
Geya menggandeng tangan Aldi untuk segera masuk ke dalam, tampaknya taman ini sudah ramai dengan pengunjung. Geya yang tak sabar langsung menerobos orang orang yang berdesakan menonton sirkus yang ditampilkan.
"Jangan disini kita cari tempat yang lebih longgar saja, Apakah perutmu tidak kejepit?" tanya Aldi agak khawatir
"Gak kok disini saja lebih jelas sirkusnya" ucap Geya
Aldi hanya diam dan sesekali mengelus perut Geya, kini kita tahu sekarang Aldi memiliki sifat double yaitu posesif terhadap anaknya dan juga istrinya.
Aldi ikut menyaksikan sirkus dengan berdiri ditengah tengah para penonton lainnya. Hingga setengah jam kakinya terasa begitu kebas dan berat dia melirik kearah istrinya yang setia dengan aksinya.
"Sudah yok....Kakiku pegal dan kita harus makan siang" ucap Aldi
"Baiklah ayo aku juga sudah lapar" ucap Geya menerima ajakan suaminya
Mereka baru saja ingin masuk ke mobil tapi dihentikan oleh Geya. Aldi sejenak mengerutkan keningnya saat Geya menunjuk kearah sebrang.
"Kenapa?"
"Kita makan disana saja ya" ucap Geya menunjuk kearah pangkalan gerobak
"Tidak higienis kita makan di resto saja" ucap Aldi
"Gak aku bosan di resto makannya itu itu saja dan sudah hampir 96% aku makan, sekarang aku ingin makan disitu kenapa gak boleh? Ini juga permintaan anakmu" ucap Geya mengerucutkan bibirnya
"Tapi lihat tempatnya! Kotor gak aku gak mau kamu dan anak kita sakit" tegas Aldi
"Omonganmu kenapa begitu? Wajar dong tempatnya kayak gitu kan umum. Udahlah kalau gak mau yasudah ayo pulang" ucap Geya masuk kedalam mobil dengan kasar
Aldi hanya menghela nafasnya dan mulai menjalankan mobilnya untuk pergi ke salah satu resto terdekat
Mobil Aldi terparkir di depan restoran di sekitar taman, dia keluar dan mengajak istrinya untuk ikut masuk kedalam. Geya yang masih ngambek hanya diam acuh sembari mengikuti langkah suaminya.
"Ngapain disini? Ini juga tidak higienis" ketus Geya mendudukan kasar bokongnya tanpa memerdulikan orang lain
"Disini tempatnya nyaman dan rapi" jawab Aldi ikut mendudukan pantatnya
"Makanan tidak dilihat dari tempat dan cara penyajiannya tapi dengan cita rasanya" jawab Geya lagi
Aldi hanya diam dan memanggil salah satu pelayan yang tengah melayani pelanggan lainnya.
"Mbak saya pesan chicken katsu 1 dan steak BFF 1 sekalian minumnya coffe drink"
"Baiklah apa ada yang ditambah tuan?" tanya pelayan tadi
"Kamu mau makan atau tidak?" tanya Aldi disambut gelengan Geya
"Udah itu saja mbak" ucap Aldi dan diangguki hormat oleh pelayan itu
"Kamu harus makan kasihan dia belum makan" ucap Aldi bertutur lembut
"Gak aku mau yang disana itu kelihatan enak" ucap Geya sejenak membayangkan nasi ayam geprek serta ceker pedas yang ada di spanduk tadi
__ADS_1
"Gak jangan itu...Nurut denganku atau aku tinggal disini" ancam Aldi
"Iya² gitu aja marah tahu istri lagi ngidam bukannya dituruti malah dikekang" ucap Geya pelan
Aldi hanya acuh dan menunggu pesanannya datang, setelahnya ia menyantap dengan lahap tanpa mengindahkan kehadiran sang istrinya. Geya sejenak menatap Aldi yang tengah makan dengan bringasnya tiba tiba entah kenapa ia ingin sekali memakan steak bff yang ada di tengah tengah meja.
Aldi melirik kearah Geya yang diam diam memperhatikannya, seulas senyum devil muncul tiba tiba di bibirnya. Aldi menambah sensasi menyejukan dari makannya seolah olah mengatakan jika makanan yang ia makan sangatlah enak.
"Kamu akan menyesal jika tidak ingin ini" ucap Aldi sembari memotong steaknya menjadi kecil
"Membuat istri iri gak boleh, aku minta sini" ucap Geya cemberut
"Makanya jangan mengeyel gunanya apa sih ngeyel itu?"
"Cerewet sekali kamu ini" balas Geya dan segera memakan steaknya
....
Selepas dari resto tadi mereka memutuskan untuk pulang karena hari sudah mulai panas matahari sudah terasa tepat diatas kepala.
Geya memakan cemilan yang ia beli tadi di mobil, begitu juga dengan Aldi yang mengemudi sesekali meminta Geya untuk menyuapi snack yang dipegang Geya.
"Besok kita fitting baju dan mungkin besok kita akan disibukan dengan persiapan itu" ucap Aldi
"Apakah itu perlu dilakukan?" tanya Geya
"itu sangat perlu" jawab Aldi cepat
Tak terasa Geya terlelap dari tidurnya, Aldi menatap istrinya yang terlelap itupun menutup jendela mobilnya agar tidur sang istri tidak terusik dengan cahaya matahari.
Sesampainya dirumah Aldi menghentikan mobilnya dan menggendong istrinya untuk masuk ke dalam.
Aldi membaringkan tubuh istrinya perlahan dan dia ikut tidur sambil memeluk tubuh ramping istrinya.
Andri menatap ponselnya yang ada diatas meja yang sedang berbunyi, sebuah nomor tak dikenal menghubunginya. Dia pergi meninggalkan ponselnya yang masih bergetar.
"Siapa sebenarnya orang itu? Kenapa selalu menggangguku akhir akhir ini?" gumam Andri bertanya
Andri beranjak mengambil jasnya dan pergi dengan mobil kecepatan sedang.
Aldi baru saja bangun dari tidurnya ia tidak mendapati istrinya yang tadi berada disisinya, dia dengan segera keluar untuk mencari keberadaan istrinya.
"Bi apakah bibi melihat Geya?" tanya Aldi saat berpapasan dengan bi Marni
"Tadi bibi melihat nona ada di samping rumah tuan" ucap bi marni
"Makasih bi infonya" ucap Aldi dan berlalu keluar
Terlihat Geya yang tengah membersihkan lahan yang terlihat berantakan ditambah dengan sekelompok alat tanam dan benihnya.
"Ngapain melakukan ini? Ayo kita kedalam disini panas" ucap Aldi
__ADS_1
"Gak aku ingin menanam bibit ini mumpung ada lahan kosong" ucap Geya tetap memunguti kotoran daun yang kering
"Baiklah aku akan membantu agar cepat selesai, Kenapa kamu suka sekali berpanasan" heran Aldi ikut menggali tanah dengan sekop
"Gak tahu sejak menikah dengan kaamu aku jadi belajar lebih banyak hal, dulunya aku sangat amat manja dengan mama tapi sejam setelah bersama aku jadi mandiri" jawab Geya
"Maaf dulu aku salahpaham denganmu" uca(p Aldi sendu
"Gak papa lagian kamu juga berubah sekarang lebih hangat denganku itu sudah cukup apalagi ditambah dengan kehadiran dia" uca(p Geya tersenyum
"Baik banget istriku ini" puji Aldi mencubit gemas pipi Geya
"Kamu baru menyadari jika aku baik?"
"Sombong gak baik"
Mereka melanjutkan kegiatannya dengan diselingi candaan. Hingga salah seorang menghampiri mereka dengan setelan jasnya.
"Selamat siang menjelang sore tuan nona" sa(pa orang itu
"Ada apa kamu kesini?" tanya Aldi menghentikan aktivitasnya
"Bisa bicara berdua tuan?" tanya Andri sejenak melirik pada Geya
Aldi yang menyadari raut keseriusan Andri mengiyakan ajakan itu dan pergi meninggalkan Geya dengan alasan pekerjaan kantor.
"Ada apa?" tanya Aldi saat sampai di ruang khusus kerjanya
"Akhir akhir ini saya terkena teror lagi tuan dia terus mengirim pesan tidak jelas pada saya jika saya tidak menuruti permintaannya saya diancam bunuh diri" jelas Andri
"Sepertinya ada hal yang membuat dirinya terus mengancammu tapi apakah kamu pernah melakukan sesuatu yang berat masalahnya?"
"Saya rasa jika diluar dari masalah anda mungkin tidak ada terlebih lagi saya tidak punya kenalan selain rekan rekan kerja"
"Aku akan memikirkannya kita cari tahu bersama, aku akan meminta temanku untuk melacak nomor itu sekaligus orangnya"
"Tapi ada sesuatu lagi yang saya tanyakan, Apakah tuan juga terkena terornya?"
"Gak ada yang mengirimku begituan memangnya ada apa?"
"Aneh sekali rasanya jika anda tidak kena terornya padahal saya dan yang lain kena"
"Maksudmu yang lain itu siapa?"
"Satria Rian tapi Nando tidak kena sama seperti anda"
"Jadi ini ada hubungannya dengan masa lalu sudah ketebak"
Aldi mengangguk kecil dan merogoh saku celananya mencari nomor yang akan ia tuju untuk rencananya
bersambung....
__ADS_1
Maafkan saya semua....Kalau terlalu acak acakan😊🙏🙏"