
Selesai makan Geya langsung ke naik ke kamar membaringkan tubuhnya yang lelah seharian baru ingin memejamkan mataGeya dibuat terkejut saat merasakan tangan kekar yang melingkar di pinggangnya
"Geya kamu kenapa? kuperhatikan dari tadi siang kau terus murung" tanya Aldi menatap Geya dari samping
"Tidak ada kok mungkin perasaanmu saja" elak Geya memejamkan mata
cup
cup
Aldi mencium pipi Geya dan mau tak mau Geya berubah posisi menghadap belakang
"Kamu dari tadi diam apa ada masalah?" tanya Aldi kesekian kalinya
"huft apa kau akan marah atau kecewa padaku atau bahkan kau menceraikanku saat aku memberi tahu mu?" tanya Geya mendongakkan kepalanya menatap Aldi intens
Jujur Aldi gugup takut jika Geya tengah menduakannya dirinya tidak bisa berkata kata dia hanya bisa mengangguk
"Kenapa kau tidak bicara?" tanya Geya
"Bicaralah!" perintah Aldi
"Aku tadi ke rumah sakit" Ucap Geya pelan
"Apaaa kau kerumah sakit kau berbohong padaku? terus apa kata dokter" panik Aldi
"Aku tadi kata dokter aku hanya sakit maag" kata Geya
"Huft syukurlah kalau begitu mulai sekarang kamu harus makan teratur ingat jangan melakukan tugas berat berat jangan kelayapan jangan..."
Cup
"Kenapa kau cerewet sekali?" tanya Geya tetapi Aldi hanya diam membisu
"Coba ulangi lagi apa yang kau lakukan?" tanya Aldi
Mau tak mau Geya melakukan lagi apa yang telah dia lakukan.
"Kau sudah berani ya" goda Aldi
"Berani sama suami sendiri apa tidak boleh?" goda Geya balik
Aldi memeluk tubuh mungil Geya dan dibalas pelukan oleh Geya
"Al apa boleh besok aku kerumah sakit aku ingin terapi" izin Geya melepas pelukan
"Memangnya sakit maag perlu terapi ya?" bingung Aldi
"ya iyalah mungkin hanya 3 bulan kok boleh ya" kata Geya manja
"Boleh kok ini juga untuk kesehatanmu dan malam ini aku mau minta jatahku" Ucap Aldi tiba tiba beralih diatas Geya
"Kapan kapan Saja ya, Tunggu 3 bulan lagi aku kan masih sakit" cegah Geya
"Kenapa ada istilah begitu akukan mengeluarkannya tidak di perut tapi di rahim?" keluh Aldi kembali berbaring diranjang
__ADS_1
"Maaf apa kamu marah padaku?" tanya Geya saat Aldi membelakanginya
"Tidak cepatlah tidur katanya kau besok ingin terapi" ucap Aldi dengan posisi tetap sama
"Yaudah selamat malam" akhirnya Geya tertidur dia tidak memasalahkan Aldi yang sedang merajuk
Pagi harinya pukul 06.15β
Aldi duduk di pinggiran ranjang fokus pada ponselnya dan Geya yang baru selesai mandi dia keluar dengan handuk yang melilit di tubuhnya dia berjalan ke lemari pakaian dengan santai tapi tidak dengan Aldi dia dibuat gelisah
"Geya kenapa kamu keluar dengan handuk kecil itu?" cetus Aldi
"Mana ada handuk kecil ini besar kok lihat" ucap Geya memutarkan badannya
"Kau mau membangunkan adik kecilku kan? jadi terima konsekuensinya" ucap Aldi mendekati Geya
Geya menyadari apa yang dia lakukan dengan segera dia mencegah Aldi yang ingin mendekatinya
"Maaf ya Al aku tidak sengaja oke mulai nanti aku akan langsung memakai baju saat keluar" Ucap Geya gelagapan
"Ayolah Ge satu kali saja aku akan bermain lembut" Rayu Aldi
"Maaf Al aku tidak bisa janji deh kalau sudah tiga bulan kamu boleh bermain sepuasnya" ucap Geya tanpa sadar
"Janji ya" Seketika Aldi tersenyum puas dan lansung turun ke bawah
"Apa?? Yatuhan aku salah bicara, bagaimana ini matilah riwayatku" gumam Geya
Geya turun dia melihat Aldi tengah berbicara dengan lelaki yang sedang membelakanginya namun jika dilihat dari postur tubuhnya Geya mengenalinya
"Ngapain Kau kesini?" Sinis Geya
"Okelah mumpung aku lagi baek" ucap Geya dan ikut duduk di samping Aldi
"Kalian cepatlah makan dan langsung berangkat kerja" suruh Geya dan ditanggapi Aldi deheman
5 menit kemudian....
Geya mengantarkan Aldi sampai depan pintu rumah menyalami tangan Aldi
'Huh gini ya rasanya hidup ditengah tengah orang dilanda kasmaran membosankan' gerutu andri
"Aku kerja dulu maaf tidak menemanimu melakukan terapi" ucap Aldi mengelus pipi Geya
"Tidak apa apa kok hanya sebentar terapinya ohya dan aku mau izin nanti setelah terapi aku mau kerumah temanku" ucap Geya
"Tidak kau harus cepat pulang" tolak Aldi
"Hanya sebentar Al kemarin aku belum sempat memberi tahu" ucap Geya memohon
"Baiklah boleh tapi hanya sebentar" Kata Aldi mengalah
"Terima kasih" ucap Geya memeluk Aldi dan dibalas
"Ehem tuan nona kapan kalian selesai saya disini sendirian menunggu kalian" keluh Andri
__ADS_1
"Makanya cepat cari pacar" sindir Aldi bebarengan dengan Geya
"Iya iya" Kata Andri
"Ayo kita berangkat bareng" ajak Aldi namun ditolak Geya
"Tidak usah aku bisa menggunakan taksi" ucap Geya
"Okelah kalau kamu bosan kamu bisa kerumah mami"
"iya udah sana cepat" Aldi segera masuk kemobil Geya memandangi kepergian Aldi sampai mobil itu tak terlihat
"Mending aku berangkat sekarang" gumamnya dan langsung mengambil tasnya di kamar utama
"Bi bibi" teriak Geya
"Iya non ada yang bisa saya bantu?" tanya Bi marni sambil membungkuk
"Itu bi Geya mau keluar mungkin agak lama nanti bibi yang masak makan siang ya" suruh Geya
"Baik non ada lagi?" tanya bi marni
"Tidak kok bi ohya menunya yang biasa biasa aja ya kayak ala pedesaan bibi tahukan?" tanya Geya
"Tahu non"
"Geya pamit dulu ya" Ucap Geya dan berlalu pergi
"An aku mau tanya apa sakit maag harus terapi?" tanya Aldi bingung
"Terapi? setahu saya sih tidak" ucap Andri yang ikut bingung.
"Dan kalau kita melakukan hubungan badan dan saat ingin mengeluarkan apa itu langsung ke perut bukannya rahim?" tanya Aldi bertele
"maksud tuan saat mengeluarkan ****** itu dirahim atau perut itu?"
"Anggap saja seperti itu"
"Kan tuan yang melakukan tapi menurut istilah cairan itu masuk ke dalam rahim bukan perut" jelas Andri
"Apa kau pernah melakukan hal seperti itu?" tanya Aldi selidik
"Tidak tuan mana ada saya masih perjaka" sanggah Andri
"Tapi aku mencurigai Geya sepertinya ada masalah yang dia sembunyika" pikir Aldi
"Aku harus cari tahu sendiri" gumam Aldi
"Anda ngomong apa tuan?" tanya Andri
"Ridak ada cepat kau nyetirnya lelet banget" Gertak Aldi
bersambung...
maaf jika masih ada typo yang selalu bertebaran. Dan mampir ke novelku yang lain meski baru ku buat
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen ya....
kutunggu jejak kalian.πππ