Didalam Perjodohan

Didalam Perjodohan
Episode 63


__ADS_3

Geya mengantarkan Aldi sampai di bandara ditemani Andri. Diperjalanan Geya tak henti hentinya memeluk Aldi bahkan detik ini tidak seperti jati diri Geya.


"Al disana kamu sebentar bukan?" tanya Geya menyenderkan kepalanya dipundak Aldi


"Iya aku sebentar kok, akan aku usahakan pulang cepat" ucap Aldi terbata


Andri menatap kedua ingsan ini dengan tatapan tidak biasa. Dia melihat raut keduanya yang sama sama tak bisa dipisahkan


"Tuan apa perlu saya saja yang kesana?" tawar Andri


"Tidak perlu, aku bisa sendiri kamu urus saja perusahaan" dingin Aldi


Sesampainya di bandara Aldi segera turun diikuti Geya. Dia berpamitan dengan Geya dan ingin beranjak namun ditahan oleh Geya


"Aku nanti ketinggalan pesawat, aku akan pulang cepat doakan saja ya" ucap Aldi tersenyum hangat


"Kamu tahukan kita baru saja pulang dari luar tapi kamu malah ingin ke canada" ucap Geya lesu


"Tapi keadaan memang seperti ini, ini juga demi kita" ucap Aldi memberi pengertian


"Baiklah hati hati jika sudah sampai hubungi aku dan jangan coba coba untuk selingkuh" ucap Geya membuat Aldi terdiam


"Iya aku tidak akan selingkuh, cepat pulang sudah akan sore" ucap Aldi dan beranjak pergi ke antrian


Geya langsung masuk ke mobil dan Andri langsung menancap gasnya meninggalkan bandara, Aldi menatap kepergian istrinya tatapan nanar


"Tunggu aku, aku akan menyelesaikan cepat" gumam Aldi dan segera memasuki pesawatnya


Geya sedari tadi melamun entah kenapa perasaan gusar datang menghampirinya, menatap jalanan yang sudah mulai sepi dibalik jendelanya


Tak itu juga Andri menatap majikannya dengan tatapan iba ingin dia memberi tahu apa yang dilakukan oleh tuannya, tapi menurutnya itu akan lebih memperkeruh suasana


'Aku harus lebih cepat mencari patner jangan sampai mereka bertengkar, ya aku harus mendapatkan patner itu dalam 3 hari apapun caranya' batin Andri bertekat


"Asisten An kita ke rumahnya Siska dulu alamatnya akan kuberitahu nanti kamu lurus saja" ucap Geya kembali menatap depan


"Baik nona" ucap Andri menambah kecepatannya


Hingga mereka sampai dirumah minimalis ala eropa klasik dan tanaman melati ditiap gerbangnya


Geya keluar diikuti Andri dibelakangnya, dia mengetok pintu perlahan dan terbuka menampakan wanita yang masih menggunakan piyama serta rambut acak acakan


"Siapa? Ganggu orang tidur" celetuknya yang masih memejamkan matanya


"Kamu kenapa sremawut seperti ini? Sudah sore dan waktunya kamu mandi" ucap Geya


"Loh Geya, akhirnya kamu menemuiku lagi" ucap Siska langsung memeluk erat tubuh temannya ini


"Iya kamu cepatlah mandi dan kamu maukan menginap dirumahku?" tanya Geya


"Gimana ya? Baiklah aku menginap semalam gak apa apakan?" tanya Siska dan diangguki Geya


"Baiklah kamu duduk dulu, aku mandi gak lama kok" ucap Siska terburu buru


"Ayo Asisten An kita tunggu disana" ucap Geya langsung mrndudukan dirinya disofa empuk


"Nona apa saya boleh meminta tolong?" tanya Andri ragy


"Minta tolong apa?" tanya Geya


"Aaa, enggak jadi nona. Biar saya saja" ucap Andri langsung mengalihkan pandangan


Geya tidak mengubris itu dan memilih memainkan ponselnya. Hingga siska datang dengan tas ransel miliknya


"Ayo kita berangkat sekarang" ucap Siska


Ketiganya meninggalkan rumah ini dan pulang kerumah Geya. Disepanjang perjalanan keduanya tak henti hentinya bercerita dan si Andri yang melihat itu hanya bisa tersenyum tipis


Tak butuh waktu lama kini mobil itu berhenti tepat di depan rumah. Geya segera turun dan temannya Siska, Andri mematikan mobilnya sejenak dan keluar membungkukan badannya sekilas

__ADS_1


"Nona saya pulang dulu jika ada apa apa hubungi saya" ucap Andri


"Iya terima kasih hati hati dijalan" ucap Geya dan menggandeng temannya untuk masuk


"Geya apa tadi Asisten suamimu?" tanya Siska saat sampai di kamar sebelah kamar suaminya


*Maaf Guys aku lupa jika Geya tidak memiliki kamar jadi maklum


"Iya dia asisten suamiku, aku juga tidak begitu tahu banyak tentang keduanya" ucap Geya dan mendudukan dirinya di ranjang


"Sepertinya dia baik sangat bertolak dengan sifat suamimu" celetuk Siska mesam mesem


"Kau menyukainya?" tanya Geya sopntan diangguki Siska


"Wah temanku ini akhirnya punya selera" ucap Geya terbahak


"Tidak aku tidak menyukainya" elak Siska ikut membaringkan tubuhnya terlentang


"Geya maafin aku soal beberapa hari lalu, aku menyesal jujur aku hanya mengerjaimu tidak bermaksud apa apa" ucap Siska berubah serius


"Tidak apa apa, aku tahu bagaimana rasanya sepertimu dan aku ingin tahu kenapa kamu ingin kembali ke Singapore?" tanya Geya


"Aku hanya menuruti kedua orang tuaku dan disana aku harus membantu kakakku mengurus perusahaan" ucap Siska


"Tapi aku disini juga kesepian jika kamu pergi" ucap Geya cemberut


"Sahabatku ini gemesin banget, kan masih ada Riska dan lainnya aku janji nanti kalau ada waktu senggang aku akan datang kemari" ucap Siska


"Janji ya, aku mandi dulu kamu jika lapar tidak apa apa makan duluan" ucap Geya sebelum keluar


"Iya sana cepat mandi bau tahu" ejek Siska menutup hidungnya


Geya langsung pergi ke kamar utama yakni kamar milik Aldi, dia menyalakan lampu kamar kini semua tampak terang. Dia mendudukan dirinya di sisi ranjang


"Kini suasana sudah berbeda dulu aku ditinggal Aldi pun rasanya biasa saja tapi sekarang kenapa rasanya berat sekali padahal baru beberapa jam" gumam Geya


15 menit kemudian, dia keluar dan menghampiri Siska yang ada dikamar sebelah. Saat dirinya masuk dia melihat Siska yang tertidur dengan nyanyaknya


"Enak banget ya tidur" gumam Geya pelan pelan mendekati Siska


"Siska bangun dibawah ada Asisten Andri" ucap Geya menarik Siska untuk bangun


Sontak saja Siska langsung membuka mata dan menatap Geya dengan tatapan sengitnya


"Terus aku apain kalau dia datang?" tanya Siska kesal


"Kamu benar benar tidak menyukainya atau mencintainya?" tanya Geya heran


"Ya iyalah aku tadi hanya memberi nilai dari sikapnya kamu saja yang su'uzon" celetuk Siska kembali membaringkan tubuhnya


"Iya maaf ayo kalau begitu kita makan" ajak Geya namun ditolak Siska


"Kamu saja aku masih ngantuk lagian tadi aku sudah makan" ucap Siska


"Makan apanya? Kamu saja tadi baru bangun dan sekarang ingin tidur lagi?" tanya Geya bersedekap


"Kamu tidak tahu kejadiannya" ucap Siska memejamkan matanya


"Karepmu aku makan duluan nanti jika lapar kamu ambil sendiri dan jangan mengganggu tidurku" ucap Geya sebelum meninggalkan Siska


Disisi lain lelaki dengan seriusnya duduk di sofa apartemennya sambil ditemani secangkir kopi disamping laptopnya. Ya Andri dia sibuk sejak dia pulang tanpa mandi ataupun ganti pakaian


"Ya akhirnya ketemu dua, mungkin kurang dari 5 patner lagi akan sampai dititik puncak perusahaan lagi" gumamnya tersenyum puas


Dia menyeruput kopinya sejenak dan menyenderkan punggungnya di sofa sambil memijat pelipisnya


"Siapa lagi ya? Tidak mau tahu aku harus berbicara pada tuan besar apapun itu resikonya" gumamnya dan beranjak mandi


10 menit kemudian dia keluar dengan handuk dililitkan ditubuhnya dia mengenakan pakaian dengan buru buru takut kemalaman mengingat jarak apartemennya dengan mansion yang cukup membuang waktu yang lama

__ADS_1


Dia langsung mengambil kunci mobil milik tuannya dan turun dari lift. Dia memasuki mobilnya dan menjalankannya dengan kecepatan sedang


Hingga butuh waktu setengah jam dia sampai didepan gerbang menjulang tinggi ini, seorang pria menghampirinya dan membukakan gerbang menunduk hormat saat Andri memasuki wilayah mansion


"Apakah tuan besar ada dirumah?" tanya Andri pada penjaga


"Ada tuan mari saya antar" ucap penjaga diangguki sekilas oleh Andri


Rahardian dan Marisa sedang bersantai di ruang tv pun dikejutkan dengan kedatangan Andri yang sudah dianggap sebagai anaknya sendiri ini


"Loh Dri kamu tumben kesini?" tanya Rahardian saat Andri mulai mendudukan dirinya


"Sebentar mami buatkan minum dulu, kamu mau apa?" tanya Marisa namun di cegah oleh Andri


"Tidak usah nyonya saya tidak lama kok" ucap Andri tidak enak


"Jangan membantah kami tahu kamu datang kesini ada yang ingin kamu sampaikan" ucap Marisa dan berlalu ke dapur


"Ada apa sebenarnya An?" tanya Rahardian melepas kacamatanya


"Tuan sebelumnya perusahaan milik tuan muda mengalami kebangkrutan dan saya mencari patner yang bisa membantu perusahaan ini" ucap Andri


"Jelaskanlah secara rinci" ucap Rahardian yang belum mengerti arah pembicaraan


"Jadi saya datang kesini untuk meminta bantuan perusahaan tuan besar untuk membantu memberikan dana untuk perusahaan milik tuan muda" ucap Andri


"Ceritanya bagaimana? Dan mana si Aldi krmapa dia tidak datang kesini?" tanya Rahardian


"Itu masalahnya tuan, sekarang tuan muda ada di canada" ucap Andri gugup


"Bagus dong jika dia di canada itu artinya dia akan mendapatkan dana yang lebih besar" ucap Rahardian


"Tapi tuan muda di canada karna ingin memenuhibpersyaratan yang di berikan mr. Song" ucap Andri dan langsung menceritakan permasalahan yang sebenarnya


"Apaaaa? Jadi si Aldi ingin menikah?" tanya Marisa tiba tiba menyambar pembicaraan


"Tenang dulu Nyonya dengarkan dulu cerita saya" ucap Andri dan membantu Marisa meletakkan secangkir kopi di meja


"Jadi tuan muda mau menikah dengan putri mr. Song karna tidak ingin perusahaannya mengalami kebangkrutan" ucap Andri membuat keduanya syok


"Pikirannya itu sebenarnya bagaimana? Kenapa dia begitu tega dengan istrinya?" tanya Rahardian geram


"Sebelum itu juga saya sudah menyarankan agar bersabar dan saya sudah mendapatkan patner tapi tuan muda bilang itu kurang dari 79%" ucap Andri


"Baiklah untung kamu cepat datang kesini, Nanti akan aku urus masalah itu mungkin hanya seperempat dari perusahaan bagaimana?" tawar Rahardian


"Benarkah? Tidak apa apa Tuan, nanti biar saya cari patner lain lagi" ucap Andri sumringah


"Aku suka semangatmu, dan nanti kamu mintalah bonus pada si Aldi. Aku sarankan kamu mintalah bantuan dari ayahnya Geya aku yakin dia pasti bisa membantu jangan dengarkan perkataan Aldi anak itu biar kuurus bilang saja jika kamu memberi tahu pada kami" jelas Rahardian


"Baik tuan kalau begitu saya permisi dulu selamat malam" ucap Andri beranjak dari duduknya dan menunduk hormat sekilas meninggalkan mansion ini dengan hati sumringah


"Anakmu itu bagaimana? Sifatnya kenapa seperti ini, dia tidak pernah berfikir dua kali dalam bertindakseenaknya saja untung dia memiliki Andri yang lebih paham dengan masalah bisnis" keluh Rahardian memijat keningnya yang terasa berdenyut


"Jangan sepenuhnya menyalahkan Aldi memang benar Aldi seperti ini juga karna kita yang saat itu seharusnya dia bermain dengan teman trmannya tapi kita malah membuatnya harus ikut terjun dalam perbisnisan" ucap Marisa


"Mr. Song memang keterlaluan seenaknya membuat perjanjian seperti itu, kalau bukan dia orang terkaya di Asia sudah ku pijik pijik mukanya" kesal Marisa


"Sidah ayo tidur sudah malam" ucap Rahardian dan pergi ke kamarnya


bersambung.....


Maaf guys jika banyak typo, nggak jelas dan berantakan😞


Tapi jangan lupa like dan komen ya😊 Agar aku lebih semangat upnya. Karna dari kalian aku bisa sampai dititik episode ini😘😘


TERIMA KASIH😗


SEE YOU NEXT TIME SEMUA👋😍👋

__ADS_1


__ADS_2