
Sore hari sekitar pukul 17.32🌆
Geya berdiri di balkon kamarnya menikmati hembusan angin yang menerpa dirinya. Dia segera turun saat mendengar deru mobil Aldi berhenti. Dia segera membuka pintu dan menyambut Aldi dengan senyuman
"Al kamu kenapa pulang terlambat?" tanya Geya bergelayut manja dilengan Aldi
"Stop dulu Geya aku ingin mandi tubuhku lengket" ucap Aldi berjalan duluan menunggalkan Geya yang berdiri mematung di depan pintu
"Kenapa perlakuanya berubah" gumam Geya memandang punggung Aldi
Dia segera menata hidangan untuk makan malam. Sambil menunggu Aldi dia menata kue yang tadi dia buat untuk diantarkan ke rumah mertuanya
Aldi melepas sepatunya dan menyambar handuk di samping pintu kamar mandi dan melakukan ritual sehari harinya.
10 menit kemudian dia selesai dan keluar dari kamar mandi langsung menuju ke ruang ganti. Dia memakai kaos putih polos dengan celana jeans pendek selutut
Dia turun dari tangga dan menuju ke meja makan yang sudah ada Geya duduk manis disana
"Al kamu kok lama banget? sini ku ambilkan makanannya" ucap Geya ingin merebut piring yang di pegang Aldi
"Tidak usah kamu makan saja aku bisa sendiri" tolak Aldi mengambil makanan
"Baiklah Al aku mau tanya kamu bisa mengantarkanku ke rumah..."
"Aku sedang sibuk kamu sendiri saja" potong Aldi fokus makan
"Baiklah aku berangkat sekarang" ucap Geya meninggalkan Aldi yang tengah makan sendirian kini selera makannya hilang
Geya langsung mengambil paperbag yang berisi kue itu dan langsung pergi tanpa membawa tas
Dia berjalan beberapa meter untuk sampai di depan perkomplekan. Dia mencari taksi yang kosong dan langsung meluncur ke rumah mertuanya
Di dalam taksi Geya memikirkan kembali perubahan sikap Aldi, dia tahu betul Aldi jika Aldi marah ataupun kesal. Dia mencoba menepis semua prasangka buruknya mencoba untuk perpikir positif mungkin Aldi memang sedang sibuk pikirnya
"Sudah sampai Nona" ucap sopir membuyarkan lamunan Geya
"Iy...iya pak berapa ongkosnya pak?" tanya Geya yang sudah turun
"50 ribu mbak" kata si supir
'Aduh lupa bawa dompet lagi tas pun kagak' batin Geya cemas
"tunggu aku kan tadi punya uang sisa" gumam Geya merogoh kantung celananya dan benar saja ada uang sisa
"Aduh pas lagi terus nanti kalau pulang bagaimana? masa iya minta mami kagak mungkinlah" gumam Geya
"mbak bagaimana? mana uangnya saya harus cepat pergi istri saya lagi ngidam nih" tagih supir itu
"Iya ini uangnya" ucap Geya menyodorkan paksa uangnya dan masuk ke dalam dengan kesal
"Apaan supir itu istri ngidam aja pake cepet cepet" gerutu Geya
tok...tok...tok
Geya mengetuk pintu beberapa kali taklama pria paruh baya membukakan pintu dan menunduk hormat
"Malam Nona mari saya antarkan Nyonya lagi di ruang keluarga" ucapnya yang taklain kepala pelayan mansion
"Baiklah terima kasih" ucap Geya mengikuti langkah kepala pelayan itu
__ADS_1
"Nyonya ada yang ingin bertemu" kata kepala pelayan adam
"Siapa dam?" tanya Marisa
"Nona Geya dia ada di ruang tamu" ucap Adam kepala pelayan membungkuk
"kenapa tidak kau suruh kemari?" gerutu marisa menemui Geya
"Halo mami" sapa Geya
"Geya kamu datang mana Aldi?" tanya marisa celingukan
"Al....Aldinya lagi sibuk mi jadi tidak bisa ikut dan ini Geya bawakan kue buatan Geya dicoba ya" ucap Geya memberikan paperbag merah muda ini
"Makasih sudah repot ayo kita ke ruang keluarga disana ada papi kamu" ajak Marisa
Geya mengikuti langkah itu dan duduk di sofa berbincang bincang dengan papi mertuanya sedangkan marisa memindahkan kue yang dia bawa ke piring
"Pih ini kue buatan menantu kita ayo kita coba enak atau tidak" goda Marisa membuat Geya bersemu
"hahahha iya mih ayo" balas Rahardian dan mencicipi kue buatan Geya
"yummy enak banget Geya tidak sia sia kau belajar kue dengan temanmu" ucap Marisa
"Serius Mi syukurlah kalau kalian suka" ucap Geya senang
Selang beberapa menit suara guntur terdengar remang remang di telinga Geya
"Mi Geya pulang dulu ya kayaknya sebentar lagi hujan" kata Geya beranjak berdiri
"loh kok buru buru?" tanya Marisa
"Maaf mi Aldi dirumah sendiri lagian ini juga sudah malam" kata Geya
"tapi..."
"tidak ada tapi tapian Geya nanti kamu malah kehujanan dan sakit" ujar Marisa menimpali
"Baiklah mi kalau begitu Geya permisi" ucap Geya berlalu pergi
:::::::€
Di tengah tengah perjalanan mobil yang ditumpangi Geya terhenti mendadak
"Loh kenapa mang?" tanya Geya
"Maaf non mobilnya kehabisan bensin" kata Mang dumang bersalah
"Tidak apa apa kok Geya bisa berjalan" ucap Geya ingin turun dari mobil
"Tapi non diluar sudah gerimis nanti nona kehujanan" ucap mang dumang khawatir
"Tidak apa apa mungkin tinggal setengah kilo meter doang, mang dumang lebih baik telpon teman mang untuk menjemput mang" kata Geya
"Dan maaf mang Geya tidak bawa uang karna tadi terburu buru" tambah Geya
"Tidak apa apa kok non mang dumang sudah biasa jika nganter bibik belanja" ucap Mang dumang
"Kalau begitu Geya pergi dulu mang dumang diam di dalam mobil saja jangan keluar nanti kehujanan" ucap Geya dan melangkah pergi dengan berlari kecil
__ADS_1
tik...tik...tik
Hujan mulai turun mengikuti langkah Geya yang terburu buru hingga dia tidak sengaja menambrak batu yang ada di tengah tengah jalan.
"Aduh kenapa pakai acara jatuh lagi" Guam Geya meringis saat kakinya sakit untuk digerakan
"Kayaknya keseleo deh mana jalanan sepi lagi, Huh tinggal dikit lagi Geya kau tinggal masuk ke jalan lurus ini" gumam Geya dan berjalan pelan mengabaikan rasa sakit di kaki dan pantatnya
Hingga butuh beberapa menit dan pengorbanan kakinya dia sampai di depan rumah megahnya dia masuk ke dalam dan terkejut melihat lelaki yang sedang duduk di pos penjagaan
"Kaget aku kukira hantu ternyata pak damar" gumam Geya mengelus elus dadanya karna saking terkejutnya
"Non kenapa hujan hujan?" tanya Pak damar dengan membawa payung di tangannya
*NB:
(nama penjaga di rumah Aldi ku ganti karna aku lupa nama penjaganya. mungkin di episode sebelumnya ada namanya uadi disini ku jelaskan kalau nama itu diubah menjadi Damar😸)
"Tidak kok pak yasudah Geya masuk dulu" ucap Geya
Geya mengetuk pintu dan terlihat Aldi yang membukakan pintu saat ingin bertanya Geya lebih dulu masuk menerobos Aldi denga tubuh basahnya dan kaki yang mulai membengkak
Dia memanggil Bi marni untuk mengambilkan baju dan meminta untuk membersihkan lantai yang basah karna dirinya
"Ini non pakaiannya" ucap Bi marni
"Makasih ya bi, tolong bersihkan lantai yang basah maaf karna Geya tidak bisa membantu" ucap Geya dan langsung pergi ke kamar mandi belakang
Selesai dengan itu Geya kembali lagi ke ruang keluarga disana ada Aldi dan Bi marni yang sedang membersihkan lantai
Geya ingin meminta bantuan Bi marni namun melihat raut kelelahan bi marni dia merasa tak tega
Dia melangkah naik keatas dengan pelan pelan melewati anak tangga satu persatu dengan hati hati
Aldi ingin sekali membantu tapi rasa kekesalan masih tersirat di hatinya. Tapi tetap saja rasa penasaran dia menggebu mengalahkan rasa kekesalannya
"lebih baik aku menyusulnya" gumam Aldi menyusul Geya taklupa mengambil minyak urut yang ada di kotak p3k
Dia membuka pintu terlihat Geya yang tertidur membelakangi pintu dengan kaki yang diluruskan diatas bantalan sofa di bawah kakinya untuk ganjalan kaki
"Apakah dia sudah tidur?" tanya-nya pada diri sendiri
Dia mendekati Geya dan mulai mengurut kaki Geya perlahan terlihat kaki Geya yang memerah
'Kenapa bisa semerah dan sebengkak ini?' tanya Aldi terkejut
Aldi mengurut pelan pelan namun Geya meringis kesakitan dengan mata terpejam
"Diam saja! Ini pelan pelan kok" ucap Aldi menenangkan tanpa melihat wajah Geya
'Sebenarnya kamu hari ini kenapa Al? Aku bingung aku takut kamu mulai bosan denganku' Batin Geya tanpaa disadari satu tetes air matanya jatuh
Dirasa cukup Aldi menyudahi mengurutnya dia menyimpan minyak urut itu di nakas samping tempat tidurnya. Dia ikut membaringkan tubuhnya di ranjang dan memeluk Geya dari belakang mengikuti jejak mimpi Geya
bersambung.....
Jangan lupa like dan komen ya!!
Aku tunggu dukungan kalian!😉
__ADS_1
SEE YOU NEXT TIME😊
DAN SELAMAT MALAM UNTUK PEMBACA MALAM😘