
Geya bangun dari tidurnya kala sang mentari mulai menampakan sinarnya, dia menyibak selimut yang menutup badannya dilanjutkan ke kamar mandi menggosok gigi dan cuci muka.
Geya merapikan seluruh isi kamarnya membuka tirai yang tertutup rapat agar sinar matahari masuk ke dalam.
Aldi yang tadinya tidur nyenyak terganggu akibat dari Geya, dia menatap istrinya yang menata buku-buku yang ada di meja kecil khusus.
"Apakah badanmu masih panas?" tanya Geya menyentuh kening Aldi guna memeriksa panasnya
"Hari ini kamu jangan ke kantor dulu, biar Andri yang mengurusnya dan jangan kemana mana kamu harus istirahat sampai benar benar pulih" ancam Geya
"Terserah" hanya kata ini yang terucap pada bibir Aldi sebelum kembali tidur
Geya hanya menggeleng dan melanjutkan pekerjaannya. Setelah selesai dia turun ke bawah bermaksud membantu bi marni untuk berberes rumah
"Nona selamat pagi" sapa Bi marni
"Pagi juga bi, hari ini bibi mau buat apa?" tanya Geya
"Terserah nona ingin apa biar bibi yang buatkan" ucap bi marni
"Hari ini Geya mau bersih bersih rumah dan bibi buatkan Geya makanan saja ya" ucap Geya
"Jangan non, nanti tuan marah kalau tahu nona bersih bersih" tolak Bi marni
"Gak papa bi, dia gak enak badan jadi biar Geya yang bersih² bibi masak sana" usir Geya merebut sapu yang di pegang oleh bi marni
Geya menyapu seluruh lantai rumah tanpa ada yang tersisa, kini dia melanjutkan pekerjaannya dengan menyiram tanaman yang ada di pekarangan rumah. Dan hingga pukul 08.00 dia baru selesai dengan bebersihnya, sampai lupa jika dia punya tanggungan dengan bayi besarnya
"Ya ampun aku lupa memberikan sarapan untuk Aldi" gumamnya dan masuk kedalam rumah
"Bi mama sarapannya?" tanya Geya
"Sudah bibi siapkan non, apa perlu bibi panaskan lagi?"
"Gak usah bi ini masih agak hangat kok" tolak Geya dan menyiapkan sarapan di nampan
"Geya keatas dulu bi" pamit Geya dan membawa nampan berisi sarapannya
Geya meletakkan nampan itu hati hati di nakas dan membangunkan Aldi yang masih meringkuk indah di atas ranjang.
"Al makanlah dulu habis itu minum obat kamu" ucap Geya menggoyangkan pelan lengan Aldi
"Aku malas nanti akan kumakan" gumam Aldi
"Ayolah jangan rewel gak kasihan sama aku ya? Capek² masak buat kamu" bujuk Geya sedikit membumbui kebohongan
Aldi secara paksa membuka matanya dan mengambil piring yang ada di atas nakas
"Suapi aku" pinta Aldi memberikan piring lebar itu, dengan senang hati Geya menyuapinya dengan telaten tanpa belepotan
Baru juga beberapa suap Aldi sudah merasakan mual yang ada di perutnya, dengan sepontan dia menjauhkan sendok yang melayang di hadapannya.
"Kenapa?" tanya Geya saat Aldi mengibaskan tangannya
"Gak sudah kenyang" ucapnya dan meminum air putihnya
"Ini baru setengah dikit lagi" ucap Geya
Aldi hanya menggeleng dan kembali membaringkan tubuhnya, Geya hanya menghela nafas dan membereskan sisa sisanya taklupa memperingati Aldi untuk meminum obatnya
Siang harinya Geya gak ada kegiatan apapun selain memainkan ponselnya, menscrall scroll layar ponselnya tanpa tujuan.
__ADS_1
Dia teringat akan pesan Aldi, dia kembali kekamar dan menanyakan apakah jadi mereka ke kondangan Rian
"Dia kan lagi sakit mana mungkin orang sakit datang ke acara begituan" gumam Geya
Dia mengambil ponsel suaminya yang dibiarkan tergeletak di kasur sejak semalam, dia mencari nomor kontak teman suaminya
"Mungkin ini yang akan pesta" gumam Geya dan menekan tombol panggilan
Tampak seorang lelaki tengah menjawab panggilannya.
"Halo ada apa Al tumben lo nelpon duluan?" tanya Rian
"Ha, halo ini aku istrinya"
"Aldi mana? kamu Geya kan?"
"Iya aku Geya, maaf mungkin nanti malam kami gak bisa datang ke acara kamu soalnya Aldi sakit"
"Bisa sakit juga itu anak? Baiklah gak papa nanti biar aku yang kesana sama teman²"
"Baiklah maaf jika merepotkan"
"Santai aja, sampaikan salamku sama Aldi" ucapnya saat sebelum panggilan terputus secara bersamaan
Geya meletakkan kembali ponsel milik Aldi di tempat semula. Dia mendekat pada Aldi dan memeriksa kembali apakah panasnya turun atau tidak
"Panggil dokter gak ya? Panasnya juga belum turun" gumam Geya khawatir
"Gak perlu besok paling sudah sembuh, tadi kamu panggil siapa?"
"Aku tadi menghubungi Rian kalau nanti malam kita gak bisa datang ke acaranya" ucap Geya sambil mengganti kompresannya
"Aku gak ngantuk lagi seharian ini tidur terus, bagaimana dengan Andri? Apakah dia shdah ke hotel B?"
"Kamu gak perlu mikirin itu, aku sudah meemberitahu Andri jika kamu gak bisa berangkat karena sakit"
"Terserah" Aldi beranjak turun menuju ke kamar mandi dan itu tak luput dari pandangan Geya
Saat mendengar suara gemericik air, Geya merapikan tempat tidurnya dan menunggu Aldi.
Aldi keluar dengan wajah yang sudah segar dia menghampiri Geya yang duduk diatas balkon
"Kok kesini? Ayo kita makan dari tadi aku menunggumu" ajak Geya menggandeng tangan Aldi untuk turun
Mereka makan dengan tenang, Geya yang menyuapi bayi besar bersamaan dengan menyuapi dirinya sendiri
Tring...tringg ....tring
Bunyi ponsel menghentikan tangan Geya yang tadinya ingin menyuapi Aldi, matanya melirik kearah layar yang memaparkan nama Riska
"Sebentar aku angkat dulu" ujar Geya dan mengambil ponselnya
"Ada apa?"
"......."
"Nanti ku kabari setelah ini ya"
"....."
"Iya terserah yang penting mau"
__ADS_1
"...."
"Ya"
tut...tut...tut
Panggilan terputus dan Geya melanjutkan makannya hingga tandas.
"Kenyang banget" gumam Geya setelah minum
"Apakah kurang?"
"Gak ada yang kurang, kamu saja makan sedikit pasti dari kecil kamu kalau sakit suka manja kan?"
"Mana ada begituan, gak ada yang manja dalam hidup seorang Aldi. Udahlah aku mau istirahat lagi"
"Heleh alesan" cibir Geya membereskan sisa makanannya
.....
Malam harinya Geya kembali mengurusi bayi besarnya untuk makan, tapi ini berbeda lagi disini ada mertuanya yang datang begitujuga dengan orang tuanya.
Mereka datang saat sore tadi kala mendengar anak menantunya sakit
"Mi udahlah jangan marahi Aldi terus, aku sudah besar" kesal Aldi
"Kamu itu memang keras kepala kamu terlalu sibuk sama pekerjaan kamu makanya sakit" balas Marisa
"Udah mi biarkan anakmu istirahat kita keluar" ajak Rahardian menuntun istrinya untuk keluar dari kamar
"Aku temani mereka dulu" ucap Geya ingin beranjak tapi ditahan oleh Aldi
"Gak usah disini saja" cegah Aldi menarik tangan Geya
"Gak bisa dong siapa yang menemani mereka dibawah?"
"Mereka kan berempat jadi gak usah khawatir disini saja temani aku tidur" ucap Aldi memeluk pinggang Geya
"Awas aja kalau kamu gak sakit udah aku cubit tangan kamu" ketus Geya dan membaringkan tubuhnya
Dibawah Marisa mencari tasnya yang nggak ada, clingak celinguk mencari tas warna maroon yang gak ada ditangannya
"Mungkin tertinggal kamar Aldi, coba kamu cari kesana sekalian pamit" ucap Aina
Mereka berdua memutuskan untuk kembali ke kamar milik anaknya, tanpa babibu mereka langsung masuk.
"Apakah kami mengganggu kalian?" tanya Aina saat melihat anak²nya
"Gak kok ma" jawab Geya gugup
"Ada apa kalian kemari?" tanya Aldi santai
"Anak ini gak ada sopannya, kami ingin mengambil tas yang tertinggal disini dan sekalian kami mau pulang" ucap Marisa ketus mengambil tasnya yang tergeletak di sofa
"Gak jadi nginap mi?" tanya Geya
"Gak jadi daripada ganggu kalian" ucap Marisa menarik tangan Aina yang masih berdiri untuk keluar kamar anak²nya
"Gak jadi ya gak apa²" ucap santai Aldi
bersambung.....
__ADS_1