak tangga


"Aku ingin menghabiskan waktuku dengan sang istri" Ucap Aldi mentoel pipi Geya


"Biar ku tebak pasti nanti kau tidur seperti kelelawarka" tebak Geya


"Maksudnya?"


"Ya kau tidur siang bekerja malam" Ucap Geya cengengesan


"Kau ini kualat loh memaki Suami"


"Dih siapa yang memaki aku hanya berkata apa yang ada di depan mata"


Mereka duduk di kursi meja makan disana ada berbagai menu yang di request Geya ada tempe goreng, tahu gireng, sayur bening, sambal terasi dan ikan goreng


"Siapa yang menyuruh masak seperti ini?" tanya Aldi


"Aku yang menyuruhnya kau mau apa?" tanya Geya


"Ayo cepat katakan apa yang kau inginkan?" tanya Geya tidak sabar


"Apa tidak apa apa memakan ini?" ragu Aldi


"Apa kau tidak pernah makan makanan seperti ini?" tanya Geya ditanggapi gelengan Aldi


"Mami selalu masak seperti ini tapi aku memilih makan cepat saji" jawab Aldi


"Tapi nasi kuning dan makanan yang kubawa dulu kenapa kau bisa makan?" heran Geya


"Karna dulu aku penasaran" jawab Aldi seadanya


"Yaudah biar aku yang memilihkan" kata Geya dan langsung memberikan sepiring makanan untuk Aldi


"umm enak juga ya" takjub Aldi wajah berbinar


"Ya iyalah enak namanya juga makanan"


"Mana si Andri kenapa tidak ikut disini?" tanya Geya


"Kenapa kau menanyakan dia apa kau menyukainya?" selidik Aldi curiga


"Tidak siapa yang menyukai asisten menyebalkan itu tapi ya dirasa rasa si Andri wajahnya agak mirip dengan Senior aku dulu saat di SMA"


"Mungkin cuma mirip kan didunia ini ada 7 kembaran" jawab Aldi


"Mungkin sih udahlah ngapain bahas dia" Mereka melanjutkan makan dengan sesekali membicarakan si Asisten


haaaachu" Siapasih yang menggosipkanku?" keluh lelaki bertubuh tegap


bersambung.....


terima kasih guys sudah mampir ke novelku


janganlupa dukung karyaku ini dengan like komen novel ini jika perlu share ke teman teman kalian juga ya😀


Karna dukungan kalian sangat berarti untukku. Kutunggu jejak kalian mulai hari ini!?

__ADS_1


Dan mampirlah ke Novelku selanjutnya!


See you next time guys😉


__ADS_2