
Saat malam harinya Geya menunggu kepulangan suaminya di ruang tv sambil menonton dia memainkan ponselnya. Karna bosan dia menelpon temannya Riska.
*In Call*
"Ya ada apa Ge?"
"Tidak ada aku hanya bosan dan besok apa kamu bisa datang ke rumahku? Aku tidak bisa kesana"
"Baiklah besok aku kesana dan apakah boleh dengan Neni?"
"Tentu saja"
"Baiklah lagi pula ada yang ingin ku sampaikan"
"Apa itu?"
"Besok saja dan lebih baik kita bahas yang lain, aku tahu kamu mengajakku ke rumah mu karna kamu tidak bisa berjalan kan?"
"Ngaco aku hanya tidak boleh keluar oleh Aldi"
"Sama saja, Geya aku tutup dulu ya aku hitung dulu penghasilan kue" ucap Riska
"Silahkan ingat jangan lupa untukku" ucap Geya tertawa
"Siap pasti" ucap Riska
Keduanya menutup panggilan secara bersamaan dan Geya melihat jam yang ada dipergelangan tangan kirinya.
"Kenapa Aldi belum juga pulang, Apa dia terlalu sibuk?" gumam Geya saat melihat jam menunjukan pukul 18.56
Akhirnya dia memutuskan untuk makan malam sendirian. Setelah itu dia beranjak ke kamar dan menunggu Aldi dengan menonton sinetron kesanyangannya
_#_#_#_#_
Dimalam yang gelap, Aldi masih melanjutkan diskusinya dengan Andri di balai pertemuan. Dia masih bimbang dengan persyaratan yang diajurkan oleh mr. Song tadi sore
"Tuan lebih baik anda tidak udah menuruti kemauan dia, dari pada anda kehilangan nona Geya" ucap Andri memberi usul
"Tapi bagaimana jika perusahaan ini bangkrut kamu tahu bukan kalau perusahaan ini bergantung dengan dia" ucap Aldi memijat keningnya yang terasa berdenyut
*Jadi kejadiannya adalah*...../
Sore ini Aldi ingin pulang dari kantor saat dirinya ingin membereskan mejanya dia di buat heran dengan kedatangan Andri yang begitu tergesa gesa
"Ada apa? Kenapa kamu seperti dikejar hantu?" tanya Aldi heran
"Tuan gawat Mr. Song datang dengan anak buahnya" ucap Andri
"Apa kamu bilang?" kejut Aldi
"Benar tuan, sepertinya dia tahu jika anda menikah tuan" ucap Andri
"Tuan Mr. Song sudah ada di balai pertemuan Anda harus segera kesana" ucap Andri
"Baiklah ayo kita harus selesaikan sekarang" ucap Aldi beranjak keluar diikuti Andri di belakangnya
Keadaan kantor sangat sepi karena para pegawai sudah pergi, waktu kerja sudah habis. Aldi masuk ke ruangan dan melihat Mr. Song yang sudah duduk di sofa beserta ke-dua anak buahnya
"Selamat sore Tuan Aldi" sapa Mr. Song menjabat tangan Aldi
__ADS_1
"Sore Tuan dan ada apa datang kesini?" tanya Aldi basa basi
"Tidak perlu basa basi lagi saya datang kesini untuk memutuskan kerja sama kontrak" ucap Mr. Song
"Tapi tuan kenapa begitu, Anda tahu bukan kalau perusahaan ini sangat cocok dengan perusahaan anda" ucap Aldi mencoba membujuk
Perusahaan milik Mr. Song sangatlah ditakuti oleh perusahaan lain, sebab perusahaan ini sudah mendunia banyak para petinggi perusahaan yang menginginkan kerja sama dengannya begitu juga dengan Aldi, perusahaan dia merupakan perusahaan yang beruntung bisa bekerja sama dengan perusahaan compeny ini sejak 2 tahun yang lalu
"Saya tidak peduli, anda telah melanggar perjanjian dan memilih menikah dengan gadis lain dari pada putri saya" ucap Mr. Song ketus
"Saya dijodohkan Tuan jika tidak mungkin saya sudah menikah dengan putri anda tapi takdir perkata lain" ucap Aldi
"Jadi kalau begitu ceraikan istri anda dan menikahlah dengan putri saya yang ada di kanada" ucap Mr. Song
"Tapi saya sudah sangat mencintainya tuan, saya tidak bisa meninggalkan dia begitu saja kami baru saja mendapat musibah" ucap Aldi memelas
"Tuan apa tidak ada pendapat lain selain menceraikan istri Tuan" ucap Andri yang ikut menimbrung
"Tidak ada saya juga tidak mau anak saya jadi madu, Kalian tahu bukan Tuan Aldi ini adalah tipe keluarga kami jadi jika tidak mau tidak apa apa tapi kerja sama kita batal" ucap Mr. Song beranjak pergi
"Kalau begitu saya beri waktu 3 hari karna besok malam saya harus kembali ke kanada jadi kamu langsung saja datang ke mansion saya" ucap Mr. Song dan meninggalkan balai pertemuan
:Begitu ceritanya:
"Tuan jika perusahaan ini bangkrut kita bisa menggunakan perusahaan milik tuan besar untuk pemulanya dan kita bisa membangun kembali perusahaan yang-"
"Tidak bisa aku merasa sungkan dengan papi dan perusahaan ini hasil jernih payahku sendiri tidak mungkin aku merelakan gendung besar ini" ucap Aldi
"Terserah tuan dan lebih baik kita pasti Nona Geya menunggu kepulangan tuan" ucap Andri
"Huh benar aku sampai melupakan istriku sendiri" ucap Aldi dan beranjak keluar
Dibawah ternyata sudah ada Andri yang menunggunya disamping mobilnya. Dia segera masuk dan diikuti Andri yang ikut duduk di jok pengemudi, perlahan mobil yang mereka tumpangi melesat menjauhi area gedung menjulang tinggi ini
Tak butuh waktu lama Aldi sudah sampai di rumahnya dan langsung masuk. Dia membuka pintu itu dengan kunci serep yang dia punya
Aldi melangkahkan kakinya memasuki kamar, dia melihat Geya yang tertidur pulas, dia melepas sepatunya dan jasnya hanya menyisakan kemeja putih di tubuhnya
"Bagaimana ini? Aku berada di sisi yang berbeda satu sisi aku ingin bersama istriku tapi disisi lain aku tidak mau kehilangan pekerjaanku" gumam Aldi mengusap kepala Geya
Dia beranjak pergi ke kamar mandi membersihkan dirinya yang dipenuhi dengan keringat
Selepas itu dia membaringkan tubuhnya disamping Geya memeluk tubuh istrinya dan menutup matanya untuk tertidur tetapi karna pergerakannya membuat Geya terbangun dan menatapnya
"Al kamu baru pulang?" tanya Geya setengah sadar
"Iya sudah ayo tidur, aku lelah" ucap Aldi mengeratkan pelukannya
"Apa kamu sudah makan?" tanya Geya
"Aku tidak lapar" ucap Aldi memejamkan matanya dan tertidur
????
Paginya Geya menyiapkan sarapan dibantu oleh bi marni, dia izin untuk membangunkan Aldi. Sampai di kamar dia melihat suaminya yang masih meringkuk
"Al bangun ayo sarapan dari semalam kamu belum makan" ucap Geya menggotangkan tubuh Aldi pelan
"Nanti saja aku masih ingin disini" gumam Aldi membalikan badannya
__ADS_1
"Ayolah nanti tidur lagi, enggak apa apa jika tidak mau berangkat ke kantor" ucap Grya lembut
"Berikan aku semangat pagi" ucap Aldi
"Ayo suamiku semangatlah menuntut hidup" ucap Geya yang belum mengerti arah pembicaraan
"Tidak itu, yang lain" rengek Aldi
"Apalagi?" kesal Geya
Cup
Satu kecupan mendarat sempurna di bibir tipisnya secara singkat, Geya tersipu melihat kelakuan Aldi yang tiba tiba
"Al kenapa tiba tiba, membuatku malu saja" ucap Geya tersenyum
"Tidak apa, kamu harus membiasakan diri" ucap Aldi dan beranjak ke kamar mandi
Alsi merendam dirinya di air hangat yang sudah dicampur dengan aromateraphy, sambil memejamkan matanya dia memikirkan perkataan demi perkataan yang dilontarkan Mr. Song kemarin
"Apa aku terima saja tawarannya, tetapi jika aku menerima tawaran ini berarti aku kehilangan Geya" gumam Aldi yang terus bimbang
Akhirnya dia memutuskan apa yang sudah diputuskan, dia menyudahi berendamnya dan membilas tubuhnya yang penuh dengan busa
Dia memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh istrinya, langsung dia menyisir rambutnya dan memakai jam tangan hitam kesayangannya menyemprotkan parfum mint di tubuhnya
Dia segera keluar dan membawa tas kerjanya. Dibawah ternyata Geya sedang menunggunya sambil tersenyum menatapnya
"Kamu jadi kerja?" tanya Geya saat melihat Aldi yang begitu rapi
"Iya ada masalah diperusahaan" ucap Aldi mendudukan dirinya
"Begitu ya kukira pakaian yang kusiapkan tidak kamu kenakan" ucap Geya dan mengambilkan Aldi nasi
"Kebanyakan itu Ge, sedikit saja" bucap Aldi
"Tidak, kamu harus makan yang banyak agar semangat paham jangan membantah" ucap Geya dan memberikan sepiring nasi dan lauk
Aldi menerimanya dan segera makan disusul Geya, sarapan kali ini tidak ada topik yang dibahas dan hanya keheningan yang tercipta
"Geya aku ingin berbicara sesuatu" ucap Aldi sambil mengelap bibirnya menggunakan tissu
"Bicara apa?" tanya Geya saat melihat raut serius suaminya
"Aku akan ke luar negri, kamu disini sama Andri dulu karna ini sangat penting dan merekamau aku sendiri yang datang" ucap Aldi
"Kenapa begitu? Nanti kamu dijebak bagaimana?" tanya Geya
"Tidak dia patner kerja yang baik tidak mungkin seperti itu, kamu terserah mau ngajak siapa untuk menginap disini, yang terpenting jangan di kamar kita. Aku berangkat dulu jaga diri baik baik dan jangan nanti tidak usah antarkan bekal karna nanti siang aku pulang" ucap Aldi dan berlalu
"Ada apa dia kali ini? Mungkin benar perusahaannya lagi ada masalah, semoga masalah perusahaannya terselesaikan dengan mudah" ucap Geya dan memberesi meja makan
bersambung.....
Jangan lupa like dan komen cerita ini ya....
Dukungan kalian sangat berarti untuk aku. Dan maaf jika banyak typo, alur berantakan atau apalah..
See You Next Time semua๐๐๐
__ADS_1