
Geya kembali ke ruangan Aldi dengan dibantu oleh staff tadi, mereka berpapasan dengan Nita yang sepertinya akan turun ke bawah
"Loh nona Geya anda kenapa?" tanya Nita sedikit terkejut
"Enggak papa kok" ucap Geya
"Enggak papa bagaimana kamu saja dituntun kok" ucap Nita heran
"Mbak sampai sini saja, mbak kembali lah" ucap Geya beralih menatap staff itu
Staff itu mengangguk hormat dan kembali ke ruangannya kini Geya beralih menatap Nita dengan lesu
"Kenapa dengan kamu Geya?" tanya Nita dengan gaya bicara yang berubah
"Perut gue kena air panas" ucap Geya lesu
"Appaaa?" teriak seseorang dari arah belakang
Sontak hal itu membuat Geya yang duduk terkejut mendengar suara nyaring itu, Geya membalikan badannya matanya melotot melihat Aldi yang sudah berdiri di belakangnya
"Al...di" gumam Geya gugup
Tak ingin ambil masalah Nita langsung memundurkan dirinya untuk kabur daripada ikut terseret dari masalah yang tak ia ketahui
"Jawab dulu pertanyaanku kenapa dengan perutmu?" tanya Aldi ingin menyingkap dress Geya
"Apa kamu gila bagaimana jika ada yang lihat?" tanya Geya kesal dan memilih masuk ke ruangan Aldi
Geya menghempaskan dirinya kasar di sofa muka yang ditekuk dengan sempurna memalingkan wajah menghindari tatapan milik suaminya
"Geya aku tanya sekali lagi ada apa dengan perutmu?" tanya Aldi penuh penekanan
"Iya iya aku akan menjawab perutku melempuh terkena air panas sudah puas?" tanya Geya kesal
"Siapa yang berani menumpahkan air itu biar aku yang menghadapinya" ucap Aldi ingin memanggil Andri tapi ditahan oleh Geya
"Jangan dia sudah bertanggung jawab lagi pula sakitnya tidak begitu parah" ucap Geya mulai melunakkan nada bicaranya
"Tidak bisa aku tidak ingin memiliki karyawan yang teledor ataupun ceroboh" ucapnya maaih kukuh dengan pendiriannya
"Gak boleh jika kamu masih tetap memecatnya lebih baik kamu tidak perlu tidur denganku selama 5 bulan" ancam Geya
"Mana bisa seperti itu-"
"Bisa terserah kamu" potong Geya mensedekapkan tangannya didada
"Huh...baiklah aku hari ini mengalah" pungkas Aldi ikut duduk sofa
"Al aku lapar dari tadi belum makan" rengek Geya bergelayut manja dilengan Aldi
Aldi menatap jam arlojinya kini sudah pukul 1 tandanya mereka melewatkan jam makan siang
"Kamu mau makan dimana?" tanya Aldi menatap lembut istrinya
"Makan disini saja kamu pesankan gih sama si Andri" ucap Geya memerintah
Aldi hanya menganggukan kepalanya pelan dan menghubungi Andri untuk datang keruangannya. Tak selang lama Asisten kesayangan datang dengan wajah yang ditekuk
"Ada apa bos?" tanya Andri kala melihat sang majikan bermesraan
"Carikan kami makanan untuk makan siang apapun itu yang penting sehat untuk Geya" ucap Aldi tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun dari Geya
__ADS_1
"Baik ada lagi?" tanya Andri
"Tidak ada sana cepat" usir Aldi
Andri hanya melengos kesal dan menuruti perintah sang majikan, tapi kekesalannya bertambah saat melihat wanita yang berpapasan dengannya
"Selamat siang tuan Andri yang terhormat" sapa wanita itu yang tak lain Nita
"Ada apa lagi?" tanya Andri malas
"Tuan anda mau kemana?" tanya Nita mencoba mengakrabkan diri
"Apa kau buta? Aku ingin keluar dari ruangan panas ini" ketus Andri
"Tuan ruangan ini sangatlah dingin apa anda tidak merasakan sensasi menyejukan dari AC itu?" tanya Nita
"Aku tidak ada niatan untuk meladeni sekretaris sialan sepertimu, kamu urusi pekerjaanmu sebentar lagi jam kerja akan dimulai" ucap Andri berlalu pergi
"Terima kasih tuan perhatiannya" teriak Nita tapi tidak dihiraukan oleh Andri
Kenapa aku harus bertemu sekretaris sialan itu? Membosankan sekali jika berhadapan dengan dia" Gumam Andri kesal bukan main
Tapi tunggu sejak kapan Andri menaruh rasa kebencian terhadap Nita bukankah mereka sebelumnya tidak saling kenal bertukar sapa pun sangat jarang terkecuali jika sedang rapat?
Andri mampir ke restoran sushi terdekat dan memesan tiga boks besar sushi untuknya dan kedua majikannya
Sambil menunggu dia duduk di kursi dekat jendela dengan memainkan ponselnya, tapi matanya tak sengaja melirik kearah gadis yang dikerubungi oleh para preman. Jika dilihat preman itu sepertinya tengah memalak gadis belia itu terbukti saat melihat gadis itu mencoba mengambil tas yang ada di tangan preman bertubuh besar
Diia hanya memandangi tanpa ada niatan untuk membantu sama seperti orang orang yang lain, bukannya takut dia hanya ingin melihat seberapa besar kemampuan sang gadis itu
"Sini lo lawan satu satu" ucap Gadis itu sedikit ngos ngosan
Gadis itu dengan lihai menangkis semua serangan dengan sempurna, sepertinya dia terlahir dengan ilmu beladiri yang kuat pikir Andri
Tak lama pesanannya datang dan dia membayar dengan kartu debit yang diberikan khusus dari Aldi. Tentu saja dia gunakan dengan bijak jika berurusan dengan kantor
"Nih minum dulu" ucap Andri menyodorkan sebotol air mineral untuk gadis yang duduk berselonjor dibawah pohon
"Makasih" ucap gadis itu tanpa melihat wajah sang pemberi
Gadis itu meminum airnya dengan bruntal seolah dirinya belum minum seabad.
"Haus banget ya mbak" cibir Andri
Uhuk..huhk...uhuk
Sontak hal itu membuat gadis yang asik minum tersedak.
"Mas ngasih minum ikhlas enggak?" tanya Gadis itu mendongakkan wajahnya
Seketika terpana melihat ketampanan dari seorang Andri. Wajah yang mendominan eropa barat dan asia
'Buset ganteng banget psntas suka nyinyir orang ternyata oh ternyata sangat tampan' batin Gadis itu terlena
"Ikhlas lah mbak, tadi mbak sangat jago ngelawan preman bejat kayak tadi" ucap Andri
"Bisa aja sih mas" ujar gadis itu tersipu
"Saya permisi dulu ya mbak hati hati nanti ada yang nyopet lagi" ucap Andri dan berlalu meninggalkan gadis itu
"Ketiban apa semalam gue ngeliat cowok tampan" gumam gadis itu histeris dan berlalu pergi entah kemana
__ADS_1
_____
Aldi sibuk mengelus perut Geya yang terkena air panas, membelainya dengan lembut seolah olah sedang mengelus permata kesucian
"Al berhentilah apa tidak malu dengan karyawanmu itu?" tanya Geya merapatkan mulutnya takut terdengar oleh karyawan itu
"Apa kamu melihat apa yang aku lakukan?" tanya Aldi tanpa mengubah arah pandangannya
"Tidak tuan saya undur diri dulu" ucap karyawan itu gagap dan berlalu pergi dengan pandangan menunduk
'Apaan si bos ya pasti tahulah apa yang bos lakukan dasar aneh' batin Karyawan itu kesal
"Si sialan itu kenapa lama banget" gumam Aldi kesal
"Sabar dong siapa suruh main nyuruh orang" pungkas Geya kesal
Aldi hanya menghela nafasnya dan membaringkan tubuhnya di paha Geya, memejamkan sejenak matanya yang terasa berat
Tangan Geya terulur mengelus surai Aldi, membelai dengan lembut tanpa ada paksaan hingga siapa saja akan terlena dengan belaian itu
Tok..tok..tok
Suara ketokan pintu terdengar digendang telinga milik Geya, Andri masuk dengan tangan yang penuh dengan paperbag berisi makanan. Diletakkan paperbag itu di meja dengan perlahan takut membangunkan sang tuan yang tertidur dengan lelap
"Nona bagaimana dengan semua makanan yang baru saya pesan?" tanya Andri pelan melirik tuannya yang masih memejamkan matanya
"Tunggu nanti saja biar aku membangunkannya" ucap Geya
"Baik nona saya permisi dulu jika ada sesuatu bilang" ucap Andri dan berlalu pergi
"Al bangunlah dulu katanya tadi kamu lapar" ucap Geya menepuk pipi Aldi
"5 menit lagi aku masih ngantuk" ucapnya sambil mengubah posisinya memeluk erat perut Geya
"Ayolah Al, Apa kamu tidak kasihan denganku? Aku sudah sangat lapar melihat makanan yang menggiurkan itu" ucap Geya
"Kamu makanlah dulu, jangan ganggu aku" ucap Aldi
Geya hanya mengendus kesal dan memilih untuk makan, cacing yang ada diperutnya sudah demo minta diisi
Skip
"Al bangun dong kakiku pegal" rengek Geya tapi tidak digubris oleh sang pelaku
"Al bangun yah aku disini hampir 4 jam loh" ucap Geya
"Biarin nanti sekalian pulang bareng" ucap Aldi menetralkan matanya
"Tunggu disini dulu aku ingin cuci muka" ucap Aldi seraya bangun dari tidurnya
Dia masuk ke kamar mandi khusus diruangannya. Geya membuka ponselnya dan menscroll sosial medianya
Banyak pesan dari teman temannya dulu, tapi perhatian Geya teralih dengan pesan masuk dari senior saat kuliah dulu
"Kenapa dia menghubungiku? Dan dia tahu nomorku dari mana?" gumam Geya memandangi nomor tak dikenal itu
bersambung....
Maaf guys aku baru up, jangan bosen ya dengan kata kata May ini. Jangan lupa like dan komen cerita ini. Dukungan kalian adalah motivasiku😗😗
See you next time...💜
__ADS_1