
Sehabis makan semua kumpul di ruang tv bercengkrama satu sama lain terkecuali Rahardian yang sudah kembali bekerja
"Al bagaimana dengan pekerjaanmu?" tanya marisa meminum jusnya
"Tidak baik mi, tadi Aldi menunda kepergiannya keluar kota" Adu Geya
"Biarkan Geya mungkin dia juga ingin menjagamu" ucap marisa
"Tuh mami saja ngebolehin" ucap Aldi bangga
"Tapi jika itu penting tidak juga ditinggalkan kau harus datang kesana, biar mami tebak apakah dia menyuruh Andri Ge?" tanya marisa
"Iya mi bahkan dia meminta Andri datang kesana sendiri karna di iming iming gaji 3 kali lipat" ucap Geya
"Semakin menjadi, Dia memang begitu Geya kamu jangan kaget" ucap Marisa
"Kalian istirahatlah mami ingin ke arisan, Geya kamu mau ikut?" Tawar Marisa
"Tidak mi Geya dirumah saja" ucap Geya menolak halus
"Baiklah mami pergi dulu" pamit Marisa melangkah pergi
Tersisa Aldi dan Geya yang ada di ruang tv menonton siaran berita. Aldi ingin beranjak namun dihadang dengan pertanyaan Geya
"Al kamu mau kemana?" rengek Geya
"Mau ke kamar tidur ikut?" tawar Aldi
"Ikutlah tapi gendong" ucap Geya manja
"Kau ini kenapa manja sekali, Apa hari ini moodmu lebih baik?" tanya Aldi menggendong kembali Geya
"He'em moodku lagi baik makanya jangan kau hancurkan" ucap Geya mengeratkan pelukannya
"Jangan kau lepas aku nanti jatuh" ucap Geya
"Iya iya bawel" cibir Aldi
Aldi menaiki tangga dengan hati hati dan para pelayan yang melihat hanya senyam senyum malu
"Aldi kenapa mereka terlihat senyum?" tanya Geya saat di pucuk tangga
"Mereka iri dengan keromantisan kita" ucap Aldi
"Apa kau masih malu saat ku gendong?" tanya Aldi menurunkan Geya diranjang
"Tidak karna ini pertama bagiku tapi sekarang sudah tidak malu" ucap Geya membaringkan tubuhnya diikuti Aldi
"Dasar aneh" gumam Aldi tersenyum
"Al aku bosan" Rengek Geya kembali
"Tadi diajak mami tidak mau sekarang bilang bosan" ucap Aldi memiringkan tubuhnya menghadap Geya
"Kau tahu kan nanti yang Ada ditanya ibu ibu itu siapa bagaimana?" ucap Geya
"Ya tinggal jawab kamu istriku saja" ucap Aldi memeluk pinggang Geya
"Ya..." Perkataan Geya terpotong dengan Aldi
"Sudah ayo tidur aku lelah" ucap Aldi mengeratkan pelukan
"Siapa suruh menggendongku terus, Al jangan kencang kencang aku tidak bisa nafas" ucap Geya namun tidak digubris oleh Aldi. Geya mendengar dengkuran halus Aldi dia tersenyum dan ikut tertidur memeluk Aldi
:::::
Siska dan sekelompoknya tengah menyiapkan alat alat untuk dibawa ke toko barunya. Mereka berkumpul di sofa milik Riska
"Geya kenapa tidak pernah datang kesini?" tanya Neni
"Iya 3 hari dia tidak kesini padahal hampir setiap siang atau pagi dia sudah duluan kesini" tamvah yang lain
Siska diam tak mengubris omongan dari teman temannya dia fokus pada mengemas
"Sis kamu kenapa?" tanya Riska
"Tidak ada, Aku pergi sebentar ya" ucap Siska beranjak pergi
"Dia kenapa? Apa mungkin dia bertengkar dengan Geya?" tanya Yanti
--
Disisi Siska dia mengendarai mobilnya menuju rumah Geya, dia tahu alamat rumah Geya dengan bertanya pada Aina mama Geya
Menempuh waktu 15 menit dia sampai di rumah mewah itu. Dia langsung memencet tombol otomatis pada pintu gerbang. Taklama pria paruh baya mendatanginya dan bertanya
"Nona siapa? Apa ada keperluan?" tanya Pak Damar
"Saya ingin bertemu dengan Geya pak saya temannya" ucap Siska
"Maaf Nona, tadi Nona Geya dan Tuan Aldi sedang bepergian" ucap Pak Damar
"Kira kira kapan pak pulangnya?" tanya Siska
__ADS_1
"Wah belum tahu Non" ucap Pak Damar
"Baiklah kalau begitu pak saya permisi" ucap Siska dan masuk mobil melajukan mobilnya meninggalkan rumah ini.
Tujuan dia adalah merenungkan diri di taman, dia duduk di kursi dibawah pohon yang rindang menopang dagunya dengan kedua tangan
"Hey jangan melamun kesambet" kata seseorang
Siska mendongakan wajahnya menatap orang itu dan tidak mengubrisnya hingga lelaki itu memaksa untuk ikut duduk di samping Siska
"Lo ngapain duduk sini" ketus Siska
"Tidak lihat nona semua tempat duduk penuh" ucap lelaki itu menunjuk semua kursi. Siska hanya memutar bola mata malas
"Lo itu sebenarnya siapa? Datang datang nyeramahin orang" ketus Siska menatap lelaki itu kesal
"Kita kenalan aku Yoga" ucap Andri mengulurkan tangannya
"Jangan ragu tanganku tidak kotor" ucap Yoga bmemaksa tangan Siska untuk dijabat
"Iya iya gue Siska" ucap Siska cepat cepat menarik tangannya kembali
"Apa masalahmu hingga kau melamun seperti tadi?" tanya Yoga
"Tidak ada kepo banget" cibir Siska
"Sebaiknya kau cerita santai aku orangnya pandai menyimpan rahasia" ucap Yoga tersenyum bangga
"Tidak dasar lelaki culun" tolak Siska beranjak pergi
"Wanita itu kenapa susah sekali ditaklukkan, Aku harus cari cara" gumamnya langsung pergi
;;;;;
Sore hari Geya terbangun dari tidurnya dia melihat sekeliling tapi tidak ada. Dia beranjak pergi ke balkon kamar berdiri melihat keindahan langit sore. Tapi matanya melirik hamparan bunga yang tidak bertuliskan AL namun AY
"Orang itu kurang kerjaan banget, kemarin AL sekarang AG besok apa lagi? Dasar pembohong
"Siapa yang pembohong?" tanya Aldi tiba tiba memeluk Geya
"Kamu yang pembohong" ketus Geya
"Kau tahu AG itu siapa? dia itu teman masa pubertasku dia Gigi" ucap Aldi mengompori
"Begitu terus kenapa kau berbaikan denganku?" kesal Geya
"Ya kau juga mau berbaikan denganku mau bagaimana lagi aku juga cinta" tambah Aldi
"Berarti kau menyelingkuhiku?" geram Geya
"Iya iya aku percaya kau mandilah dulu" suruh Geya dan masuk ke kamar
"Apa kakimu sudah tidak sakit?" tanya Aldi
"Tidak aku sudah bisa jalan normal, cepat mandi kau sangat bau" ucap Geya menutup hidungnya
"Mana ada aku wangi nih" ucap Aldi tak terima mencium badannya sendiri
"Sana mandi" suruh Geya mendorong tubuh Aldi
"Iya iya aku mandi" ucap Aldi masuk ke kamar mandi
Geya membaringkan tubuhnya bersandar di sandaran ranjang dan memainkan ponselnya
Terdapat banyak panggilan dari Riska dan disana tertera nama panggilan dari Siska
"Ada apa?" gumam Geya kembali menelpon Riska namun tak dijawab
"Mungkin lagi sibuk nanti malam saja deh" ucap Geya menyimpan ponselnya di atas nakas
Aldi selesai dengan mandinya dia keluar dengan handuk kimono yang menutupi tubuhnya
"Ambilkan aku baju santai" perintah Aldi
"Baiklah tumben kau menggunakan handuk kimono" ucap Geya memilihkan Aldi baju
"Kau tahu disini dikamar ini tidak ada handuk biasa mami selalu memberikanku ini" gerutu Aldi menunjuk kimononya
"Begitu anak mami" cibir Geya memberikan kaos oblong dengak celana lepis hitam
"Nih pakai sendiri aku mau mandi" ucap Geya berjalan ke kamar mandi
"Emang mau memakai sendiri dasar Ge'er" celetuk Aldi
15 menit kemudian...
Geya keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk di tubuhnya. Dengan santainya dia bertanya pada Aldi
"Al bagaimana aku berpakaian kau tahukan aku disini tidak menggunakan pakaian ganti" ucap Geya manyun
"Pakai bajuku dulu lagian kau membawa semua bajumu di rumah dulu" ucap Aldi
"Mana tahu aku cepat aku kedinginan" ucap Geya duduk dipinggiran ranjang
__ADS_1
tok...tok...tok
"Al buka pintunya, ini mami bawa pakaian ganti untuk istrimu" teriak marisa menggedor gedor pintu
"Iya mah tunggu" teriak Geya
"Kau teriak pun tidak akan bisa didengar oleh mami karena ada pengedap suara" ucap Aldi membukakan pintu marisa
"Nih bajunya kalian cepatlah turun kita makan malam" ucap Marisa
"iya mi makasih" ucap Aldi kembali m3nutup dan memberikan paperbag untuk Geya
"Dasar anak tidak tahu untung main tinggal saja" gumam marisa turun ke bawah
Geya disibukan dengan memake up dan Aldi yang duduk di pinggiran ranjang mengotak atik ponsel milik istrinya
"Al kamu dapat make up ini dari mana?" tanya Geya
"Jangan cari gara gara lagi kamu" ucap Aldi
"Tidak cari gara gara aku hanya bertanya" ucap Geya menyisir rambutnya
"Dari kamar mami" ucap Aldi singkat
"ouh ayo kita turun pasti mami sudah menunggu" ucap Geya beranjak keluar disusul Aldi di belakangnya
"Kalian sini cepat makan sudah mami siapin" ucap Marisa yang melihat Geya dan Aldi turun
"Iya mi, papi dimana?" tanya Geya
"Papi lagi nglembur katanya pulang nanti tengah malam" ucap Marisa mulai menyendok nasinya
"Al kau mau makan apa?" tanya Geya yang siap mengambilkan Aldi makan
"Apa saja yang penting makan sayang" ucap Aldi manja
'Bisa bisanya dia memanggilku sayang ddepan mami malu banget deh' batin Geya
"Tidak usah malu Geya mami biasa kok tapi yang membuat mami terkejut kenapa Aldi sangat manja padamu" ucap Marisa
"Iya mi" ucap Geya kikuk dan memberikan sepiring nasi dan lauk untuk Aldi
Selesai makan mereka berkumpul di ruang tv ditemani dengan semangkok kecil desert untuk pencuci mulut
"Mami senang sekali kalian datang kesini, membuat mami terhibur" ucap Marisa
"Iya mi nanti Geya akan sering kesini kok" ucap Geya tersenyum
"Makasih ya ohya kapan kalian punya momongan?" tanya Marisa semangat
"Mami enggak sabar loh punya cucu" tambahnya lagi
Geya terdiam melihat wajah semangat dari mertuanya, dirinya merasa tidak ada guna sebagai menantu
'Malu sekali rasanya jika mami terus bertanya tentang cucu' Batin Geya
"Mi Geya ke kamar dulu ya sudah ngantuk, Al kamu temani mami" ucap Geya dan beranjak pergi ke kamar
Aldi hanya menatapnya ingin memberi tahu pada maminya apa yang sedang terjadi namun karna Geya istrinya dia harus merahasiakan keadaan yang sebenarnya
"Al apa mami salah bicara?" tanya marisa
"tidak kok tidak ada yang salah pada mami" ucap Aldi tersenyum
"Kamu lebih baik susul istrimu mami juga mau ke kamar dan sampaikan minta maaf mami ya" ucap Marisa lembut dan langsung beranjak ke kamarnya
Geya berbaring memiringkan tubuhnya menghadap balkon kamar yang terbuka melihat ribuan bintang yang bertebaran dilangit
Tak jarang iar embun dari matanya menetes secara perlahan memang cukup lebay untuk kita tapi tidak bagi Geya
"Mi maafin Geya belum bisa memberi apa yang mami mau" gumam Geya
Suara pintu terbuka perlahan, Geya segera menutup matanya pura pura tidur. Aldi mendekati ranjang king sizenya berjongkok tepat di hadapan Geya. Perlahan tapi pasti Aldi mengusap pipi Geya yang basah
"Aku tahu kamu belum tidur, tadi mami menyampaikan permintaan maafnya kalau ucapanya menyinggungmu" ucap Aldi mengusap usap kening Geya bagai anak anjing
"Kenapa mami minta maaf kan enggak salah" ucap Geya membuka matanya langsung
"Kamu yang tiba tiba beranjak pergi, jangan kau pikirkan perkataan mami jalani saja terapinya dengan teratur perlahan pasti mami tahu alasannya" ucap Aldi beralih membaringkan tubuhnya disamping Geya
"Ta, tapi aku merasa kalau aku tidak ada gunanya..." ucapan Geya terpotong dengan adanya jari telunjuk di bibirnya
"Siapa bilang tidak ada gunanya kamu ada kok kegunaannya sudahlah jangan berpikir macam macam dan jangan setres ayo kita tidur besok kita harus terapi" ucap Aldi menyamankan pelukannya dan mengelus pucuk kepala Geya agar tertidur
Geya membalas pelukan itu dan tertidur bagai anak kecil. Aldi tersenyum tipis melihat kelakuan Geya
"Kamu masih terlalu muda untuk mengalami ini semua, aku janji akan menemanimu sampai akhir hayatku dan maafkan aku atas perlakuanku yang dulu padamu. Selamat malam sayang" ucap Aldi mengecup kening Geya dan ikut tertidur
bersambung....
maaf guys lama up nya
Jangan lupa komen cerita ini di bawah dan like kalau suka~
__ADS_1
SeeYou Next Tine semua😘😘