Didalam Perjodohan

Didalam Perjodohan
Episode 67


__ADS_3

Geya kembali masuk kedalam kamar dan mendudukan dirinya di bibir ranjang, entah kenapa pikirannya kini menjadi kalut dan gugup


"Apa dia pulang ingin meminta izin untuk menikah?" gumam Geya pelan


"Mungkin iya dia meminta izin menikah dan tidak dibolehkan oleh papi jadi mereka berantem" gumam Geya kembali dan membaringkan tubuhnya yang lelah


______


Dibawah kegaduhan masih saja berlanjut tanpa ada yang berniatan untuk melerai, Andri yang hanya diam membisu dan Marisa yang terlalu kesal bercampur kecewa yang menjadi satu


Rahardian memaki habis habisan putra semata wayangnya tak tertinggal juga tamparan dan tonjokan dari tangan Rahardian membekas di pipi Aldi, tak ada maksud tertentu Rahardian ingin anaknya itu sadar diri.


"Seharusnya kamu bersyukur mempunyai istri seperti Geya mau menerima kelakuan bejatmu dulu dan sekarang ini, Apa papi harus mengajarkan bagaimana menjadi suami dan kepala keluarga yang bijaksana iya?" marah Rahardian


"Maafkan Aldi pi, Aldi terburu buru" ucap Aldi menyesal


"Terburu buru? Kamu saja mengambil keputusan sepihak tanpa bercerita dengan istrimu dan kalau kamu menuruti apa kata Andri mungkin tidak akan seperti ini kejadiannya" ucap Rahardian


"Aldi kemarin berpikir perusahaan yang Aldi bangun dengan susah payah harus runtuh begitu saja dengan sekejab dan Aldi tidak mau itu" ucap Aldi


"Masih egois? Apa matamu buta banyak orang terdekatmu yang masih bisa membantu kamu jangan beralasan dengan alasan konyolmu itu" ucap Rahardian


"Aldi hany-" ucapan Aldi terpotong dengan Rahardian


"Hanya sungkan, tidak enak? Tapi otak kamu juga harus kamu gunakan bodoh" maki Rahardian tanpa ampun


"Pi sudah ya lihat Aldi dia sudah lengah" ucap Marisa menarik suaminya untuk duduk


Andri menuntun bosnya untuk duduk di sofa dan memberikannya segelas air yang ada diatas meja


"Al sebenarnya mami juga kecewa padamu mami tidak menyangka bagaimana kalau Andri tidak memberitahu kami dan bagaimana dengan nasib Geya kedepannya, kamu jangan egois hanya karna keinginanmu sendiri" ucap Marisa menasehati


"Maafkan Aldi mi, Aldi menyesal" ucap Aldi menangis tanpa suara


"Akan mami maafkan jika kamu tidak melakukan kesalahan besar lagi" ucap Marisa tersenyum


"Terima kasih mi dan bagaimana dengan Geya? Apa dia tidak apa apa?" tanya Aldi beruntun


"Dia kritis perasaannya jika ingin lihat sana dia ada di kamar sekalian ajak dia agar makan dari pagi dia belum makan apapun" ketus Rahardian


Aldi dengan segera berlalu ke kamarnya meninggalkan kopernya yang ada di ruang keluarga. Rahardian dan Marisa memilih keluar dan Andri yang pamit langsung ke kantor


Aldi membuka pintu perlahan matanya melihat satu titik yaitu diranjang terlihat istrinya yang duduk bersandar sambil memainkan ponselnya

__ADS_1


"Sayang" ucap Aldi terbata mendekati Geya


"Masih ingat pulang? Atau meminta restu? Apakah papi memberimu izin?" tanya Geya tanpa mengalihkan pandangannya


"Sayang maafkan aku jujur aku benar benar menyesal" ucap Aldi


"Apakah penyesalanmu terlambat?" tanya Geya beranjak dari duduknya


"Apa kamu tahu? Saat kamu meminta izin pergi ke canada dan sebelum mereka memberitahuku tentang apa masalahmu itu aku seperti orang bodoh yang mempercayai dirimu tanpa ada rasa curiga sedikitpun" teriak Geya


"Apa kamu tidak tahu bagaimana rasanya menjadi diriku? Aku selalu terluka baru kemarin aku menahan sakit karna operasiku dan sekarang kamu malah menambah sakit itu dihatiku. Apa kamu tidak memikirkanku? Apa kau sungguh sangat mencintaiku?" ranya Geya yang sesenggukan


"Maafkan aku sayang aku tidak ingin membuatmu setres memikirkan perusahaanku dan aku pergi ke canada agar aku bisa memenuhi kebutuhan mewahmu aku takut disaat aku kesusahan kamu meninggalkanku" ucap Aldi memberi penjelasan


"Aku akan setres jika kamu menduakanku lebih baik aku memilih kesusahan daripada melihat suamimu sendiri menikah" ucap Geya menangis sesenggukan


"Aku tidak kuat dengan itu sebenarnya kamu menganggapku sebagai apa? Jika ada masalah ceritalah padaku meskipun sedikit agar aku bisa membantumu" ucap Geya mengusap pipinya yang basah


"Maafkan aku sayang aku tidak akan meninggalkanmu" ucap Aldi ingin memeluk tubuh istrinya tetapi Geya dengan cepat menghindar


"Lalu bagaimana kalau kamu tidak disuruh papi pulang dan kebohonganmu masih berlanjut apakah kamu akan tetap menikah ataupun sebaliknya?" tanya Geya dan ditanggapi dengan diaman Aldi


"Benar dugaanku kamu segeralah mandi setelah itu istirahat" ucap Geya berlalu pergi dari kamar meninggalkan Aldi yang diam mematung


'Aku telah menyesali semuanya, memang pantas aku disebut bodoh oleh orang orang. Nyatanya aku hampir saja meninggalkan istriku yang sangat kucintai' batin Aldi nanar


Dia beranjak kekamar mandi membersihkan dirinya yang sangat lengket akibat perjalanan jauhnya


Dibawah Geya sarapan dengan tenang di temani Marisa yang akan menyiapkan makan siang sesekali mereka berbincang bincang


"Bagaimana dengan Aldi?" tanya Marisa yang sibuk memotong sayuran


"Begitulah mi mungkin sekarang dia mandi" ucap Geya beranjak ke dapur


Geya ke dapur mengembalikan piring kotor ke wastafel dan taklupa dia membawa kotak P3K untuk dibawa kekamar


Geya masuk dengan perlahan, dia melihat Aldi yang sudah tertidur diranjang. Dia memilih untuk pergi ke balkon kamar melanjutkan membacanya


Tapi dering di ponselnya membuat dia mengurungkan niatannya dan memilih melihat pesan yang masuk


"Gimana ya?" gumam Geya saat dirinya selesai membaca isi pesan dari Riska yang mengajaknya datang ke tokonya


"Halo Ris aku mungkin hari ini tidak bisa suamiku sudah pulang" ucap Geya pelan

__ADS_1


"Baiklah apa besok kamu bisa kesini?" tanya Riska


"Mungkin bisa besok juga aku senggang" ucap Geya


"Aku tutup dulu nanti kita sambung lagi" ucap Riska


"Ya bye" ucap Geya dan langsung menutup sambungannya


Kini jam menunjukan pukul 13.00 Geya keluar dari kamarnya dan turun kebawah untuk mengambilkan Aldi makan siang. Saat ingin menyiapkan untuk Aldi dia melihat mertuanya yang sudah ada di meja makan.


"Geya tidak makan mi kalian lanjut saja" ucap Geya sambil menyentong nasi


"Iya enggak apa apa, Apa dia sudah bangun?" tanya Marisa


"Belum mi palingan kelelahan" ucap Geya menata piringnya dinampan


"Kalau begitu Geya keatas dulu selamat menikmati" ucap Geya dan berlalu pergi kembali naik keatas


Geya masuk dengan perlahan dan meletakan nampan berisi itu diatas nakas, dia membangunkan Aldi agar memakan makan siangnya


Aldi mengerjapkan kedua matanya dan terduduk dengan lebam dipipinya melihat itu Geya langsung mengambil piring itu dan menyerahkan pada Aldi


"Ini makanlah dulu" ucap Geya memberikan sepiring nasi itu


Aldi menerimanya dan mulai memakannya dengan perlahan sebab mulutnya tidak bisa dibuka dengan selebar sendok yang dibawa


Selesainya Geya meletakan kembali piring kotor itu dinampan dan mengambilkan Aldi minum dan mencari kotak P3K yang dia simpan tadi


"Kemarilah aku akan mengobati memarmu" ucap Geya saat sudah duduk dipinggiran ranjang


Aldipun menurut dan sedikit memajukan wajahnya agar Geya bisa menjangkau pipinya. Geya mengoleskan saleb di sudut bibir Aldi yang tampak membiru dan pipi yang agak memerah


"Maafkan aku Geya aku benar benar menyesal, aku janji aku akan berubah menjadi suami yang bijak" ucap Aldi saat Geya selesai mengobati wajahnya


"Jangan hanya berjanji tapi juga buktikan untuk kali ini aku maafkan" ucap Geya dan langsung pergi dengan nampan ditangannya


bersambung.....


Maaf jika banyak typo yang berhamburan dan alur yang kurang baik😞


Jangan lupa untuk like dan komen ya!!!


Dukungan kalian sangat berarti bagi lanjutan karyaku ini😗

__ADS_1


See you Next Time😘💜


__ADS_2