Didalam Perjodohan

Didalam Perjodohan
Episode 56


__ADS_3

Pagi pagi sekali Geya terbangun dan menyiapkan perlengkapan untuk beberapa hari kedepan dibantu oleh suaminya Aldi yang mengambilkan koper


"Apa sudah siap semua?" tanya Aldi yang ikut memasukan pakaiannya


"Sudah tinggal berangkat saja" ucap Geya


"Lebih baik kamu mandilah dulu" ucap Geya


"Oke aku akan mandi" ucap Aldi beranjak dari duduknya


Taklama ponsel Geya berdering sebuah nama tertera dilayar ponselnya dia langsung mengangkatnya


"Ya halo ada apa?" tanya Geya


"Geya bisakah kita bertemu" ucap Siska


"Bagaimana ya? Aku nanti akan berlibur dengan suamiku"


"Ayolah Geya sebentar saja"


"Tidak bisa suamiku sekarang sudah besiap"


"Geya kenapa aku ngerasa kalau kamu menjauhiku?"


"Aku tidak menjauhimu sudah ya aku tutup suamiku mencariku"


tut..tut


Geya meletakkan kembali ponselnya dan menyiapkan pakaian untuk Aldi kenakan


10 menit kemudian....


Aldi selesai dengan mandinya disusul Geya yang baru akan mandi. Aldi memakai pakaian casual yang Geya ambilkan


Geya keluar dengan handuk yang melilit di tubuhnya dengan santai dia mencari pakaian yang dia sukai


"Sayang kenapa kamu keluar dengan handuk saja, Apa kamu tidak kasihan pada adik kecilku" rengek Aldi


"Maaf aku lupa mengambil pakaian" ucap santai Geya dan melangkah ke ruang ganti


"Sayang aku ke bawah dulu kamu nanti nyusul ya" teriak Aldi beranjak keluar dengan koper di kedua tangannya


Aldi turun ke bawah disana sudah ada mang dumang yang menunggunya di sofa ruang tv


"Tolong taruh ini di bagasi ya mang" ucap Aldi menyerahkan dua koper kecil


"Baik tuan" ucap Mang dumang menerima kopernya dan membawanya keluar


Aldi berjalan ke meja makan ternyata masih kosong belum ada siapa siapa hanya pelayan


"Pelayan dimana papi mami?" tanya Aldi mendudukan dirinya


"Belum keluar tuan mungkin masih di kamar, Perlu saya panggilkan?" tawar Pelayan itu membungkuk


"Tidak perlu kau lanjutkan saja pekerjaanmu" tolak Aldi


Geya menyusul Aldi di meja makan dia melihat suaminya itu sedang memainkan ponselnya


"Sayang aku datang" heboh Geya mendudukan dirinya disamping Aldi


"Tumben kamu memanggilku sayang" ucap Aldi bersemu


"Apa tidak boleh memanggil suaminya sendiri dengan sebutan itu?" tanya Geya


"Bolehlah bahkan harus lebih dari itu" ucap Aldi menaik turunkan alis tebalnya


"Kamu ini, Dimana mami?" tanya Geya


"Tidak tahu mungkin masih berhoney" ucap Aldi singkat melanjutkan main gamenya


tak selang lama Marisa datang dengan suaminya dan disusul berbagai macam sarapan yang disiapkan oleh pelayan


"Pagi mami papi" ucap Geya


"Pagi sayang" ucap keduanya


"Anak kalian sebenarnya siapa dia atau aku sih?" kesal Aldi menyudahi permainannya


"Geya sepertinya ada yang ngambek" sindir Marisa


"Kamu ini laki laki tidak pantas untuk merengek" ucap Rahardian terkekeh


"Al kalian jadi berangkat sekarang?" tanya Rahardian


"Iya pi semakin cepat semakin baik" ucap Aldi antusias


"Bagus itu baru anak jantan" ucap Rahardian dijawab senyuman bangga oleh Aldi


"Lebih baik kita sarapan jangan berbicara hal hal seperti itu didepan makanan" ucap Marisa mengakhiri perbincangan


Skip


"Maaf ya mami tidak bisa mengantar kalian sampai ke bandara" ucap Marisa menuntun Geya keluar rumah


"Tidak apa apa kok mi Geya paham" ucap Geya


"Kalau begitu kami permisi dulu" ucap Aldi merangkul mesra pundak Geya


"Hemm hati hati" ucap Rahardian


Aldi dan Geya memasuki mobil dan mobil itu perlahan pergi mengantarkan mereka ke bandara


Di perjalanan tidak ada perbincangan apapun di dalam mobil ini, Geya yang sibuk memandangi luar jendela mobil dan Aldi yang memainkan ponselnya


"Al kenapa kau selalu main ponsel? Apa ada yang penting?" tanya Geya mengubah posisinya menghadap Aldi


"Tidak aku hanya mengabari dokter Tristan" ucap Aldi


"Memangnya dia ikut?" tanya Geya

__ADS_1


"Ikutlah kan dia yang mengurusnya" ucap Aldi mengelus pucuk kepala Geya


Sekitar tigapuluh lima menit, mereka sampai di bandara XX. Aldi turun diikuti Geya dan mang dumang yang mengeluarkan koper nya


"Ini tuan kopernya" ucap mangdumang seraya menaruh kopernya di tanah


"Makasih ya mang" ucap Aldi


"Sama sama tun kalau begitu saya permisi dulu" ucap mang dumang menjalankan mobilnya meninggalkan mereka


"Ayo sayang kita kesana katanya tadi dokter Tristan menunggu disana" ucap Aldi merangkul Geya dan tangan kanannya yang sibuk menarik kopernya


"Selamat pagi dokter" sapa Aldi menjabat tangan dokter tristan


"Pagi tuan nona, lebih baik kita langsung karna sebentar lagi pesawat akan take off"


{Skip saja ya, author tidak begitu paham dengan masalah perbandaraan😁}


Mereka memasuki pesawat duduk di bagian paling belakang, mereka memasang sabuk pengaman


Disaat penerbangan Geya memeluk tubuh Aldi menyamankan pelukannya


"Kamu tidurlah dulu perjalanan masih panjang" ucap Aldi mengelus kepala Geya lembut


Tak terasa mereka menghabiskan 3 jam lebih didalam pesawat tanpa ada kendala sedikitpun, mereka turun setelah mendengarkan apa yang diucapkan oleh pramugari


Aldi menuntun Geya menuruni tangga pesawat dengan hati hati disusul dokter Tristan dibelakangnya


Mereka mencari taksi yang memang disengaja untuk mengantarkan para penumpang yang baru tiba di negaranya


"Tuan mari saya antar" ucap si supir taksi menawarkan diri


"Terima kasih pak tolong antarkan saya ke hotel Xxx" ucap Aldi


"Dokter tidak ikut sekalian" tawar Aldi yang ingin memasuki mobil


"Saya masih ada urusan tuan, kalian kesana dulu" ucap dokter tristan membungkuk sekilas


"Baik kalau begitu kami jalan dulu, jika ada apa apa hubungi kami" ucap Aldi


"Sayang tidur dengan dokter tristan?" tanya Geya mendapat sentilan langsung oleh Aldi


"Gadisku ini, aku tidur dengan istriku inilah lagipula dokter tristan memlunyai kekasih disini" ucap Aldi


"Benarkah? Kenapa kau bisa tahu dia memiliki kekasih disini?" tanya Geya


"Aku iseng iseng mencari tahu asal usulnya setelah kau menceritakan kesalahpahaman dulu" ucap Aldi santai


"Kamu ini tidak sopan cari tahu hanya karna keisenganmu" celetuk Geya mencubit lengan Aldi gemas


"Maaf tidak akan aku ulangi lagi" ucap Aldi mengacungkan kedua jarinya membentuk huruf V


"Tuan sudah sampai" ucap si sopir


"Baik ini biayanya" ucap Aldi memberikan beberapa lembar uang


"Tidak itu sebagai bonus karna telah mengantarkan kami dengan selamat0 ucap Aldi tersenyum


"Terima kasih Tuan" ucap sopir itu dan menjalankan kembali mobilnya


"Beruntung sekali aku memiliki suami yang dermawan" puji Geya


"Ini juga karnamu sayang" ucap Aldi


"Dan aku doakan supaya pengobatan ini berjalan lancar dan kita bisa memiliki bayi yang imut" ucap Aldi


"Jangan berkhayal dulu kita jalani yang ada dulu" ucap Geya menggenggam tangan Aldi


'Yatuhan lancarkanlah pengobatan kami agar kami bisa memiliki keturunan dan lindungilah selalu rumah tangga kami hingga akhir hayat kami' Batin Aldi berdoa


Mereka masuk kedalam hotel disambut dengan hangat oleh para penjaga, Aldi berjalan ke meja resepsionis untuk memesan kamar


"Ini tuan kuncinya, jika ada yang kurang segera hubungi kami" ucap Resepsionus itu tersenyum hangat


"Terima kasih kami permisi" ucap Aldi menggandeng Geya berjalan menuju lift ke lantai 4


Sesampainya dikamar nomor 169 Aldi membuka kuncinya dan berjalan berlahan masuk ke kamar


"Aku lelah sekali" gumam Aldi membaringkan tubuhnya di ranjang berseprai putih ini


"Kamu tidurlah dulu aku masih mau menata baju ini" ucap Geya membuka kopernya


"Apa kamu tidak lelah?" tanya Aldi memejamkan matanya


"Aku hanya bosan untuk tidur nanti yang ada tubuhku rasanya pegal pegal" ucap Geya menata bajunya di lemari pakaian


"Terserah" ucap Aldi mengubah posisinya agar nyaman


Geya selesai dengan menatanya dia kekamar mandi untuk membersihkan dirinya yang lengket


Merendam tubuhnya di air dingin karna cuaca lagi panas di negara ini, memejamkan matanya menikmati sensasi aroma vanila di tubuhnya


10 menit kemudian dia menyudahi berendamnya kini dia membilas tubuhnya di shower dan menyambar handuk yang tersusun di rak kecil yang tergantung didinding


Dia keluar yang masih mendapati Aldi tertidur bagai anak kecil sangat menggemaskan dimatanya


Geya mencari pakaian yang dia sukai dan segera memakainya di kamar mandi


"Al bangun lah ini sudah sore, mandilah dulu" ucap Geya mengoncang pelan tubuh Aldi


"Nanti saja aku masih malas" ucap Aldi menarik selimutnya sampai ke atas kepala


"Jangan membantah, Ayo bangun" ucap Geya menarik tubuh Aldi agar bangun


"Beri aku semangat dulu baru aku mau bangun" ucap Aldi


"Baiklah ayo sayang semangat menjalani hidupmu jangan malas" ucap Geya


"Tidak itu aku mau kamu melakukan sesuatu" rengek Aldi

__ADS_1


"Apa ya kira kira?" ucap Geya menggoda Aldi dengan berpura pura berpikir


"Ayolah sayang kamu mengetahuinya" rengek Aldi


"Baiklah sini" ucap Geya dengan semangat Aldi bangun dari tidurnya


Geya mengecup pelan pipi Aldi dan ini adalah pertama baginya


"Sudah bukan? sekarang kau mandilah" suruh Geya


"Baik istri comelku" ucap Aldi terkekeh


"Jangan menggodaku" kesal Geya menahan malu


"Jangan malu kamu akan terbiasa dengan hal seperti ini sayang" ucap Aldi berlari ke kamar mandi


"Anak itu sifatnya berubah sekali tambah menyebalkan" gumam Geya mengambilkan Aldi pakaian


15 menit kemudian Aldi keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di pinggangnya dan dia langsung melempar handuk kecil yang dia bawa ke muka Geya yang sedang memainkan ponsel miliknya


"Apaan sih Al?" kesal Geya menatap tajam suaminya


Aldi duduk diranjang memasangkan tubuhnya membelakangi Geya


"Keringkan rambutku" ucap Aldi


Dengan sigap Geya mengeringkan rambut suaminya sesekali dia menghirupnya


"Jangan kau hirup terus nanti aroma sampoku hilang karna habis kamu hirup" ucap Aldi pura pura kesal


"Cuma bau sampo kamubpermasalahkan" gerutu Geya mengunyel unyel rambut Aldi


"Uhh jangan marah nanti cantik mu hilang" ucap Aldi kembali menggoda


"Kau ini kenapa sekarang jadi sebucin ini hah?" gemas Geya


"Tidak tahu" ucap Aldi mengedikkan bahunya


"Sudah mau sekalian ku bantu berpakaian?" ucap Geya


"Boleh silahkan" ucap Aldi tersenyum puas


"Tidak aku hanya becanda" ucap Geya gelagapan


"Tadi nawar sekarang aku mau dia nolak" sindir Aldi


"Salah ucap tadi, Ayo aku sudah lapar cacing cacing kesayanganku sudah demo minta isi" ucap Geya menepuk perutnya


"Sebentar, Apa kita perlu memanggil Dokter tristan agar mau makan bersama kita?" tanya Aldi saat hendak keluar kamar


"Tidak perlu nanti yang ada dia merasa tidak enak mengganggu keromantisan kita" ucap Geya manja


"Benar juga istriku ini tumben pinter" ucap Aldi


"Aku selalu pintar ya" elak Geya


"Iya istriku ini sangat pintar" ucap Aldi memeluk tubuh Geya dari samping


Mereka turun ke restoran hotel, Geya menunggu Aldi di meja yang sudah dipesan oleh Aldi. Sedangkan Aldi mengambil dompetnya yang ketinggalan


"Sudah pesan makanan?" tanya Aldi yang baru sampai


"Sudah kok tadi aku suruh menyamakan, tidak apa apakan?" tanya Geya


"Tidak apa apa kok" ucap Aldi


Makanan telah sampai dengan secepat kilat Geya menyambar begitu saja, Aldi melihat tingkah istrinya itu hanya bisa terkekeh kecil dan ikut makan dengan kidmat


Selesai makan mereka bersantai di balkon kamar, memandangi kerlap kerlip bintang dilangit malam.


"Al jadi besok sudah mulai pengobatannya?" tanya Geya menatap Aldi


"Iya sebentar kok palingan setengah jam" ucap Aldi


"Baiklah ayo kita masuk anginnya disini kencang sekali" ucap Geya menyilangkan tangannya di dada


Mereka masuk ke kamar, Aldi menutup pintu balkon dan langsung menghampiri Geya yang duduk bersandar di sandaran ranjang sambil membaca novel kesukaannya


Aldi membuka laptopnya dan mengecek apakah ada email yang dikirimkan oleh Andri. Ternyata banyak sekali email yang masuk dengan segera dia membuka satu persatu


Geya yang melihat suaminya ini sedang sibuk dengan laptopnya, dia memandangi wajah suami yang tampanya itu


"Apa lihat lihat?" tanya Aldi tanpa melirik Geya


"Tidak siapa yang lihat lihat" elak Geya


"Bilang saja, kamu tidurlah dulu aku masih mengerjakan ini" ucap Aldi


"Baiklah selamat malam" ucap Geya mengecup pipi Aldi dan bergegas tidur


"Sudah berani ya sekarang?" tanya Aldi menggoda


"Beranilah" ucap Geya dan memejamkan matanya


Aldi kembali memfokuskan dirinya pada laptop. Dia ingin besok pagi harus selesai karna dirinya harus menemani istrinya kemanapun istrinya inginkan


Hingga pukul dua belas malam Aldi baru selesai dengan semua tugas kantornya, dia menutup laptopnya dan menyimpannya di nakas kecil


Dia memandangi wajah istrinya yang terlelap dia tersenyum simpul dan ikut tidur memeluk tubuh istrinya yang sudah menjadi guling baginya


bersambung......


Maaf semua jika kurang nyantol alurnya, dan maafkan yang banyaj typo dimana mana


Jangan lupa like dan komen ya!!!


Dukungan kalian adalah semangatku😘


SEE YOU NEXT TIME SEMUA😉😘😘

__ADS_1


__ADS_2