
Seperti yang diinginkan oleh Aldi, Geya menuruti permintaan itu setelah dari toko Riska dia pulang kerumah membantu bi marni memasak untuk makan siang
"Bagaimana non apakah sudah ada benih benih?" tanya Bi marni
"Benih? kami belum diberi kepercayaan untuk memiliki anak" ucap Geya tersenyum tipis
"Sabar non, anak bibi juga begitu dia menikah 3 tahun baru bisa memiliki anak syukur sekarang anak bibi sudah diberi momongan, coba non konsultasi ke dokter kandungan" ucap Bi marni dan diangguki Geya
"Bibi mau masak apa?" tanya Geya mengalihkan pembicaraan
"Bibi buatkan makanan kesukaan non sama tuan" ucap Bi marni sambil mencicipi kuah yang ia buat
"Baiklah bi Geya ke kamar dulu mau siap siap dan bekalnya dibuat agak banyak tidak apa apa" ucap Geya sebelum pergi
Geya masuk ke kamar dan mengganti pakaiannya dengan dress lula burberry dan rambut yang ia biarkan tergurai sedikit poni panjang yang ia selipkan jepit rambut pita membiarkan keningnya terbuka
Perfect
Dia keluar dan turun untuk mengambil bekal yang sudah disiapkan oleh bi marni. Dia berpamit dan langsung meminta pak damar untuk mengantarkannya ke kantor Aldi
"Non sudah sampai" ucap pak damar membuyarkan lamunan Geya
"Baik pak, bapak langsung saja nanti saya pulang dengan Aldi" ucap Geya saat diluar
"Baik non saya permisi" ucap pak damar dan kembali melajukan mobilnya meninggalkan Geya
Seperti biasa saat dirinya dikantor dia harus berpapasan dengan pegawai yang membuatnya terus terusan jengkel
"Ada apa lagi?" tanya Geya malas
"Nona tumben anda cantik" ucapnya memandangi tubuh Geya seksama
"Jadi selama ini saya tidak cantik gitu?" tanya Geya sinis
"Ya terserah pendapat anda" ucapnya santai
"Dimana teman baik kamu?" tanya Geya
"Si Rika dia tidak ikut denganku gara gara kamu dia malah membenciku" sungutnya kesal
"Mbaknya yang salah kenapa harus saya yang anda marahi, mbak selagi saya berbuat baik dengan mbak lebih baik kamu berhenti mengganggu saya kita gak saling kenal jadi berhenti dari sini atau saya adukan pada suami saya untuk memecat anda" ancam Geya sinis sebelum pergi meninggalkan loby dengan perasaan gundah
"Ish bisa bisanya gue ketemu sama tahi lalat itu, cara kerjanya dia itu bagaimana sih sampai si Aldi merengut dia masuk kesini" gumam Geya kesal langsung masuk kedalam lift
ting
Suara lift terhenti di ruangan milik Aldi dia langsung berlalu masuk tanpa menjawab sapaan dari Nita
Geya mendudukan kasar pantatnya tak peduli tatapan dari suaminya maupun Andri sang asisten
"Bos nona kenapa?" bisik Andri melirik majikannnya yang terlihat kurang bersahabat
__ADS_1
"Mana aku tahu? Lebih baik kita diam daripada kena lavanya" ucap Aldi ikut berbisik
"Apa kalian bisik bisik? Jangan jangan kalian sekongkol dengan tahi lalat itukan?" ketus Geya menatap tajam keduanya
"Enggak kok sayang jangan marah marah sebenarnya kamu kenapa? Apa ada masalah saat ingin datang kesini?" tanya Aldi menghampiri sang istri
"Setiap datang kesini bawaannya kesal pengen nerkam wanita centil itu, enak aja dibilang tumben cantik bukankah aku ini sudah cantik dari dulu" gerutunya kesal
"Siapa yang wanita centil? Dan apa malsud cantik dari dulu?" tanya Aldi heran
"Aku tidak tahu dia tapi dia dari defisi umum, dia juga selalu mencari gara gara denganku" rengek Geya
"An kamu cari dia dan pecat dia tanpa pesangon!" perintah Aldi dan ingin diangguki oleh Andri
"Jangan tunggu saja dulu jangan main pecat tadi dia sudah aku ancam kok jika dia mengulangi lagi baru kita pecat dia" ucap Geya
"Terserah kamu dan mana makanannya aku sudah sangat lapar" rengek Aldi
"Maaf....maaf aku terlalu kesal dan ini untuk Andri sekalian pasti kamu juga belum makan bukan?" tebak Geya dan memberikan sekotak bekal ukuran sedang pada Andri
"Terimakasih nona anda sangat peka" puji Andri dengan senang hati menerima bekal itu
"Saya permisi dulu nona" pamit Andri
"Tidak makan disini?" tanya Geya ditanggapi gelengan oleh Andri
"Itu jangan nona, jika saya disini saya pasti akan melihat kalian bermesraan" ucap Andri dan langsung keluar dari ruangan gold ini
"Al apakah nanti malam kita jadi ikut keacara itu?" tanya Geya
'Setahun sekali? Jadi tahun tahun kemarin dia datang ke acara begituan sama si uler keket itu dong dan pasti disana juga ada dia secarakan dia anak pemilik perusahaan cukup berkembang juga, wah gak bisa dibiarin ini pokoknya nanti malam aku gak boleh lemah' batin Geya
SKIP
Geya memoles dirinya dengan make up tipis memancarkan kesan natural dengan aksesoris mutiara lengkap di telinga leher maupun tangan. Rambut yang ia sanggul tinggi tinggi memperlihatkan leher jenjang miliknya. Dress yang dibelikan oleh Aldi tadi sebelum pulang dari kantor melekat sempurna ditubuhnya apalagi warna kesukaannya biru dan pita yang berada di belakang
Sama dengan Geya, Aldi tampak gagah dengan setelan jas warna senada dengan dress milik istrinya, sungguh pasangan yang sempurna jika dilihat dari luar
"Sudah siap?" tanya Aldi diangguki oleh Geya
Keduanya turun dari tangga dengan bergandengan, bi marni yang ada di ruang tv dibuat heran dengan keduanya
"Tuan nona kalian ingin kemana?" tanya bi marni
"Kami ada acara bi, kalau begitu kita pergi dulu bi" ucap Aldi dan berlalu keluar tanpa menunggu jawaban
Diperjalanan hanya ada keheningan yang tercipta, hanya terdengar suara deru tipis dari mobil memecah keheningan mereka
Sampai mobil mereka terhenti di sebuah tempat yang sangat ramai para pengunjung, Geya menatap sekeliling yang tampak asing baginya
"Ayo kita masuk sepertinya kita terlambat" ujar Aldi menggandeng tangan mungil Geya
__ADS_1
Tak dapat dipungkiri Geya gugup setengah badan ini pertama kalinya dia berhadapan dengan para petinggi perusahaan seumur hidupnya
'Aduh mereka membuatku insecure saja tahu gini lebih baik tadi aku dirumah' batin Geya
"Gak usah gugup ada aku" ucap Aldi menenangkan
Geya hanya mengangguk pelan sesekali menarik nafasnya dalam untuk mengurangi kegugupannya
Saat sampai di ruangan VVIP mereka menjadi sorotan banyak mata tak halnya itu mereka juga penasaran dengan sesosok disamping Aldi sang pemilik perusahaan termuda
"Al mereka melihat kearah kita terus, Apakah ada yang salah dengan dandananku?" tanya Geya setengah berbisik
"Tidak kok mereka terpesona dengan kecantikan istriku dan ketampanan diriku ayo kukenalkan kamu dengan para kolegaku" ucap Aldi
"Tuan muda bagaimana dengan kabar anda? Dan siapa yang berada disampingmu?" tanya seorang lelaki blasteran arab
"Baik tuan, Ini istriku kenalkan Argya" ucap Aldi memperkenalkan
"Salam kenal nona, nona anda ikutlah dengan istri saya dia juga orangnya pemalu sama seperti anda" ucap Lelaki itu
"Kamu ikutlah dengan istrinya tenang aku dan dia sudah cukup lama menjalin kerja samanya istrinya juga baik kok" ucap Aldi dengan berbisik
"Baiklah aku akan ikut dengannya tapi ingat jaga mata kamu dari wanita wanita itu" bisik Geya melirik sekeliling
"Iya bawel sekali kamu" ucap gemas Aldi
Geya dan wanita tadi pergi menjauh dari kerumunan, mereka lebih memilih untuk menikmati waktu ini dengan ketenangan dan santai mereka sudah izin jika mereka keluar dari ruang VVIP agar suami masing masing tidak khawatir mencari keberadaan mereka
"Ada apa nona?" tanya wanita itu saat Geya menghentikan langkahnya
"Ti tidak kok ayo kita cari tempat disana saja aku yakin disana lebih bagus" ucap Geya mengalihkan pandangannya
"Nama kamu siapa?" tanya Geya memulai pembicaraan
"Saya Aleeza biasanya orang orang memanggil saya Ezza" ucap Wanita itu sopan
"Jangan terlalu formal Ezza kamu sejak kapan menikah dengan suamimu tapi maaf nih mengganggu privasimu" ucap Geya merasa tidak enak
"Aku sudah menikah dengannya 2 tahun lalu" ucap Ezza tersenyum
"Aku baru beberapa bulan ini dan baru akan satu tahun besok"
"Pasti sangat harmonis sudah punya momongan belum?"
"Kami masih proses" ucap Geya
"Maaf bukan bermaksud menyinggungmu ak-"
"Tidak apa apa, kita pesan saja" ucap Geya mengalihkan pembicaraan
Mereka menikmati suasana dengan candaan yang mereka buat benar apa yang dikatakan Aldi, wanita bernama Ezza ini mudah bergaul dengan orang baru seperti mempunyai daya tarik tersendiri
__ADS_1
Dan seorang perempuan menghampiri mereka dan tiba tiba menyiram Geya dengan minuman yang Geya pesan sebelumnya
Bersambung.....