Didalam Perjodohan

Didalam Perjodohan
Episode 43


__ADS_3

"Yaudah aku kerja dulu makasih suapannya aku kerja dulu" ucap Aldi mengecup bibir Geya sekilas


 


Geya melanjutkan sarapannya yang tertunda karna menyuapi bayi kolot.


"Uh kenyangnya" Gumamnya menepuk nepuk perutnya


Dia membereskan sisa sisa makanannya dan keluar dari ruangan Aldi. Saat ingin ke patri dia melihat Sekertaris tadi sedang duduk melamun di mejanya


"Hey apa kau tidak ikut Tuan Aldi meeting?" tanya Geya membuyarkan lamunan Sekertaris tadi


"Nona!? Saya tidak ikut nona biasanya tuan muda selalu bersama asisten pribadinya" ucap Sekertaris Nita sontak berdiri dari duduknya


"Nona mau kemana? Biar saya saja yang mengembalikan nanti nona dimarahi tuan muda" imbuhnya ingin mengambil nampan itu namun dicegah


"Tak apa ohya namamu siapa?" sapa Geya


"Saya Nita Nona" ucap Sekertaris Nita memperkanalkan diri


"Oh Nita toh jangan memanggil aku nona jika tidak ada Tuan Muda, kau tidak ada kerjaankan?" tanya Geya


"Ada nona" Ucap sekilas Nita


"Yaudah tadi aku ingin mengajakmu di kantin" ucap Geya sedikit kecewa


"Saya ada kerjaan nona yaitu menemani anda kemana Anda inginkan" Tambah Nita


"Iyaya tadi kau disuruhnya, Ayo kalau begitu kita ke kantin" Ajak Geya berjalan duluan


Di lantai dasar lagi lagi rasa penasaran orang-orang mengebu saat Geya berjalan ingin ke patri


"Mbak siapa dia?" tanya Karyawati yang berpapasan dengan Nita


"Itu Istri tuan muda, udah ya aku mau menemani dia. Lanjutlah kau bekerja jangan bergosip!" perintah Nita berlari kecil menyusul Geya


Saat Dikantin....


"Nit kamu tadi kenapa lama sekali?" tanya Geya yang sudah duduk di kursi


"Maaf Nona tadi saya ada sedikit urusan tapi sekarang sudah selesai kok" Ucap Nita ikut duduk dihadapan Geya


"Tidak apa apa, Kamu jangan formal lebih baik aku kamu. Mau jadi temanku?" tanya Geya


"Mau kok No.. eh salah Geya" ucap Nita tersenyum


"Wow senyummu manis sekali pasti banyak lelaki yang menginginkanmu" canda Geya memecah suasana


"Kamu bisa saja tapi aku menginginkan 1 laki laki tapi dia sepertinya tidak menginginkanku" Kata Nita pelan


"Kamu tenang saja, pasti dia akan mau kok, kamu cepatlah pesan aku nanti yang bayar" suruh Geya


Sempat menolak namun dipaksa terus oleh Geya akhirnya dia mau dan memesan minuman dingin dan melanjutkan acara ngobrolnya


"Geya maaf aku menanyakan hal ini, Kamu kol bisa menikah dengan Tuan muda?" Tanya Nita gugup


"Aku dan dia awal mulanya dijodohkan dengan orang tua kami katanya perjanjian dari orang tua mereka" ucap Geya santai


"Berapa bulan kamu menikah?" tanya Nita lagi


"Sekitar 7 bulan ini" kata Geya meminum jusnya


"Terus apa kamu udah mengetahui sesuatu kalau...?" tanya Nita


"Aku tahu semua bahkan dia membawaa pacar biadapnya itu dihadapanku" potong Geya kesal saat mengingat kejadian dulu


"Memang sih, Lisa itu hanya memanfaatkan Tuan muda, kau tahu dia kerap sekali saat datang ke kantor ini selalu buat onar" Jelas Nita


"Begitukah?"

__ADS_1


"Iyah kau tahu dulu Tuan muda selalu memanjakannya setiap seminggu pasti aja uang selalu mengalir ke dia" celoteh Nita


"Dan kamu tahu berapa uang yang Tuan muda transfee?" Imbuh Nita, Geya menggeleng tidak tahu


"Setiap minggu pasti 300 juta dan itu hangus begitu saja tapi terakhir yang kuketahui Tuan muda hanya memberikan dia 200 juta" Ucap Nita


"What? Sebanyak itu?" cengang Geya


"Apa kamu pernah melihat Tuan muda berciuman?" tanya Geya berbisik


"Pernah pertama kali waktu menemui klien di restoran saat Tuan Andri tidak bisa mewakili" jawab Nita


'Apaan dia itu? Dia mengambil ciuman pertamaku tapi dia malah main cium si uler itu' Batin Geya kesal


"Geya apa ada masalah?" Tanya Nita saat melihat kekesalan Geya


"Tidak ada aku hanya kesal dia mengambil ciuman pertamaku tapi dia?" Kesal Geya


"Tapi sekarang mereka kayaknya sudah putus dan beberapa minggu ini si lisa tidak datang kesini" Kata Nita


"Terima kasih infonya, kalau begitu ayo kita kembali kurasa Aldi sudah selesai" Ucap Geya dan membayar minuman yang dia pesan


2 menit.....


"Makasih ya sudah mau menemaniku pagi ini" ucap Geya


"Iya kalau kesini lagi jangan sungkan sungkan untuk mengajakku" ucap Nita menawarkan diri


"Iya kalau begitu aku masuk dulu" pamit Geya dan melenggang pergi


Geya mendudukan pantatnya disofa panjang yang dia tempati tadi. Membaringkan tubuhnya dan memainkan ponsel pintarnya mengotak atik hingga dia menemukan kontak temannya Riska


"Halo Ris" Sapa Geya saat telepon terhubung


"Geya" teriak Riska disebrang sana


"Gak usah teriak kali aku tidak tuli" cetua Geya


"Besok besok saja ya, aku lagi sibuk" tolak Geya


"Baiklah tapi kemarin kenapa kamu ingin cepat pulang? Apa ada masalah?" tanya Riska


"Kamu itu peka banget iya aku ada masalah"


"Masalah apa? coba beritahu aku"


"Kapan kapan aku akan memberitahumu kalau ada waktu berdua"


"Kupegang kata-katamu itu"


"Sudah dulu ya Ge, Ini ada yang pesan"


"Baiklah sampai jumpa"


tut...tut..


Log panggilan terputus dan Geya yang bosan hanya bisa melamun seketika kekesalanya kembali memuncak


"Sialan banged punya suami dasar udah tahu punya Istri masih saja mau menerima ciuman itu" Gerutu Geya


ceklek


Pintu terbuka menampakan Aldi yang baru saja selesai meetingnya. Mendudukan diri disamping Geya sesekali melonggarkan dasinya


"Geya apa kamu sudah makan tadi?" tanya Aldi


"Lihat sendiri meja itu" tunjuk Geya dengan mata


"Geya kamu kenapa?" tanya Aldi

__ADS_1


"Tidak ada" cetus Geya memalingkan wajah


"Kamu kenapa lagi sih?" Tanya Aldi sekian kalinya


"Tidak ada Tuan" Kesal Geya


Aldi yang tak sabar itu seketika mengangkat tubuh Geya untuk duduk dipangkuannya


"Kamu kenapa suka sekali memangku ku?" tanya Geya mencoba turun


"Jangan turun jika kamu belum menjawab pertanyaanku" kata Aldi melingkarkan tangannya dipinggang Geya agar Geya tidak jatuh


"Kamu sepertinya sedang kesal denganku apa aku ada salah?" tanya Aldi


"Tau" dingin Geya


tok...tok..tok


"Masuk" perintah Aldi teriak


Pintu terbuka pelan seorang karyawati sedang berdiri membungkuk hormat tanpa memandang Aldi yang tengah bermesraan


"Ada apa?" tanya Aldi menatap karyawati itu


'Uh so sweet banget sih tuan muda' batin karyawati itu kalah fokus


Geya yang menyadari gelagat tidak nyamam karyawati itu memilih turun dari pangkuan namun dengan cepar dicegah oleh Aldi dengan tatapan tajamnya


"kamu ada apa?" gertak Aldi


"Ini berkas yang harus ditandatangani tuan" ucap Karyawati


"Kau taruh dimeja sana" perintah Aldi


"Tapi tuan tanda tangannya harus sekarang karna..."


"Mengganggu saja kemarikan berkas itu" Pinta Aldi cetus


Aldi segera menanda tangani berkas itu dan mengusir karyawati itu dengan cepat


"Geya kenapa kamu marah?" Tanya Aldi


"Cih sok tanya" cibir Geya


"jelaskan padaku...."


"Jelaskan kenapa kau mengambil ciuman pertamaku" kata Geya


"Ya kau istriku" bingung Aldi


"Dan kutanya siapa yang mengambil ciuman pertamamu?" tanya Geya


Aldi bingung ingin menjawab apa dipikirannya siapa yang memberitahu Geya terkecuali...


'Sialan si Nita awas saja nanti' batin Aldi mengumpat


"Geya sayang bukan masalah siapa yang mengambil first kiss ku tapi permasalakan siapa yang mengambil perjakaku" ucap Aldi


"Cih sudahlah lupakan masalah itu dan kau punya masalah tentang lisa, Apakah kau berbaikan denganku saat kau diputus olrh Lisa?" Tanya Geya penuh selidik


"Astagfirullah Geya sudah berapa kali aku bilang bukan ya bukan sudahlah ngapain bahas masalah sepele kau itu terlalu memperbesarkan masalah" Celetuk Aldi memijat pelipisnya


"Kau itu tak tahu maksudku" kata Geya turun dari pangkuan Aldi dan langsung pergi meninggalkan Aldi yang berada di ruangan sendirian


Bersambung....


Ikuti Cerita sampai akhir ya!!


Jangan lupa like komen novelku ini! Dukungan kalian adalah Motivasiku

__ADS_1


SEE YOU NEXT TIME SEMUA!!😘


__ADS_2