Didalam Perjodohan

Didalam Perjodohan
Episode 62


__ADS_3

Aldi memasuki mobilnya yang sudah ada Andri di dalam, secara langsung Andri menancap gasnya menuju kantor. Andri melirik tuannya yang melamun menatap jendela.


"Tuan anda kenapa?" tanya Andri


"Tidak ada, bagaimana apa mr. Song berubah pikiran?" tanya Aldi balik menatap Andri


"Tidak tuan, tapi saya sudah mencari perusahaan lain yang mau membantu kita" ucap Andri


"Siapa yang mau?" tanya Aldi berbinar


"Belum tahu pasti tuan, dan saya akan mengatur pertemuan kalian tapi tidak bisa dalam waktu dekat ini tuan" ucap Andri pelan di akhir kalimat


_/_/_/_/_/_/_/_/


Geya duduk di sofa ruang tv sambil menunggu teman temannya datang, dan dia sudah memberi tahu alamat rumahnya pada Riska. Dia ingin bercerita tentang liburannya bersama suaminya.


Sebuah ketukan pintu berasal dari luar dengan segera dia berlari kecil untuk membukanya. Tampak kawan kawannya yang tersenyum padanya dan langsung memeluknya seolah olah mereka saling merindukan


"Uuh kalian ini membuatku sesak" gerutu Geya saat teman temannya mengencangkan pelukan


"Maaf kita bterlalu senang saat kamu sudah ada disini" ucap Neni cengengesan


"Ayo masuk, kita bersenang senang dan apakah toko kalian tutup?" tanya Geya


"Kami tutup hanya untuk menemuimu yang tidak ada kabar" ucap Riska


Mereka memasuki rumah Geya yang besar ini, tak jarang mulut mereka menganga melihat betapa megahnya rumah Geya yang bak istana kerajaan padahal lahan yang tidak begitu luas


"Sebentar aku buatkan minum dan beberapa cemilan, kalian tunggu disini" ucap Geya dan berlalu ke dapur


"Wow rumah Geya bagus banget, ini mah dua kali lipat dari luas rumahku" ucap Riska melongo


"Betul banget, Geya beruntung ya" timpal Neni ikut terlena


Geya kembali ikut duduk dengan mereka dan tak selang lama bi marni datang dengan nampan besar berisi jus mangga dan aneka makanan ringan


"Ini non, bibi ke belakang dulu kalau ada apa apa panggil saja" ucap bi marni dan langsung pergi meninggalkan majikannya agar lebih leluasa


"Gila lo Ge, rumah segede gini masih jualan kue" ucap Riska


"Udahlah jangan bahas itu, aku bosen dan aku mau tanya dengan kalian, apa kalian tahu dimana Siska?" tanya Geya


"Siska toh, dia lagi dirumahnya sendiri katanya sih mau ke singapore menetap disana" ucap Neni meneguk minumannya


"Apa? Kenapa dia tidak pamitan denganku?" tanya Geya kecewa


"Dia ingin berpamitan denganmu tapi kamu masih di luar negri jadi dia menundanya lagian dia belum berangkat" ucap Riska ikut menimpali


"Baiklah nanti aku akan ke rumahnya dan kenapa hanya kalian berdua?" tanya Geya


"Ouh, mbak yanti dan madunya mereka pindah dua hari lalu dan sekarang tersisa kita berdua jika Siska juga pindah ke Singapore" ucap Riska lesu


"Apa aku boleh ikut lagi?" tanya Geya ragu

__ADS_1


"Bolehlah pintu toko selalu terbuka untukmu dan kita bertiga bisa mengelola bisnis ini sama sama" ucap Riska semangat dan diangguki Neni


"Terimakasih sudah menerimaku lagi" ucap Geya puas


"Sama siapa saja, dan ceritalah bagaimana rasanya liburanmu kemarin" ucap Riska


"Menyenangkan dan apa kau tahu aku diajak suami ku ke taman yang aku impikan" ucap Geya berbinar


"Enak nya bisa liburan berdua, lah aku boro boro liburan berdua pacaran aja tidak pernah" gerutu Riska


"Terus lelaki yang kemarin kamu ceritakan itu bentuknya bagaimana?" tanya Geya


"Apa kamu tahu? Dia saat ada lelaki itu kayak orang gila, dia berjingkrak jingkrak saat laki laki itu pergi" Cibir Neni menimpali


"Enggak ya, dan kemarin kami baru saja bertemu tapi sepertinya dia ada hubungannya dengan Siska" ucap Riska


"Maksudmu apa? Aku tahu Siska tidak mengenal banyak laki laki" timpal Geya


"Serius malahan aku lihat laki laki itu memaksa Siska untuk mengikutinya" ucap Riska


"Mungkin itu temannya saat kuliah" ucap Geya


______


Aldi duduk dikursi besarnya membolak balikan map yang ada ditangannya melakukan pengoreksian hasil kerja dari karyawannya. Hingga menampakan Andri yang masuk ke ruangan tanpa mengetuk pintu


"Bisa tidak biasakan diri mengetuk pintu saat masuk?" gertak Aldi


"Maaf bos, Bos ini ada beberapa kolega kita yang siap membantu kita meskipun tidak begitu besar tapi bisa menghasilkan 10% dari masing masing perusahaan mereka" ucap Andri


"Bos kita bisa memulainya dari awal dan kita bisa meminta bantuan teman teman anda dan juga tuan besar" ucap Andri sambil mendudukan dirinya didepan Aldi


"Aku malu meminta bantuan orang tuaku sendiri dan kamu tahukan teman temanku masih merintis perusahaan mereka mana mungkin aku langsung meminta bantuan dana mereka" ucap Aldi


'Tuan ini maunya apa sih? Tinggal minta bantuan orang tua apa susahnya sih?' batin Andri kesal


"Terus rencana tuan apa?" tanya Andri pasrah


"Mau tidak mau aku harus memenuhi permintaan mr. Sng untuk menikahi putrinya" Tegas Aldi mampu membuat Asistennya ini membelalakan matanya


"Apa tuan? tuan bagaimana bisa anda langsung memutuskan keputusan tanpa berfikir dulu, masih ada banyak cara untuk mempertahankan perusahaan ini tanpa harus menikah, kasihan nona Geya jika anda tinggal" Cerocos Andri


"Tidak ada cara lain, kamu sudah kubilang bukan perusahaan ini aku usahakan sejak aku masuk kuliah S2 sampai sekarang dan banyak masalah yang selalu mengikutiku dan baru berhasil 2 tahun ini, mana mungkin aku membiarkan usahaku bangkrut begitu saja" ucap Aldi nada tinggi


"Tapi apa tuan tidak memikirkan perasaan nona Geya, bagaimana nanti jika nona menanyakan anda?" tanya Andri


"Kamu jaga istriku aku akan pura pura menceraikan istriku dan aku akan mengawasinya disana" ucap Aldi melangkah menatap luar kantor melalui jendela besarnya


"Tuan tolong pikirkanlah kembali, saya yakin kita bisa melewatinya dan mungkin ini cobaan dipernikahan kalian" ucap Andri sekali lagi mencoba membujuk tuannya


"Tuan bayangkan bagaimana perasaan nona Geya jika anda tinggal kalian baru saja merasakan bagaimana menjadi sepasang suami istri lagipula nona Geya sudah saya anggap seperti adik saya sendiri" tambahnya


Seketika Aldi terdiam, memang benar apa yang dikatakan Andri tetapi tidak Aldi namanya jika tidak melakukan apa yang diinginkan

__ADS_1


"Bagus kalau begitu itu akan tenang jika meninggalkannya sebentar dan kamu jaga Geya jika dia bertanya kasih tahu saja kalau aku mencari patner kerja baru" ucap Aldi beranjak ke mejanya


"Dan aku akan pulang untuk menyiapkan keperluanku disana, aku titip Geya jangan sampai kamu menyukainya" ucap Aldi dan langsung pergi meninggalkan Andri yang termenubg seorang diri


"Oh tuan bagaimana bisa anda sekejam ini, semua usaha pasti ada susah senangnya juga, kenapa dia tidak menyadari itu. Aku akan mencarikan patner yang lebih banyak lagi jangan sampai mereka bercerai tidak akan aku biarkan. Semua ini gara gara di tua bangka itu kalau tuan tidak menyetujui perjanjian kontrak gila itu mungkin tuan tidak akan berpisah dengan Geya" gumamnya mengacak acak rambutmya yang rapi


Tak ingin lama lama dia beranjak keruangannya sendiri dan mencari bantuan untuk perusahaan besar yang hampir terguncang ini


________


"Kalu begitu kami pulang dulu ya, sudah sangat lama disini dan terima kasih sudah menjamu kami dengan makanan yang enak enak" ucap Riska saat di teras rumah


"Kamu ini, iya sama sama dan sering seringlah datang kesini meski tidak ku ajak" ucap Geya


"Pasti, ayo Nen kita pulang, dadah Geya" ucap Riska melambaikan tangannya menjauh dari rumah Geya


Geya menatap kepergian temannya itu tersenyum geli, dia kembali memasuki rumah dan membersihkan tempat yang dia berantakin


"Sini non, kenapa tidak memanggil bibi, kan bibi lagi tidak ngapa ngapain" ucap bi marni mengalih membereskan gelas dan snack kosong


"Kukira bibi lagi sibuk buat makan siang jadi Geya bereskan ini saja kasihan bibi nanti lelah" ucap Geya


"Tidak kok non ini juga bagian tugas bibi, jika begitu bibi pamit kebelakang lagi" ucap Bi marni dan langsung kebelakang membawa nampan besar itu kembali


"Sayang aku pulang" teriak Aldi di ruang tamu


"Tumben pulang awal kan belum waktunya makan siang" heran Geya mengambil alih tas yang Aldi pegang


"Aku hanya merindukan istriku dan nanti aku harus ke Canada, ada urusan sebentar disana" ucap Aldi sambil menaiki tangga


"Kenapa mendadak?" tanya Geya yang berada dibelakangnya


"Tidak mendadak kan tadi sudah aku beritahu tadi pagi" ucap Aldi membuka sepatunya


"Kamu kalau kesepian kamu ajak teman kamu menginap disini" tambah Aldi


"Baiklah ku mengerti pasti kamu bekerja keras untuk hal ini, terima kasih" ucap Geya memijat pundak Aldi


"Iya maafkan aku harus meninggalkanmu" ucap Aldi menatap Geya dengan tatapan yang sulit diartikan


"Iya iya, kayak ditinggal bertahun tahun lebih baik kamu bersihkan dirimu aku akan menyiapkan pakaianmu untuk menginap disana dan jangan lupa sering seringlah menelponku karna aku pasti merindukanmu" ucap Geya memeluk Aldi dari belakang


"Pasti sayang dan biarkan suamimu ini mandi apa kamu tidak mencium bau badanku?" tanya Aldi terkekeh


"Bau badanmu harum kayak mint dan aku suka" ucap Geya manja


'*Maafkan aku sayang jika aku harus meninggalkanmu lama, aku janji ini akan sebentar' batin Aldi


bersambung....


Maaf guys jika typo dan banyak yang kurang nyambung....


Seperti biasa dan jangan bosan dengan kata kata ini, Jangan lupa like dan komen ya....

__ADS_1


Dukungan kalian berarti bagiku😘😘


SEE YOU NEXT TIMEπŸ˜„πŸ˜„πŸ˜—πŸ˜—πŸ˜—πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ’œ*


__ADS_2