
*Sebelumnya Q mintamaaf jarang up, yah biasalah kemarin persiapan nikahan kakak kedua😁. Dan mungkin minggu minggu ini Q jarang buka MT karena ada pertemuan seleksi kursus jadi maklum, sekali lagi minta maaf😊. Tetap pantau terus cerita ini agar tidak ketinggalan bab selanjutnya yang tinggal beberapa gelintir, Q ingin mempersingkat cerita agar cepat tamat, jadi bila ada kesalahan dalam alur bisa kalian kritik ataupun saran!!
..._Terimakasih*_...
...🐁🐁🐁🐁...
Aldi memasuki ruangan dan mendapati istrinya yang tengah tertidur pulas di sofa panjangnya. Dengan senyuman yang merekah dibibir tipisnya, Aldi mendekat kearah Geya yang memejamkan matanya. Tangannya terulur menyapu kening Geya yang tertutup poni kecilnya dengan gerakan lembut tanpa mengganggu tidurnya
Aldi membiarkan istrinya untuk tidur di sofa depan meja kerjanya tanpa ada niatan untuk memindahkannya ke kamar privasinya.
"Sampai lupa untuk mengajak dia ke dokter kandungan" gumam Aldi menepuk jidatnya pelan
Aldi melihat jam yang ada dipergelangan tangannya dan ternyata sudah hampir pukul 2 siang.
Aldi menghubungi Andri untuk mengosongkan jadwal paginya besok untuk ke dokter. Aldi mengoreksi kembali laporan yang dibuat oleh pegawainya.
30 menit kemudian.....
Geya mengerjapkan matanya yang masih terasa berat disertai punggung yang kaku. Mata terangnya mencari sesosok suami yang tidak ada di sekitarnya.
"Kemana dia pergi?" gumam Geya kembali membaringkan tubuhnya
Taklama pintu terbuka, munculah Aldi yang membawa map ditangannya. Aldi mrlihat Geya yang seperti mengumpulkan kesadarannya itu hanya acuh dan kembali ketempatnya
"Al" panggil Geya
"Apa?" Jawabnya tanpa mengalihkan matanya
"Darimana? Map apa itu?" tanya Geya
"Dari bawah, map hasil laporan dari ruangan direktur keuangan memangnya kenapa?"
"Gak, kenapa lama?"
"Ada yang aku bahas, Kenapa tanya terus?" tanya Aldi
"Aku bosan disini, bosan dirumah, bosan di toko Riska" keluh Geya
"Terus maunya apa?"
"Ayo kita jalan jalan" ajak Geya
"Nanti setelah aku mengerjakan ini, kamu cuci muka sana" perintah Aldi dan diangguki Geya
"Bagaimana bisa omset naik turun kayak gini? Sebenarnya mereka becus atau tidak mengelola hotel itu?" gerutu Aldi memijat pangkal keningnya yang terasa berdenyut
Dia menekan tombol khusus untuk memanggil Asistennya
"Bos ada apa manggil saya?" tanya Andri langsung masuk tanpa ketuk²
"Besok kita ke hotel B, Aku ingin mencari tahu penyebab omset kita naik turun" tutur Aldi
"Tap, tapi tuan besok kita ada undangan ke rumah Rian untuk merayakan ulang tahunnya" ucap Andri terbata
"Kita bisa datang setelah kesana jadi turuti apa kataku" tegas Aldi
"Baik tuan saya permisi" ucap Aldi membungkuk hormat srbelum benar benar pergi
____
"Al tadi kamu apain si Andri? Kok kelihatannya terbeban? Ada apa emang?" tanya Geya beruntun
"Besok aku ingin ke hotel B dan kamu besok malam siap siap, temanku besok ulang tahun dan kamu bisa bantu aku?" tanya Aldi
"Bisa emang apa yang harus aku lakukan?"
__ADS_1
"Carikan aku kado untuk Rian, Aku gak sempat untuk mencari itu"
"Bisa kok nanti aku ajak temanku boleh?"
"Terserah asal jangan sampai larut jika pulang, Ayo katanya mau ke pantai" Ajak Aldi
Geya merangkul mesra lengan Aldi seolah memberi isyarat jika suaminya hanya miliknya saat melihat Esa di meja administrasi. Aldi yang tidak tahu apa apa hanya acuh dan tetap berjalan.
"Gak jelas banget" kesal Esa menatap sirik pada Geya
...🐀🐀🐀...
Geya menikmati angin sepoi sepoi yang menerpa wajahnya, ini pertama setelah sekian lama ia tidak merasakan deburan ombak yang besar.
"Disini sangat menenangkan" ucap Geya merentangkan kedua tangannya
"Betul aku juga sering kesini saat masih lajang" ucapnya menatap hamparan laut yang luas
"Memangnya kamu pernah kesini?" tanya Geya dibalas anggukan oleh Aldi
Mereka menikmati suasana dengan duduk berselonjor di pasir pantai tanpa ada alas untuk pantat mereka
Kini matahari mulai terbenam meninggalkan warna yang sangat indah untuk dipandang. Geya berselfi ria dengan Aldi yang selalu menatapnya terkadang diam diam menjepret dirinya
"Al ayo pulang, kamu belum menuruti permintaanku mari kita cari warung yang menjual sate ayam" ajak Geya menarik paksa Aldi yang masih sibuk dengan layar ponselnya
"Iyah besok pagi kita akan ke dokter" ucap Aldi
"Siapa yang sakit?" tanya Geya
"Kamu periksa ke dokter kandungan aku curiga dengan kamu"
"Curiga? Ada apa denganku? Bukankah kata dokter tristan sudah gak ada jadwal untuk cek up?" tanya Geya beruntun
Aldi melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh, selagi masih sepi. Tak lupa untuk mampir diwarung terdekat sesuai dengan permintaan Geya
Aldi memarkirkan mobilnya dipersimpangan jalan, dia membukakan pintu untuk Geya dan menggandeng ke warung yang agak ramai itu
"Sana pesan kita tunggu dimobil, disini engap sekali" ucap Aldi langsung masuk kemobil
"Lah kenapa tadi turun?" gumam Geya
Tak ingin ambil pusing dia memesan apa yang ia mau dan menunggunya di salah satu kursi dekat dengan ibu ibu yang mungkin juga sedang membeli.
"Neng sama siapa?" tanya ibu ibu itu
"Sama suami" ucap Geya sopan
"Suaminya mana? Kok gak ada?" tanya ibu itu lagi
"Ada disana ada apa memangnya bu?" tanya Geya yang sopan
"Gak neng hanya saja ada yang melirik neng terus" ucapnya agak pelan
"Siapa bu?" tanya Geya penasaran
Ibu ibu tadi hanya menunjuk dengan kedua matanya dan Geya mengikuti arah pandang itu
"Sudah bu mungkin dia bukan melirik saya" ucap Geya fokus kembali dengan ponselnya
___
Aldi yang menunggunya dari tadi sudah gak sabar untuk pulang, dia menghampiri Geya yang masih mengobrol dengan ibu² tadi
"Apakah masih lama?" tanya Aldi tak sabar
__ADS_1
Sontak Geya menatap kearahnya dan hanya mengangguk tanda ucapannya
"Pak tolong istri saya dahulukan ya" pinta Aldi pada penjual itu
"Kurang dua orang lagi mas" ucap penjual itu sambil mengipasi arangnya
"Biar nanti saya yang bayar, saya ada kepentingan" ucap Aldi
Penjual itu tampak berpikir dan menanyai ke pembelinya dan mereka mau. Aldi mengeluarkan beberapa lembar uang merah ke penjual tanpa menghitungnya
"Mas kelebihan" teriak penjual saat Aldi sudah masuk ke mobil
"Ambil saja" balas Aldi tak kalah kerasnya
"Ada apa kamu minta cepat²?" tanya Geya sambil memakan jajanannya
"Kepalaku pusing" kata Aldi singkat
15 menit kemudian.....
Aldi memarkirkan mobilnya digarasi rumahnya, tanpa sepatah kata apapun dia langsung masuk.
"Ada apa dia? Apakah dia sakit?" gumam Geya mengikuti jejak Aldi
Geya menaruh kantong kresek diatas meja kini seleranya sudah hilang dengan sate itu, perhatiannya teralihkan oleh Aldi yang tampak grusa grusu dengan langkahnya
Geya mengikuti Aldi sampai ke kamarmandi ternyata suaminya ini tengah bersemayan di wastafel
"Kamu kenapa?" tanya Geya khawatir memijat tekuk leher Aldi
"Aku kelelahan" ucap Aldi pelan sambil keluar dari kamarmandi
Aldi membaringkan tubuhnya di ranjang tanpa tenaga. Geya membantunya untuk pelepas pakaiannya mulai dari sepatu, jas, dan kemeja. Dengan telaten Geya menggantikan Aldi pakaian dengan kaos dan menyelimutinya
"Aku buatkan teh hangat dulu" ucap Geya dan turun ke dapur
Geya dengan lihai meracik teh hijau untuk menghangatkan badan, mungkin karena cuaca yang ekstrim dan banyak pikiran makanya Aldi jatuh sakit pikirnya.
Dia membuatkan bubur dan membawanya bersama dengan teh hijau tadi ke kamar.
"Al makanlah ini selagi hangat setelah itu minum obat" ucap Geya menaruh nampan tadi di meja nakas
Geya membantu Aldi untuk bangun dan mengambilkan mangkok yang berisi bubur buatannya. Dengan telaten ia menyuapi Aldi seperti bayi umur 10 bulan.
"Sudah perutku kenyang" ucap Aldi saat suapan kelima
"Baru juga makan tinggal separuh lagi ayo" ucap Geya menyodorkan sendoknya
"Gak mau, rasanya pahit" tolak Aldi memalingkan wajahnya
"Satu lagi setelah ini obatnya minum" ucap Geya memaksa Aldi untuk membuka mulut
Aldi hanya pasrah dan menelan paksa bubur itu tapi seperkian detik dia malah muntah tanpa dijeda
"Aku gak mau" gumam Aldi mengeluarkan semua isi perutnya
"Apa tadi kamu salah makan? Minum dulu" ucap Geya memberikan cangkir teh tadi
Geya mengganti selimut yang terkena muntahaan Aldi dengan selimut baru tak lupa ia mengoleskan minyak angin di bagian tubuh Aldi yang terasa dingin
Geya menyelimuti Aldi dan dia ikut berbaring di samping Aldi sambil memijat kepala Aldi agar sedikit lebih ringan
"Kok gak demam ya?" gumam Geya saat menyentuh kening Aldi
bersambung....
__ADS_1