Didalam Perjodohan

Didalam Perjodohan
Episode 35


__ADS_3

Pagi dikediaman Aldi & Geya


Aldi sudah siap dengan pakaian formalnya taklupa juga jam tangan hitam kesayangan yang melingkar di tangannya. Hari ini adalah hari sibuk bagi Aldi bagaimana tidak kemarin dia menunda rapat dengan karyawannya dan ditambah lagi meeting dengan klien nya. Dia menuruni anak tangga dan berjalan menuju dapur tempat meja makan. Disana dia melihat Geya yang sedang berkutat menyiapkan makanan untuknya


Dia tak henti hentinya memandang Geya dan yang dipandang menyadari itu hanya cuek cuek saja.


'Ada apa dengan si Aldi kenapa dia memandangku seperti itu terus' batin Geya kikuk


taklama suara ketukan pintu begitu keras memecah konsentrasi Geya dia segera berlari untuk membukakan pintu


"Ya sia-pa,,, Kau ngapain datang kesini lagi?" Cetus Geya tangan bersedekap


"Nona Geya saya disini ya mau kerja lah lagian tuan Aldi meminta saya mulai sekarang untuk menjemput dia" Kata Andri santai seraya masuk


"Hey siapa yang mengizinkan kau masuk" teriak Geya membuntuti Andri


Sampai di dapur meja makan Andri segera menunduk hormat pada Aldi yang sibuk dengan laptopnya


'Dasar asisten bermuka dua, entah kenapa melihat wajahnya membuatku ingin sekali menghajar muka polosnya itu' batin Geya mendengus kesal dan melanjutkan memasaknya


15 menit kemudian....


Geya selesai dengan masakannya dia segera memindahkan ke meja makan


"Nih kalian makanlah dulu" Ucap singkat Geya dan langsung pergi ke kamarnya


Kedua lelaki ini tanpa basa basi langsung melahap makanan yang tersaji


Mereka selesai dengan sarapan dan langsung nyelonong pergi tanpa pamit 0ada Geya. Namun sebelumnya Aldi menyuruh Andri untuk mampir dulu ke mansion entah apa tujuannya


"Tuan kalau kita ke mansion sekarang yang ada nanti malahan kita telat jarak antara mansion dan perusahaan sangat jauh beda dengan rumah yang tuan tempati ini" Cerocos Andri tanpa henti


"Hey aku atasanmu dan aku juga yang memiliki perusahaan itu jadi nurut apa kataku"


"huh terserah tuan" Andri memilih untuk tidak mempermasalahkan intinya dia hanya harus mengikuti apa yang dikatakan sang tuan


Geya keluar dengan handuk yang dia sempetkan dipundaknya dia melirik ke arah meja makan ternyata kedua orang itu sudah pergi dia pun membereskan sisa makanan itu


"Mending aku langsung mandi saja dari pada telat" Gumamnya dan segera melakukan ritual sehari harinya


skip


Geya dan yang lain tengah sibuk membuat adonan kue terutama Siska dia sangat berantusias dengan hal ini


"Guys minggu minggu ini penghasilan kita bertambah banyak dan uang hasil jualan kita dalam 6 bulan berjalan lancar jadi kita bisa membeli lahan untuk kita bangun jadi toko" Seru Riska yang sibuk menghitung penghasilan bersama Geya


"Mending kita jangan beli lahan kosong yang ada nanti pengeluarannya bertambah belum ini belum itu. Dan usul aku nih ya mending kita beli kios atau toko saja jadi barang barang tinggal kita pindah ke toko itu bagaimana?" Usul Siska


"Benar juga tu dek. Jadi pengeluarannya tidak banyak" timpal Neni


"Iya ya kok enggak kepikiran yaudah mungkin besok atau lusa kita cari setuju"


"setuju banget" ucap mereka serempak dan melanjutkan aktivitasnya


Aldi sudah sampai di mansion disana dia disambut oleh penjaga dia segera turun dan masuk kedalam dan berpapasan dengan pelayan


"Bi dimana Mami Papi?" tanya Aldi


"Nyonya dan tuan besar sedang sarapan Tuan apa perlu saya panggilkan tuan?" tawar Pelayan


"Biar Al sendiri yang memanggilnya bibi hanya perlu membereskan barang barang bibi"


"loh kenapa begitu tuan saya dipecat?" tanya pelayan kaget


"enggak bi nanti bibi pindah kerja dirumah Al untuk gaji nanti Al samain dengan gaji disini"


"begitu toh kalau begitu saya permisi tuan" pamit pelayan itu dan diangguki Aldi


"Loh Al kamu kesini, mana Geya?" tanya Marisa saat hendak keluar


"Geya dirumah mi, ohya Al mau ambil bibi untuk bersih bersih di rumah bolehkan?" pinta Aldi pada Maminya


"boleh boleh saja sih tapi apa Geya mau?" Tanya Marisa


"Mau lah mi yaudah Aldi pamit dulu, papi mana mi?"


"Papi kamu lagi siap siap ke kantor, sana keburu telat"


"mana si Andri Al?" tanya marisa yang menyadari jika si Asisten tidak ada


"Lagi bantu bibi beres2 mi, Al berangkat dulu" Aldi keluar dari mansion, Marisa mengantarkan Aldi sampai di depan rumah


"Ma kalau mama bosen datang aja ke rumah Al Geya di rumah kok ajak sekalian mama mertua"


"Al al kau itu sekarang kenapa berubah, Apa kamu sudah tidak menjalin hubungankan dengan Lisa?" tanya Marisa


"ya enggak lah mi kan al ada Geya, Al pergi dulu mi daaa" Marisa hanya memandangi kepergian anaknya dia masih merasakan hati was was terhadap Aldi putranya


"Mi pagi pagi udah ngelamun, ngelamunin apa sih?" tanya Rahardian yang baru keluar


"Papi tadi Al datang kesini dia meminta satu pelayan untuk ke rumahnya"


"Bagus dong anak itu sudah mulai sadar" Ucap Rahardian


"Tapi entah kenapa Mami merasa khawatir dengan rumah tangga mereka, Apa kita menjodohkan mereka adalah solusi yang tidak tepat?"


"Jangan begitu mi, kita perlu doakan saja rumah tangga mereka agar tidak terjadi apa apa, sudah Papi kerja dulu" Pamit Rahardian mengecup kening Marisa


"Nanti coba Mami kerumah Al mungkin Geya ada disana" usul Rahardian dan diangguki Marisa


 


Siang pukul 11.39


Aldi duduk di kursi besarnya dia tampak serius dalam bekerja namun fokusnya terhenti saat melihat asisten yang masuk tanpa ketok pintu

__ADS_1


"Tuan Aldi anda ingin pesan makanan apa?" tanya Andri sambil membungkuk


"Bisa ketok pintu kalau masuk, seorang asisten harus punya tata krama paham?" sinis Aldi taklama ponselnya berdering tertera nama Marisa


"Ada apa mami telepon?" Gumam kecilnya


"Halo ada apa Mi?"


"Mana bisa?"


"iya aldi pulang sekarang"


tut..tut..tut


"Ada apa tuan?" tanya Andri yang dari tadi menguping


"Ayo kita pulang sekarang, kemana si Geya?" gumamnya


"Tapi tuan kita hari ini repot tuan, anda sudah menunda meeting kemarin kemarin dan sekarang mau ditunda lagi" Kesal Andri


"Kenapa kau cerewet sekali bilang saja tuan muda lagi sakit dan untuk meeting bisa di lakukan online kan?"


'Kenapa si tuan tidak seperti tuan yang lainnya dia seenak jidatnya perintah' batin Andri kesal


Mau tidak mau Andri harus menuruti perkataan tuanya dia segera melajukan mobilnya pulang ke kediaman


Geya baru saja selesai dengan kegiatannya dia dan yang lain akhirnya bisa bersantai namun lagi lagi ponsel yang ada di celananya berdering


"Ge mending kamu angkat siapa tahu penting" suruh Riska yang dari tadi terganggu


"Iya ya dari tadi belum ku angkat" Geya mengambil ponsel yang ada di sakunya terdapat 6 panggilan dari Marisa


''Ada apa Mami telpon hingga segini banyak nya'' gumamnya dan mengangkat teleponnya


"Halo ada apa mi?" tanya Geya


"Ge kamu ada dimana? Mami ada di rumah kamu kok kamu enggak ada"


'Mampus Gue bagaimana ini?' batin Geya khawatir


"Geya lagi dirumah teman mi yaudah Geya pulang sekarang ya mami tunggu" Ucap Geya buru buru dia langsung mengambil tasbya dan pergi begitu saja


"Loh Ge kamu mau kemana?" Teriak Riska


"Pulanglah mertuaku lagi dirumah" ucap Geya takkalah teriaknya


Dalam taksi Geya tak henti hentinya cemas takut rahasianya terbongkar dengan semua terutama Aldi karna dulu dia tidak pernah memberitahu kalau dia bekerja


"Pak lebih cepat ya" pinta Geya dia memandang luar melalui jendela mobil


Sesampainya di rumah Geya langsung masuk kedalan ternyata benar Marisa sedang duduk dengan kaki bertumpu


"Mami maaf Geya baru pulang. Apa mami sudah lama disini?" tanya Geya dan ikut duduk


"emang Aldi pulang kesana ya mi?"


"Tadi dia kesana dan kemana kamu?"


"em ta, tadi Geya kerumah teman ya kerumah teman kok"


"Kalau begitu Mami ke kamar dulu mungkin mami menginap disini bolehkan?" tanya Marisa membuat Geya kelagapan


"Boleh kok mi beberapa haripun boleh" jawab Geya kikuk


'bagaimana ini kalau mami menginap disini, mana kamar dekat dapur lagi, kamar tamu hanya ada satu ck' gumam Geya menatap kepergian Marisa


Suara deru mobil membuat geya keheranan dia segera keluar dan melihat siapa yang datang ternyata suaminya


"Ngapain pulang? mana si Andri?" tanya Geya sembari melirik mobil yang pergi menjauh


"Suka suka akulah itu kantor aku, mana Mami?" tanya Aldi seraya masuk


"Hey bagaimana aku bisa masuk ke kamarku kalau mami menginap disini?" kesal Geya


"Kalau mau masuk masuk saja tinggal buka tutup pintu gampangkan?" sinis Aldi


Geya yang kesal hanya menggerutu dan pergi dengan menghentakan kakinya. Aldi yang melihat itu hanya tersenyum melihat kelakuan sang pujaan hati baru baru ini


"Sejak kapan aku mulai mencintainya padahal dari awal aku ingin sekali membuat dia sengsara namun kenyataannya malahan baru beberapa bulan aku langsung jatuh cinta" Gumam Aldi dia segera masuk ke ruang kerjanya dan melanjutkan tugas tugasnya


"Halo An kau cari tahu kenapa Geya selalu tidak di rumah aku penasaran apa dia main selingkuh denganku" Perintah Aldi


"Bagus kau cepat cari tahu aku tidak mau tau nanti malam harus sudah ada paham"


Aldi duduk di sofa ruang kerjanya dia mulai disibukan dengan lembaran lembaran kertas yang beberapa tumpuk banyaknya.


Geya masuk Kamar betapa kagetnya dia melihat wanita paruh baya tengah beristirahat di kasurnya


"Loh siapa dia? kenapa dia bisa ada disini?" heran Geya dia tidak berani mengganggupun langsung keluar dia membuatkan Aldi kopi setelahnya langsung dia bawa ke ruang kerja sebelumnya dia melihat Aldi langsung masuk ke ruang kerja


tok tok tok


Mendengar seaura ketokan pintu membuat Aldi menghentikan aktivitasnya dan langsung menyuruh gerangan itu untuk masuk tampak Geya yang tengah memengang nampan berisi kopi dan kue


"Ada apa kau kesini?" tanya Aldi menatap Geya


"Ini aku kesini ingin memberikan kopi dan cemilan ini dan yang kedua aku ingin bertanya siapa orang yang berada di dalam kamarku?" kesal Geya seraya meletakkan nampan di meja


"Wanita Siapa yang kau maksud?" Tanya Aldi pura pura tidak tahu


"ck wanita paruh baya yang tidur di kasurku" Kesal Geya


"Mami palingan" jawab Aldi melanjutkan kerjanya


"Selain Mami siapa dia jawab sekarang" Geram Geya

__ADS_1


"oh itu Pelayan dari mansion aku bawa kesini" jawab Aldi santai


"Apaaaa?" teriak Geya tercengang


"Hey kau kenapa kau bawa pelayan kesini? kau tahukan kamar itu sudah ku gunakan terus nanti malam aku tidur dimana dan mana semua barang barangku yang ada di kamar itu?" Cerocos Geya tanpa henti


"Bisa diam tidak? nanti akan aku jelaskan dan sekarang kamu keluar aku akan melakukan meeting" Usir Aldi


"ohh kau mengusirku?"


"Kalau kau tidak mau keluar maka kamu disini harus diam aku ada meeting paham?" Aldi melanjutkan pekerjaannya sedang Geya dia keluar dengan kesal dia menutup pintu Aldi dengan kesal hingga menimbulkan suara


"Apa apaan dia itu seenak jidatnya memberikan kamar untuk orang lain, terus aku harus tidur dimana nanti malam" Kesal Geya saat berada di taman belakang


---


Malam harinya Aldi dan sekeluarga makan malam dengan khidmat tapi tidak dengan Geya dia masih kesal dengan Aldi marisa yang menyadari jika Geya terus cemberut itu heran


"Al ada apa dengan Geya? apa kau memarahinya" tanya marisa belum juga Aldi menjawab Geya lebih dulu menyela


"Iya mi dia memarahiku karna tadi siang Geya mengganggunya" Adu Geya membuat Aldi melongo


'Apa apaan dia itu dia memfitnahku pada mami, awas aja dia' gumam Aldi


"Al apa itu benar?" tanya Marisa dengan tatapan tajam sedangkan Geya merasa puas dengan hasilnya


"Bukan mi Geya yang memfitnah Al"


"alasan sekarang kamu minta maaf pada Geya" suruh Marisa


"enggak Aldi enggak salah"


"Kamu minta maaf atau tidak"


"iya iya aku minta maaf" ucap Aldi dengan sinis


"yang ikhlas ngomongnya" Kesal marisa


"Huft Geya aku minta maaf ya" ucap Aldi dengan senyum palsu


"Aku maafkan kok mi" Geya tertawa cekikikan puas mengerjai suaminya itu


Selesai dengan makan malam Geya menonton tv dengan marisa sedangkan Aldi di ruang kerja menyelesaikan pekerjaannya yang tinggal separuh


"Ge bagaimana apa kamu sudah melakukan program hamil?" tanya Marisa


"belum mi, Lagian Aldi lagi sibuk jadi kita tunda dulu" jawab Geya tampak raut kekecewaan tersirat diwajah marisa


"tidak apa apa kok, kamu tetap semangat yasudah mama ke kamar dulu"


Geya memandangi kepergian Marisa dengan seksama ada rasa penyesalan dalam diri Geya dia membaringkan tubuhnya di sofa


'Maaf mi bukan maksud Geya membuat mami kecewa tapi Geya sendiri tidak tahu kedepannya. mungkin Aldi akan punya istri yang lebih baik nantinya' batin Geya menatap kosong layar tv


Aldi keluar dari ruang kerja dia melihat Geya yang berbaring sambil menonton tv. Dia menghampiri dan ikut duduk di sofa


"Kau kita pindah ke kamar jangan disini nanti mami tahu" ucap Aldi sontak Geya terkejut


"cih kau memberikan kamarku untuk bibi tapi aku dibiarkan" kesal Geya cemberut


"kau masih marah?" tanya Aldi seraya mengelus kepala Geya sontak membuat Geya terkejut panas dingin


'ada, ada apa dengannya apa dia kesambet apa aku bermimpi jika iya aku tidak mau bangun lihatlah dirinya saat mengelus kepalaku cute' batin Geya menatap manik Aldi


"Apa lihat lihat? ayo pindah dan aku ingin bertanya sesuatu denganmu" ucap Aldi seraya berdiri


Geya yang penasaran hanya mengikuti Aldi hingga sampailah dia di kamar utama milik Aldi


"Mulai sekarang kau tidur disini barang barang mu sudah ada di sini dan mungkin aku ingin mengakhiri ini semua" ucap Aldi tiba tiba


"ma, maksudnya?" tanya Geya dengan bergetar


"ak, aku ingin kita baikan layaknya suami istri sesungguhnya"


deg....


antara senang dan sedih yang dirasakan Geya dia menangis mendengarkan perkataan Aldi


"apa kamu sadar apa yang kamu katakan?"


"ya aku sadar dengan apa yang ku katakan jadi aku ingin kita hidup seperti suami istri yang lain" ucap Aldi


"tapi kamu sudah memiliki hubungan dengan Lisa dan kau dulu juga pernah berkata kalau kamu tidak akan pernah bisa mencintaiku dan kau terlalu terobsesi dengan Lisa jadi aku ingin mundur saja lagian aku sudah tidak mencintaimu lagi" Kata Geya spontan


"Tapi bisakah kita memulainya dari awal aku mencintaimu jika kau tidak mencintaiku kumohon belajarlah kembali untuk mencintaiku" Pinta Aldi menggenggam kedua tangan Geya. Jujur saat ini Geya dilanda kebingungan ingin sekali dia mengatakan jika dia juga mencintainya namun dia tidak mau egois


"kamu juga dulu pernah kukatakan untuk belajar mencintaiku tapi balasanmu membuat hatiku hancur" tangis Geya sesenggukan


"Percayalah Ge kalau aku sudah tidak memiliki hubungan dengan Lisa kau tahu saat aku keluar kota aku melihat lisa selingkuh dengan pria lain dan kau tahu saat kau pertama kali bertemu lisa dan saat kau menangis disitulah aku mulai jatuh cinta" kata Aldi mencoba menyakinkan Geya


"Entahlah aku minta waktu" Geya berbalik hendak turun ke bawah namun dengan segera Aldi memegang lengan Geya


"Jangan tidur di bawah mami pasti sewaktu waktu dia keluar kamar lebih baik kau disini" Ucap Aldi menarik Geya masuk ke kamarnya


"Mulai sekarang kau tidur disini tidak ada penolakan sudah aku mau ke ruang kerja dulu" Aldi keluar kamar Geya menatap kepergian Aldi dengan nanar


"Al jujur saja aku juga ingin membangun kembali rumah tangga kita tapi aku masih takut karna dulu kau selalu mengistimewakan Lisa meski kau sudah beristri" Gumam Geya dan langsung tidur


Aldi yang berada di ruang kerja dia menyandarkan punggungnya disandaran sofa matanya menatap langit langit rumah membayangkan bagaimana reaksi Geya tadi


"Apa aku terlalu cepat tapi aku tidak mau kehilangan dia aku sudah terlanjur mencintainya apa itu salah" gumamnya dia mengecek email yang di kirimkan Andri tadi


"Jadi dia bekerja dirumah temannya sejak 6 bulan lalu kenapa dia tidak memberitahu aku, apa selama ini dia menggunakan uangnya untuk belanja kebutuhan dapur?" gumamnya tak percaya dia segera kembali ke kamarnya. Aldi melihat Geya yang tertidur dengan nyenyak dia ingin membangunkannya tapi tak tega melihat wajah lelah Geya jadi dia ikut tidur seranjang dengan istrinya


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2