Didalam Perjodohan

Didalam Perjodohan
Episode 58


__ADS_3

*Peringatan\= Kejadian yang berada didalam cerita hanya sebuah fiksi! Jadi harap bijak saat membacanya.


Geya duduk bersandar di headboard sambil membaca buku novel yang dia bawa, menunggu Aldi selesai mengerjakan tugasnya


"Al apakah masih lama?" tanya Geya menutup bukunya


"Sebentar lagi, tinggal sedikit nanti malam biar kita bisa lebih lama bermainnya" ucap Aldi fokus pada laptopnya


Tring-


Pesan masuk yang berasal dari ponsel biru milik Geya, dia membukanya dan ternyata itu dari Riska


"Geya kamu dimana?" isi pesan Riska


Dan dia segera menelfonnya dan beranjak agak menjauh dari Aldi


"Halo Ris, Ada apa?" tanya Geya saat panggilan terhubung


"Aku punya kabar gembira untukmu, tapi sekarang kamu ada dimana?" tanya Riska


"Aku lagi berlibur dengan suamiku" ucap Geya berbohong


"Baiklah dan jangan lupa bawakan kami keponakan lucu"


"Kamu ini, tadi kabar gembiranya apa?" tanya Geya penasaran


"Toko kue kita berjalan lancar dan kau tahu ada lelaki yang memesan kue banyak banget" ucap Riska berbinar


"Itu saja?" tanya Geya


"Iyalah tapi apa kamu tahu dia sangat sangat tampan, wajahnya membuatku ingin selalu memikirkannya" ucap Riska histeris


"Siapa namanya?" tanya Geya


"Aku lupa sangking mengaguminya" ucap Riska


"Baiklah nanti kalau aku sampai di rumah aku akan menemuimu" ucap Geya


"Oke aku tutup dulu ya, ingat bawakan aku ponakan kembar" goda Riska langsung menutup panggilan


"Anak ini bobrok sekali" gumam Geya menutup ponselnya


Dia kembali kedalam terkejut melihat Aldi yang berdiri di ambang pintu


"Kamu mengagetkanku saja, Ada apa?" tanya Geya melewati Aldi


"Habis telfonan sama siapa?" tanya Aldi mendudukan dirinya disofa


"Sama temanku lah" ucap singkat Geya


"Si Riska itu?" tebak Aldi diangguki Geya


"Al disini kita ngapain?" tanya Geya leau


"Ya berobatlah kamu harus istirahat besok pagi kamu operasi" ucap Aldi


"Pagi, bukankah siang?" heran Geya


"Siang tidak bisa kata dokter Tristan pagi karna kamu tahukan dokter Tristan sibuk padat banget jadwalnya, kasihan jadi aku menyetujuinya" jelas Aldi


"Baiklah aku mau lebih cepat lebih baik bukan" ucap Geya


"Istriku ini menggemaskan sekali tambah makin sayang" puji Aldi menghampiri Geya yang membaringkan tubuhnya


"Gombal banget deh" goda Geya


"Siapa yang menggombal sudah ayo kita tidur siang" ucap Aldi memejamkan matanya


Disisi lain yaitu toko baru Riska, Siska sibuk melayani para pembeli dibantu oleh Reni pegawainya


"Ini buk pesanannya" Siska memberikan paperbag isi kue


"Terima kasih" pembeli itu keluar


"Syukurlah penjualan hari ini lancar" ucap Siska


"Betul semoga begini terus agar kita bisa membuat yang lebih besar" ucap Reni


"Kerja yang bener dulu, ohya tadi Geya menelpon aku" ucap Riska tiba tiba nongol


"Benarkah? Dia bilang apa?" tanya Siska penasaran


"Dia katanya lagi berlibur dengan suaminya, sepertinya kita tidak bisa mengandalkan Geya karna dia mungkin akan secepatnya punya anak dan kita tidak bolehmengganggunya" ucap Riska senang


"Jadi jika dia datang kesini kita anggap pembeli gitu?" tanya Reni


"Terserah tapi yang terpenting dia tidak ikut turun di dapur" ucap Riska


"Nah begitu kita doakan saja yang terbaik" ucap Riska


"Tapi aku masih merasa bersalah" ucap sendu Siska


"Memangnya kamu melakukan apa dengan Geya?" tanya Riska


Dan siska menceritakan semua kejadian yang dia buat kepada Geya dengan mata berkaca kaca


"Kamu tahukan jika Geya dia memiliki hati lembut sekali kamu berbuat kasar dia langsung ya begitu deh" ucap Riska


"Aku baru menyadarinya padahal aku yang menjadi sahabatnya kenapa malah tidak begitu mengerti dengan sifatnya" keluh Siska


"Tidak apa, besok kalau dia datang kesini akan aku bantu untuk menemui Geya" ucap Riska


"Iya dan untuk berpamitan" ucap Siska


"Kamu mau kemana?" tanya Riska

__ADS_1


"Aku harus kembali ke singapore orang tuaku dan menetap disana" ucap Siska


"Katanya kamu menetap disini dan di izinkan orang tuamu tapi kenapa kamu malah ingin pergi?"


"Aku mana mungkin menolak perintah orang tuaku dan ada sesuatu yang harus aku selesaikan disana" ucap Siska


"Baiklah aku tidak bisa mencegahmu, dan kira kira kapan kamu pergi?" tanya Riska


"Mungkin setelah aku meminta maaf pada Geya dan bertemu langsung padanya" ucap Siska tersenyum


-:-:-:-:-:-:-:-:


Sore hari di hotel Geya selesai mandi dia mengoles wajahnya dengan make up tipis tipis dan rambut yang dibiarkan mengurai


Dia beranjak mengambilkan Aldi pakaian dan menyimpannya di sisi ranjang. Dia duduk di sofa sambil memainkan ponsel milik suaminya yang tergeletak di sofa untungnya masih menyala


Dia membuka nomor kontaknya milik suaminya melihat semua riwayat chatingan


"Tidak ada bekas si lisa apa tandanya dia henar benar move on" gumam Geya senyam senyum


Hingga Aldi yang keluar heran melihat istrinya itu, dia melempar handuk kecil itu tepat ke muka Geya sehingga Geya tersentak


"Kamu kenapa senyam senyum? Apa kamu mencoba selingkuh dengan teman temanku?" selidik Aldi


"Istighfar, mana mungkin aku selingkuh" ucap Geya


"Awas kamu kalau berani selingkuh" ancam Aldi


Kini mereka berada di restoran cepat saji, makan malam yang di iringi musik yang di nyanyikan oleh musisi cafe


"Al nanti kita jadikan?" tanya Geya yang selesai makan


"Maaf Geya sepertinya kita tidak jadi, ini tidak seperti yang ku scenariokan. Nanti setelah ini aku rapat online" ucap Aldi


"Tidak apa apa kok, bukankah nanti saat kita pulang disana juga ada? Jadi bisa kita tunda" ucap Geya


"Terima kasih yasudah ayo kita kembali" ucap Aldi


Aldi memanggil pelayan dan meminta bilnya setelah membayar Aldi menggandeng Geya untuk meninggalkan tempat ini


Aldi mengganti pakaiannya dengan setelan jas dirinya membuka laptop dan langsung memulai meeting dengan rekannya ditemani Andri


Geya berbaring sesekali melihat suaminya sedang fokus menjelaskan layaknya seorang guru


Hingga satu jam berlalu, Aldi selesai dengan pekerjaannya. Matanya tidak sengaja melirik Geya yang tertidur dengan ponsel yang menyala


Dia mengganti pakaian dengan kaos polos dan hanya menyisakan celana boxernya. Dia mematikan ponsel Geya dan mematikan lampu kamar dirinya mebaringkan tubuhnya dan menyelimuti Geya dan dirinya


Sejenak memandangi wajah teduh milik istrinya ini tersirat raut kesenangan dan kesedihan yang bercampur menjadi satu dibenaknya


"Aku tidak sabar untuk menunggu besok sayang" gumam Aldi memejamkan matanya dan tertidur memeluk tubuh mungil istrinya


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi pagi sekali Geya merasakan hawa dingin yang menelusup ditubuhnya. Dia mengeratkan pelukannya untuk mengusir rasa dingin itu sesekali dia menggigil dan Aldi yang merasakan gelagatnya langsung mengeratkan pelukannya dan mengusap lembut kepala Geya


"Siapa sih sebenarnya dia? Ganggu orang tidur saja" gerutu Aldi beranjak mengambil ponsel yang ada dinakas


Suara itu berasal dari ponsel milik istrinya dia segera menggeser tombol hijau itu dan menempelkan di telinganya


"Halo, ada apa?" tanya Aldi kesal dengan suara seraknya


"Tuan dimana Geya?" tanya seseorang yang di sebrang sana


"Dia tidur, kau tahu kau mengganggu waktu tidur kami" ucap Aldi


"Maaf tuan saya lupa kalau disana sudah pagi" ucap Riska


"Tidak apa apa, kau kenapa menelpon?" tanya Aldi menjauh dari Geya


"Mumpung saya berbicara dengan tuan, jadi saya minta bantuan" ucap Riska


"Bantuan apa? Jangan bertele tele"


"Kan Geya dan Siska sahabatnya lagi berantemkan, jadi saya minta bantuan tuan untuk membujuk Geya menemui Siska karna dia mau kembali ke singapore dan Siska itu sebenarnya ingin mengetes Geya saja" jelas Riska


"Baiklah tapi aku tidak janji, tapi akan kubujuk" ucap Aldi


"Terimakasih tuan sudah meluangkan waktu" ucap Riska


"Aku tidak meluangkan waktu kau saja yang membuat tidur kamu terganggu" ucap Aldi kesal


"Jangan terlalu formal denganku kau juga teman istriku bukan" ucap Aldi


"Baik selamat malam tuan dan jangan lupa beri saya keponakan kembar saya tutup dulu" ucap Riska yang langsung mematikan ponselnya


Aldi hanya mengendus kesal dan kembali menidurkan dirinya disamping Geya melanjutkan tidurnya yang tertunda karna panggilan mendesak


Pagi pukul 07.56⛅


Geya terbangun dari mimpinya dia mendudukan dirinya dan menggoyangkan lengan Aldi meminta untuk bangun


"Al bangun, katanya kita akan kerumah sakit" ucap Geya dengan suara khas seraknya


"Ada apa?" tanya Aldi tanpa membuka matanya


"Bangunlah katanya kita harus cepat cepat untuk pulang kenapa kamu malah tidur" ucap Geya


"Iya sepuluh menit lagi kamu mandilah dulu dan siapkan aku air hangat" ucap Aldi


Geya beranjak ke kamar mandi dan langsung mandi dengan air hangat, merendam dirinya di bak besar dan sesekali menghirup aromateraphy khas bunga mawar yang tersedia di fasilitas hotel


15 menit kemudian dia menyudahinya dan membilas dibawah guyuran shower, Dia keluar dan mengambil baju untuk dia kenakan. Dan kembali lagi ke kamar mandi untuk berganti sekaligus menyiapkan air hangat untuk sang suami


"Al airnya udah aku siapkan lebih baik kamu segera mandi sebelum air itu berubah menjadi dingin" ucap Geya

__ADS_1


Aldi beranjak ke kamar mandi dan ikut melakukan apa yang dilakukan oleh Geya sebelumnya


Geya mengambil ponselnya untuk dia charger tapi saat ponsel itu tak sengaja terbuka dirinya melihat log panggilan pukul 03.10


"Siapa yang menerima telpon ini" gumam Geya berpikir


Dia tak ingin memasalahkannya dan memilih untuk dicharger, dia menata ranjangnya agar rapi dan memilihkan Aldi pakaian


Aldi keluar dengan wajah segarnya dan segera mengambil pakaian yang disiapkan oleh Geya


"Al apa kamu yang menerima telpon dari Riska?" tanya Geya saat Aldi sudah keluar


"Iya kenapa?" tanya Aldi sambil menyisir rambutnya


"Tidak hanya saja tumben kamu mengangkatnya dan dia bilang apa?" tanya Geya


"Nanti akan aku ceritakan setelah kita pulang ke tanah kita aku yakin kamu akan senang" ucap Aldi


"Kamu membuatku penasaran" gerutu kesal Geya


Mereka turun dan langsung ke restoran yang tersedia di hotel. Mereka melakukan sarapan dengan sepotong sandwich dan segelas susu untuk memulai pagi mereka


"Geya setelah ini kamu jangan ngapa-ngapain dan kamu harus menyiapkan untuk operasi kamu nanti" ucap Aldi memperingati


"Iya Al aku paham dan aku harap kita secepatnya pulang karna aku sudah merindukan mamiku" ucap Geya senang


"Kamu ini kenapa malah maja dengan mami tapi tidak denganku" ucap Aldi pura pura merajuk


"Ternyata kesayanganku ini lagi ngambek ya" goda Geya


"Tidak tahu" ketus Aldi


"Maaf ya sayang mamimu aku ambil" ucap Geya


"Kamu ini suami lagi ngambek malah di goda" ucap Aldi gemas


"Makanya jangan ngambek ayo kita berangkat sekarang sudah tidak sabar aku" ucap Geya beranjak pergi diikuti Aldi


Sesampainya dirumah sakit ternama Geya melakukan pengecekan terlebih dahulu dengan Aldi yang menunggunya di luar ruangan


Aldi tak henti hentinya memondar mandirkan dirinya. Rasa cemas kini menghantuinya takut jika semua ini akan gagal


Geya keluar dengan keadaan yang sudah berbaring di brankar yang di dorong oleh para perawat


Aldi menghampirinya dan memandang dengan wajah tak tenangnya


"Geya apa ada yang sakit?" tanya Aldi khawatir


"Tidak kamu jangan terlalu cemas, ini hanya operasi ringan tidak berat" ucap Geya menenangkan


"Aku tahu kamu pasti bisa" ucap Aldi menyemangati


"Tuan anda tunggu disini dulu ada yang ingin saya jelaskan" ucap dokter Tristan diangguki oleh Aldi


Geya dibawa masuk ditemani para perawat dan juga dokter George. Tak selang lama lampu indikator itu menyala menandakan operasinya akan dimulai


Aldi duduk dengan dokter Tristan di kursi penunggu disamping kamar operasi ini


"Tuan maaf bisakah anda memberikan ****** anda? tolong secepatnya ya" ucap Dokter Tristan


"Terus cara mengambilnya bagaimana?" tanya Aldi polos


"Mari ikut saya waktunya tidak banyak tuan" ucap dokter tristan menuju ke ruang praktek dokter George


"Bagaimana dok caranya? Tidak mungkinkan jika saya melakukan itu" ucap Aldi gugup


"Jangan panik tuan itu akan menurunkan kandungan hormon tuan" ucap dokter Tristan


"Bagaimana bisa tenang, saya normal mana mungkin saya melakukan hal itu dengan anda" ucap Aldi mondar mandir


"Anda berbaringlah ke brankar itu tuan untuk masalah itu kami mempunyai alatnya" ucap dokter Tristan


Aldi hanya menurut dan membaringkan tubuhnya bersiap untuk diambil spermanya


Skip


"Sudah tuan terima kasih saya permisi ke ruangan dulu" ucap dojter Tristan sedikit berlari ke ruang operasi


"Untung saja kukira kami akan melakukan hal itu" ucap Aldi bernafas lega


Dia beranjak keluar dan kembali menunggu Geya diruang operasi. Mendudukan pantatnya sesekali mengusap wajahnya untuk tenang


2 jam kemudian......


Lampu indikator itu sudah padam dan Geya dibawa ke ruang pemulihan tampak wajah damai istrinya yang tertidur karna terpengaruh obat bius


"Bagaimana dokter?" tanya Aldi saat melihat dokter George keluar


"Syukurlah operasinya berjalan lancar dan kini tahap pemulihannya. Saya sarankan untuk nona agar tidak stres, kecapean ataupun melakukan hal yang berat berat" ucap dokter George tersenyum


"Dan untuk pemulihan tahap lanjut mungkin akan butuh waktu lama untuk penyuburan dan saya sarankan untuk melakukannya saat sudah sekitar 1 bulan dimulai dari sekarang tuan" jelas dokter Georgw


"Baik terima kasih dok tapi kira kira apa besok kami boleh pulang?" tanya Aldi


"Boleh tuan nanti untuk pemulihan saya serahkan ke dokter Tristan dia juga teman saya" ucap Dokter George


"Baik dan apa sekarang saya bisa melihat keadaan istri saya?" tanya Aldi


"Silahkan tuan kami permisi dulu" ucap Dokter George pergi diikuti Dokter Tristan dibelakangnya


Bersambung.....


Maaf guys baru up cerita ini, author dua hari tidak enak badan karna cuaca disini mulai exstrime dan imun author yang kurang😷. Dan maaf jika menggantung😕


Jangan lupa like dan komen ya! Agar aku lebih semangat lagi😊 Dukungan kalian berarti bagiku😚

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir aku harap kalian tetap stay disini🤗


SEE YOU NEXT TIME SEMUA😘😘😘😄


__ADS_2