
Sinar mentari mencoba masuk ke celah jendela yang ditempati oleh sepasang suami istri yang masih meringkuk dibawah selimut tebal
Dengan malu malu sinar itu menyentuh kulit putih milik Geya, seolah memberikan energi Geya langsung mengerjapkan matanya yang masih terasa berat
Menggeliatkan dirinya untuk meregangkan otot ototnya yang kaku, Dengan linglung dia mencoba membangunkan sang suami agar ikut membuka matanya menikmati indahnya pagi ini
"Hey cepat bangun bukankah semalam kamu bilang ada meeting dengan kolega kamu?" ucap Geya menoel noel pipi Aldi
"Pertemuan kolega?" gumam Aldi sedikit berfikir memutar kembali memori yang ia simpan semalam
'Yah kolega tua bangka itu, sampai kapan dia terus terusan mengejarku' batin Aldi kesal
"Gak jadi sudah kita lanjut tidur saja" ucap Aldi menarik kembali tubuh Geya agar ikut berbaring
"Kebiasaan burukmu ini selalu datang pagi, jangan berbohong padaku, aku sudah tahu betul sifatmu ini" ucap Geya memberontak
"Ayolah kali ini aku jujur akan lebih berfaedah pagi ini kita isi dengan keromantisan kita" ucap Aldi sontak Geya diam berfikir mencerna ucapan suaminya
"Memangnya kamu bisa jadi romantis?" tanya Geya meremehkan
"Siapa bilang tidak? Mari kita buat Aldi junior" ucap Aldi
"Enggak aku masih takut" ucap Geya gugup
"Ayolah apa kamu tidak kasihan denganku bahkan dengan adikku? Sudah berbulan bulan aku menahannya" rengek Aldi
"Tap, tapi aku masih takut besok saj" ucapan Geya terpotong sebab ciuman yang mendarat tiba tiba dibibir manisnya
Ya Aldi membungkam mulut Geya dengan bibirnya ********** dengan lembut menikmati benda kenyal yang sangat menggoda untuknya
Begitupun dengan Geya yang awalnya tadi membelalak terkejut kini perlahan mulai menikmati alunan yang diciptakan oleh Aldi. Secara langsung tangannya ia kalungkan dileher suaminya. Aldi yang mendapat respon baik pun tak membuang buang kesempatan berharga ini
Tangannya dengan perlahan membuka kancing baju milik Geya tanpa melepas lum*t*nnya
Tangan kanannya yang lincah bermain di area kedua g*nd*kan yang berisi. Geya hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan oleh suaminya, yang terpenting suaminya mau tanggung jawab ataa apa yang di akibatkannya
Sejenak Aldi melepaskan pau*annya dan membiarkan sang istri mengambil nafas banyak banyak
"Bolehkan aku melanjutkannya?" tanya Aldi memelas
"Enggak ***-" Aldi kembali ******* bibir ceri milik Geya dan tanpa persetujuan Geya dia melepas paksa pakaian Geya dan dirinya
'Kalau jika begini kenapa tadi minta izin segala?" batin Geya
"Al aku takut bagaimana nanti jika sakit?" tanya Geya ragu
"Aku akan perlahan" ucap Aldi sebelum tubuh mereka bersatu
__ADS_1
(Maafkan author jika kita harus berhenti disini🙈 lain kali saja kita sambung lebih panjang wkwkwk)
Saat ini mereka kembali memejamkan matanya setelah pergulatan panas yang mereka rindukan tak peduli lagi jika sekarang hari sudah hampir siang
Entah berapa kali mereka melakukannya yang pasti jika dilihat dari tubuh Geya yang lemas dan lusuh sepertinya Aldi bermain cukup lama tali entah hanya mereka yang tahu
Di bawah seorang wanita paruh baya datang berkunjung ke rumah anaknya, dia menghampiri bi marni yang masih sibuk berkutat dengan alat pembersihnya
"Bi dimana Geya?" tanya Marisa
"Nona dari pagi belum keluar Nyonya" ucap Bi marni yang sebenarnya juga penasaran
"Terus Aldinya mana?" tanya Marisa lagi
"Sama Nyonya tuan muda juga belum keluar bahkan makanan yang saya siapkan belum mereka sentuh sama sekali" ucap bi marni menimbulkan rasa penasaran bagi mereka
"Jangan bahas mereka bi biarkan saja mereka dan saya kesini mau nginap disini" ucap Marisa mendudukan dirinya di kursi meja makan
"Bagaimana pekerjaan bibi? Apakah Geya memperlakukan bibi dengan baik?" tanya Marisa
"Nona malah sangat baik bahkan dia membantu saya jika urusan memasak" ucap bi marni
"Saya percaya itu dan kenapa bibi tidak meminta untuk memberikan pelayan baru untuk membantu bibi maaf ya bi bibi kan sudah tua dan tenaga bibi cepat terkuras" ucap marisa
"Enggak apa apa Nyonya saya masih bisa, lagipula jika saya berhenti saya harus makan dengan apa? Anak anak saya bahkan tidak memperdulikan saya" ucap Bi marni berubah sendu
"Saya minta maaf bi tapi kalau bibi sudah tidak kuat bilang sama saya bibi sudah saya anggap sebagai orang tua saya sendiri terima kasih sudah merawat Aldi dari kecil dulu" ucap Marisa berkaca
1 jam
2 jam
Marisa masih setia duduk di kursinya menunggu sepasang pengantin lama yang belum juga keluar dari kamarnya tunggu kamar? Kini otak marisa berputar dengan cepat
"Mereka memang tidak tahu waktu" gumam Marisa cekikikan
"Ada apa nyonya?" tanya bi marni yang selesai menyiapkan makan siang
"Tidak kok bi, tolong bi panggilkan mereka untuk turun" ucap Marisa
Bi marni mengikuti intruksi dari Marisa, Dia menaiki tangga dengan perlahan dan sampailah dia di depan pintu berlapis gold
tok...tok...tok
Bi marni mengetuk pintu dengan pelan cukup lama tapi tidak dihiraukan oleh sang pemilik
"Aldi ada yang mengetuk pintu" ucap Geya disela sela ciumannya
__ADS_1
"Mengganggu saja dia hanya bi marni kita lanjutkan lagi tanggung" rengek Aldi tetap bersikukuh dengan kungkungannya
"Al kita melupakan sarapan kita dan kini sudah hampir masuk makan siang apa kau gila aku bahkan belum mengisi perutku sejak semalam" cerocos Geya tanpa henti
"Huft baiklah aku akan menyelesaikannya sendiri" ucap Aldi pasrah pergi ke kamar mandi
Geya bisa bernafas lega dan menarik tubuhnya untuk bersandar di sandaran ranjang dengan selimut yang menutupi dirinya
"Apakah dia gila? Hampir saja dia membuatku mati kelaparan karena ulahnya" gumam Geya
Aldi selesai dengan ritualnya dia menatap Geya yang masih bersandar dengan mata terpejam
"Ayo aku antarkan ke kamar mandi airnya sudah aku siapkan untuk meredamkan tubuhmu" ucap Aldi dan langsung menggendong tubuh Geya untuk ke kamar mandi
aAldi meletakkan Geya dengan perlahan dan langsung mengambil selimut yang menutupi area sensitif milik Geya tanpa izin
"APA YANG KAMU LAKUKAN?" teriaak Geya melengking
"Mengambil selimut ini lagian aku juga sudah melihatnya bahkan seluruh lekukanmu" ucap santai Aldi dan langsung berjalan keluar
"Dasar suami sialan" umpat Geya dalan hati
Aldi turun ke dapur dan melihat Marosa yang sibuk berbincang dengan bi marni di dapur
"Mi sejak kapan mami ada disini?" tanya Aldi mengambil air dingin dari lemari es
"Dari subuh tadi" ucap Marisa asal
Aldi hanya acuh dan langsung duduk di meja makan sambil menunggu sang istri. Marisa menghampiri anaknya dengan senyum devilnya
"Bagaimana? Berapa lama kamu melakukannya? Apakah terlalu wow untuk kamu nikmati?" tanya Marisa beribu
"Mami kayak gak pernah ngerasain udah jangan bahas itu didepan makanan mami tenang saja anakmu ini akan berusaha untuk menciptakan Aldi junior" ucap Aldi bangga
Tak selang lama Geya datang dengan wajah yang segar dia menghampiri sang suami dan mertuanya
"Loh mami kapan datangnya?" tanya Geya
"Tadi sudah lama, ayo kita makan pasti kalian lapar kan?" ucap Marisa terkekeh
Geya hanya menatap tajam pada Aldi, untungnya dia memakai sweater panjang untuk menutup tubuhnya meski bagian leher masih agak terlihat tapi dia sudah memberikan foundation untuk menyamarkan
"Baik mi maaf membuat mami menunggu lama gara gara dia" ucap Geya keceplosan menunjuk Aldi
"Memangnya Aldi kenapa?" tanya Marisa pura pura tidak tahu
"Enggak kok mi ayo silahkan" ucap Geya gugup mengambilkan Aldi nasi
__ADS_1
bersambung...
Maaf guys jika typo