
Didalam kamar Geya membaca buku novelnya sambil menunggu Aldi yang masih mengobrol dengan teman temannya
Taklama yang ditunggu akhirnya datang juga dan sedikit terkejut masih mendapati Geya yang masih sadar
"Kenapa kamu masih belum juga tidur? Tidurlah jangan malam malam" ucap Aldi yang sepertinya akan memulai pekerjaannya
Geya menarik nafasnya pelan sebelum melanjutkan membacanya dia menatap Aldi yang dari tadi mengawasinya
"Aku tidak bisa tidur, aku takut suara petir biasanya kalau mau tidur aku ke kamar mama" ucap Geya pelan dan melanjutkan bacanya
"Terus sekarang kamu mengantuk atau tidak?" tanya Aldi mulai mengerjakan tugas tugasnya disofa kamar Geya
"Ya aku mengantuk" ucap Geya masih fokus pada buku ditangannya
"Jika iya kenapa masih belum tidur?" tanya Aldi kembali
"Dasar suami tidak peka tahu istri ingin dimanja malah cuek bebek" gumam Geya dalam hati dengan hati kesal
"Baiklah aku akan tidur" ucap Geya meletakkan kasar buku yang ada ditangannya dan akan beranjak keluar
Aldi hanya acuh tak acuh terus fokus pada pekerjaannya yang tertunda beberapa jam tadi. Sedangkan Geya dia keluar dengan suasana hati yang amar kesal dan berlalu ke kamar milik pembantu yang dari dulu mengasuh dia
Tok...tok..tok
Geya mengetok pintu kamar milik bi sami cukup lama tapi tidak mendapati tanda tanda jika wanita paruh baya itu membuka pintunya
Akhirnya dia kembali lagi ke dalam kamar dan melanjutkan membacanya mengacuhkan keberadaan suaminya
Seamat jujurnya dia sebenarnya sangat mengantuk tetapi melihat hujan yang begitu keras dan suara gemuruh yang selalu datang membuatnya tidak jadi mengantuk
Aldi melirik sejenak kearah istrinya yang menekuk wajahnya kembali dia mengerjakan tugasnya agar cepat selesai
"Dasar suami tidak peka" sungut Geya menatap sebal kearah suaminya
"Tidak peka? Siapa?" tanya Aldi pura pura tidak tahu
Geya hanya memutar kedua matanya malas dan memilih kembali membaca bukunya yang tinggal beberapa gelintir
Aldi hanya mengedikkan bahunya acuh dan kembali mengerjakan pekerjaannya, dia juga sebenarnya lelah belum mengistirahatkan badannya walau sebentar
'Ish dia ini istri lagi ngambek bukannya dirayu ditimang timang malah asik sama laptopnya jangan jangan dia selingkuh lagi pura pura kerja tapi yang dilihat cewek cantik' batin Geya
'Kalau iya awas saja dia bilangnya mencintaiku tapi malah selingkuh disuruh nikah sama si bule gak mau'
'Dasar suami gak ada untungnya udah gak bisa romantis kaku sama istri malah sekarang acuh sama istri dasar gak guna kalau bukan aku mencintainya mungkin aku sudah memberikan lembaran surat cerai untuknya' Geya terus berperang dalam batinnya mengeluapkan semua emosinya dalam hati
Aldi menaruh laptopnya di sofa kini beralih tempat ke ranjang yang ditempati Geya dimana sang istri masih sibuk membaca
__ADS_1
Tanpa sepatah kata apapun yang terlontar Aldi langsung menyita buku tebal itu dan meletakkan di atas sandaran ranjang lalu menarik sang istri untuk masuk kedalam dekapannya
"Kembalikan bukuku aku masih ingin membaca, mubazir tinggal sedikit disaat saat adegan kematian" ucap Geya mencoba melepaskan diri dari dekapan suami
"Apa matamu tidak katarak malam larut gini masih melanjutkan membaca buku kayak gitu?" tanya Aldi tanpa mengubah posisinya
"Tidak sama sekali" tekan Geya kembali dengan bukunya
"Tidak boleh ayo kita tidur lanjutkan besok saja" ucap Aldi langsung membuang buku itu sembarangan
Geya memonyongkan bibirnya kedepan dan membelakangi suaminya seolah memberitahu jika dirinya ngambek
"Bagaimana kabar kandunganmu? Apakah baik baik saja?" tanya Aldi terus mengusap perut rata Geya
"Sangat baik" ucap Geya ketus
"Besok kita konsultasi ke dokter Tristan" ucapan Aldi membuat Geya spontan membalikan badannya
"Bukankah kemarin dokter Tristan bilang jika cek -up nya diundur jadi minggu depan?" tanya Geya
"Tidak jadi katanya dokter Tristan tidak direstui sama orang tuanya" ucap Aldi fokis mengelus surai milik Geya
"Kenapa begitu? Bukankah kekasih dokter Tristan anak beranda?" tanya Geya kembali
"Kamu tahu darimana jika kekasih dokter Tristan seorang anak beranda?" tanya Aldi menjitak pelan kepala Geya
"Ish sakit tahu, ya secarakan dokter Tristan orangnya kalem, murah senyum dan satu lagi dia juga mapan pasti dia jadi incaran para perawat yang ada disana dong" ucap Geya yang tanpa melihat ekspresi suaminya yang berubah
"Bagaimana jika kit-" ucapan Geya terpotong kala melihat sang suami dengan muka masamnya
"Kamu kenapa Al?" tanya Geya mengkerutkan keningnya
"Berhenti membicarakan orang lain jika bersamaku cukup bicarakan hubungan kita saja dan perlu kamu ingat jangan jadi mak jomblang untuk orang orang" ucap Aldi kesal
Geya masih belum mengerti apa yang dikatakan oleh sang suami tapi dia tetap menganggukan kepalanya dan mulai tidur tapi sebelum itu
"Kamu cemburu ya dengan aku" Goda Geya menoel pipi Aldi yang memejamkan kedua matanya
"Tentu aku cemburu sangat jelas kamu menyebutnya tampan" ucap Aldi datar
"Sayangnya aku jangan marah aku tidak selingkuh kok" ucap Geya dibalas deheman oleh Aldi
Geya menenggelamkan kepalanya di dada suaminya mencari kehangatan untuk dirinya hanya butuh beberapa menit nafas Geya mulai teratur. Aldi menjauhkan sedikit badannya agar bisa melihat wajah Geya memastika apakah Geya benar benar tertidur apa belum
Dia turun dari ranjang dengan hati hati takut membangunkan sang istri dan kembali berjalan keluar untuk membuat kopi untuk dirinya
Dia mencari sakelar lampu dapur dan mulai membuat kopi, setelah itu dia kembali masuk ke kamar dan duduk disofa tempat dia menaeuh laptopnya
__ADS_1
"Aku harus cepat menyelesaikan pekerjaan ini dasar kenapa dulunya aku begitu ceroboh" bergumam merutuki dirinya sendiri
÷÷÷÷
Pagi sesuai dengan perkataan Aldi semalam Geya bersiap didepan cermin kesayangannya, mengeringkan rambutnya dengan hair dryer
Dirinya beralih menghampiri Aldi yang masih tertidur pulas
"Al bangun ini sudah hampir siang" ucap Geya mrnggoncangkan lengan Aldi
Bukannya menjawab Aldi malah mlengos membelakangi sang istri ketika Geya membuka gorden panjang membiarkan sinar menerpa wajah garangnya
"Al bukannya semalam kamu bilang kita akan cek-up?" tanya Geya tanpa menyerah
"Nanti saja" ucap Aldi
"Ayolah apa kamu tidak ada niatan untuk kembali memiliki debay?" tanya Geya
"Beri aku semangat" ucap Aldi
"Baiklah Aldi sayang bangun ya istrimu tidak sabar memiliki anak" ucap Geya manja
"Bukan itu yang aku mau dasar tidak peka" ucap Aldi membangunkan dirinya dengan kesal
"Bodoamat cepat mandi aku sudah menyiapkan air untukmu" ucap Geya menuju kearah lemari mencari baju untuk dirinya dan Aldi
Aldi hanya menatap sebal kearah istrinya tanpa sepatah kata apapun dia mengambil bathrobe dan berlalu membersihkan dirinya
Geya hanya acuh dan menuju kearah walk in closet untuk mengganti pakaiannya
15 menit kemudian Aldi selesai dengan ritualnya kini wajahnya tampak lebih segar dari sebelumnya apalagi ditambah air embun yang menetes dari rambutnya membuatnya tambh lebih sangar
"Baru tahu jika aku memiliki suami yang sangat cool" gumam kecil Geya
Aldi mengambil pakaiannya dan memakainya dihadapan Geya yang masih melamun
"Eh eh mau ngapain? Sana ganti diruang itu" tunjuk Geya
"Kelamaan lagian dulu juga kamu pernah lihat" ucap Aldi enteng
"Itu dulu dan kita sudah lama tidak melakukannya" ucap Geya tanpa sadar
"Sepertinya istri manisku ini tidak sabar mencicipi tubuhku ya" goda Aldi lolos membuat Geya tersipu
"Apaan sih gak jelas aku tunggu dibawah" ucap Geya langsung berlari kecil menghindari sang suami
Aldi hanya terkekeh melihat tingkah sang istri dia tak ingin membuat istrinya menunggu langsung memakai pakaiannya dengan cepat
__ADS_1
bersambung....
maaf guys jika banyak typo, aku masih kurang fokus😁 sedikit dulu ya....