Didalam Perjodohan

Didalam Perjodohan
Episode 70


__ADS_3

Pagi hari pukul 05.44


Geya terbangun dari tidurnya merasakan ada tangan kokoh yang berada diatas perutnya, seketika dia memutar posisinya menjadi menghadap kearah pemilik tangan tersebut


"Kapan dia pulang?" Gumam Geya kecil


Geya sibuk memandangi wajah sangar milik suaminya terpapang jelas rahang yang tajam, alis yang lebat dan bibir yang sexy membuatnya sangat sempurna


Geya menarik dirinya untuk menjauh dari ranjang dan memilih untuk mencuci mukanya


Setelahnya dia keluar dari kamar dan berjalan menuruni anak tangga menuju ke dapur


Dia mendudukan dirinya dikursi menunggu mertuanya datang dia memainkan ponsel pintarnya


"Nona, tuan dan nyonya besar berpesan katanya tidak bisa ikut sarapan mereka ingin mengunjungi saudaranya" ucap pelayan membungkuk hormat


"Sepagi ini?" heran Geya meletakkan ponselnya di meja


"Iya nona dan nona anda ingin sarapan dengan apa?" tanya pelayan


"Tolong buatkan kami sandwich saja" ucap Geya meletakan ponselnya di meja


"Baik nona saya permisi dulu" ucap Pelayan itu dan langsung masuk ke area dapur


Geya kembali ke kamar berniat ingin membangunkan Aldi tapi siapa sangka ternyata Aldi sudah siap dengan pakaian formalnya dan ingin turun


Aldi menuruni anak tangga dengan dasi yang masih bergantung dipundaknya dan tas yang berada di tangannya


"Tumben dia sudah bangun" gumam Geya kecil memandangi Aldi yang berada dihadapannya


Disini hanya ada keheningan yang tercipta Geya yang pura pura fokus pada ponselnya dan Aldi yang sibuk dengan pekerjaannya


Setelah menunggu beberapa menit hidangan sudah tersaji dihadapan mereka, Aldi menyimpan kembali laptop yang ada di atas meja ke tas kerjanya dan memakai dasi yang tadi belum sempat dipasang


Geya memakan sandwichnya dengan pelan dan tangan yang sibuk mengotak atik ponselnya


"Dimana mami?" tanya Aldi memulai pembicaraan


"Kata pelayan tadi mami mengunjungi saudaranya dengan papi" ucap Geya fokus pada ponselnya


"Jangan bermain saat makan" ucap Aldi ikut menyuapkan sandwich ke mulutnya


Sontak Geya menghentikan bermainnya dan memakan sarapannya dengan lahap


"Aku berangkat dulu kamu diam dirumah" ucap Aldi mengecup pucuk kening Geya


"Apa tidak menunggu Andri menjemputmu?" tanya Geya menatap Aldi


"Tidak jaraknya sangat jauh kasihan dia" ucap Aldi dan melangkah pergi


Geya hanya menghela nafasnya pelan dan kembali ke kamar untuk membersihkan dirinya

__ADS_1


Skip


10 menit kemudian dia selesai dengan ritualnya dia mencari pakaian yang pas untuk dirinya, pilihannya jatuh pada tangtop dan celana pendek diatas lutut. Hari ini dia tidak akan kemana mana sesuai permintaan Aldi suaminya


"Mungkin enaknya jika siang nanti aku mengantarkan bekal untuk Aldi" gumam Geya dan keluar kamar


Dia ke dapur dan mencari pelayan yang sudah ditugaskan untuk memasak. Dia memberitahu apa keinginannya dan kembali ke kamar lagi


Drrrt...drrrt....drrrt


Suara dering ponsel miliknya berbunyi dengan nyaring, dia yang sedang membaca buku itupun mengakhiri bacaannya dan mengangkat panggilan itu


"Halo ada apa pa?" tanya Geya saat papanya Jayanto yang memanggil


"Geya bisakan kamu datang kesini? Ada yang ingin papa sampaikan" ucap Jayanto


"Sepertinya bisa tapi mungkin nanti siang tidak apa apakan pa?" tanya Geya


"Iya papa ngerti kalau begitu papa tutup dulu sampaikan salam papa untuk Aldi" ucap Jayanto dan menutup panggilannya


Geya melihat jam yang ada dipergelangan tangannya terlihat pukul 10.05 itu artinya jam makan siang akan datang


tok....tok....tok


Geya membuka pintu dan mendapati seorang pelayan yang berdiri tegak didepan pintunya


"Nona bekal untuk tuan muda sudah siap" ucap pelayan itu sambil membungkuk sekilas


"Belum nona saya permisi dulu" ucap pelayan dan diangguki oleh Geya


Geya segera mengganti pakaiannya dengan dress selutut dan memoles sedikit wajahnya dengan beberapa make up


Dia mengambil tas slempangnya dan berjalan ke dapur mengambil bekal tersebut. Pelayan tadi memberikan paper bag cukup besar kepada Geya


Geya ke kantor Aldi menggunakan taksi yang sebelumnya dia pesan tak butuh waktu lama taksi yang Geya pesan datang.


Geya memasuki mobil itu dan pergi meninggalkan mansion mewah ini. Sedari tadi Geya sibuk dengan ponsel ditangannya entah apa yang dia lakukan.


"Nona sudah sampai" ucap sopir itu kala mobil itu berhenti


Geya memandang bangunan yang menjulang tinggi seperdetik kemudian dia melangkah keluar taklupa memberikan ongkos tumpangan.


Dia berjalan lurus memasuki loby kantor dan berpapasan dengan para karyawan yang menunduk hormat padanya takjarang dia juga membalas sapaan dari mereka


Geya memasuki lift bersama dengan para karyawan yang ingin kelantai atas, didalam sana Geya bertemu lagi dengan karyawan bedanya karyawati itu yang dulu selalu menatapnya sinis. Sama seperti halnya detik ini karyawati itu yang dikenal dengan Essa sedari tadi memandang kearah Geya dengan tatapan begisnya, sebenarnya Geya tahu tahu saja jika dia tengah diperhatikan namun dia memilih untuk mlengos tanpa mengindahkan tatapan dari karyawati itu.


"Lo ngapain natap nona muda dengan tatapan jelek lo?" celetuknya berbisik takut didengar oleh Geya


"Masa iya tuan muda menikah dengan dia dilihat dari tampangnya sih biasa aja masih montokan juga gue seksi lagi" ucap Essa sedikit mengeraskan suaranya


Sontak membuat teman yang berada disampingnya membungkam mulutnya dengan tangan kanannya dan meminta maaf pada Geya

__ADS_1


"Tidak apa apa saya paham kok, kalau begitu saya keruangan dulu ya" ucap Geya ramah


Rika hanya memandangi kepergian Geya dengan seksama tanpa melepaskan tangan yang masih bergantung dimulut Essa. Hal itu sontak membuat Essa yang mulai kehabisan nafas pun melepas kasar tangan yang ada dimukanya


"Lo mau bikin gue mati?" geram Essa dengan tangan sibuk mengelap mulutnya bekas tangan Rika


"Gue malah syukur lo mati daripada membuat masalah dengan istri bos, lo itu sadar diri sudah bisa masuk ke perusahaan ini berkat gue" ujar Rika keluar dari dalam lift


"Masih aja diingat, yang udah lalu itu biarkan dan sekarang terserah gue mau ngapain dengan kantor ini lo enggak ada hak sama sekali" ucapnya ingin berlalu pergi


"Dan lagipula tuan muda dengan dia menikah dengan paksaan jadi secara keseluruhan tuan muda tidak mencintainya" sambungnya dan benar benar melangkah pergi


Rika hanya menatapnya sebal dan merutuki dirinya yang menyeret temannya itu untuk ikut bekerja di kantor ini


Dia tidak habis pikir dengan jalan pikiran temannya ini, tak ingin ambil pusing dia pergi ke bagian devisi keuangan dimana dia bekerja


♡♡


Geya mengetuk pintu ruangan Aldi beberapa kali sampai akhirnya ada sebuah kata yang menyuruhnya untuk masuk. Dia membuka pintu secara perlahan takut mengganggu konsentrasi Aldi, matanya menelisik keseluruh sudut ruangan dan menampakan Aldi yang fokus pada layar laptopnya


Sejenak Aldi melirik siapa yang datang dan terkejut melihat sang istri datang menemuinya


"Kamu kenapa kesini?" tanya Aldi kembali fokus pada layar laptopnya


"Kenapa? Gak suka jika seorang istri datang ke kantor suaminya?" tanya balik Geya dengan nada ketusnya


Aldi yang malas berdebat hanya diam dengan tangan sibuk mengotak atik laptopnya dan terkadang juga beralih ke lembaran kertas putih yang ada di mejanya


Geya memandangi Aldi yang tampak serius akhirnya dia menghampirinya dan memijat bahu kekar Aldi


"Apa belum ada yang berinvestasi dengan perusahaan kita?" tanya Geya sambil memijat Aldi dan mata yang ikut fokus pada layar


"Sudah tapi hanya kurang beberapa persen dan aku tidak ingin karyawanku terkena PHK" ucap Aldi


"Aku tahu itu, sekarang makanlah dulu agar tenagamu terisi kembali dan aku tidak bisa lama lama disini aku disuruh papa untuk datang kerumah bolehkan?" tanya Geya


"Tidak apa apa tapi ingat waktu dan langsung pulang" ucap Aldi mendongakkan kepalanya menatap sang istri


"Terima kasih sudah memberiku izin dimakan makanannya mubazir aku pamit dulu" ucap Geya dan mengambil tas slempangnya


Aldi hanya menatapnya sampai dirinya benar benar menghilng dari balik pintu. Aldi menghela nafasnya dan beranjak mengambil paperbag yang tergeletak di atas meja dan membukanya. Terdapat rendang dan capcay beserta kawanannya, tak ingin buang buang waktu dia segera menyantap masakan itu tanpa tersisa.


Bersambung....


......Maaf untuk readers setia semua, author baru up cerita ini😞. Author lupa jika author mendapat tanggungan untuk update cerita ini😳 dan author baru sempet up, sebenarnya ini sudah selesai tinggal sedikit tetapi ya begitulah author tergoda dengan sebuah video😂......


...Maaf.......


...Agar kalian tidak tersesat saat dijalan, author kasih saran untuk meninggalkan jejak kalian dibawah dengan mengklik tombol jempol dan menyentuh hati agar kalian tetap tahu jalan cerita ini,😉...


...TERIMA KASIH~~...

__ADS_1


See you next time Guys!!😗😗


__ADS_2