Didalam Perjodohan

Didalam Perjodohan
Episode 82


__ADS_3

...👀👀👀...


Kini pernikahan yang dijalani oleh Aldi maupun Geya berjalan dengan lancar tanpa ada masalah ataupun kesalahpahaman yang terjadi diantara mereka.


Dan sebulan inilah mereka gunakan untuk berbulan madu atas keberhasilan Geya menghadapi masalah kandungannya yang sudah kembali normal


Mereka berbulan madu di tempat yang sangat diminati oleh orang orang terutama Geya sendiri. Mereka memilih berlibur di Venesia. Venesia sendiri adalah ibu kota regione Veneto dan Provinsi Venezia di Italia, Tempat yang paling diincar oleh Geya adalah jembatan Rialto. Rialto adalah salah satu dari empat jembatan yang menyeberangi Kanal Besar Venesia di Italia. Jembatan ini merupakan jembatan tertua yang menyeberangi kanal tersebut dan memisahkan distrik San Marco dengan San Polo.


Aldi sibuk menyibakkan rambut Geya yang menghalangi wajah istrinya, mereka berjalan mengitari jembatan ini dengan tangan yang tidak terlepas sama sekali.


"Apakah sesenang ini kamu bisa melihat langsung jembatan ini?"


"Sangat suka, bahkan aku ingin tinggal disini. Sayang ambil gambarku ya" pinta Geya


Dengan anggukan kepala Aldi merogoh sakunya mencari benda pipih untuk menjepret pose Geya


Dengan segera Geya berpose sesuka hati dan meminta Aldi untuk mengulang jika hasilnya kurang memuaskannya


"Mi scusi signore, non vuole fare una foto? Forniamo la migliore stampa fotografica personalizzata con cornice qui (Permisi tuan nona, Apakah kalian tidak ingin berfoto? Kami menyediakan pencetakan foto dengan bingkai terbaik khas disini)" kata seorang fotografer cantik


"ok, stavamo cercando qualcuno che potesse farci una foto (boleh, kebetulan kami mencari seorang yang bisa memfoto kami )"


Geya hanya diam tak bergeming hanya menatap mereka dengan wajah bingung sebab dirinya tidak menguasai bahasa Itali


"Al apa yang dia katakan?" tanya Geya berbisik


"Dia menawarkan jasanya untuk memfoto kita" ucap Aldi


Aldi dan Geya menuruti perintah dari fotografer itu, Aldi merangkul mesra pinggang ramping Geya sesekali mencium pipi istrinya diam² dan tangan Geya yang dikalungkan dileher suaminya, membalas tatapan tajam dari sang suami


"Jangan membuatku malu, lihatlah dia menatap kita bahkan teman temannya" bisik Geya melirik fotografer yang sibuk membidikkan kamera


"Dia menjepret wajah kita sayang tidak menonton kita"


"Puoi posare liberamente (Kalian bisa berpose bebas)" Kata fotografer itu


Aldi langsung menarik Geya dalam rangkulannya dan langsung mengecup bahkan ********** tanpa ampun


Geya membelalakkan matanya kaget dengan tidakan dadakan Aldi, dia memukul dada bidang suaminya ketika dia kehabisan nafasnya


"Lihat mereka terus mengamati kita, kamu ini" gumam Geya kesal menutup wajahnya dengan tangan lentiknya


"Jangan malu lagian kita pasangah sah dan disini tidak ada larangan untuk melakukan hal itu"


Aldi menerima hasil jebretan itu dan meminta fotografer tadi untuk mencetaknya, sudah banyak foto yang mereka ambil tapi kita tidak menyadarinya


Aldi mengajak istrinya untuk makan disalah satu restoran yang kebetulan menyajikan masakan khas indonesia

__ADS_1


Geya menatap kagum seberapa mewahnya desain interior yang digunakan, ada banyak lukisan sejarah begitupun patung patung kerajaan bahkan lukisan kerajaan Romawi terpapang di dinding ruangan


Seorang pelayan datang menghampiri mereka "Selamat datang tuan nona, kalian ingin apa?"


"Anda orang indonesia?" tanya Geya dan diangguki hormat oleh pelayan itu


"Aku ingin ayam taliwang dan pie susu strawberry"


"Baiklah apa tidak ingin tambah?" tanya pelayan itu


"Sepertinya soto enak untuk cuaca seperti ini dan mie aceh sudah itu saja"


Aldi menatap istrinya dengan wajah sedikit terkejut, bagimana bisa istrinya makan begitu banyak tapi tak ada sedikitpun lemak didalam tubuhnya, pikir Aldi


"Apa kamu yakin bisa menghabiskan itu semua?" tanya Aldi saat pelayan itu sudah pergi


Geya hanya menganggukkan kepalanya yakin bahkan saat mendengar pie susu tadi dengan soto membuatnya harus menelan air liurnya sendiri


Taklama hidangan tersaji didepan mereka, Geya yang sudah tidak sabaran langsung mencomot ayam yang agak masih mengeluarkan asap


"Pelan pelan gak ada yang meminta" sela Aldi


Mereka menikmati hidangan dengan penuh ketenangan, bukan mereka lebih tepatnya Aldi


Hari sudah mulai sore, Aldi mengajak istrinya untuk kembali ke villa miliknya. Jangan lupakan kekayaan Aldi yang tidak ada habisnya! Dia memiliki lahan cukup luas disini maka dari itu jika dibiarkan kosong ia lebih memilih mendirikan sebuah villa untuknya


"Seminggu memangnya kenapa?"


"Enggak, Hanya bertanya saja. Aku lelah ingin tidur"


Geya langsung menjatuhkan dirinya di ranjang tanpa melepas sepatunya. Aldi hanya menggeleng seraya berjalan ke kamar mandi menyegarkan tubuhnya yang seharian ia gunakan untuk menyenangkan sang istri


"Sayang mandilah dulu, nanti lanjut tidur lagi" ucap Aldi


"Iya nanti dulu" gumam Geya


"Aku ada makanan enak untuk kamu khas sini apa kamu tidak ingin makan? Sayang sekali jika aku sendiri yang memakannya" kata Aldi


Geya langsung bangun dan bergegas ke kamar mandi.


Aldi memesan makanan dan menatanya di meja kamar. Sambil menunggu sang istri selesai, Aldi dengan iseng membuka galeri milik istrinya


"Ngapain buka² ponsel orang?" tanya Geya


"


...💢💢💢...

__ADS_1


Wanita bermodis menikmati segelas wine ditangannya, dengan pakaian seksi dan terbuka dia dengan tenang duduk di kursi bartender


"Baby aku ingin hubungan kita lebih serius lagi, Aku malu sama teman²ku yang lain" ucap manja wanita itu


"Tahan dulu sayang kita harus mendapatkan kekayaan milik Rahardian baru kita menikah dan aku juga ingin membalaskan dendamku dengan Aldi" ucap lelaki misterius itu


Lisa, wanita itu adalah Lisa yang sudah beberapa bulan terakhir ini tidak menampakan dirinya. Dia kini menjalin hubungan dengan pengusaha kaya yang tetara dengan Aldi


Entah kerasukan apa dia kini tidak mengganggu hubungan baik Aldi.


"Apakah benar kamu sudah benar² melupakan lelaki itu?"


"Aku tidak mengharapkannya lagi karna sekarang aku memiliki pria yang lebih mapan dari dia"


"Bagaimana jika aku tiba² bangkrut dan tidak punya apa apa lagi apakah kamu masih setia padaku?"


Lisa diam tak berkutik, pertanyaan itu membukam erat mulut manisnya


"Enggak baby aku hanya bercanda, by aku sudah tidak menahannya lagi" goda lelaki itu menarik lengan Lisa dengan lembut


"Baiklah demi kekasihku" balas Lisa


Dan keduanya berakhir dalam pertempuran sengit yang sangat menggairahkan


 


Satu hentakan berhasil masuk di mi**v Geya, nafas yang memburu mengikuti irama yang diciptakan oleh Aldi. Untuk kesekian kalinya Aldi melakukan hal itu pada Geya


Geya memejamkan matanya merasakan denyut yang selalu menghantamnya terkadang menggigit bibir bawahnya saat di areanya terasa perih


Keringat mereka meluncur deras dari tubuh polos mereka, di bawah rintikan hujan yang deras mereka lebih memilih untuk menghangatkan tubuh mereka dengan bercinta


Yatuhan!! Aldi berhentilah melakukan pada istrimu. Pada akhirnya keduanya berhasil ******* dari pertempurannya untuk ketiga kalinya


Geya mengatur nafasnya yang naik turun "Sayang aku capek, bagaimana nasibku jika lima hari terus kamu makan?"


"Kenapa tubuhmu sangat candu bagiku? Rasanya aku ingin lagi"


Aldi membaringkan tubuhnya di samping tubuh Geya, dia menarik tubuh sang istri untuk ia peluk


Misinya untuk hari pertama sudah berhasil tanpa ada pengganggu, Dia mencium setiap inci wajah Geya dan berakhir di bibir cery Geya yang agak membengkak


"Terima kasih sudah melayaniku, kuharap kamu segera mendapatkan bayi dikandunganmu" ucap Aldi


Geya hanya bisa mengangguk dan membalas pelukan Aldi, tak lama itu dia tertidur sangking lelahnya begitupun dengan Aldi, dia juga ikut menyusul sang istri mengejar mimpinya


bersambung....

__ADS_1


Maaf author kurang fokus,


__ADS_2