Didalam Perjodohan

Didalam Perjodohan
Episode 64


__ADS_3

Di satu sisi yang lain, Aldi baru sampai di kanada 1 jam yang lalu. Dia langsung ke mansion milik Mr. Song yang sebelumnya sudah diberitahu


Dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam dituntun oleh penjaga mansion, Aldi memasuki ruangan kerja dimana kini Mr. Song sedang duduk bersama dengan anaknya


"Selamat malam Mr" sapa Aldi menunduk hormat


"Ada apa kamu kesini?" tanya Mr. Song


"Ingin menemui anda dan bolehkah saya berbicara sebentar dengan putri anda?" tanya Aldi diangguki oleh Mr. Song


Kini Aldi dan wanita itu memilih untuk berbicara di taman kecil samping mansion. Aldi mendudukan dirinya di bangku sambil menghembuskan nafas nya berat seolah olah mengeluarkan semua beban beban yang ada dipikirannya


"Tuan apa yang ingin anda bicarakan?" tanya wanita itu ikut mendudukan dirinya disamping Aldi namun tetap menjaga jarak


"Sebelumnya saya minta maaf sudah lancang, Apakah kamu mencintai saya?" tanya Aldi menatap wanita itu dengan seriusnya


"Akan aku jawab tapi kita tidak perlu seformal ini, kenalkan aku Emily" ucap wanita itu mengulurkan tangannya sambil tersenyum


"Oke aku Aldi" balas Aldi menjabatkan tangannya


"Sebenarnya aku juga tidak ingin menerima semua ini karna aku juga sedang mencari orang yang beberapa tahun lalu yang selalu ada disampingku" ucap Emily yang mulai cerita menatap lurus kedepan


"Siapa dia?" tanya Aldi yang kini mulai penasaran


"Dulu waktu kecil aku tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tua. Ayahku sibuk mencari harta saja meninggalkan diriku dan ibu dirumah sendirian selama bertahun tahun. Hingga ibuku meninggal karna penyakit yang menyerangnya tetapi ayahku tidak juga pulang padahal sudah aku telpon beberapa kali tapi tetap nihil" ucapnya yang mulai menangis


"Aku sudah tidak memiliki semangat, aku selalu menyendiri di taman sampai saat itu ada anak laki laki yang menghampiriku dan mencoba menghiburku. Hingga berjalannya waktu kami akrab kemana mana selalu bersama sampai dikira kakak beradik. Dan yang paling menyakitkan ayahku pulang setelah beberapa tahun ayah malah mengusir temanku karna dia anak yang tidak setara dengan derajat ayah karna ayah sudah mendapatkan kekayaan yang begitu besar sampai sampai dia sombong"


"Dia datang dengan istri barunya karena sebelumnya dia sudah mengetahui tentang kabar ibu. Ya dan jadilah ayah yang sekarang" ucapnya mengusap pipinya


"Aku akan mencoba berbicara dengan Ayah agar membatalkan perjanjian kalian dan tetap bekerja sama, aku juga tidak mengerti jalan pikirannya" ucapnya tersenyum hangat


"Kenapa ceritanya begitu persis dengan keadaan nantinya?" gumamnya kecil tapi masih bisa di dengar oleh Emily


"Aku juga tidak paham dengan Ayah padahal aku anaknya" jawabnya


"Dan aku mohon jangan tinggalkan istrimu aku tahu semua tentang kalian maaf aku sudah mengorek informasi kalian karna aku tidak ingin salah" ucapnya meminta maaf


"Yah, Bagaimana lagi?" tanyanya menghela nafas panjang


"Saranku kamu kembalilah ke istrimu kasihan dirinya dan menurutku kamu terlalu egois hanya memikirkan perusahaanmu nyatanya kamu masih ada orang orang yang siap membantumu" ucap Emily


"Ya aku memang bodoh meninggalkan istriku sendirian tanpa tahu masalah yang sebenarnya dan aku terlalu malu untuk kembali padanya" ucap Aldi pelan


"Jangan begitu maka berjuanglah jangan bertindak sebelum berfikir dua kali" ucap Emily


"Ayo kita masuk Ayah nanti malah curiga, nanti aku akan coba berbicara dan dimana kamu tinggal disini?" tanya Emily


"Aku tadi sudah memesan penginapan hanya semalam karna besok aku harus kembali pulang" ucap Aldi


"Baiklah ingat kamu jangan meninggalkan istrimu yang berhati lembut itu jika aku tahu kamu melukainya jangan harap kamu pernah melihatnya" ancam Emily mengundang tawa Aldi


"Apa kamu pernah melihat istriku?" tanya Aldi meledek


"Ya aku tahu dari informasi yang kudapatkan" ucap Emily sombong


"Wah ada yang sombong ya" ledek Aldi


"Kamu ternyata orang yang jahil ya dan apakah boleh aku menganggapmu seorang kakak?" tanya Emily


"Ya boleh dong aku tahu kamu orang baik" ucap Aldi


"Terima kasih kakak" ucap Emily


"Rasanya agak canggung karna kamu memanggilku kakak" ucap Aldi memasuki perusahaan


"Tidak ada canggungnya sama sekali" ucap Emily


^____

__ADS_1


Geya mengantarkan Siska sampai didepan rumah, dia ingin sekali mengantarkan sahabatnya ini ke bandara tetapi malah ditolak


"Ayolah Sis, aku ingin mengantarkanmu" ucap Geya terus terusan memohon


"Tidak perlu Geya, kamu dirumah saja istirahatlah dari semalam kamu tidak tidur aku tahu kamu membohongiku" ucap Siska


"Aku hanya memikirkan Aldi entah kenapa sekarang aku lebih ingin dekat dengannya sekarang" ucap Geya sendu


"Itu tandanya kamu sangat mencintainya dan aku akan pergi dulu penerbanganku kurang 3 jam lagi" ucap Siska


"Baiklah aku akan diam dirumah puaskan? Hati hati seringlah datang kesini dan sampaikan salamku pada keluargamu yang ada disana" ucap Geya memeluk tubuh Siska


"Iya aku akan sering menghubungimu sampai kamu tidak bisa tidur" ucap Siska membalas pelukan


"Sudah ya, aku pergi dulu taksi yang aku pesan sudah datang tuh" ucap Siska menunjuk mobil yang baru saja sampai


"Hati hati ya" ucap Geya melambaikan tangannya


Dia memandangi mobil yang membawa temannya itu perlahan menjauh dari jangkauannya. Dia kembali masuk ke dalam ingin membantu bi marni membereskan rumah


Tak selang lama ketokan pintu membuat dirinya kembali keluar untuk membukakan pintu, terlihat Asisten Andri yang berdiri dengan setelan jas formalnya


"Ada apa kamu kesini?" tanya Geya heran


"Pagi Nona, saya disini ingin menjemput anda. Ada yang ingin saya sampaikan di mansion tuan besar" ucap Andri membungkuk hormat


"Bicara saja disini, apa yang ingin dibacarakan?" tanya Geya yang penasaran


"Lebih baik kita ke mansion agar lebih tenang" ucap Andri melewati Geya dan duduk di sofa


"Saya tunggu 10 menit nona karna pekerjaan saya yang masih menumpuk" ucap Andri melihat jam dipergelangan tangannya


"Siapa sih yang jadi bosnya disini dia atau aku" gerutu Geya berjalan ke atas mengambil tasnya


"Ayo kita berangkat sekarang" ucap Geya kesal


"Tidak karna kau menyuruhku cepat jadi aku akan mandi nanti jika sampai disana" ucap Geya berjalan keluar


Mobil yang Geya tumpangi perlahan keluar dari perkarangan rumah, Geya sedari tadi penasaran dari gelagat bicara Asisten suaminya ini


"An sebenarnya kamu ingin membicarakan apa?" tanya Geya menatap Andri dari spion depan


"Nanti saya akan beritahu tetapi anda jangan seperti suami anda yang bertindak tanpa berpikir dua kali" ucap Andri fokus pada menyetirnya


Geya memilih diam memendam semua keingintahuannya nanti jika sampai di mansion mertuanya


Hingga tak butuh waktu lama mobil yang Geya tumpangi berhenti tepat di gerbang yang menjulang milik Rahardian. Seorang penjaga membukakan gerbang dan menunduk hormat


Geya turun dari mobil dan langsung berlari masuk ke dalam ternyata disana sudah ada Rahardian dan Marisa yang menunggu kedatangannya


"Papi Mami apa kabar?" tanya Geya menyalami keduanya


"Baik dan apa kamu tidak apa apa?" tanya Marisa menuntun menantunya untuk duduk


"Tidak apa apa mi dan kenapa si Andri menyuruhku datang kesini?" tanya Geya saat Andri sudah duduk di sofa sampingnya


"Maafkan kami ya Geya karna kami kamu harus mendapat masalah terus" ucap Marisa tiba tiba menjadi sendu


"Maksudnya apa? Geya tidak paham" ucap Grya yang tiba tiba menjadi gugup


Andri menjelaskan semua tentang kejadian yang terjadi karena dia yang tahu lebih tentang perjanjian itu.


Degg....


Bagai disayat beribu sayat saat dirinya mendengar kata menikah tak terasa juga satu bulir mutiara bening jatuh dipelupuk matanya tetapi karena masih ada orang tua suaminya dia ingin tetap tegar


"Kenapa dia tidak menceritakan srmua masalahnya padaku? Padahal aku siap membantu" ucap Geya tertunduk lesu meremas tali tas selempangnya


"Kamu sabar ya nak papi sudah menghubungi dia untuk pulang karna alasan kamu kecelakaan maafkan papi" ucap Rahardian bersalah

__ADS_1


"Enggak kok Geya tidak apa apa dan Geya mohon jangan beritahu masalah Aldi ke Papa cukup minta bantuan saja" ucap Geya memelas


"Tapi kami harus memberitahu ayah kamu-" ucapan Marisa terpotong karna tangisan Geya


"Jangan ya mi, biarkan Geya yang mengurus suami Geya nanti jika kalian ingin menghajar Aldi tidak masalah karna itu hak kalian tapi hanya sewajarnya" ucap Geya meminta


"Baiklah kami akan menurutimu hatimu entah terbuat dari apa sampai sampai kamu masih melindungi suamimu yang sudah keterlaluan padamu" ucap Marisa memeluk tubuh Geya dari samping


"Mami Geya lapar" rengek Geya dalam pelukan


"Apa tadi kamu tidak makan?" tanya Marisa terkekeh


"Tidak karna si Asisten itu menyuruhku untuk cepat kesini" adu Geya menatap tajam andri


"Andri kamu membiarkan iparmu kelaparan?" tanya Marisa beralih menatap Andri


"Ti, tidak nyonya saya juga tidak tahu karna ini juga sudah masuk siang" ucap Andri gelagapan


"Awas kamu kalau membiarkan iparmu kelaparan" ancam Marisa


"Dan untuk kamu Geya cepat makan nanti kamu sakit" ucap Marisa lembut diangguki Geya


Geya berjalan ke dapur dan mengambil dua lembar roti dan beberapa selai kesukaannya. Setelah jadi dia beranjak kembali berkumpul di ruang tamu


"Loh katanya lapar kenapa malah nyemil roti?" tanya Marisa


"Geya hanya ingin roti untuk pengganjal saja nanti juga akan makan siang" ucap Geya sibuk dengan rotinya


"Saya sudah menyiapkan beberapa berkas untuk dibawa ke rapat nanti jika tuan muda sudah datang" ucap Andri


"Bagus bagaimana dengan dana yang kuberikan kemarin apa sudah cukup?" tanya Rahardian


"Itu lebih dari cukup tuan mungkin hanya butuh 25% dari dana yang lain" ucap Andri


"Aku suka kerja kerasmu padahal kamu bukan pemilik perusahaan itu tetapi kamu berjuang agar perusahaan itu tetap maju" puji Rahardian


"Tidak masalah tuan ini juga karna hutang budi kami dengan keluarga anda" ucap Andri


"Mi Geya ke kamar dulu ya" ucap Geya dan beranjak ke kamar meninggalkan mereka yang sedang berkumpul


"Iya kamu istirahatlah" teriak marisa


Geya menghempaskan dirinya di ranjang king size, menangis meratapi nasib buruk yang selalu mengikutinya


"Kenapa aku tidak bisa bahagia untuk sebentar saja? baru kemarin aku bisa keluar dari masalahku ditambah lagi masalah kandunganku dan sekarang masih ingin terjadi lagi" gumamnya dan beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya


10 menit kemudian...


Dia keluar dengan handuk yang melilit tubuhnya, dia mencari pakaian yang dia sengaja ambil dulu dan segera dia memakainya


Setelahnya dia mulai mengoles wajahnya agar tidak terlihat putih pucat dan agar lebih terkesan fresh


"Awas saja dia kalau pulang nanti" gerutunya kesal


"Dasar pantas saja si Andri menyuruhku bertindak sebelum pikir dua kali ternyata gara gara dia" geramnya sambil menaburkan bedak di mukanya


"Untung dia memiliki istri sepertiku yang selalu sabar dan baik hati memaafkannya" ucap Geya bangga diri dan keluar dari kamarnya


bersambung.....


Maaf Guys jika banyak typo, alur enggak jelas dan banyak kesalahan lainnya nanti akan aku coba belajar lagi😞


Dan jangan lupa dukung karyaku dengan like dan komen (Jika ada saran jangan ragu untuk menyampaikan nanti agan aku pertimbangkan)


â™§Dukungan kalian sangat berarti bagiku dan kelancaran novel iniâ™§


See you next time😗😗👋


*Insyaallah nanti malam aku up, tapi aku tidak janji😄

__ADS_1


__ADS_2