Didalam Perjodohan

Didalam Perjodohan
Episode 50


__ADS_3

Geya terbangun dari tidurnya padahal matahari belum muncul dari ufuk timur hanya ada kabut pagi yang begitu tebal dan dingin. Dia beranjak ke kamar mandi mencuci mukanya dan gosok gigi, Geya keluar kamar menyisakan Aldi yang masih meringkuk


Dia turun dengan semangat melupakan perkataan semalam yang membuatnya menangis karna malu


Dia berjalan ke arah dapur disana ada para pelayan yang akan memasak untuk sarapan dan Marisa yang sedang membantu para pelayan


"Pagi mami sayang" sapa Geya tiba tiba memeluk tubuh Marisa erat


"Pagi Geya ada apa nih tumben peluk peluk?" tanya Marisa tersenyum


"Tidak ingin meluk saja, Mami masak apa? Kenapa mami ikut masak? Kan disini pelayannya banyak" tanya Geya beralih disamping Marisa


"Mami hanya bosan dan kasihan mereka tugas banyak bersih bersih rumah segede ini dan musti harus masak kan lelah" ucap Marisa mencicipi makanannya


"Apakah enak mi?" tanya Geya saat melihat Marisa mencicipi supnya


"Kamu mau?" tawar Marisa menyodorkan sendok


"Tidak mi nanti saja" ucap Geya cengengesan ditanggapi gelengan dari Marisa


"Ayo kita keliling komplek mumpung masih pagi" ajak Marisa


"Mau mi tunggu Geya ganti pakaian dulu" ucap Geya berlari menaiki tangga


Dia masuk ke kamar pelan pelan takut membangunkan Aldi yang tidur. Dia membuka lemari pakaian dan mencari pakaian Aldi yang bisa dia gunakan


Sekilas dia melihat celana training yang sudah tak terpakai dan hoodie biru langit yang sudah tidak terpakai


"Mungkin ini tidak di pakai" bisik Geya membolak balik hoodie itu dan kembali menutup Almari pelan


Dia masuk ke ruang ganti dan langsung keluar kamar pelan pelan namun tanpa ia sadari bahwa Aldi telah menyaksikan semuanya


Aldi duduk dengan tersenyum melihat kelakuan Geya tadi yang bersembunyi sembunyi mengambil pakaiannya


"Hari ini kamu kubebaskan ingin apa" gumam Aldi beranjak ke kamar mandi


Aldi turun dan langsung pergi ke ruang kerjanya dia menutup pintu itu perlahan dan langsung menekan tombol di belakang pintu untuk membuka pintu rahasianya


Pintu besar dan lebar itu terbuka sempurna menyajikan beberapa alat alat untuk olahraga ternyata ruang kerja ini ada ruang khusus untuk gym


Dia melakukan peregangan sebelum memulai olahraganya mulai dari peregangan kepala, lengan, lutut.


Dirasa cukup dia segera melakukan aktivitasnya menggunakan treadmill untuk pertamanya


.....


Geya berlari lari kecil dengan Marisa berkeliling kompleks dan memperkenalkqn Geya pada tetangga jika Geya adalah menantunya


"Wah jeng sudah punya mantu saja tapi kok tidak pakai undangan?" tanya Tetangga marisa


"Biasalah jeng kamu pasti tahu sifat Aldi kan jeng" ucap Marisa terkekeh Geya hanya menyimak pembicaraan ini


"Aku tahu kok ditunggu resepsinya ya" ucap tetangga


"Pasti kalau begitu kami pergi dulu" ucap Marisa melanjutkan lari larinya


"Geya kamu dengar tadi kan jadi tunggu sampai kapan, Ayo kau minta Aldi untuk membuat acara lebih meriah" ucap Marisa


"Sebenarnya Aldi juga menginginkan itu tapi Geya tidak mau mi" ucap Geya


"Loh kenapa? Kan bagus semua orqng tahu kalau kamu istri dari Aldi" ucap Marisa mengerutkan keningnya


"Geya masih ingin fokus pada rumah tangga Geya dan kami kan bertemu karna dijodohkan jadi Geya ingin menundanya dulu" ucap Geya


"Iya enggak apa apa mami tahu kok terus mami mau minta maaf jika perkataan mami semalam menyinggung kamu" ucap Marisa bersalah


"Tidak apa apa mi Geya tidak memasalahkannya lebih baik kita pulang pasti Aldi mencariku" ucap Marisa


"Iya ayo anak itu sekarang jadi manja denganmu" ucap Marisa buat Geya tersipu


"Mami bisa aja" canda Geya


Mereka pulang dengan berjalan menyeka keringat mereka yang bercucuran. Mereka masuk ke dalam mansion sepi yang mereka dapatkan


"Mi kenapa sepi?" tanya Geya melihat sekeliling


"Mungkin mereka lagi di belakang kamu bangunkan Aldi mami mau bersih bersih dulu" ucap Marisa pergi ke kamarnya


Geya menaiki tangga dan membuka knop pintu dia tidak melihat Aldi yang tidur di ranjang dia membersihkan badannya yang lengket


15 menit kemudian....


Geya keluar kamar dan menggunakan pakaian milik Aldi. Dirinya sibuk berdandan membiarkan ponselnya berdering nyaring


"Siapa sih pagi pagi nelpon" gerutunya beranjak mengambil ponselnya yang tergeletak di sisi ranjang


Tertera nama Siska yang ada dilayar ponselnya. Dia dibuat ragu mau angkat atau tidak hingga bunyi itu sudah mereda dia menutup ponselnya dan langsung turun ke bawah mencari Aldi


"Mi tahu dimana Aldi?" tanya Geya pada Marisa saat berpapasan


"Tidak apa kau sudah mencarinya di ruang kerja?" tanya Marisa


"Belum mi, kalau begitu Geya cari dulu" ucap Geya melangkah ke ruang kerja


"Tumben ditutup rapat" heran Geya langsung masuk


Dia seketika membuka matanya lebar lebar melihat ruangan yang begitu luas dan banyak sekali alat alat untuk berolah raga


"Al kau ku cari malah asik disini" ucap Geya sembari menatap sekeliling


"Al sejak kapan ada ruang gym disini?" tanya Geya menatap takjub desain ruangan ini

__ADS_1


"Sejak aku mulai bekerja" ucap Aldi menyudahi aktivitasnya meminum air yang dia ambil sebelumnya


"Kau dapat dari mana baju itu?" tanya Aldi meminum airnya


"Dari lemari kamu, banyak juga ya pakaianmu" goda Geya


"Diam itu bajuku saat SMA" kesal Aldi


"Iya iya maaf cepat mandi dan sarapan mami sudah menunggu" ucap Geya berjalan keluar disusul Aldi dibelakangnya dan menekan kembali tombol di belakang pintu untuk menutup kembali pintu pembatas


"Waw maizing" takjub Geya


"Norak ayo kita keluar mau ku kunci didalam sini?" tanya Aldi


Geya keluar dari ruangan itu dan langsung ke meja makan dan Aldi yang naik ke atas untuk mandi


"Sudah ketemu Aldinya?" tanya Marisa


"Sudah kok mi ada diruang kerja, Dimana papi?" tanya Geya


"Kenapa cari papi?" tanya Rahardian tiba tiba


"Tumben tidak terlihat...." ucapan Geya terpotong dengan teriakan Aldi di tengah tengah tangga


"GEYA SAYANG" teriak Aldi menggelegar di tengah tengah tangga yang hanya menggunakan handuk kimono di tubuhnya


"Bisa tidak enggak usah teriak? Buat orang malu saja" kesal Geya


"Geya ambilkan aku baju" ucap Aldi lembut


"Haaah?" Semua melongo termasuk para pelayan


"Kamu Aldikam?" ucap Rahardian memastikan


"Iya pi ini Aldi putra kesayanganmu" ucap Aldi membanggakan diri


"Kenapa kau manja sekali ambil pakaianmu sendiri sana tidak lihat istrimu lagi santai?" tambah Marisa


Geya langsung menghampiri Aldi dan menyeret masuk ke kamar, menutup pintu rapat rapat dan menyuruh Aldi duduk


"Al lain kali jangan begitu membuatku malu saja" ucap Geya mencarikan baju Aldi


"Nih pakai habis itu turun" ucap Geya ingin membuka pintu


"Mau kemana?" tanya Aldi


"Mau turunlah" kata Geya


"Temani aku dulu disini" Rengek Aldi bagai anak kecil


"Tidak ada hantu disini cepat" ucap Geya


"Galak sekali dengan suamimu mau kualat?" tanya Aldi


Aldi tersenyum dan akan berganti pakaian pakaian namun dicegah dengan kata kata Geya


"Mau ganti disini?" tanya Geya dan diangguki Aldi


"Tidak kamu harus ganti di ruang sana" ucap Geya menunjuk ruang ganti


"tapi..."


"Tidak ada tapi tapian atau kau kutinggal disini biar dimakan hantu sekalian" ancam Geya


"Oke oke aku akan ganti disana tapi kau harus menungguku" ucap Aldi


Aldi masuk ke ruang ganti sedangkan Geya duduk ditepi ranjang dan ponselnya berbunyi lagi


Diangkat ponsel itu dan lagi lagi tertera nama Siska mau tak mau dia harus angkat memangnya kenapa kalau takut mengangkat telpon dari teman batinnya mengangkat telepon


"Ya halo" sapa Geya canggung


"Syukurlah Geya kamu mengangkatnya" ucap Siska disebrang sana


"Ada apa?"


"Geya bisakah kita bertemu hari ini?"


"Aku tidak dirumah aku masih dirumah mertuaku"


"Yah kalau begitu kapan kapan ya, besok kamu ke rumah Riska kan?"


"Kalau bisa aku kesana disini lagi sibuk"


"Baiklah aku tutup ya, daa~"


tut...tut


Geya memandangi ponselnya sejenak dan memikirkan perkataan Siska


"Dia kenapa? baru kemarin aku di diami dan sekarang dia mencariku" gumam Geya


"Pagi pagi melamun, mikir apasih?" tanya Aldi yang selesai dengan pakaiannya


"Kau mengejutkanku tidak ada apa apa, sikapmu yang tadi kemana?" tanya Geya nyindir


"Hilang ayo kita keluar pasti mami papi menunggu" ucap Aldi tanpa bersalah


"Memang menunggu sangat lama" cibit Geya merapatkan giginya


"Apa kita jadi ke rumah sakit untuk terapi?" tanya Aldi merangkul pundak Geya berjalan keluar

__ADS_1


"Ahh aku lupa iya agak siangan kok apa kamu tidak ke kantor?" tanya Geya


"Tidak besok saja aku ke kantor hari ini aku mau mengerjakan tugas kantor di rumah memang kenapa?" tanya Aldi menuruni anak tangga


"Tidak apa apa aaku hanya bertanya" ucap Geya mengembangkan senyumnya


"Aku curiga denganmu apa yang kau sembunyikan?" selidik Aldi menajamkan matanya


"jangan su'uzon" ucap Geya


Mereka duduk di kursi masing masing terlihat makanan yang sudah tersaji dengan rapi


"Al kenapa lama sekali?" tanya Marisa


"Mami" kata Rahardian memberi kode kerlipan mata


"Papi kenapa, Apa papi kelilipan?" tanya Geya polos


"Tidak silahkan makan papi juga mau ke kantor" ucap Rahardian mulai memakan sarapan yang di ambilkan Marisa


Begitupun Geya dia mengambilkan untuk Aldi dan dirinya. Mereka makan dengan tenang hingga Geya memecah keheningan ini


"Mami..." ucapan Geya terpotong dengan deheman Aldi yang memberikan kode untuk diam dulu. Geya menunduk melanjutkan makannya pelan


Sesudah sarapan mereka berbincang bincang ringan


"Geya kamu tadi mau bilang apa?" tanya Marisa


"Tidak jadi mi" ucap Geya menatap Marisa


"Aldi kita menginap lagi disini kan?" tanya Geya tiba tiba manja


"Ada apa?" tanya Aldi sibuk mengelap mulutnya


"Aku mau menginap disini lagi" ucap Geya


"Tidak kita pulang" tegas Aldi menatap Geya


"Ayolah Al sekali ini saja lusa kita pulang ya" Rengek Geya menggoyang goyangkan lengan Aldi bagai anak kecil minta mainan


"Tidak ya tidak Geya" tegas Aldi


"Al biarkan saja dia menginap disini lihat dia terus menerus merengek padamu" ucap Rahardian menasehati


"Tidak mau ayo kita pulang" tegas Aldi berdiri dari duduknya ingin menarik tangan Geya namun Geya secepat kilat menghindari


"Geya ayo kita pulang" ucap Aldi sekali lagi dengan tangan menggantung


"Tidak mau kau pulang sendiri sana aku mau disini" ucap Geya membelakangi Aldi


"Kapan kapan lagi kita menginap disini sekarang kita pulang" ucap Aldi lembut


"Tidak mau" ucap Geya pelan


"GEYA AYO KITA PULANG" Bentak Aldi hilang kesabaran


"Tidak mau kau pulang saja" suruh Geya menangis karna terkejut


"Aldi kau membuatnya terkejut pelankan suaramu" ucap Marisa tegas


"Mi ayo kita keluar saja biarkan mereka mengurusi urusan mereka" bisik Rahardian menarik Marisa untuk keluar begitupun dengan para pelayan tidak ada satupun orang yang berada di wilayah meja makan


Aldi mencoba untuk sabar beralih berjongkok dihadapan Geya yang terisak kecil


"Geya cobalah mengerti aku masih ada kerjaan kantor yang menumpuk kalau tidak ku kerjakan apa bisa aku menggaji karyawanku" ucap Aldi melunakan suaranya ingin menyeka air mata Geya yang menetes tapi Geya menghindarinya


"Katanya kamu bisa mengerjakannya dirumah disini tapi kenapa malah pulang" ucap Geya sesenggukan


"Aku masih ingin disini aku gak mau pulang" ucap Geya


"Biarkan aku disini dulu kaukan bisa berangkat dan pulang ke sini" Ucap Geya


"Sebenarnya apa yang kau inginkan?" tanya Aldi


"Kau tahu tadi Siska baru saja menelponku dan ingin memintaku untuk bertemu tapi aku menolaknya" jelas Geya


"Dan aku sakit hati karna perkataanya dan pasti kau sudah tahu betulkan sifatku bagaimana" tambah Geya


"Huh baiklah aku akan mengalah untukmu dan sekarang kamu diam dua hari cukup untuk disini" ucap Aldi menyeka air mata Geya


"Jadi wanita jangan cengeng aku tahu wanita itu tidak sekuat lelaki tapi meskipun begitu kamu harus jadi wanita yang kuat jangan mudah nangis aku tidak suka wanita mudah menangis" ucap Aldi


"Jadi kau tidak menyukaiku?" kesal Geya menepis tangan Aldi di pahanya


"Bukan begitu aku malah sangat menyukaimu" ucap Aldi


"Baiklah jika kau menyukaiku jadi aku mau kita jalan jalan ke taman aku bosan" ucap Geya


"Baik ayo sekalian kita pulabg sebentar mengambil baju untuk nanti" ucap Aldi berdiri dari jongkoknya


Geya merentangkan tangannya ke atas minta gendong pada Aldi. Dan disambut dengan senyum hangat oleh Aldi dan menggendongnya


"Kamu ini anak kecil ya suka minta gendong" cibir Aldi terkekeh kecil


"Jangan begitu aku malas jalan kuharap kau menggendongku seharian ini" ucap Geya menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Aldi


bersambung.....


Maaf kalau lama😞


Jangan lupa like dan komen!!

__ADS_1


Dukungan kalian berarti bagi ku


See You semua😘😘😘


__ADS_2