Didalam Perjodohan

Didalam Perjodohan
Episode 73


__ADS_3

Dirumah sakit tengah kota sepasang suami istri melakukan cek up untuk Geya. Aldi menunggu Geya diruangan milik dokter Tristan sambil menunggu Aldi memerhatikan dokter Tristan yang menjelaskan tentang prosesur kandungan


"Jadi dok kapan kita cek up lagi?" tanya Aldi


"Jika nona Geya tidak merasakan keluhan ringan ataupun berat bisa kok tidak datang kesini mungkin tuan Aldi sendiri yang datang kesini untuk pengambilan obat" ucap ramah dokter Tristan


"Baik begitu dok saya permisi dulu terima kasih waktunya" ucap Aldi beranjak pergi


Aldi ikut masuk keruang obgyn dimana sang istri berada, Geya masih dalam tahap pemeriksaan. Aldi memandangi sang istri dengan tatapan yang sulit diartikan dan melaju menghampiri sang istri. Dokter dan Perawat yang menyadari kehadiran sang Aldi membungkukan badannya sedikit memberi hormat dan melanjutkan aktifitasnya


"Bagaimana dok keadaannya?" tanya Aldi melihat perawat itu memberesi perlengkapannya


"Baik tuan hanya dimohon nona Geya untuk menjaga daya tahan tubuh dan pola makan itu sangat penting untuk kesuburan anda" ucap dokter wanita itu


"Kalau begitu saya permisi dulu" ucap Dokter dan diangguki oleh Geya dan Aldi


 


"Al bolehkah aku ikut ke kantor?" tanya Geya saat ditengah tengah perjalanan


"Boleh kok bukannya kemarin sudah aku bilang jika bosan datang ke kantorku karena kamu aku kekang tidak boleh kelayapan kemana mana terkecuali denganku" ucap Aldi sontak hal ini membuat Geya kaget dengan kesal


"Mana boleh seperti itu aku mau ke rumah temanku masa gak boleh" protes Geya kesal


"Mau tidak, kalau gak mau gak masalah" ucap Aldi


"Dasar suami nyebelin" celetuk kesal Geya


...----------------...


"Bagaimana perkembangan perusahaannya?" tanya Lelaki paruh baya yang duduk bersilang dikursi besarnya


"Cukup mulai berkembang tuan, Apa yang kita lakukan setelahnya?" tanya si sekretaris


"Tunggu saja tinggalkan aku sendiri" ucapnya mengusir


Si sekretaris mengangguk kecil dan meninggalkan lelaki itu sendirian


"Anak ini sudah berubah, bahkan secara mentah mentah dia menolak pemberianku dulu. Baiklah aku akan kesana melihat secara langsung istri dari seorang tuan muda Aldi" gumamnya menyeringai


"Ayah bagaimana keadaan ayah? Apa baik baik saja?" tanya wanita langsung mencium pipi Ayah kesayangannya

__ADS_1


"Ayah sehat dan baik, Dimana suami kamu?" tanya tuan X


"Dia baik kok yah malahan sekarang dia ada di Negara L" ucapnya mendudukan diri di sofa


"Kapan dia pulang?" tanya tuan X


"Mungkin lusa kenapa ayah?" tanya wanita itu mengeryitkan keningnya penasaran


"Ayah ingin berdiskusi dengannya" ucap tuan X dan diangguki wanita itu


"Bagaimana kandunganmu?" tanya tuan X lagi


"Sekarang bayi ini berumur 6 bulan dia didalam sehat sehat saja dan apa ayah tahu didalam kandunganku ada dua bayi sebentar lagi ayah akan memiliki cucu 2 sekaligus, maaf ya ayah jika aku menyembunyikan kabar ini " ucapnya sumringah


Tidak dengan tuan X dia terkejut dengan kabar yang dia dapat, tuan X hanya bisa tersenyum palsu didepan anaknya


'Kalau bayi itu kembar bisa gagal rencanaku, rencana yang sudah aku siapkan jauh jauh hari kini harus pupus dengan berita ini' batinnya gusar


-----


"Sayang kamu tunggu disini dulu kalau mau sesuatu bilang sama si Nita aku sama Andri akan meeting diluar jaga diri baik baik paham" ucap Aldi memperingati


"Tidak akan mana mungkin aku menduakan istri cantikku ini" ucapnya mengelus pucuk kepala Geya


"Aku pegang omonganmu sana pergilah" ucap Geya sedikit mendorong tubuh Aldi untuk menjauh


Aldi hanya mengangguk dan pergi bersama Andri kini tinggal Geya yang berada didalam ruangan


Karena memiliki kesempatan Geya keluar untuk berkeliling gedung besar ini, itung itung untuk olahraganya yang beberapa bulan ia tinggalkan


Dia masuk lift khusus karyawan dan menekan angka lantai 5, pintu lift terbuka lebar menpakan Geya yang bersiap keluar dari lift


Semua karyawan yang ada disini menundukan badannya tanda hormat dan melanjutkan pekerjaannya


Akan tetapi mata Geya terhenti ketika melihat lelaki yang berada dipojokan tampak melamun, kakinya spontan melangkah mendekatinya dan tangan yang menepuk lembut pundak lelaki itu


"Halo bisa aku bantu?" tanya Geya basa basi meskipun dirinya tidak tahu tentang permasalahan bisnis


"Tidak perlu nona sa-saya bisa sendiri" ucapnya gugup lanhsung memfokuskan dirinya menghadap komputer


"Kamu kenapa?" tanya Geya sekali lagi

__ADS_1


"Ti-tidak kenapa napa nona, maafkan saya sudah melamun" ucapnya terbata


Geya hanya bergumam aneh dan kembali ke meja yang lain, saat dirinya berjalan tak sengaja seorang wanita membawa kopi di nampan menambraknya hingga membuat bajunya basah dan perut yang sedikit perih karna terkena cipratan kopi yang masih panas


"Maafkan saya nona, sungguh saya tidak sengaja" ucap staff itu merasa bersalah dan mengelap baju Geya yang kotor akibat tumpahan kopi


Sontak hal itu membuat seluruh ruangan menatap kearah mereka berdua, Geya meringis kesakitan saat merasakan kulitnya yang terbakar


"Nona mari saya antarkan anda kerumah sakit" ucap staff itu khawatir melihat wajah Geya yang berkaca kaca


Para karyawan laki laki dengan izin membopong tubuh Geya menuju ke parkiran diikuti staff tadi yang menumpahkan kopi dibelakangnya


"Nona bertahanlah sebentar" ucap staff itu mengipasi perut Geya dengan tangan mungilnya


"Aku sudah tidak tahan perih sekali" rintih Geya


Tak butuh waktu lama Geya sampai dirumah sakit terdekat dan langsung mendapatkan pertolongan


Staff tadi mondar mandir tak jelas di luar ruang UGD badannya bergetar antara cemas dengan keadaan Geya dan takut jika dirinya dipecat oleh Aldi karena kecerobohannya


Ya kini seluruh karyawan sudah tahu jika Geya adalah istri Aldi, dan dengan Aldi yang memberikan ancaman jika ada yang menyebar berita pernikahannya, Aldi tak akan segan segan untuk memecatnya bukan karena malu menikahi Geya tapi Aldi hanya ingin mempublikasikannya diwaktu yang pas


Tak selang lama seorang dokter keluar dengan stetoskop yang dikalungkan dilehernya. Staff itu menghampirinya dan bertanya dengan penuh kecemasan


"Dok bagaimana dengan keadaannya? Apa cukup parah?" tanya Staff beruntun


"Tenang mbak keadaannya tidak terlalu parah cukup oleskan salep dan untuk sementara jangan memakai pakaian terlalu ketat kalau begitu saya permisi jika ada apa apa hubungi kami" ucap Dokter itu


"Baik dok apa perlu dirawat?" tanya Staff itu lagi


"Tidak perlu" ucap Dokter dan berlalu pergi


Staff itu masuk dengan perlahan melihat Geya yang sudah agak mendingan. Dengan wajah yang menunduk staff itu menghampiri Geya dan meminta maaf


"Tidak apa apa aku juga salah jalan tidak lihat. lihat, ayo kita kembali aku takut jika Aldi sudah kembali" tutur Geya


"Apakah saya akan dipecat nona? tolong jangan pecat saya, saya masih punya keluarga yang harus saya penuhi" ucap Staff itu memelas


"Tidak akan pernah terjadi nanti aku akan bilang ke Aldi jika dia ingin memecatmu" ucap Geya turun dari brankar dibantu oleh Staff itu


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2