
"APA-APAAN SIH LO?" bentak Geya mengibaskan dreesnya yang basah
"Sudah berani ya lo sama gue?" sinis wanita itu menatap tajam kearah Geya
Geya membulatkan matanya ketika siapa dia berhadapan tapi seperkian detik dia mengubahnya dengan datar
"Hai Cathy lama tidak ketemu makin buruk saja" sindir Geya
Cathy perempuan senior Geya itu naik pitam saat dirinya dibilang buruk, secara langsung tangannya yang gatal ingin menampar pipi halus milik Geya tapi ditahan oleh Ezza
"Siapa lo berani ikut campur?" gertak Cathy saat tangannya dihempaskan kasar oleh Ezza
'Galak juga ini anak dari dulu kasar banget omongannya' batin Geya menatap Cathy
"Ingin tahu saya? Salam kenal saya dari Arab istri dari pemilik perusahaan tekstil terbesar disana" ucap Ezza tetap sopan
Cathy menelan ludahnya kasar dia menatap Geya dengan ekspresi heran dia mendekati kearah Geya dan secara berani menjambak rambut yang Geya tata rapi
Sontak mereka menjadi tontonan bagi pengunjung lainnnya dan hal itu dihampiri oleh segerombol teman teman Cathy
"Cat sudah jangan bikin malu lo ngapain datang kesini hah?" tanya Isnan lelaki yang menjadi sasaran salah paham antara Cathy
"Beb apa salahku? aku hanya ingin memberantas benalu diantara kita dulu" ucap Cathy menatap sinis Geya
"Ngapain lo berantas? Jangan harap dulu lo masih bisa injak injak gue dan sekarang giliran lo gue injek injek muka peyek lo" ancam Geya menundingkan jari telunjuknya
"Apa lo bilang? Dasar ****** punya simpanan berapa lo sampai kuat begini? Lo open B.O kan?" cibir Chaty
plak
satu tamparan lolos di pipinya, rasa yang perih tercampur panas yang menjadi satu yang ia rasakan
"Berani banget mulut kotor lo, asal lo tahu ya gue bukan lo yang main gituan. Gue punya suami yang bisa ngelindungi gue dari iblis kayak lo" bantah Geya dengan garang
"puft hahaha suami? Lo bilang suami? Gak salah denger kan gue? Gue gak bodoh ya mana ada lelaki yang mau sama lo secara lo masuk universitas tinggi itu karna beasiswa dari bokap gue jangan ngarang cerita" ucap Cathy meremehkan
"Sudah Cat lebih baik kita pergi dari pada kena masalah" ucap Isnan menengahi
Perlu diketahui dulu Geya masuk ke universitas dengan data samaran dan hanya para dosen yang tahu identitas aslinya, bukan alasan untuk dia menutupi identitas aslinya dan untuk masalah Cathy dia dan Isnan hanya sebatas teman tetapi sangking Cathy nya yang cemburu buta dia melampiaskannya di Geya sampai sekarang
__ADS_1
"Enggak gue gak akan pergi sebelum dia memberi tahu siapa suamimya" ucap Cathy
"Ngapain lo penasaran sama suami gue? Naksir? Gak akan gue kasih tahu" ucap Geya
Tak selang lama seorang manager restoran menghampiri mereka karna keganduhan yang mereka lakukan
"Maaf ada apa ini? Tolong jangan membuat onar pada restoran kami" ucap Manager itu memperingati
"Maaf pak dia duluan yang memulainya" ucap Geya mencoba membela
"No, nona Geya suatu kehormatan anda datang kesini" ucap manager itu membungkukan badan
"Kamu antar nona Geya menata kembali riasannya dan belikan baju untuknya" ucap manager memberi perintah pada pelayan
"Tidak perlu repot repot pak saya permisi dulu" ucap Geya berlalu dan dibantu pelayan restoran
"Pak anda seharusnya juga melayani saya bukan hanya dia anda tahu keluarga saya pemilik universitas ternama disini dan pengelola mal terbesar disini jadi anda bisa dipecat oleh ayah saya" ancam Cathy
"Maaf nona seberapapun anda ataupun ayah anda ingin memecat saya itu tidak akan terjadi dan masalah mal terbesar itu tanah yang ditempati bukan sepenuhnya milik anda tetapi itu milik keluarga Rahardian ayah anda hanya mengelola" ucap manager itu dengan lantang di akhor kalimat
"Dan perlu anda ketahui sebenarnya wanita yang tadi anda beri masalah dia anak dari keluarga Jayanto dan menantu dari Rahardian jafi anda bukanlah apa apa untuk mereka" ucap Manager itu
Tapi tunggu, kenapa manager ini bisa tahu semuanya? Ya dia tahu sebab dia kenal betul dengan keluarga Jayanto, hubungannya cukup erat
"Terserah anda ingin memberi alasan bagaimana saya permisi dan tolong ganti rugi atas kekacauan ini" ucap manager itu dan diangguki Isnan
"Nan gak mungkin dia anak orang kaya dia hanya seorang cupu kan?" tanya Cathy pada Isnan yang sedari tadi diam
"Benar yang dikatakan manager tadi gue sudah tahu dari dulu dia meminta merahasiakan identitas aslinya gue tidak begitu paham" ucap Isnan
"Lebihbaik kita pergi dan lo sama gue hubungan kita selesai" ucap Isnan dan berlalu pergi tanpa sepatah kata lagi
Cathy hanya bisa berdiri mematung dia masih syok dengan pernyataan demi pernyataan yang dia dapat
"Mampus kalau gue cari gara gara lagi sama dia bisa bisa kekayaan yang gue rasakan hilang begitu saja, yah gue masih sehat akal gue harus berhenti daripada gue jadi lutang lutung" gumamnya sebelum pergi
Kini mereka semua bubar dan kembali melakukan kegiatan masing masing, selang begitu juga Geya datang dengan pakaian yang baru dan rambut yang di biarkan tergurai dan riasan yang sudah tertata rapi
"Maaf membuatmu terganggu" ucap Geya merasa sungkan pada Ezza
__ADS_1
"Santai saja aku juga ngalamin itu kok sama sepertimu" ucap Ezza
"Kita cari kemana mana ternyata disini" gerutu suami Ezza
"Maaf kita tidak betah dengan suasana didalam dan kita memutuskan untuk kesini" ucap Geya
"No problem nona tapi kenapa tampilan anda berubah dimana pakaian anda tadi?" tanya suami Ezza
Aldi juga memperhatikan perubahan pada istrinya dan memperhatikan dengan seksama tampilan Geya
"Iya dimana pakaian tadi? tanya Aldi juga
Belum sempat Ezza menjawab Geya lebih dulu memotongnya
"Tadi aku gak sengaja menyenggol minuman yang ada didalam tadi makanya aku ganti" ucap Geya beralasan
"Apakah menyenggol minuman tumpahnya sampai dikepala?" tanya Aldi heran
"Aku hanya menyesuaikan dengan bentuk pakaiannya" ucap Geya
"Memang seorang wanita sangat memperhatikan penampilan tuan jadi jangan terkejut" ucap Suami Ezza
"Apa sudah selesai dengan acaranya?" tanya Ezza
"Sudah kok ayo kita pulang, tuan muda kami permisi pulang terimakasih sudah menemani istri saya nona" ucap suami Ezza
"Saya justru berterima kasih dan semoga kita ketemu lagi Za" ucap Geya
"Kuharap bye Geya" mereka pergi meninggalkan Geya dan Aldi sendiri di sini
"Al ayo kita pulang" ucap Geya menarik Aldi untuk pulang
Karena malam telah larut Aldi mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi melihat sang istri tengah memejamkan matanya mungkin karena lelah
Hingga butuh 15 menit dia sampai di depan rumahnya dan disambut hangat oleh pak damar yang sedang berjaga
Dia turun dan membuka pintu samping menggendong Geya dengan hati hati ala bridal style
Dia membaringkan sang istri dan menyelimutinya dan berganti dirinya untuk mengganti pakainan formalnya dengan pakaian santai
__ADS_1
Setelahnya dia menyusul sang istri di alam mimpi dengan memeluk tubuh mungil Geya dengan tubuhnya yang besar untuk memberikan kehangatan yang luar biasa untuk istrinya
bersambung ......