
Siang ini Geya sudah berada di rumah Riska dia ingin melupakan kejadian tadi pagi yang datang berturut turut
"Ge kau ini kenapa dari tadi melamun pasti kau ada masalah kan coba cerita mungkin aku bisa kasih solusi"unar Riska menyentuh lengan Geya yang sedang melamun
'apa mungkin aku menceritakan keluh kesahku yang ku pendam sendiri dia juga sepertinya orang bisa dipercaya'
"Ge?"Riska memanggilnya
Geya tersentak kaget
"iya ada apa?"tanya Geya melanjutkan membungkusi kue
"hem pasti kau ada masalah coba cerita sedikit"ujar Riska ikut membungkus kue
"rumah tanggaku bermasalah suamiku akan menikah siri dengan kekasihnya"ujar Geya menunduk menahan tangis
Riska sedang membungkus kue yang susah dimasukan ke plastik pun kaget alhasil kuenya retak
"yah retak ini gara gara ucapanmu itu aku jadi kaget apa benar suamimu ingin menikah siri ?"selidik Riska Geya mengangguk dan menangis lagi
"tapi katanya kau dan suamimu baik baik saja bahkan kau sering terharu"heran Riska
"ya aku setiap hari nya pasti diberi haru oleh nya dia masih menjalin hubungan dengan kekasihnya dan lebih parahnya lagi pernikahan ini hanya berlangsung 9 bulan saja selepas itu kami berpisah"ucap Geya mengeluarkan keluh kesahnya
"tu orang memang brengsek ya sudah Ge lupakan saja tapi apa kau tidak mencintai suami mu?"tanya Riska
Geya berhenti menangis kini dia dilanda kebingungan
"entahlah tapi sepertinya mungkin entah kenapa disaat aku dekat dengannya bawaanya jantung ini berdegup dengan cepat seperti sehabis maraton tapi aku juga takut dan gugup jika berbicara denganya sudah itu saja keluhan ku"ucap Geya menunduk malu
"fiks kau jatuh cinta dengan suami mu terus apa kau kuat menjalani hubungan ini?"
"sebetulnya aku nggak kuat menjalani ini tapi ini sudah takdirku cerita yang ku baca sekarang jadi bomerang untuk ku"ucap Geya menatap atas
"makanya jangan sering membaca terus "ledek Riska
"kan bosan audah lah ayo kita lanjut apa kue yang masih jadi adonan sudah kau oven?"tanya Geya menatap Riska yang kini tengah mencatat
"sudah dari tadi sama mbak nya kau aja asik melamun"
Geya melanjutkan pekerjaanya.kini dia sudah merasa sedikit plong di bagian dadanya meluapkan keluh kesahnya
tak terasa kini sudah jam 3sore berarti Geya menghabiskan waktu 5 jam dirumah Riska
"Ris aku pulang duluan ya sudah sore ini"ucap Geya memberesi sisa kue
"loh cepet amat itu masih ada 3 atau 2 adonan lagi masa suruh mbak mbak nya lagi?"heran Riska
"aduh Ris suamiku sebentar lagi pulang aku takut dimarahi lagian aku belum masak"jelas Geya
"lah suamimu kan tidak menganggapmu kenapa kau susah susah melayani nya"
"dia tetap tanggung jawab ku sebagai suami .dan aku nggak mau dosa sudah ku pulang dulu bye"ucap Geya berjalan keluar karna ojol yang dia pesan sudah datang
Riska hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Geya
"semoga suamimu bisa mencintaimu Ge seperti kau mencintainya untung aku tidak terjebak dalam kisah percintaan"gumam Riska dan langsung menuju ke dapur menghampiri mbak mbaknya
"gimana mbak apa sudah selesai?"tanya Riska pada pegawainya Neni
"sudah selesai kok dek tinggal nunggu dingin"ujar Neni itu
__ADS_1
"ya sudah tapi nanti mbak Neni ikut antar pesanan ya soalnya Geya tadi langsung pulang nggak papakan?"tanya Riska
"tidak masalah kok"mereka mengobrol sambil menunggu kue nya jadi
Langsung skip malam harinya
Geya sudah berperang dengan alat alat dapur menyiapkan makan malam nya dan Aldi
dia hari ini malas memasak jadi dia membuat yang simple saja nasi goreng telur orak arik pilihanya
setelah selesai ia melepas apronnya dan berjalan menaiki tangga dengan pelan menuju kamar Aldi
'huh sakit banget kaki ku baru aja digunakan naik tangga dikit'keluh Geya sambil memegang kaki kirinya
tok...tok...tok
dia mengetok pintu kamar Aldi yang berwarna putih dengan garis emas itu
ceklek
pintu terbuka lagi lagi tampak lah Aldi yang baru saja mandi jika dilihat dari penampilannya yang hanya menggunakan handuk kimono
"ada apa?"tanya Aldi dingin
"itu makan malamnya sudah siap dan ini waktunya makan malam"ucap Geya
"hem"dehem Aldi langsung masuk ke dalam kamarnya lagi
'sabar Geya ini ujianmu'gumam Geya
dia segera turun dengan langkah pelan sampai sampai dia diselip oleh Aldi
Geya hanya menarik nafasnya berharap dia tidak emosi.dia melanjutkan langkahnya akhirnya dia bisa berjalan datar di lantai
dia ikut duduk di kursi meja makan samping Aldi
mereka makan dengan keheningan yang tercipta hanya ada dentingan sendok dan piring saja keduanya diam sibuk mengunyah
hingga terdengar ketokan pintu Geya yang mendengar pun melangkah membuka pintu dia penasaran siapa gerangaan yang bertamu semoga saja tidak si Lisa dia tidak kuat melihat kemesraan suaminya dengan Lisa itu batinnya
dia membuka pintu dan mendapati orang tuanya yakni Rahardian beserta istrinya Marisa dan juga Jayanyo dengan Aina
"mama papa"ucap Geya langsung memeluk kedua orang tua yang dirindukanya
"Geya anak ku bagaimana kabar kamu apa baik baik saja?"tanya Aina
"baik kok ma Geya"ucap Geya melepas pelukanya dia menyalami mertuanya dan orang tuanya .
Aldi yang mendengar suara bising dari luar pun akhirnya dia melihat dia berjalan mendekati pintu dan ternyata itu mertua dan orang tuanya
"eoh kalian rupanya kukira orang"
"heh kami ini orang lah"
"sudah sudah ayo masuk mam "ucap Geya menengahi mereka masuk kedalam menuju ruang tamu
"jadi kenapa kalian datang kesini?"tanya Aldi tanpa basa basi
'ini orang nggak ada sopan dikit ya'batin Geya kesal
"pakai tanya kami kesini ingin menemui kalian dan mertua kamu juga nggak ada kabar 7 hari ini ya kan Na?"ujar Marisa
__ADS_1
"iya kami masih sibuk jadi nggak ada waktu untuk berkunjung baru sekarang bisa maafkan kami ya nak"ucap Aina
"tidak kok ma ,,,mama tidak salah yang salah itu pekerjaan mama papa"ucap Geya
"sebentar Geya ambilkan minum dulu"ucap Geya berlalu ke dapur membuat teh dan mengambil cemilan
"Gimana Al apa sudah ada?"tanya Jayanto setelah kepergian Geya
"ada apanya pa?"tanya Aldi bingung
"ituloh momongan"timpal Aina dan Marisa dengan suara pelan
"oh itu belum"ucap santai Aldi dan menyandarkan punggunnya
Geya sudah selesai dengan teh nya dia membawanya kedepan dengan nampan besar tak lupa cemilannya juga
"ini sudah jadi"ujar Geya dan menaruh teh satu satu di meja
"makasih Ge ohya mana pembantumu?"tanya Aina
Geya dan Aldi kelagapan dan Aldi langsung menjawab
"itu kami tidak menggunakan jasa pembantu karna Geya ingin mengerjakan pekerjaanya sendiri yakan?"ucap Aldi menatap tajam Geya .dan Geya pun mengerti
"iy,,iya ma Geya dirumah kan nggak ngapa ngapain jadi biar waktu Geya berguna Geya gunakan untuk bersih bersih"ucap Geya tersenyum palsu
"oh rajin nya menantuku "puji Marisa.mereka berbincang bincang panjang kali lebar hingga malam larut
"ini sudah malam kami pamit dulu ya Ge Al"ucap Jayanto
"loh kok buru buru nggak menginap ya pa?"tanya Geya polos kumat
Aldi berdehem membuat Geya tersadar akan ucapanya
"tidak kok nak lain kali saja yaudah kami pulang dulu jaga diri ya nak"ucap Jayanto mencium Geya disusul oleh Aina
Geya dan Aldi mengantarkan mereka sampai pintu depan
"hati hati pah mah mi pi"pesan Geya menyalami mereka begitupun Aldi
"iya sudah sana kalian tidur kami pamit dulu"ujar Marisa memasuki mobilnya begitupun Aina
mobil kedua orang tua mereka sudah tak nampak Geya dan Aldi kembali masuk ke dalam
Geya terlebih dahulu membereskan sisa minum tadi sedangkan Aldi dia memilih ke kamar karena sudah mengantuk
"huft makan deh tadi nggak jadi makan ada tamu"gumam Geya yang merasakan jika perutnya berbunyi
Dia kedapur meletakan gelas kotor ke tempat cuci dan dia kembali duduk di kursi yang sempat dia duduki tadi saat makan dan mulai memakan nasi goreng nya sekarang dia sudah keyang dia menaruh piring kotor itu disekumpulan piring kotor besok dia baru mencucinya karena mata sudah tidak dapat di buka lagi
Dia masuk ke kamar sempit nya dan langsung tertidur dengan tengkurap tanpa ganti baju sangking pulasnya hingga pagi mendatang
***TBC.......
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
akhirnya aku up juga maaf guys jika sedikit jangan lupa like dan komen vote juga nggak papa
Bye Bye😘😉😉👋👋👋👋😊***
__ADS_1