Didalam Perjodohan

Didalam Perjodohan
Episode 37


__ADS_3

Siang ini Geya berada di rumah sesuai janjinya pada Aldi. Dia berada di taman belakang rumah memandangi hamparan berbagai macam tanamam membuat hatinya sejuk. Dia duduk dibangku kayu ukiran taklupa sebuah buku bertumpu di pahanya


"Nona anda dicari tuan muda" Kata Bibi menghampiri Geya yang akan membaca buku


"loh dia pulang bi?" tanya Geya heran


"Benar Nona sekarang tuan muda sedang di ruang kerja, kalau begitu bibi permisi dulu ya non" kata Bibi


"Ngapain dia pulang biasanya juga sore apa penyakitnya kumat" Gumam Geya masuk kedalam rumah


Dia langsung berjalan ke ruang kerja disana dia melihat Aldi yang sedang duduk di sofa sesekali memijit pelipisnya


"Kau kenapa?" tanya Geya ikut duduk di sofa


"Aku pulang bukannya disambut dengan manis malah di tanya kau kenapa?" cibir Aldi


"Iya ya suamiku kamu mau apa?" tanya Geya manis


"Aku ingin kau duduk diam disini" ucap Aldi mengubah posisinya dia berbading dengan kepala di atas paha Geya


"Nyaman sekali" Gumamnya menggoyang goyangkan kepalanya ke kanan ke kiri


"Kau itu kesambet apa? pulang pulang malah malas" Kata Geya


"Diamlah aku pusing pekerjaanku numpuk" Kata Aldi manja


"Namanya juga pekerjaan ya pasti numpuklah kan besok kamu weekend kan?" Tanya Geya mengelus elus kepala Aldi


"iya besok weekend jadi aku mau membawa kamu ke mansion" terang Aldi


"Besok terus bagaimana dengan bibi?" tanya Geya


"bibi sudah ada penjaga sekarang rumah ini ada pelayan dan ada penjaga"


"penjaganya kau ambil lagi dari mansion?"


"tidak penjaga itu sudah lama ada disini tapidia aku suruh datang saat aku tidak dirumah tapi kalau aku dirumah dia aku liburkan"


"ja, jadi orang yang berada dirumah ini saat kamu keluar kota itu dia?"


"iya memangnya kenapa?"


tanpa aba aba Geya langsung mencupit lengan Aldi dengan kerasnya seketika Aldi menjerit kesakitan


"Aduh sakit Ge memangnya kenapa?" tanya Aldi polos


"Masih polos juga gara gara kamu aku ketakutan setengah mati" Kesal Geya


"ma, maksudnya apa? takut kenapa?" heran Aldi


"Gara gara kamu aku ketakutan kau tahu saat kau keluar kota aku tidur sendiri padahal aku tidak bisa tidur sendirian. Dan yang paling ku benci adalah ketika tengah malam ada orang yang sedang didapur kukira dia hantu sangking takutnya aku sampai nangis" Ucap Geya berdiri dari duduknya


"Hey mau kemana? Disini saja" Rengek Aldi


"Aku mau ke dapur bantu bibi" ucap Geya


"Ck kan ada bibi yang mengurusi" Kesal Aldi


"Kenapa kau sekarang bawel kasihan bibi ngurusin sendiri dia sudah tua kenapa kau suruh disini?" kata Geya


"Yakan bibi yang paling lama bekerja di mansion dia juga yang mengasuh aku sejak bayi"


"Dahlah terserah" celetuk Geya tanpa moenghiraukan omongan Aldi


Geya pergi kedapur dia melihat bibi yang sedang memasak diapun menghampirinya


"Bi boleh Geya bantu?" tanya Geya


"Nona tidak usah lebih baik nona menemani tuan Aldi" Tolak halus Bibi


"Enggak papa bi Geya juga mau belajar memasak"


Mereka memasak untuk makan siang sesekali bercerita tentang kehidupan masing masing


Aldi langsung ke kamarnya dia membanting dirinya di ranjang empuknya tanpa berganti pakaian tak lama dia larut dalam tidur nyenyaknya


Geya membuka pintu matanya melirik ke arah Aldi yang tertidur, Dirinya mendekati Aldi menatap dalam suaminya wajah yang terlihat letih dia berjongkok melepas sepatu dan kaos kaki dengan hati hati dan melepas dasi yang masih terpasang di lehernya


"Kenapa kau cepat sekali berubah? Apa mungkin benar dulu kau hanya tersihir oleh Lisa hingga kau menutupi jati dirimu yang asli?" gumam Geya mengelus lembut kening Aldi


Geya tak berani mengusik tidur Aldi dia memutuskan untuk makan siang sendirian dan meminta Bi marni untuk menemaninya


skip...


langit sore berubah menjadi jingga seorang Geya duduk di balkon kamar memandangi indahnya langit sore


"Aldi sudah bangun atau belum?" Gumam Geya kembali masuk dan menutup pintu kaca nya


"Al bangun sudah sore kamu tidak mandi?" Ucap Geya membangunkan Aldi namun yang dibangunkan hanya melengos ke kiri


"Al bangun diluar ada Andri mencari kamu" Ucap Geya mengoncang tubuh Aldi pelan


"Suruh dia pulang" Gumam Aldi


"Al ayo bangun" Kesal Geya menepuk keras lengan Aldi


"Aduh kenapa kau menjadi garang sih?" Rengek Aldi langsung duduk


"Cepat mandi habis ini kau makan tadi siang kau melewatkan makan siang cepat" Suruh Geya langsung menuju meja rias

__ADS_1


"Kau mau kemana? kenapa rapi begitu?" Tanya Aldi yang menyadari penampilan Geya yang rapi


"Aku mau kerumah teman aku sekalian pulang ke rumah mama. Tadi mama telepon nyuruh aku kesana" jelas Geya


"Jadi mama tidak menyuruhku kesana?" tanya Aldi


"Sebenarnya mama mengajak kita tapi mungkin kamu tidak mau yaudah aku yang akan kesana sendiri" Kata Geya melihat Aldi dari pantulan cermin


"Mana bisa gitu? tunggu sebentar aku ikut" Kata Aldi langsung beranjak ke kamar mandi


Geya turun dia menghampiri kamar bi marni dia mengetuk pintu


"Bi nanti bibi tidak usah masak Geya dan Al mau ke rumah mama" ucap Geya


"Baik Non, Apa nona akan menginap disana?" tanya Bi marni


"Tidak tahu bi terserah Al saja, Yaudah kalau begitu bibi lanjutkan istirahatnya Geya kekamar dulu" ucap Geya dan pergi


"Dari mana kamu?" tanya Aldi yang duduk menunggu Geya


"Dari bawah memberi tahu bibi" balas Geya sambil memilihkan Aldi pakaian


"Nih pakailah cepat keburu malam"


"iya iya cerewet banget" Gumam Aldi kecil


"Apa kau bilang?"


"Tidak ada baiklah aku mengalah" Elak Aldi


Geya hanya menggeleng gelengkan kepala melihat kelakuan Aldi. Dia membuka ponselnya melihat beberapa pesan dari Riska dan beberapa panggilan dari siska


"Lupa jika aku ingin memberi tahu kalau aku berhenti, tapi kalau aku mundur aku enggak enak pada Riska padahal aku yang membuat ide itu bagaimana ini?" bimbang Geya menatap layar ponsel


"Apa yang terjadi?" tanya Aldi tepat disamping Geya


"Yak kau mengejutkan ku" Celetuk Geya mengelus dadanya


"Ayo kita berangkat sekarang" Ajak Aldi


Aldi mengendarai mobilnya sesekali melihat Geya yang nampak melamun memandang jalanan dari jendela mobil


"Kau kenapa melamun?" Tanya Aldi


"Tidak melamun kok hanya memikir saja" jawab Geya menatap Aldi


"Apa kau jadi ke rumah temanmu?" tanya Aldi


"Mungkin tidak jadi" jawab Geya menghela nafas panjang dan Aldi menyadari hal itu


"Apa yang kamu pikirkan? Coba kau cerita denganku"


"Sangat bisa dipercaya" Jawab Aldi tersenyum manis


"Al aku tidak tega berhenti begitu saja, semua ini ideku dan lagi pula aku bosan di rumah tidak ngapa ngapain" rengek Geya


"Mana janjimu itu tadi pagi yang baru kau ucapkan apa kau sudah lupa?" tanya Alsi


"ta, tapi" ucapan Geya terpotong dengan gertakan Aldi membuat dia terdiam


"Kalau kau tidak mau yasudah kau teruskan saja kerjamu" Geram Aldi menatap lurus


Geya menatap diri Aldi yang sedang marah padanya terlihat jelas raut yang terpancar diapun bingung ingin bagaimana


Sampai di rumah Geya, Aldi langsung memarkirkan mobilnya di halaman ini kedua kalinya dia singgah disini pertama saat melamar Geya dan kedua hari ini berkunjung


Aldi mengetok pintu saat terbuka Aina melihat anak dan menantunya tengah tersenyum manis menatap dirinya


"Loh kalian cepat sekali datang ayo masuk" ajak Aina mempersilahkan


"Haiya ma kita datang kesini cepat cepat karna mau makan malam disini yakan Al?" Ucap Geya menyenggol lengan Aldi


"Iya ma Aldi ingin merasakan bagaimana rasanya makan malam dengan mertua" Ucap Aldi asal


'Alasan apa itu apakah masuk akal?' batin Geya


"Sebentar Mama panggilkan papa kamu" ucap Aina melangkah pergi


Kini yang tersisa hanya Aldi dan Geya. Aldi yang disibukan dengan email kiriman Andri dan Geya yang selalu menatap manik Aldi


"Apa kamu lihat lihat?" tanya Aldi tanpa menatap Geya


"Al apa kamu masih marah?" tanya Geya hati hati


"Ya iyalah marah masa istri mau kerja aku tidak marah lagipula aku masih sanggup masih bisa memberi kamu nafkah tapi kamu malah bekerja, Dengar ya meskipun kamu bosan tapi tidak dengan bekerja kamu bisa menghilangkan bosan kamu. Aku boleh boleh saja kamu keluar dengan teman baru kamu tapi hanya satu itu jangan melewati batas ataupun membuatku marah" Kata Aldi memegang tangan Geya dan dibalas senyuman manis Geya


Tak selang lama Jayanto menghampiri mereka dan memulai percakapan dengan Aldi sedangkan Geya dia membantu Aina memasak untuk makan malam


"Ma para pelayan kemana?" tanya Geya sambil mengupas bawang


"Para pelayan mama suruh istirahat karna malam ini Mama mau memasakan anak anak mama dengan spesial" ucap Aina yang sebenarnya merindukan putri semata wayangnya


"Mama bisa aja" gurau Geya


"Argya mama harap kau menuruti apa kata Suamimu maaf mama tadi mendengarkan apa yang kalian pertengkarkan" ucap Aina


Geya beralih menatap mamanya dengan tatapan terkejut seketika tubuhnya menjadi remang


"Ap, apa mama mendengar semuanya?" tanya Geya terbata dan diangguki Aina

__ADS_1


"iya mama tahu semuanya jadi itu alasan kamu bisa memasak bisa membuat hal segala macam kue jadi gara gara bekerja?" tanya Aina


"Maaf Ma bukan maksud Geya membohongi mama dan yang lain tapi kami dulunya memang sepakat untuk tidak mencampuri urusan masing masing dan saat itu Aldi belum memberi Geya nafkah lahir jadi Geya tidak berani memintanya dan saat itulah Geya ikut bisnis kecil kecilan" jelas Geya menunduk


"maafkan mama nak seharusnya mama tidak memaksa kamu mengikuti kemauan mama. mama egois tidak memikirkan perasaan kamu" tangis Aina pecah


"ma mama tidak salah lagipula sekarang ada kabar bahagia untuk mama sekarang Geya dan Aldi saling mencintai jadi mama jangan khawatir" ucap Geya menenangkan ibunya dengan segera dia memeluk mamanya


Sama halnya dengan Geya Aldi pun juga di introgasi oleh Papa mertuanya


"Apa kamu benar benar serius dngan putriku? jika kamu hanya membersihkannya lebih baik kamu ceraikan dia" ucap Jayanto


"Tidak pa Al mencintai Geya entah sejak kapan cinta itu datang namun yang pasti Al mencintai Geya sudah lama" Kata Aldi


Jayanto dapat melihat ketulusan dari Aldi namun dia juga merasa bimbang apakah benar jika Aldi sudah benar benar mencintai anaknya


"Baiklah papa beri kamu satu kesempatan namun jika kau menyia nyiakan ini jangan harap bisa menemui Geya"


"Terima kasih pa" balas Aldi tersenyum lega


"Ayo kita makan malam" mereka berjalan menuju dapur


"Kalian dari mana saja? ayo kita makan Ge kamu ambilkan Aldi makanannya" perintah Aina diangguki Geya


"Kamu mau apa al?" tanya Geya


"Udang boleh kok"


"segini nasinya apakah cukup?" tanya Geya


"cukup"


Mereka makan dengan kidmat sesekali ada candaan dari Aina dan Geya. Selesai dengan makan kini Geya dan sekeluarga berkumpul di ruang keluarga ditemani secangkir teh dan beberapa cookies dihadapan mereka


"Bagaimana Al perkembangan perusahaan kamu?" Tanya Jayanto memulai pembicaraan


"Alhamdulillah lancar pah dan perusahaan papa bagaimana?" tanya balik Aldi


"Ya begitulah sama lancar"


"Mah pah Geya ke kamar dulu ya" pamit Geya


"Al kau susul Geya sepertinya dia ada yang di sembunyikan" bisik Jayanto dan diangguki Aldi


Aldi baik kekamar Geya dia melihat Geya yang sedang mencarger ponselnya dia melihat lihat kamar milik istrinya itu masih sama belum ada yang berubah


"Kau suka warna biru?" tanya Aldi duduk di pinggiran kasur dengan mata jelalatan kesana kemari


"iya warnanya cerah" jawab Geya ikut duduk


"Al apakah kita akan menginap disini?" tanya Geya


"Mungkin tidak bisa karna kita besok kerumah mami dan aku ada email yang harus ku kerjakan" ucap Aldi seketika membuat raut wajah Geya tertunduk lesu


"Begitu ya tidak apa apa kok" ucap Geya tersenyum


skip 1 jam kemudian.....


Geya turun untuk mengambil minum dia melihat Aina tengah duduk sendirian di meja makan


"loh ma ngapain disini sendiri papa mana?" tanya Geya celingukan


"Papamu lagi tidur"


"Ohya Ge apa kamu menginap disini?" tanya Aina


"Maaf mah Geya tidak bisa Aldi masih banyak kerjaannya" ucap Geya tak enak hati


"Siapa bilang ada pekerjaan? Kita menginap disini kok mah" sela Aldi yang baru turun


"oh baguslah kalau begitu mama ke kamar dulu kalian cepat tidur besok weekend kita bisa jalan jalan di taman rame rame bisa kan?" ucap Aina senang


"Bisa kok mah kalau begitu kita ke kamar dulu" pamit Aldi menggandeng Geya masuk ke kamar


"Hey tadi katanya enggak bisa menginap disini?" heran Geya


"Namun sepertinya aku berubah pikiran sejak aku melihat wajah lesu istriku ini" Goda Aldi mencubit gemas pipi Geya


tanpa aba aba Aldi langsung mencium bibir cery Geya. sontak membuat Geya terkejut dan membulatkan matanya lebar lebar


Aldi terus melanjutkan aksinya ******* bibir indah Geya. Geya memejamjan matanya membalas ******* dari Aldi


tak tinggal diam Aldi menuntun Geya ke pinggiran ranjang dia melepas pautan bibir mereka saat nafas Geya mulai terengah engah


"Apa aku boleh melakukannya?" Izin Aldi dan diangguki kecil oleh Geya yang tertunduk malu


Dengan senang hati Aldi melanjutkan aksinya namun sebelum itu dia mengkunci pintu kamar Geya


Dia mendekati Geya yang sedang duduk di ranjang dia langsung mendorong tubuh Geya hingga terbaring diranjang.


langsung skip...


bersambung.....


%@@@%


maaf Guys kalau sedikit dan kurang menarik ceritanya.


jangan lupa like dan komen

__ADS_1


terimakasih😉


__ADS_2