Didalam Perjodohan

Didalam Perjodohan
Episode 66


__ADS_3

Kabut pagi masih begitu tebalnya mataharipun masih belum menampakan wajah terangnya. Ayam berkokok saling bersahutan dan suara alarm yang ada di kamar wanita cantik berbunyi dengan nyaringnya


"Hoam...Padahal baru tidur" gumam Geya mematikan alarm dan beranjak ke kamar mandi


Geya keluar dari kamar dan membantu para pelayan menyiapkan sarapan namun dia sudah melihat Marisa yang sudah berkutat


"Pagi mi" sapa Geya saat dirinya sampai didapur


"Pagi loh kamu sudah bangun, Apa tidurmu terganggu?" tanya Marisa ditanggapi gelengan Geya


"Mi Geya izin keluar sebentar ya mau kerumah teman" Ucap Geya


"Ini masih pagi memangnya mau kemana?" tanya Marisa heran


"Mau jalan jalan berdua mi kayak dulu bolehkan?" tanya Geya


"Boleh kok kamu juga perlu refresing dari kemarin tidak keluar kamar tapi nanti kalau jam tujuh pulang" ucap Marisa dan diangguki Geya


Dengan segera Geya berlari naik ke kamarnya dan mandi. Setelahnya dia memakai pakaian dan memoles sedikit wajahnya


"Aku akan ke rumah Siska dulu mencari kunci itu dan setelah itu aku akan kerumah Riska" gumam Geya dan melangkah keluar


Saat menuruni anak tangga yang terakhir dia berpapasan dengan Rahardian dan juga Andri


"Kamu mau kemana Geya rapi rapi begitu?" Tanya Rahardian


"Geya mau ke rumah temen sekalian keluar sebentar" ucap Geya


"Kamu naik apa? Biar Andri yang mengantar kamu" ucap Rahardian


"Tidak perlu tapi apakah boleh Geya memakai mobil yang ada di garasi?" Tanya Geya ragu


"Kenapa tidak? Kamu bawa saja mobil Aldi kuncinya sudah ada di dalam" ucap Rahardian


"Terima kasih Pi Geya pergi dulu" ucap Geya dan berlalu pergi


Geya membuka pintu garasi dan langsung menyalakan mobil yang ada di depannya, dengan perlahan dia keluar dari garasi dan langsung dibukakan gerbang oleh penjaga


Dia mengendarai mobilnya hati-hati menikmati jalanan yang masih sepi hanya beberapa motor yang berlalu lalang


Butuh waktu 20 menit untuk sampai dirumah Siska dia segera mematikan mobilnya dan keluar. Geya mencari pot yang Siska maksud namun tetap tidak ada


"Dimana dia menyimpannya? Kalau begini caranya bisa bisa aku dikira maling" gerutu Geya sibuk mengobrak abrik tanaman Siska


Sampai akhirnya dia menemukan kunci itu didalam pot. Setelah menemukannya dia kembali masuk ke mobil dan langsung berlalu ke tujuan keduanya


Skip


Dia sampai di rumah Riska yang masih tertutup dia memarkirkan mobilnya di halaman Riska yang cukup luas, setelahnya dia mengetuk pintu cukup lama akhirnya si pemilik rumah membukakan pintu


"Ada apa sih?" tanya Riska dengan suara seraknya


"Riska aku bertamu di rumahmu jadi kamu harus menjamuku dengan makanan" ucap Geya enteng


"Apa? Tidak lebih baik kamu pulang ini terlalu pagi" ucap Riska

__ADS_1


"Enggak dan tadi aku ingin mengajakmu jalan jalan tapi melihat kamu seperti ini membuatku tidak jadi" ucap Geya datar


"Tunggu sebentar aku akan mandi 10 menit tunggu" ucap Riska langsung berjalan ke kamar


Geya hanya memutar matanya malas, dia membuka ponselnya mengecek apakah ada telepon dari Aldi suaminya


"Kenapa dia tidak menelponku? Padahal perjalanannya dari sini ke canada hanya butuh setengah hari saja" gumam Geya putus asa


Dia memilih keluar melihat orang orang yang mulai berlalu lalang, sesekali menghembuskan nafasnya perlahan menikmati udara pagi


Taklama juga Riska datang dengan pakaian rapi, tak ingin membuang waktu lama keduanya memilih untuk langsung pergi


"Geya kita akan kemana?" tanya Riska saat mobil yang ditumpanginya menjauh dari rumahnya ataupun rumah Geya


"Kamu nanti akan tahu" ucap Geya fokus pada menyetirnya


"Kamu tidak lagi ingin menyulikku kan?" tanya Riska mulai was was


"Tidak ada niatan untuk menyulikmu hanya saja aku ingin menyantetmu" ucap Geya asal


"Janganlah Geya apa kamu tidak kasihan denganku?" rengek Riska


"Makanya diam jangan mengganggu konsentrasiku" ketus Geya


Dan 25 menit kemudian Geya menghentikan mobilnya di tempat yang sepi dan tenang. Dia keluar dan di ikuti Riska yang masih bingung dengan keadaan


"Geya disini sangatlah tenang dimana kamu mendapatkan tempat ini?" tanya Riska ikut mendudukan dirinya di rumput liar


"Aku sebelum menikah selalu kesini dan saat belum mengenalmu aku disini hanya untuk menenangkan pikiranku dan apa kamu tahu? Tidak ada yang tahu tempat ini selain aku dan kamu karna ini pemberian nenekku saat aku masih kecil" ucap Geya menatap sungai buatan dan dikelilingi bebatuan dan aneka pohon bersemak


Geya hanya membalasnya dengan helaan nafas berat seperkian detik kemudian dia tiba tiba menangis. Riska yang melihat itupun tambah bingung tetapi dia mencoba untuk diam dan membiarkan Geya agar sedikit mengurangi bebannya


"Ceritalah padaku apa yang ingin kamu katakan?" tanya Riska


"Al, aldi memilih perusahaannya dari pada aku istrinya dia bilang dia ingin mencari patner kerja baru tetapi kata Andri asistennya dia malah menikah" ucap Geya kembali menangis histeris


"Dia mungkin bercanda mana mungkin dia menduakanmu" ucap Riska menenangkan


"Ti tidak perusahaannya akan bangkrut rekannya mengancam mencabut kontrak karna Aldi menikah denganku" ucap Geya sesenggukan


"Dasar pria bejat itu, kamu berhentilah menangis dan lupakan suamimu itu-" ucapan Riska terpotong karna ketusan dari Geya


"Aku tidak bisa melupakannya aku mencintainya" kesal Geya


"Iya kamu memang sangat sangat mencintainya dan ayo kita pulang lihat terik matahari mulai kelihatan" ucap Riska berdiri dari duduknya


"Benar katamu aku juga sudah janji dengan mertuaku agar tidak lama keluar" ucap Geya dan langsung pergi


"Tapi aku tidak mungkin pulang dengan wajah sembabku, Apa kamu bawa make up atau bedak?" tanya Geya saat memasang seal beltnya


"Tidak membawanya aku coba kamu cari di laci ini" ucap Riska menunjuk dashboard mobil


"Tidak ada inikan mobil Aldi mana mungkin dia menyimpan barang barang seperti itu" ucap Geya


"Iya juga sih, alah kenapa susah susah sih nantikan kamu mengantarku pulang kamu bisa ambil make upku" ucap Riska menepuk jidatnya

__ADS_1


"Baiklahh ayo" ucap Geya dan mulai menjalankan mobilnya


Skip


Geya sampai dirumah Riska dan langsung ikut masuk kedalam. Dia memoles sedikit bagian matanya dengan foundation milik Riska dan menambah sedikit blush on di bawah matanya


"Terima kasih Ris kalau begitu aku pulang dulu kapan kapan aku akan kesini" ucap Geya


"Enggak masalah jika kamu senggang datanglah kerumahku atau toko aku selalu ada" ucap Riska tersenyum hangat


"Aku pulang bye" ucap Geya dan memasuki mobilnya perlahan meninggalkan perkarangan rumah Riska


Sesampainya dimansion dia memarkirkan mobilnya di garasi. Dia langsung masuk kedalam dengan santai dan ternyata semua sudah ada di ruang keluarga dengan Andri yang siap dengan pakaian formalnya


"Loh An apa kamu akan bekerja?" tanya Geya langsung mendudukan dirinya disamping Marisa


"Iya nona saya harus berangkat dan maaf saya tidak bisa mengantar anda pulang sekarang" ucap Andri


"Aku juga masih ingin disini bolehkan mi?" tanya Geya beralih menatap Marisa


"Tentu saja sayang mintu besar itu selalu terbuka untukmu" ucap Marisa


"Kalau begitu saya permisi" ucap Andri menunduk hormat dan berlalu meninggalkan mereka bertiga


"Terus papi tidak bekerja?" tanya Geya


"Tidak papi ingin menemani menantu papi dirumah, Apa tadi menyenangkan bisa bermain dengan temanmu?" tanya Rahardian


"Sangat menyenangkan pi" ucap Geya sumringah


"Sudah kamu belum sarapankan? Kamu makanlah dulu agar semangatmu menambah" ucap Marisa


"Nanti saja mi Geya masih belum lapar nanti malah mubazir dan Geya ke kamar dulu ya ada yang Geya kerjakan" ucap Geya


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Marisa penasaran


"Hanya baca buku mi Geya keatas dulu" ucap Geya dan berlalu ke kamarnya


Sesampainya di kamar dia langsung menjatuhkan tubuhnya di ranjang miliknya memejamkan matanya sejenak dan kini dia beralih ke rak buku kecil yang baru dia tambahkan kemarin mengambil buku yang dia suka


Setelah ketemu dia memilih ke balkon untuk membacanya dia duduk disofa kecil. Hanya butuh waktu 1 jam untuk menyelesaikan setengah buku itu


"Ngapain lagi aku ya" gumamnya meletakkan buku itu di laci meja kecil


Tak selang beberapa menit samar samar dia mendengar suara kegaduhan yang berasal dari bawah dengan rasa penasaran dia mengintip dari balik pintu kamarnya dan terkejut melihat seseorang yang sangat dia rindukan kini ada di hadapannya


bersambung....


Gantung ya??


Maaf jika typo, gak jelas dan banyak kesalahan kesalahan lainnya😔 yakan karya manusia pasti ada aja kesalahannya😁


Dukung karyaku ini dengan sepenuh hati kalian hanya dengan like dan komen dua itu sudah cukup untuk semangatku😊😉


Karena dukungan kalian itu motivasi dan semangatku agar lebih bisa membhat cerita yang lebih baim dan seru lagi😚

__ADS_1


See you Next time😗👋💜


__ADS_2