
Malam terasa sangat indah bintang bintang bertebaran menemani Geya yang kini tengah duduk dengan lutut ditekuk entah apa yang dipikirnya
"Si Soska kemana ya?katanya ingin pulang kenapa malah belum juga mengabari, ini juga orang tua kenapa enggak ada kabarnya juga hilang kemana mereka heran aku"gerutu Geya sambil menscroll layar hpmya dia ingin menghubungi orang tuanya
lama menunggu akhirnya telepon diangkat
Dalam telepon
"Halo mah?kenapa enggak telpon Geya atau ke sini nengok Geya"
"Aduh Geya anak mama, maaf kita ada diluar negri dengan mertua kamu"
"Apaaaa?kenapa enggak pamitan dengan Geya?apa Geya tidak berharga gitu?"
"ya berharga lah buktinya Mama menyuruh Aldi memberi tahu jika kami pergi keluar kota. Lagian kemarin sore rumah kalian sepi yaudah kami langsung berangkat memangnya Aldi belum memberi tahu?"
"belum"
"ya maaf sudah enggak usah ngambek kamu mau apa oleh olehnya?"
"boleh kah?yaudah Geya mau miniatur desain alam, bangunan, dan tempat tempat bersejarah minimal 1 item ada 10 ya"
"Itu disana ada yang lain mau tas atau apalah itu dikota ada "
"Tapi aku mau itu mah ya ya pokok ya itu titik Grya tidur dulu ya selamat malam"
"Enggak sopan, Selamat malam"
tut...tut...tut
Geya beranjak dari duduknya dia keluar dari kamar mencari cemilanya tapi tidak ada
"habis lagi, terus hari ini aku makan apa? mau beli tapi sudah malam pergi enggak ya? halah pergi saja toh belum kemalaman juga "gumam Geya
Akhirnya dia pergi ke supermarket terdekat mencari cemilan kesukaanya
Aldi yang ingin ke dapur mengambil minum pun tidak tahu jika Geya pergi keluar rumah
"ck buat kopi lah, si bpdoh itu kemana?"Dia celingukan mencari sosok Geya dia mengetuk pintu kamar Geya yang dikunci
tok...tok...tok
Dia hanyaengetuk sebab bingung mau panggil apa
__ADS_1
"panggil dia apa? namanya atau si bodoh kenapa aku jadi bingung sendiri "Dia akhirnya duduk dimeja makan lama menunggu sudah 2 jam tapi tidak muncul sosok Geya
"Kemana dia nya? sudah 2 jam kamar dikunci sebenarnya dia kemana"Aldi yang sebenarnya khawatir itu jadi agak sedikit marah
Disisi lain Geya asik dengan makanan yang dia bawa dan bercengkrama dengan Riska mereka tak sengaja bertemu
"wih borong makanan nih, mana punyaku?"canda Riska
"oh punyamu masih ditoko, kalau mau ambil silahkan tapi bawa uang loh ya"balas Geya mereka duduk dikursi depan supermarket
"Kau ini seharusnya kan membalas ini kamu mau nih aku bagi gitu malah disuruh beli"gerutu Riska pura pura kesal
"hahahahha kau itu ini ku kasih mumpung aku lagi baik hati"ucap Geya dan memberikan sekantong plastik ukuran sedang
"Serius ini, kamu enggak tersinggungkan?"
"Ya enggak lah bodoh"
"Hello aku enggak bodoh ya, ngomong ngomong suamimu enggak marah ya kamu disini sudah hampir 2 jam?"
"Sekarang jam berapa memangnya?"
"Sekarang jam 9 malam"
"Aku enggak tahu rumahmu-"
"kan ada aku sekalian nanti kau kamu mau bertamu denganku kau tahu alamat nya"
"Iya ayo"
Riska mengantarkan Geya pulang dengan kecepatan lambat
"Ya kenapa lambat sekali?"
"malam malam aku takut ngebut kalau siang enggak papa ngebut"
Akhirnya setelah beberapa Geya sampai juga
"Uh makasih ya sayangkuh cintakuh dah nganterin"
"Idih najis, Geli woy"
Mereka tertawa bersama sama Aldi yang sedang berdiri diatap rumah memperhatikan mereka ada rasa cemburu melanda. Dia kira yang membonceng Geya adalah laki laki sebab si Riska dia menggunakan jaket dengan rambut dimasukan didalam baju dan tidak melepas helm nya
__ADS_1
"Oh malah berduaan dengan orang lain?awas kau"gumamnya dan kembali masuk kedalam
"Ya udah Ge aku pulang dulu bye"
"bye"Geya memandangi motor Riska yang sudah menjauh dia masuk kedalam Rumah tak lupa mengunci gerbangnya
saat masuk kedalam rumah dia dikejutkan dengan sosok Aldi yang berdiri dengan tangan bersedekap didada
"Al kau belum tidur?"Geya berbasa basi
"Belum aku menunggu sang istri yang baru pulang dari luar saat malam "
'kenapa dengan dia?kenapa sekarang dia menyebutku sebagai istrinya kemari kemarin kemana?'
"Aku tadi hanya membeli cemilan ini-"ucapan Geya terpotong dengan bentakan Aldi
"Alasan"bentak Aldi sedangkan Geya diam saja tidak tahu bicara apa
"Bilang saja kau menemui para hidung belangmu" sinis Aldi membuat Geya naik pitam
"Jangan menuduh sembarangan jika tidak ada bukti"
"oh enggak ada bukti, buktinya ada kau pulang malam boncengan dengan orang lain apa itu tidak bukti"
"Bicara dengan kamu itu hanya membuang buang waktu"ujar Geya langsung berjalan melewati Aldi. Dan Aldi tidak tinggal diam dia menarik Geya dengan kasar menuju kamar tamu
"Lepasin enggak ingat dalam kontrak tidak ada saling menyentuh ataupun menempel"teriak Geya namun tidak digubris Aldi dia tetap berjalan
Sesampainya disana Aldi melancarkan Aksinya dan Geya hanya diam menangis, daritadi dia sudah melawan tetapi tenaganya mulai kehabisan
'Aku tidak akan memaafkanmu, mulai srkarang aku akan diam menghindarinya cukup sudah aku lelah kesabaranku sudah habis jika dia jodohku akan ada jalan untuk bersama tapi jika tidak aku akan berusaha mengikhlaskan'batin tekad Geya
Setelah lama bertempur mereka berdua maksudnya Aldi ambruk di samping Geya. Dia memeluk tubuh Geya yang hanya berbalut selimut itu bagai guling dan tidur sama halnya Geya dia kelelahan menangis itupun diam sebetulnya ucapan dan hatinya itu bertolak belakang di bibir dianya bilang akan menjauhi Aldi namun nyatanya tidak.
skip
skip
TBC........
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN
kutunggu jejak kalian
__ADS_1
thank you all😉***