Didalam Perjodohan

Didalam Perjodohan
Episode 68


__ADS_3

Keesokan paginya Geya terlebih dahulu bangun dan langsung ke kamar mandi mencuci mukanya, selepas itu dia turun dan membantu para pelayan menyiapkan sarapan.


"Apa butuh bantuan mi?" tanya Geya saat Marisa memindahkan masakannya


"Tidak perlu ini sudah selesai kamu bangunkan suamimu" ucap Marisa fokus pada masakannya


Geya hanya bisa menurut dan kembali kekamar rasanya sangat enggan untuk membangunkan suaminya tapi mau bagaimana lagi


"Al bangun kamu dicari mami" ucap Geya menggoyangkan lengan Aldi pelan


Aldi hanya berdehem dan melanjutkan tidurnya karena semalam matanya digunakan untuk begadang mengerjakan tugas tugas kantor


Geya hanya memutar kedua bola matanya malas dan memilih untuk mandi, Geya merendam dirinya di air hangat agar tubuhnya lebih rileks. Memejamkan matanya dan menghirup aromatherapy dari extra lavender yang kemarin dia beli


15 menit kemudian dia menyudahi berendamnya dan memilih untuk membilas tubuhnya yang penuh dengan busa sabun


Dia keluar dengan handuk kimono yang melekat ditubuhnya dan rambut yang basah tergurai, sungguh pemandangan elok yang terpapang jelas di hadapan Aldi


Aldi terbangun karena mendengar suara gemericik air dikamar mandi, dia menatap istrinya yang tengah berjalan ke ruang ganti dengan seksama sampai akhirnya dia memutuskan untuk membersihkan dirinya


Geya mendudukan dirinya di sofa kamar sambil memainkan ponselnya dan taklama juga Aldi selesai dengan ritualnya. Geya yang melihat itupun langsung beranjak mengambilkan pakaian casual untuk suaminya


"Aku akan berangkat bekerja" ucap Aldi yang terduduk dipinggiran ranjang


Geya hanya memutar bola matanya malas dan kembali memasukan pakaian yang sempat dia keluarkan dan mencarikan pakaian formalnya


Setelah selesai Geya memilih untuk langsung pergi tanpa sepatah kata apapun, Aldi yang melihatnya pun hanya menarik nafasnya dalam dan memilih cepat cepat memakai pakaiannya saat melihat jam sudah menunjukan pukul 07.12


Geya mendudukan dirinya disalah satu kursi meja makan yang sudah lengkap dengan Marisa serta Rahardian


"Aldi dimana Geya?" tanya Marisa saat melihat Geya datang seorang diri


"Lagi siap siap mi" ucap Geya tersenyum hangat dan diangguki Marisa


Selang beberapa detik Aldi datang dengan setelan yang rapi dan tas kantor miliknya, dia mendudukan dirinya sejenak untuk meminum kopinya


"Semuanya Aldi berangkat dulu" ucap Aldi sambil berdiri


"Loh enggak sarapan dulu?" tanya Marisa mengerutkan keningnya tipis


"Keburu siang mi nanti Aldi bisa makan dikantin kok yasudah Aldi pergi dulu, kamu baik baik dirumah" ucap Aldi mencium sekilas kening Geya sebelum pergi


Geya hanya mengangguk sekilas untuk menanggapi, dia memandang kepergian suaminya dengan seksama hingga suara Marisa membuyarkan lamunannya


"Geya lebih baik kamu nanti siang bawakan Aldi bekal dan bicarakan masalah kalian kalau kemarin belum terselesaikan" ucap Marisa memakan sarapannya


"Iya mi nanti Geya akan kesana" ucap Geya sambil mengambil nasi di piringnya


,,,,,,,,


Diperjalanan Aldi sesekali bersenandung riang menikmati mengendaranya, tapi tiba tiba dia melihat sesosok yang dia kenal. Alhasil dia menepikan mobilnya tepat dimana sosok itu berada


"Ngapain lo disini?" tanya Aldi saat keluar dari mobil sportnya


"Biasalah gue mau nge-date" ucap lelaki itu membenarkan gaya rambutnya


"Udah berapa banyak cewek yang lo jebak?" tanya Aldi menyenderkan badannya


"Ya baru sih itung itung buat ngilangin bosen" ucap lelaki itu terkekeh


"Lo ngapain masih diam disini? Sana berangkat kerja, mau nungguin gue selesai kencan?" tanya lelaki itu yang tak lain Nando


"Enak saja, Tapi gue mau nanya serius nih" ucap Aldi tiba tiba berubah mimik


"Tanya aja ngapain seserius itu bikin takut tau gak" ketus Nando


"Perusahaan gue collab, gue butuh patner baru lo mau jadi patner gue?" tanya Aldi mengundang gelak tawa si Nando


"Al.....al jelas bisalah lo itu kayak sama siapa, santai man. Lo butuh gue bantuin dan gue butuh lo bantuin" ucap Nando


"Memangnya kenapa bisa collab perusahaan lo kan perusahaan yang sudah maju tuh terkenal juga tapi kenapa tiba tiba turun begitu?" tanya Nando heran


Aldi menceritakan masalah yang menimpanya, Nando hanya mengangguk paham sesekali ditambah cibiran merutuki kebodohan temannya


"Dari awal itu salah lo terlalu manjain si Lisa akhirnya kena imbasnya kan" ucap Nando kesal


"Gue juga ngerasa seperti itu, udahlah ogah banget bahas dia" ucap Aldi ingin memasuki mobilnya


"Eh lo mau kemana?" tanya Nando menghadang Aldi


"Mau kerjalah mau ikut?" tanya Aldi malas


"Pasti gue ikut sama lo kan best friends" ucap Nando langsung masuk mobil


"Katanya lo mau kencan?" kesal Aldi yang tetap melajukan mobilnya


"Enggak jadi lagian dia juga ******" ucap Nando santai


"Lo jangan suka permainin perempuan nanti lo nyesel" ucap Aldi

__ADS_1


"Sejak kapan lo jadi kayak gini?" tanya Nando heran


"Dibilangin malah ngenyel" gerutu Aldi menambah kecepatan mobilnya


"Wah santai man jangan ngebut gue masih belum mau mati bodoh" kesal Nando memegang seal beth erat


"Nanti gue telat, gue harus memberi contoh yang baik untuk karyawanku" ucap Aldi sinis hanya ditanggapi decakan Nando


"Si Satria sama Rian mana tumben enggak ikut lo?" tanya Aldi


"Dua orang itu sekarang sibuk sibuknya jadi gue disini ditinggal sendiri, Lo yang fokus sama bini lo dan mereka yang fokus sama perusahaannya heran deh gue, Gue aja yang punya perusahaan tinggi biasa biasa saja" keluh Nando


"Elu harus mikir bodoh, gara gara lo gue juga ikut kesindrom sama lo" ketus Aldi menghentikan mobilnya tepat diloby kantor


Aldi turun diikuti Nando dibelakangnya, Aldi memberikan kunci mobil kepada penjaga untuk memarkirkan mobilnya


Aldi memasuki lift khusus untuk para petinggi sesampainya di ruangannya mereka berpapasan dengan Nita yang hendak ke patry


"Selamat pagi tuan muda" sapa Nita membungkuk


"Pagi, Bagaimana dengan perkembangan perusahaan selama aku tinggal 2 hari?" tanya Aldi


"Cukup baik tuan dan tuan Andri sudah menyelesaikannya" ucap Nita


"Baiklah terima kasih" ucap Aldi langsung masuk kedalam ruangannya


"Lo ngapain ngikutin gue terus?" tanya Aldi kesal


"Gue lagi bosen lagian gue juga mau ngelepas rasa kangen gue sama teman sederajat gue" ucap Nando menghempaskan dirinya disofa panjang


Aldi hanya memutar matanya malas dan memilih fokus pada pekerjaannya yang menumpuk


\=\=\=


Geya kini berada di toko baru milik Riska dia juga ingin membeli beberapa potong kue untuk suami dan teman barunya


"Tumben lo minta kue banyak, mau diapain?" tanya Riska sibuk melayani pelanggan


"Biasalah ya untuk dimakan masa dibuang" ucap Geya


"Santai kamu duduk disini dulu aku ambilkan sepertinya kuenya juga baru matang" ucap Riska dan beralih menuju ke dapur


Geya menggantikan posisi Riska untuk melayani pelanggan, dia cukup cekatan dalam hal ini tak selang lama juga Riska datang beberapa potong kue di nampan


Skip


"Nih sudah selesai semuanya 600 ribu" ucap Riska memberikan beberapa paperbag pada Geya


"Weh kebanyakan ini" ucap Riska ingin mengembalikan sisa uangnya


"Tidak perlu itu anggap bonus kalau begitu aku pulang dulu lain kali ketemu lagi" ucap Geya dan langsung meninggalkan tempat kecil ini


Geya mengendarai mobilnya dengan hati hati menuju kantor perusahaan milik suaminya. Jujur ini pertama kalinya dia menyetir mobil dengan jarak sejauh ini sebelumnya dia tidak diperbolehkan Aina untuk mengendarai mobil, apa apa harus dengan sopir.


Saat sampai di halaman perusahaan Geya menuruni mobilnya dan meminta penjaga yang ada disana untuk memarkirkan mobilnya sama seperti Aldi tak itu juga dia memberikan penjaga itu kue yang dia pesan tadi


Geya memasuki loby dan bertemu dengan para karyawan yang berlalu lalang tak jarang para karyawan menyapanya dengan hangat dan dibalas dengan hangat juga


"Ini untuk kamu semangat kerja ya" ucap Geya tersenyum ramah


"Terima kasih nona anda baik sekali bertolak dengan mantan tuan muda dulu" ucap karyawati itu keceplosan


"Tidak apa apa, aku ke atas dulu" ucap Geya dan berlalu ke ruangan Aldi


Dia memasuki lift khusus karyawan, didalam lift dia bertemu dengan karyawan lainnya sama seperti sebelumnya dia memberikan satu paperbag isi kue untuk para karyawan suaminya


Dan dia keluar dari lift menuju ruang suaminya tapi sebelum itu dia ke meja Nita si sekertaris


"Nit ini kue buat kamu" ucap Geya memberikan saru paperbag pada Nita yang fokus pada komputer hitamnya


"Kamu membuatku terkejut, ada apa nih bawa kue banyak banget?" tanya Nita mengerutkan keningnya


"Enggak ada bukankah berbagi itu indah?" tanya Geya balik


"Terserah kamu dan kamu pasti mencari tuan muda kan?" tanya Nita diangguki oleh Geya


"Dia masih melakukan rapat dengan patner barunya dan bagaimana hubunganmu dengan tuan muda?" tanya Nita yang sebelumnya sudah mengetahui masalah yang menimpa tuan mudanya dari Andri


"Ya begitulah dia benar benar ceroboh untung ada si Andri" keluh Geya lesu


"Tapi sekarang dia sudah ada dihadapanmu, apa kamu masih marah dengannya?" tanya Nita


"Jujur ya sebenarnya mudah mudah saja memaafkannya tapi setiap kali mengingat itu rasanya enggan gitu" ucap Geya


"Kamu coba kasih kesempatan lagi saja aku tahu tuan muda itu sebenarnya orang yang tulus penyayang dan setia" ucap Nita


"Dari tatapannnya memang begitu tapi dia agak kaku dengan hal hal romantis" ucap Geya


"Ya kamu tahukan sifatnya tuan muda" kekeh Nita

__ADS_1


"Aku masuk dulu ya dan kamu jangan lupa dimakan kalau tidak bawa pulang saja" ucap Geya dan berlalu masuk ke ruangan khusus milik Aldi


Disana ternyata ada teman suaminya Nando yang dari tadi belum mau beranjak sedikitpun dari duduknya


"Kamu istrinya Aldi bukan?" tebak Nando dan diangguki samar oleh Geya


"Nah kebetulan di Aldi lagi rapat kamu duduklah disini dulu nanti pegal" ucap Nando menepuk sofa sebelahnya


Dengan ragu Geya mendudukan dirinya disofa tapi masih berjaga jarak dengan teman suaminya


"Sejak kapan kamu ada disini?" tanya Geya mencoba mencairkan suasana


"Dari tadi pagi aku ketemu sama Aldi di jalan dan aku ikut saja sampai disini" ucap Nando


Geya hanya ber-oh saja sebagai jawaban dan dia memberikan kue untuk teman barunya ini


"Ini aku punya kue lumayan banyak tadi aku beli, kamu mau?" tawar Geya membukakan paperbag


"Lumayan aku suka dengan berbagai kue akan aku cicipi" ucap Nando semangat jika soal makanan


Geya hanya terkekeh kecil dan memberikan swiss roll keju pada Nando taklupan dia memotongnya dengan pisau yang sudah disediakan


"Terima kasih ini enak dapat dari mana kue ini?" tanya Nando sibuk menguyah potongan kue


"Dari temanku dulu kami membuat usaha rumahan dan baru kali ini bisa membuat tokonya" jelas Geya diangguki oleh Nando


"Bolehkah aku minta alamat tokonya? Sepertinya aku cocok dengan rasanya" ucap Nando


"Boleh kok nanti akan aku share di nomor kamu tapi bolehkan kita tukar nomor? Aku tidak macam macam kok" ucap Geya


"Tentu boleh kamu kan istrinya Aldi temanku jadi tidak masalah" ucap Nando merogoh kantung celananya dan memberikan ponselnya pada Geya


Dengan cepat Geya mencatat nomor milik Nando dan langsung menyimpannya tak lupa dia juga mencatat nomor milik suaminya karna sejujurnya dia bahkan sampai sekarang belum memiliki nomor kontak suaminya


Selang beberapa menit Aldi datang dengan wajah sumringahnya tapi sedetik kemudian ekspresi wajahnya berubah ketika melihat kedatangan istrinya


"Al sini ikut duduk dengan gue lihat istrimu sangat memanjakanmu tak salah jika tante Marisa mencarikan istri seperti dia" ucap Nando dan diangguki oleh Aldi


Aldi mendudukan dirinya disamping Nando jadi Nando menjadi pemisah antara keduanya


"Kenapa gue yang ada di tengah sini?" heran Nando tetap makan


"Bukankah sama saja? Ambilkan gue bekal itu" ucap Aldi menyuruh Nando


Geya spontan memberikan kotak bekal untuk suaminya dan diterima oleh sang empunya


Aldi segera melahap makanan itu dengan cepat dari tadi dia menahan lapar karna belum sempat untuk mengisi perutnya


"Lo makan bisa pelan gak? Mata gue sakit lihat lo makan" cetus Nando


"Enggak suka? Silahkan keluar dari sini" ucap Aldi cuek


"Enggak gue masih ingin ngabisin kue ini" ucap Nando tetap kekeh dengan duduknya


"Hey bagi sama gue main habisin aja" celetuk Aldi saat selesai makan


"Al nanti dulu biarkan perutmu istirahat sebentar" ucap Geya membuat Aldi hanya mendengus kesal


"Tuh dengerin kata istrimu masih banyak noh" ucap Nando menunjuk beberapa potong kue yang terpapang di meja


"Awas lo ya, disini hanya makan" cetus Aldi melonggarkan sabuknya


"Bagaimana tadi dengan presentasi lo tadi?" tanya Nando


"Udah dapat tinggal sedikit lagi" ucap singkat Aldi


"Kabar bagus dana untuk lo nanti gue atur" ucap Nando


"Thanks udah mau bantuin gue" ucap Aldi


"Santai tapi setelah ini lo harus traktir gue makan direstoran mahal" ucap Nando spontan mendapat tonyoran dari Aldi


"Makanan mulu, urusin tuh cewek cewek lo" ketus Aldi mulai makan kuenya


"Gue makan salah gue main sama cewek salah gue harus apa?" kesal Nando


"Apa adanya" ucap singkat Aldi hanya dibalas decakan Nando


"Al aku pulang dulu" ucap Geya disaat sydah selesai membereskan sisa bekalnya


"Iya hati hati, Apa kamu naik taksi?" tanya Aldi


"Tidak, Aku naik mobil sendiri" ucap Geya dan mendapat anggukan dari Aldi


Bersambung......


Maaf guys 4 hari baru up, author masih dalan sibuk sibuknya dan author akan coba mengatur waktu agar aku bisa tetap up novel ini๐Ÿ˜Š sekali lagi minta maaf jika banyak typo dan alur yang sedikit kurang pas aku akan lebih berusaha ๐Ÿ˜–


Jangan lupa untuk like dan komen ya! Dukungan kalian berarti sekali buat Author dan kelanjutan novel ini

__ADS_1


Terima kasih~


See You Next Time๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜„๐Ÿ‘‹


__ADS_2