Didalam Perjodohan

Didalam Perjodohan
Episode 80


__ADS_3

Kini di ruang tv hanya ada keheningan yang tercipta, masing-masing terfokus pada ponselnya


Kecanggungan terjadi diantara mereka, Geya sejak tadi senyam senyum membalasi pesan masuk dari teman semasa sekolahnya


Sejenak Aldi melirik Geya yang senyam senyum sendiri malah membuatnya curiga. Dengan cepat Aldi menyambar ponsel tanpa permisi langsung menjelajahinya


"Ada apa sih?" kesal Geya menatap sengit kearah Aldi


"Kamu itu sebenarnya kenapa? Dari tadi terus mendiamiku, bukankah seharusnya aku yang marah sebab kamu meninggalkanku disana mutar mutar tidak jelas karena mencarimu?" tanya Aldi


"Tidak kenapa-napa, maaf jika aku meninggalkanmu" ucap Geya lalu pergi ke atas


Aldi hanya memandangi punggung Geya yang perlahan menghilang dibalik pintu, Dia memilih ke ruang kerjanya untuk meredakan rasa emosi dan kekesalan yang sedari tadi ia tahan sambil memikirkan apa yang membuat sang istri marah padanya


Geya membaringkan tubuhnya membelakangi pintu, dia hanya ingin suaminya bercerita dengannya apa yang dilakukan sehariannya tadi saat tidak bersamanya


Ingin dia menanyakan dengan langsung siapa wanita hamil itu, mendengar kata hamil pikirannya kembali negatif.


Apakah wanita itu simpanannya Aldi? Apakah itu anak Aldi?


Beribu pertanyaan dibenaknya ingin ia sampaikan pada suaminya, tapi ia takut mendengar jawaban yang sebenarnya


Sekitar pukul 11 malam Aldi mengerjapkan kedua matanya yang tampak buram, dia ketiduran di meja kerjanya


"Apa dia sudah tidur?" guman Aldi langsung pergi ke kamar utama


Ceklek


Dia melihat istrinya yang berbaring membelakanginya, dia perlahan merangkak menghampiri sang istri yang memejamkan matanya


Tangannya dengan lembut membelai pucuk rambut Geya, dan ikut tertidur dengan tangan yang setia mengelus kepala Geya


 


Pagi harinya Aldi bangun lebih awal, dia menatap sang istri yang masih setia dialam mimpinya


Dengan perlahan ia bangkit ke kamar mandi untuk segera ke kantor mengingat jika nanti ada pertemuan penting dengan client-nya


Skip


"Bi saya pamit pergi dulu, jangan lupa kasih tahu untuk nona Geya agar sarapan, saya ada pertemuan penting" ucap Aldi dan langsung pergi dengan tergesa


"Baik tuan" jawab bi marni dan melanjutkan menyapu terasnyaa


Geya mengerjapkan matanya dan langsung mendudukan dirinya, matanya yang sipit menyapu seluruh isi ruangan mencari sesosok suaminya


"Dia marah denganku?" gumam Geya dan langsung ke kamar mandi untuk mencuci muka

__ADS_1


Dia melihat ponselnya yang tergeletak tak berdaya di atas laci jam tangan milik Aldi. Dia mengambilnya namun matanya melihat secarik kertas bertuliskan pesan untuknya


..."Untuk semalam aku minta maaf, aku hanya kesal kemarin kamu pergi tanpa izin. Dan hari ini aku ada pertemuan penting dengan client jadi nanti antarkan aku bekal"...


Kira kira begitulah yang Aldi tulis, Geya kebawah untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan


"Bi apakah Aldi sudah sarapan?" tanya Geya pada bi Marni yang mencuci piring


"Belum non tadi tuan muda kelihatannya buru buru"


Geya hanya mengangguk dan melanjutkan makannya.


"Bi Geya keatas dulu nanti bibi gak usah masak biar Geya saja yang membuatnya"


"Biar bibi saja non kan ini tugas bibi"


"Gak apa bi Geya memasak juga untuk suami Geya" ucap Geya pergi ke kamar lagi


Skip


Geya mulai mengobrak abrik dapur, tangannya yang lincah memotong berbagai sayur dan bahan bahan yang lainnya. Tak hanya itu bi Marni yang sedari tadi hanya memperhatikan sang majikan atas perintahnya


"Non mau membuat apa?" tanya bi Marni


"Geya ingin membuat ayam dan tumis udang dan bibi boleh bantu Geya membuat dimsum, Geya ingin memberikannya pada Aldi" ucap Geya semangat


"Bi tolong tatakan bekalnya ya Geya mau mandi dulu" ucap Geya langsung berlari kecil menuju kamar utamanya


Dia dengan cepat membersihkan diri dan mengobrak abrik lemarinya mencari pakaian yang cocok untuknya


Setelah mencari dari plosok ke plosok akhirnya pilihannya jatuh ke jeans dengan atasan floral model sabrina yang simple dan sneakers taklupa dia membawa sling bagnya


Perfect


Geya turun mengambil paperbag cukup besar diatas meja, dia pergi dengan menggunakan taksi yang sudah ia pesan


Cukup waktu 15 menit dia sampai di kantor milik Aldi, dia menelusuri loby kantor dan langsung menekan angka 30 untuk ke ruangan Aldi


Sesampainya disana dia tidak melihat Nita yang berjaga di meja besarnya, dia membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu


"Al ini aku bawakan bekalnya" ucap Geya pelan


Geya merasakan dentuman besar didadanya, awalnya dia ingin memperbaiki kesalahannya kemarin dan ingin meminta penjelasan kini pupus, lagi lagi dia harus melihat Aldi yang senang hati mengelus perut buncit wanita kemarin siang


"Apakah aku mengganggu kalian?" tanya Geya pelan


"Sayang sejak kapan kamu berdiri disitu?" kejut Aldi ingin menghampiri Geya tetapi Geya lebih dulu pergi

__ADS_1


"Siapa dia Al?" tanya Aishe heran


"Nanti aku kenalkan, pasti dia salahpaham lagi denganku" gumam Aldi dan berlari menyusul Geya


"Hey tunggu" ucap Aldi langsung menggenggam erat tangan Geya


"Apalagi? Kenapa aku harus melihat kamu mengelus perut wanita itu lagi?" kesal Geya


"Dan kemarin kamu bahkan tidak menjelaskan apa apa denganku, Niatnya aku ingin meminta penjelasan itu malah kembali melihat adegan itu, Apa kamu tidak sabar menungguku untuk memiliki keturunan sampai sampai kamu meminta wanita lain mengandung anakmu?" oceh Geya tanpa henti


"Gara gara itu kah kamu mendiamiku semalaman?" tanya Aldi terkekeh


"Makanya ayo ikut aku akan kukenalkan kamu dengannya" ucap Aldi merangkul pundak Geya kembali keruangannya


Aishe yang sedari tadi duduk diam di sofa kini menatap sepasang orang yang membuatnya heran tadi


"Al siapa dia?" tanya Aishe menunjuk pada Geya yang masih sembab


"Duduklah didekatnya sana" ucap Aldi menyuruh Geya mendekat pada Aishe.


Geya hanya bisa menatap curiga pada suaminya masih kukuh dengan pendiriannya. Aldi menarik istrinya untuk duduk dengannya disofa berdekatan dengan Aishe


"Sayang wanita yang kamu curigai itu teman masa kecilku dulu dan dia baru datang kesini dengan ayahnya kemarin" ucap Aldi menerangkan


"Tunggu? Sayang?" tanya Aishe heran


"Iya dia istriku kami menikah baru kemarin mungkin sudah satu tahun yakan sayang" ucap Aldi


"Hah baru satu tahun? Lo kenapa gak ngundang gue? Jangan jangan lo gak inget sama gue?" tanya Aishe bertubi tubi


"Pernikahan kami privasi dan hanya kerabat yang datang" ucap Aldi santai


"Kerabat? Berarti gue gak kerabat lo? Gila lo" kesal Aishe


"Jadi kalian teman?" tanya Geya yang sedari tadi diam


"Iya makanya kalau ada apa apa bilang? Jangan asal nuduh" ucap Aldi


"Maaf" ucap Geya pelan


"Namanya siapa dia?" tanya Aishe menatap Geya


"Ngapain lo tanya? Sayang kamu duduk disini dulu aku akan ada rapat dengan client baru aku jangan kemana mana pulang bareng sama aku paham" ucap Aldi dan langsung pergi


bersambung...


maaf jika menggantung author masih down sambung lagi nanti....

__ADS_1


__ADS_2