
Pukul lima sore, Aldi baru ingat jika Geya belum makan sejak tadi siang. Ia terlalu lelap dalam tidurnya di sofa depan tv sampai lupa keadaan istrinya.
Dengan kemampuan seperempat yang ia miliki, Aldi mulai mengambil bahan² yang ada di dalam kulkas. Taklupa dia menggunakan celemek lalu mencuci sayurannya
Dia dengan gesit membuat steak BBQ ala dirinya. Hingga tak terasa hampir satu setengah jam ia di dapur, akhirnya masakannya jadi. Jika dilihat dari tampilannya sangat menggugah selera tapi gak tahu rasanya seperti apa
Aldi melepas celemeknya dan membawa hasil masakannya ke kamar yang dari tadi tertutup rapat
Aldi membuka pelan pintu yang tidak terkunci dan matanya terfokus pada istrinya yang masih terlelap dalam tidurnya
Aldi meletakkan nampannya di atas nakas kecil samping ranjang, tangan lembutnya menyentuh kening Geya dengan perlahan
"Kenapa dia panas sekali? Gagal lagi mesraannya, ya tuhan apakah aku tidak boleh melakukan hal yang romantis sedikit saja?" gumam Aldi mengeluh
"Sayang bangun, Apa kamu tidak lapar?" tanya Aldi mengelus surai Geya
Geya hanya menggeliat dan membalikan badannya membelakangi Aldi.
"Sayang ayo makan badan kamu panas tuh" ucap Aldi mencoba membalikan tubuh Geya
"Makan sendiri sana" ketus Geya tetap dalam posisinya
"Makanlah sedikit, aku minta maaf tadi sudah kasar denganmu" Aldi nampaknya tidak menyerah untuk merayu Geya
"Gak"
"Sayang kamu pasti suka dengan masakanku ini khusus untuk kamu, janji deh kalau kamu mau makan aku akan menuruti apa yang kamu mau"
"Apapun itu?" tanya Geya memastikan
"Iya, tapi dengan syarat jangan ngambek dan harus makan"
Geya membalikan badannya, mendudukan dirinya dengan bantuan Aldi. Aldi mengambil piringnya dan menyuruh Geya untuk makan tapi Geya hanya menggeleng
"Aku gak mau itu, aku ingin sate" rengek Geya lagi
Ya tuhan cobaan apalagi ini? Rasanya Aldi ingin menghilang daripada meladeni istrinya yang meminta ini itu harus ada langsung dalam matanya
"Sayang kita beli itu nanti saja kalau sudah pulang ya, kita makan seadanya dulu" ucap Aldi mencoba melembutkan suaranya
"Gak mau, aku ingin sekarang. Ayo katanya ingin menuruti apapun yang aku mau? ini juga gak mahal² amat" rengek Geya
'Ya memang gak mahal tapi aku harus cari dimana tukang sate disini?' batin Aldi menahan kesal
"Direstoran kemarin mau ya" tawar Aldi dibalas gelengan Geya
__ADS_1
"Disini gak ada sayang, besok ya kita beli"
"Oke besok kita pulang kita beli sate yang banyak ya" ucap Geya sumringah
"Kamu gak mau kasih ke orang tua kita, teman temanmu oleh²?" tanya Aldi
"Gak perlu kita kasih debay saja pasti mereka mau, pokoknya kita pulang besok! Aku bosan disini" ucap Geya
Aldi hanya bisa mengangguk pasrah dan meminta Geya untuk menghabiskan makanannya
'Serius ini lebih menyiksa' batin Aldi mengadu
...🐁🐁🐁...
Pagi 08.30
Aldi maupun Geya sama sama kalang kabut untuk mengejar waktu, pasalnya nanti pukul 9 mereka sudah take off.
Aldi memakai pakaiannya cepat begjtupun Geya yang membereskan pakaian mereka ke dalam koper. Yah, gara gara semalam mereka bangun kesiangan.
(Author skip saja, author gak ada signal untuk plus-plus🐁)
"Sudah semuanya?" tanya Aldi saat mereka akan berangkat
Hingga butuh 20 menit untuk mereka sampai dibandara, sepuluh menit lagi mereka akan terbang. Aldi menuntun istrinya untuk duduk di kursi penumpang.
Skip
Didalam pesawat Geya dibuat lemas oleh perutnya, begitupun Aldi yang ada disampingnya tengah memijat keningnya.
"Kamu gak apa²kan?" tanya Aldi cemas
"Gak, aku cuma pusing saja" ucap Geya dengan suara hampir melemah
Seorang pramugari menghampiri mereka dan membungkukkan badan siapa yang ia ladeni
"Nona bolehkah saya memeriksa denyut nadi anda jika anda mengizinkan?" tanya Pramugari itu diangguki oleh Aldi
Pramugari cantik itu memeriksa denyut nadi, wajahnya yang serius membuat hati Aldi tak karuan
"Ada apa dengan istriku? Jangan bilang yang tidak² atau kau kehilangan pekerjaanmu ini" ancam Aldi
"Maaf tuan jika ada yang salah dengan ekspresi saya, tapi menurut saya lebih baik anda konsultasi ke dokter kandungan sepertinya istri anda tengah hamil tuan" ucap pramugari itu gugup
"Jangan bercanda kamu" kejut Aldi tetap mengancam
__ADS_1
"Tidak tuan, menurut mitos jika denyut nadi bertambah sepuluh atau duapuluh per menit saat kehamilan tuan mungkin jika tuan memeriksanya ke dokter kandungan anda dapat mengetahui secara lengkap" ucap pramugari itu menjelaskan
"Baiklah terimakasih" ucap Aldi sumringah
"Sayang semoga saja yang dibicarakan sama pramugari tadi benar, aku gak sabar untuk memiliki anak" ucap Aldi dengan senyuman tak pernah luntur
'Tapi aku takut diusiaku yang masih dibilang muda ini harus menjadi sesosok ibu, aku takut kalau aku gak bisa jaga anakku merawat anakku seperti wanita yang lain apalagi dulu aku memiliki penyakit gangguan mental aku takut mengecewakan semuanya Al' batin Geya
Geya menutup matanya yang terasa begitu berat sampai sampai dia tertidur dipundak suaminya yang masih memijat kepalanya yang berdenyut
"Aku harap itu benar, aku akan jadi seorang ayah" gumam Aldi mencium kening Geya dan ikut tidur
Setelah menempuh lama penerbangan, kini pesawat yang Aldi tumpangi mendarat sempurna di bandara. Aldi menuntun istrinya untuk turun dari tangga pesawat, ia mengambil kopernya dan mengajak istrinya menunggu Andri di kursi tunggu
"Apa masih pusing?" tanya Aldi
"Agak mendingan, tapi mana si Andri?" tanya balik Geya menatap sekeliling
"Dia ada di mobil ayo sepertinya itu mobil kita" tunjuk Aldi pada salah satu mobil yang terparkir dipojokan
Aldi dan Geya menghampirinya dan benar ada Andri yang memainkan game diponselnya dengan menggunakan handset di telinganya
Aldi menyuruh istrinya untuk masuk terlebih dahulu, dia ingin menaruh koper besarnya dibagasi mobil
"Bos bagaimana liburannya? Apakah menyenangkan?" tanya Andri yang menyadari Aldi sudah ada tepat dibelakang jok mobilnya
"Sangat menyenangkan, cepat jalankan mobilnya. Aku ingin cepat sampai dirumah" suruh Aldi
Andri menuruti perintah bosnya, dia mengendarai mobil dengan santai sambil mendengarkan musik kesukaannya
Geya kembali tidur akibat lantunan nada yang disetel oleh Andri, begitupun Aldi dia juga ikut hanyut dalam alunan slowmo itu
"Apakh begitu melelahkan?" gumam Andri cekikikan sendiri
Hingga 30 menit kemudian mereka sampai dirumah Aldi, Andri mematikan mesinnya dan membangunkan Aldi untuk segera membawa Geya masuk
"Kamu menginaplah disini" suruh Aldi saat sampai didalam
"Baik bos saya juga lelah bolak balik dari apart ke sini" ucap Andri langsung bergegas ke kamar tamu
Aldi merebahkan dirinya yang terasa remuk akibat perjalanan hampir 17jam. Dia memeluk erat tubuh Geya yang sudah lunglai sejak tadi.
"Aku ingin besok cepat datang" gumamnya mengecup sekilas pipi Geya dan ikut tidur
bersambung...
__ADS_1