
Malam hari di mansion Rahardian, Aldi tengah duduk berselonjor di ranjang sambil menunggu Geya yang masih saja sibuk dengan riasannya
"Sayang apa masih lama kau berdandan?" tanya Aldi
"Sebentar dulu sebenarnya kita mau kemana?" tanya Geya sibuk mengoles lip balm
"Kamu kuajak ke reuni teman kuliahku" ucap Aldi menyimpan ponselnya disaku jasnya
"Tapi aku malu" ucap Geya menghemtikan aktivitasnya
"Kenapa malu? Apa kamu malu punya suami sepertiku?" tanya Aldi
"Tidak pasti disana mereka lebih mengenal lisa mantanmu" ucap Geya
"Apa hubungannya?" heran Aldi
Geya memilih untuk diam melanjutkan merias wajahnya, Aldi memandangi Geya dari atas hingga bawah. Geya menggunakan dress warna merah muda dengan pita di belakang punggungnya tak lupa rambutnya yang dibiarkan mengurai serta make upnya yang tipis
"Beautiful, Kamu mempesona sayang" puji Aldi
"Kamu ini pintar sekali menyanjung orang" ucap Geya malu
"Memang benar istriku ini sangat cantik dan mari kita berangkat" ucap Aldi mengulurkan tangannya
Geya menyambutnya dengan senang mereka menuruni anak tangga dengan hati hati, dibawah sudah ada Marisa dan Rahardian yang sedang bersantai di ruang tv
"Loh kalian mau kemana?" tanya Marisa
"Biasa mi mau ngedate sudah mi Aldi berangkat dulu" ucap Aldi berlalu pergi
"Pi lihat anakmu itulah sifat Aldi sebenarnya" ucap Marisa geleng kepala
Aldi membukakan pintu untuk istri tercintanya dia masuk mobil dan segera melajukan mobilnya ke tempat tujuan
Dalam perjalanan Aldi senyam senyum sesekali melirik istrinya yang sibuk main ponsel. Geya menyadari jika dia diperhatikan kini dia menatap Aldi dengan penuh tanda tanya
"Kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Geya
"Tidak kok" ucap Aldi
"Dasar aneh" gumam Geya
Aldi menghentikan mobilnya di depan hotel bintang lima yang letaknya di sudut kota. Dia menggandeng tangan Geya dan langsung masuk ke dalam. Disana dia disambut ramah oleh para penjaga dan pelayan hotel
"Al aku gugup" ucap Geya meremas dressnya
"Jangan gugup" ucap Aldi menenangkan
Mereka memasuki gedung yang berada di lantai dua, disana sudah ramai teman teman Aldi terutama Nando, Satria dan Rian
Aldi menghampiri ketiganya yang duduk sambil meminum winenya
"Hay bro lama tidak ketemu, Bagaimana dengan hubungan kalian?" tanya Nando yang belum menyadari keberadaan Geya
"Baik kok, Sayang duduklah" ucap Aldi menyeretkan kursi untuk Geya
"Kau ini aku bisa sendiri" ucap Geya pelan sambil mendudukan dirinya di samping Aldi
"Siapa dia Al?" tanya Rian
"Kenalkan dia istriku Geya" ucap Aldi memperkenalkan Geya pada teman temannya
"Dan sayang mereka teman temanku ini Satria dan itu Nando dan yang di sampingmu itu Rian dia orangnya hangat dengan wanita" ucap Aldi memperkenalkan teman temannya satu persatu
"Wah cantik sekali Al istrimu" ucap Nando melihat Geya
"Singkirkan matamu itu dari istriku" ucap Aldi menghalangi tubuh Geya
"Posesif sekali dengan istrimu, Nona apa kamu betah hidup dengan manusia es ini?" tanya Satria
__ADS_1
"Mungkin bisa dan jangan panggil saya Nona panggil Geya saja" ucap Geya gugup
"Baik Geya jangan terlalu formal" ucap Satria
"Sayang kamu harus betah denganku ingat itu" ucap Aldi
"Aldi jangan manja lihat banyak orang orang yang melihat kamu" bisik Geya memandangi sekeliling
"Sama istri sendiri masa tidak boleh" ucap Aldi
"Aldi memang begitu Geya jadi kamu jangan kaget berarti dia sangat mencintaimu kau tahu saat dengan Lisa dia tidak seperti ini" ucap Rian
"Benarkah?" tanya Geya tidak percaya
"Iya dia sangat sangat dingin" sambung Satria
"Sudah sayang jangan kamu dengarkan omongan ketiga anak ini" ucap Aldi
"Aldi aku haus boleh minta ambilkan minum?" tanya Geya
"Baiklah aku ambilkan jangan kemana mana tunggu disini" ucap Aldi dan melangkah pergi ke meja khusus tempat minum
"Geya bagaimana rasanya jadi istri Aldi?" tanya Nando
"Kau kenapa tanya itu? Kau ingin jadi istrinya Aldi?" tanya Rian
"Bukan ngaco omonganmu" cibir Nando
"Terus ngapain tanya" gerutu Rian memainkan ponselnya
"Kan Aldi katanya dulu kalian nikah tapi dikontrakkan tapi gue heran deh masa Aldi yang buat dia yang jatuh cinta padahal di isi perjanjian tidak boleh saling jatuh cinta kan?" terang Nando
Geya terdiam mencerna kata perkata yang dilontarkan oleh teman suaminya utu Nando
'Kenapa dia bisa tahu semua isi kontrak itu? Apa Aldi memang menyebarkan kontrak perjanjian itu? Sudahlah ngapain bahas masalalu' Batin Geya
"Tidak kok aku tidak melamun" ucap Geya gelagapan
Taklama Aldi membawa jus strawberry ditangannya dan menyerahkan kepada Geya
"Nih minumlah" ucap Aldi
Geya menerimanya dan segera meminum dan menyimpannya diatas meja menyimak perbincangan antara suaminya namun matanya tak sengaja melirik segerombolan wanita di sudut
"Lihatlah dia sepertinya Aldi putus dengan Lisa karna dia" ucap wanita A
"Bener apa kalian tidak lihat tadi dia dengan mudahnya berdekatan dengan pangeran kita" sambung si B
Saat kuliah Aldi dan ketiga temannya ini bisa dibilang populer karna kecerdasan dan ketampanan mereka maka dari itu satu kampus tahu betul berbagai sifat mereka
'Aku ingin pulang saja, melihat tatapan sengit mereka membuatku sesak' batin Geya
"Al aku ke toilet sebentar ya kamu lanjut saja berbinangnya" ucap Geya pergi dari wilayah reuni
"Ini kenapa lama sekali di mulai" gerutu Aldi
"Biasalah pasti mereka menunggu primadona kampus kita" ucap Nando malas
"Bro lo sudah move on kan dari si lisa?" tanya Satria memastikan
"Iyalah dan kalian kenapa tidak memberi tahuku jika dia memiliki kebohongan besar" ketus Aldi
"Biar lo bisa ngerasain apa yang dirasakan orang lain" ucap santai Rian
Geya berdiri di depan cermin toilet sesekali menghembuskan nafas pelan. Dia menatap dirinya di cermin dengan ekspresi sulit diartikan namun empat wanita yang tadi membicarakannya kini berada di sampingnya dengan tatapan bengisnya
"Heh lo istrinya Aldi kan?" tanya Wanita itu
"Iya memang kenapa?" tanya Geya tetap sopan
__ADS_1
"Dasar pelakor kau pasti tahu Lisa itu pacarnya Aldi sudah saru tahun lebih dan lo datang hanya beberapa bulan bisa buat Aldi bucin sama lo" sinis wanita itu
"Terus masalahnya apa?" tanya Geya yang belum mengerti jalan ceritanya
"Lo pasti bingungkan dengan sikap Aldi dengan lo, dia itu sebenarnya sandiwara dia masih cinta dengan Lisa dan tadi aku lihat Lisa baru saja sampai, lo tahu apa yang di lakukan Aldi suamimu? dia menyambutnya dengan mesra karna lo tidak disana untung banget ya Aldi lo disini" ucap wanita itu
"Kalian pasti berbohongkan? Aku tahu" ucap Geya mencoba menepis pikiran negatifnya
"Masih tidak percaya? Lihat ini kami memfotonya sangat mesra bukan?" ucap Wanita itu tertawa diikuti yang lain
Geya memandangi foto itu seksama terlihat Aldi yang memangku Lisa di tempat saat dirinya duduk beberapa waktu tadi dengan mesranya Lisa mengalungkan tangannya dileher Aldi. Jantung dia berdetak dengan kencang bagai disayat oleh pisau tajam, setetes air embun dimatanya mulai terlihat
'Apakah benar Aldi melakukan ini? tapi hatiku mengatakan jika ini tidaklah benar, Aku harus melihatnya' Batin Geya
Keempat wanita itu tersenyum puas dengan hasilnya mereka langsung keluar dari dalam toilet dengan tertawa penuh kemenangan
"Ayo Geya kuatlah, ingat jangan mudah menangis lebih baik aku keluar" gumam Geya dan berjalan keluar dengan santai
Saat di ruangan itu sudah terlihat para reuni sedang berkumpul bercengrama juga terlihat Aldi yang tertawa bersama teman temannya yang lain, pandangan Geya teralih dengan Lisa yang duduk didekat Aldi
Geya ingin mendekati suaminya itu tetapi melihat banyaknya orang yang tidak dia kenal membuat nyalinya ciut akhirnya dia memutuskan untuk keluar gedung dengan diam diam
Geya keluar dari lift dan berjalan menuju taman kecil yang berada di samping hotel dia duduk dibangku dekat dengan tanaman tulip
Dia termenung sendirian disana tasnya tertinggal di meja tempat Aldi tadi hingga salah satu peserta reuni menghampirinya
"Boleh ikut duduk disini?" tanya perempuan itu
Grya mendongakkan wajahnya menatap perempuan itu dan spontanenggeser duduknya
"Iya silahkan" ucap Geya tersenyum
"Terima kasih ngomong ngomong kenapa tidak ikut ke dalam?" tanya perempuan itu
"Akukan tidak anak kampus itu" ucap Geya sembarang menatap hamparan bunga
"Tapi kamu istrinya Aldi, kenalkan aku vanessa panggil saja Nessa" ucap Vanessa mengulurkan tangan
"Aku Argya salam kenal" ucap Geya menerima uluran tangan itu
"Ayo kita masuk sepertinya tadi kamu di cari oleh suamimu" ucap Vanessa menarik pelan tangan Geya
"Tidak kamu saja yang masuk aku masih ingin disini" ucap Geya
"Tapi lihat diluar sini anginnya kencang sekali sepertinya akan turun hujan" ucap Vanessa
"Nanti aku bisa masuk kamu kesana dulu pasti teman temanmu sedang mencarimu" ucap Geya
"Baiklah aku masuk dulu ingat kamu langsung masuk anginnya dingin nanti kamu sakit" ucap Vanessa memperingati
"Iya makasih ya" ucap Geya
Kini tinggal Geya sendiri yang berada di luar dia tidak peduli dengan angin yang menerpa kulitnya tapi perhatian Geya teralih dengan rasa sakit yang ada di perutnya
"Aduh kenapa lagi sih dengan perutku?" gumam Geya meremas perutnya
Dia mencoba untuk meredakan rasa nyeri di perutnya peluh keringatnya mulai bercucuran disertai pusing yang teramat
"Lebih baik aku masuk" ucap Geya pelan
Saat ingin melangkah dia terhuyung dan beberapa detik pandangannya mulai kabur dan alhasil dia pingsan sangking tak kuat menahan rasa sakit di perutnya
bersambung.....
Maaf guys baru upload karna terlalu spaneng nonton youtube.
Jangan lupa like dan komen cerita ini biar aku lebih semangat untuk lanjut dan crazy up
See You Next Time๐๐๐
__ADS_1