
Pagi pagi Geya terbangun dari mimpinya dia merasakan ada tangan yang melingkar di pinggangnya dan betapa terkejutnya melihat Aldi yang tertidur dengan memeluknya seketika hatinya jadi tenang melihat wajah polos Aldi dengan refleks dia menyentuh pipi mulus Aldi
"Melihatmu seperti ini membuatku nyaman tapi maaf jika aku masih meragukan kesungguhanmu jika kamu memang sungguh sungguh mencintaiku aku akan menerimanya jadi bersabarlah" gumam Geya mengecup kening Aldi dan beranjak ke kamar mandi
'Aku yakin aku bisa mengambil hatimu karna yang pasti aku tahu jika kamu masih sangat mencintaiku' batin Aldi tersenyum
Geya berendam di kamar mandi dia merindukan momen ini tapi saat dia asik berendam dia merasakan perutnya sakit dengan amat dia segera menyambar handuk kimono yang ada digantungan
"aduh kenapa dengan perutku kenapa sakit sekali perasaan kemarin baru datang bulan kenapa sekarang malahan sakit" Keluhnya memegangi perutnya Geya keluar dari kamar mandi dia melihat Aldi yang berdiri di balkon kamar
"Al bisakah kau membantuku?" tanya Geya spontan membuat Aldi mengernyitkan dahinya melihat Geya jalan dengan tertatih tatih
"Ada apa kamu ini?" tanya Aldi menuntun Geya duduk dipinggiran ranjang
"Ambilkan obatku yang ada di tas itu" suruh Geya meringis tak buang lama lama Aldi segera mengambilnya dan memberikan pada Geya
"obat apa itu?" tanya Aldi setelah Geya meminum obatnya
"itu obat pereda nyeri sakit perutku" jawab Geya
"sejak kapan kau mengkonsumsi obat itu?"
"Sudah lama sudah sana kau mandi" suruh Geya
"Iya iya perhatian banget sama suaminya" Goda Aldi membuat Geya malu
"Cepat sebelum terlambat ke kantor" kata Geya menahan malu aldi senang bukan main dia mandi secepat mungkin
10 menit kemudian Aldi sudah selesai dia keluar dengan handuk yang dililitkan dipinggangnya tampak perut sispacknya yang terpapar jelas di depan mata
Geya yang melihat itu hanya bisa menelan ludah seketika tubuhnya meradang namun dengan segera dia mengalihkan perhatiannya menatap samping
"bisa tidak langsung pakai baju?" kesal Geya tanpa mengubah pandangannya
"kenapa kamu tutupi aku juga suamimu jangan malu lagian tidak lama lagi kamu akan selalu melihatnya" celetuk Aldi
"mana pakaianku?" tagih Aldi
"tidak aku siapkan lagian dulu kau bilang kalau jangan memegang barang barang pribadimu yakan?" Sindir Geya santai membuat Aldi terdiam
"janganlah membahas masalalu bahaslah masa masa sekarang celat kau carikan aku pakaian kalau kau tidak mencarikan aku tidak akan berpakaian"
"Menyusahkan" celetuk Geya langsung bangkit memilihkan pakaian formal Aldi
Sebuah tangan kekar melingkar di perut Geya tak hanya itu sebuah kepala disandarkan dipundaknya membuat Geya gugup karna baru pertama kali dia diperlakukan seintim ini
"Al bisa tidak lepaskan tangan dan kepalamu dari tubuhku kau tahukan perutku sakit makanya jangan kau tindih dengan tanganmu"
"maka dari itu karna perutmu sakit jadi akan aku sembuhkan dengan tanganku ini" ucap Aldi mengelus elus perut Geya
Geya diam tidak membalas dia sekarang menyadari satu hal dari Aldi yaitu mulai bucin dan keraskepala
tok...tok...tok
"Siapa sih yang mengetuk pintu ganggu saja mungkin aku salah mengambil pelayan untuk datang kesini malah membuat kekacauanku" Kesal Aldi Geya hanya tertawa kecil
Pintu terbuka dengan Lebar tampak Marisa berdiri dengan kesal
"kenapa membuka pintu harus berjam jam dari tadi mami ketok pintu tapi belum kau buka," perkataan marisa terhenti saat melihat Geya yang masih menggunakan kimono dan Aldi yang baru selesai mandi
"apa mami mengganggu kalian?" tanya marisa
__ADS_1
"Sangat mengganggu mi apa yang mami perlukan kan ada pelayan di rumah ini" kesal Aldi
"kamu ini pagi pagi sudah main nerkam saja yaudah mami turun dulu. jangan lama lama mami juga mau pulang pagi ini"
Aldi kembali lagi menutup pintu dan mengambil pakaian yang sudah disiapkan Geya di ranjang meraihnya dengan kesal dan langsung ganti tanpa lihat lihat
"Hey sopan dikit bisa? sudah tahu ada orang disini main copot saja" teriak Geya menutupi matanya
"Kenapa malu lagian dulu kamu juga pernah lihat" ucap santai Aldi lagi lagi pipi Geya merona mengingat kejadian beberapa bulan lalu
"masalalu jangan diungkit lagi bisakan?"
"lalu kenapa tadi malam kau terus mengungkit masalalu?" tanya Aldi
"dari semalam aku ingin tanya padamu tapi kau tidur sekarang aku mau tanya" wajah Aldi nampak serius
"tanya apa?" kini Geya duduk ke pinggiran ranjang diikuti Aldi dia meraih tangan Geya sesekali mengecupnya membuat Geya terheran heran
"Ada apa sebenarnya?" tanya Geya
"Aku tanya padamu kenapa kau bekerja?"
"ak, aku hanya bosan saja dirumah lagian agar aku punya penghasilan"
"terus kau anggap aku apa? pajangan iya, kamu seharusnya minta kepadaku bukan malah kerja"
"Dulu aku selalu kau peringati untuk tidak mengurusi urusanmu apa aku bisa meminta kamu uang saat kamu terus membenciku hanya karna uang aku harus bertengkar denganmu" kesal Geya
"tapi untuk masalah belanjaan seharusnya kamu minta padaku,"
"Kau saja tidak memberikan kenapa aku minta seharusnya kamu itu menyadari hal itu" Ucap Geya dengan mata berkaca kaca hal itu membuat Aldi tak tega untuk memarahinya
"Baiklah aku minta maaf dan aku mau mulai sekarang kamu jangan bekerja lagi diam dirumah kalau bosan kau bisa datang ke perusahaan paham" Ucap tegas Aldi
"Enggak mau baiklah kalau begitu jangan harap kau bisa keluar rumah lagi terserah kau milih keluar dari pekerjaanmu atau kau diam dirumah untuk selamanya?"
"huft baiklah aku akan keluar tapi aku masih bisa membantu mereka membuat adonan sekalian belajar ya" mohon Geya mengatup kedua tangan
"baiklah bisa menguntungkan untukku, ayo kita turun mami dari tadi sudah menunggu" ajak Aldi
"Kau saja yang turun perutku masih sakit, aku turun nanti" kata Geya sembari menyisir rambut
"Jangan lama lama" Ucap Aldi dan berjalan keluar
Geya melangkah mendekati meja rias barunya kini lengkap sudah meja itu dipenuhi berbagai riasan dia mulai mengambil bingkai foto ukuran 15×12 cm itu
"sejak kapan foto pernikahan ini ada di meja rias ini apakah meja rias ini baru dipasang disini atau sudah lama" Gumamnya memandangi bingkai foto itu terdapat gambar dirinya dan Aldi tengah tersenyum menatap kamera
Dirinya kembali menerawang masalalunya dia dulunya ingin menikah yang diselenggarakan dengan megah penuh kebahagiaan namun ternyata harapannya tak sesuai kenyataan dia harus mengubur dalam dalam keinginannya itu. dan saat ini dia ingin fokus menjalani rumah tangganya yang akan baru dimulai
Geya meletakkan kembali bingkai pernikahan itu dia segera memoles wajahnya dengan bedak. Dirasa sudah cukup dia turun dengan hati hati karna perutnya yang masih nyeri
Sesampainya di meja makan dia segera duduk dan mulai mengambil makanan
"Loh Ge kenapa baru turun kita sudah selesai makan kamu malah baru makan" tegur Marisa
"tidak apa apa kok mi tadi Geya kesiangan bangun" bohong Geya
"Yaudah mami pulang sekarang ya kasihan papi dirumah sendiri" kata marisa
"Maaf ya mi Geya tidak bisa mengantar mami sampai depan"
__ADS_1
"Tidak apa apa mami tahu kok"
Selepas kepergian marisa kini tinggal Aldi dan Geya yang berada di meja makan. Aldi menunggu Geya makan sambil terus memandang istrinya
"Apa lihat lihat tertarik dengan tubuhku?" Tanya Geya
"iya aku tertarik dengan tubuhmu mungkin nanti malam kau tidak bisa kabur dari kungkunganku" ucapan Aldi yang terang terangan membuat Geya tersedak
uhuk...uhuk..uhuk
Aldi langsung memberikan minum pada Geya. namun Geya masih saja tersedak membuat Aldi makin khawatir
"Kenapa kau masih terbatuk ayo kita ke rumah sakit" cemas Aldi namun disambjt gelengan oleh Geya
"kenapa tidak Ayo sekarang kita kerumah sakit" Aldi hendak mengambil kunci mobil namun di cegah oleh Geya
"tidak usah aku rasa sudah rada mendingan uhuk ... duduk kembali" suruh Geya
"jangan menatapku seperti itu lagian kau sendiri kenapa ngomong sembarangan" kesal Geya
"kau itu tadi tersedak sampai membuatku khawatir sekarang malah melanjutkan makan" protes Aldi
"hey mau kau kemanakan makananku, kembalikan" pinta Geya
"Tidak kamu tersedak sampai begitu parahnya tapi kamu masih ingin melanjutkan makan" Kesal Aldi
"Aku sudah terbiasa dengan itu jadi saat aku makan jangan kau bicara sembarangan itu membuatku tersedak paham? sekarang kembalikan makananku aku masih lapar" ucap Geya namun Aldi menggeleng
"Bagaimana bisa kau menyiksa istrimu sendiri hah? kalau begini caranya bagaimana aku bisa makin sayang dengan suami" kesal Geya ingin beranjak pergi
"Iya iya gitu aja marah nih aku kembalikan tapi apa tidak apa apa?"
"sudah ku bilang aku tidak apa apa sayang" ucap Geya menekankan kata sayang dengan sinis
Aldi yang mendengar kata sayang itu langsung bahagia meski dia tahu jika Geya mengucapkan itu karna bukan kemauannya namun karna kesal
"Yasudah aku berangkat dulu nih kartu itu terserah kau gunakan untuk apa ingat jangan bekerja lagi paham?" Tegas Aldi dan diangguki Geya
Aldi beranjak dari duduknya dan terkejut saat mendapati Andri tengah berdiri tak jauh dari mereka
"sejak kapan kau berdiri disana?" tanya Aldi terkejut
"Dari tadi tuan sejak anda membahas masalah ranjang" ucap Andri cengengesan
"dasar asisten tidak punya sopan santun, mau kupecat?" ancam Aldi
"Jangan tuan nanti saya bagaimana kalau tidak punya uang istri saya nanti kelaparan bagaimana?" melas Andri
"Cih Istri kau bilang kau saja selalu mengikuti tuanmu kemanapun tuanmu pergi bagaiman dapat istri" Sindir Geya ikut menimpali
"Dengarkan kau apa yang dikatakan istriku?" ucap Aldi menaik turunkan alisnya
"Dasar pasangan kurang waras" Gumam Andri
"Baiklah tuan anda menang kalau begitu kita berangkat sekarang hari ini kita sibuk tuan jadi saya minta anda tidak menunda nunda seperti kemarin kemarin lagi tuan"
"kau mengolokku kan?" tanya Aldi
"kenapa kalian malah berantem disini lebih baik kalian segera pergi dari rumah ini cepat" usir Geya yang selesai makan
"Iya iya kenapa kamu jadi sensitif?" tanya Aldi namun langsung ditinggal pergi oleh Geya naik ke atas
__ADS_1
Aldi yang kesal langsumg beranjak pergi ke kantor diikuti Andri di belakang nya
bersambung.....