
Pagi pagi Aldi sudah siap dengan kemejanya. meskipun diluar sedang hujan tapi tak membuat Aldi menunda kepergiannya, dia mengambil beberapa pakaian luar dan dalam untuk dia bawa namun penglihatannya teralihkan dengan secarik kertas berlogo rumah sakit. Dengan hati hati dia mengambil kertas itu membukanya perlahan. Betapa terkejutnya ketika dia mengetahui jika istrinya mengalami kandungan kering
"Geya kenapa tidak memberitahuku? Jadi selama ini dia berbohong" kata Aldi menatap kertas itu berkaca kaca
Dia cepat cepat mengembalikan kertas itu di tempat asalnya dan menutup kopernya. Menyeret koper besarnya dan turun ke bawah
"Bi dimana Geya?" tanya Aldi saat sampai di dapur
"Tidak tahu tuan dari tadi belum keluar mungkin masih tidur" kata Bi mirna
Aldi berjalan menghampiri kamar yang Geya tempati dan membuka perlahan. Dia menatap istrinya nanar yang sedang tertidur meringkuk dibawah selimut putih tebal
Aldi mendekati istrinya dan mengecup pipi Geya ikut berbaring disamping Geya dengan tangan untuk tumpuan kepalanya. Tangan kirinya menyibak rambut anakan Geya yang menutupi wajah Geya
Merasa terusik Geya membuka matanya remang remang dia melihat Aldi yang memandanginya dengan tersenyum
"Al kamu kesini ngapain?" tanya Geya dengan suara parau
"Aku ingin melihat istriku saja" ucap Aldi tersenyum
"Kamu kenapa menatap ku seperti itu?" tanya Geya mendongakan kepalanya
"Geya aku ingin tanya kenapa kau menyembunyikan jika kau mengalami kandungan kering kenapa? " tanya Aldi to the point
deg...
Jantung Geya berdetak dengan kencang dirinya tak menyangka jika Aldi akan mengetahui secepat ini. Dia merutuki dirinya yang bodoh salah menyimpan kertas penting itu
"Kamu sudah mengetahuinya ya? kukira akan lama kau mengetahuinya" ucap Geya cengengesan mencoba mencairkan suasana
"Jangan bercanda Geya" gertak Aldi buat Geya bungkam
"Aku bukannya ingin menyembunyikannya darimu tapi aku takut kalau kau katahu pasti kau kecewa dan meninggalkanku karna tak bisa memberimu keturunan" jelas Geya mata berkaca kaca
"Terus? ini juga salahku yang..."
"Ini bukan salahmu tapi ini salahku aku yang ceroboh terlalu sering meminum pil kb hingga membuat kandunganku seperti ini" ucap Geya sesenggukan menyela ucapan Aldi
"Jangan sedih aku juga minta maaf" ucap Aldi memeluk tubuh Geya
"Iya dan aku juga ingin mengetahui masalahmu, kenapa 2 hari ini kamu terkesan menjauhiku bahkan menyueki aku ketika aku berbicara?" tanya Geya
"Kau tahu saat kita ke restoran makan siang lalu" ucap Aldi
"Oh karna itu kamu salah paham jadi ceritanya...."
(Flash back On)
"Geya aku bayar dulu, Kamu tunggu disini saja jangan kemana mana" ucap Aldi memperingati
__ADS_1
"Iya iya bawel banget jadi suami" gerutu Geya
Aldi pergi membayar di bagian kasir (Aelah author lupa namanya) dan meminta struk nya. Saat dirinya menatap Geya dia melihat istrinya tengah berbincang serius sesekali tertawa dengan pria yang tak ia kenal seketika amarahnya memuncak tangannya mengepal menahan amarahnya mencoba untuk tenang
"Tuan ini buktinya" ucap pelayan membuyarkan lamunan Aldi
"Makasih" ucap Aldi sekilas
::
"Loh Nona Geya ada disini?" tanya Dokter terapi Geya yang taklain dokter tristan
"iya dok terus dokter juga ada disini?" tanya balik Geya
"Iya mau makan siang, mana suamimu?" tanya dokter tristan mendudukan dirinya dikursi
"Dia lagi bayar di kasir sana, bagaimana dengan pacar yang dokter ceritakan dulu?" tanya Geya memulai obrolan
"Syukurlah dia sudah kembali kini kami ingin melaksanakan pernikahan" Ucap dokter tristan tersenyum lebar
"Wah ditunggu undangannya ya" canda Geya keduanya tertawa bersama
"Pasti dong Nona" ucap dokter tristan terkekeh
"Saya permisi dulu Nona ingat jadwal terapinya agar cepat sembuh" ucap Dokter tristan beranjak
"pasti dokter" balas Geya ikut beranjak dan menyalami dokter tristan
Aldi melihat kejadian itu semua langsung terbakar api cemburunya dan langsung menghampiri Geya saat lelaki itu pergi
"Aldi ayo kita pulang" ajak Geya merangkul mesra lengan Aldi
'huh ternyata dia mesra manja denganku saat dia punya selingkuhan, bahkan diapun sama seperti lisa' batin Aldi
(Flashback off)
"Jadi lelaki yang kau maksud itu dokter tristan dokter terapi aku bukan dokter cintaku" ucap Geya lembut mengelus pipi Aldi
"Maaf sudah menuduhmu tidak tidak" sesal Aldi
"Tidak usah maaf maafan sekarang, Kamu katanya mau keluar kota kenapa belom juga berangkat?" tanya Geya
"Kau mengusirku?" tanya Aldi
"Tidak aku hanya bertanya bukan mengusir" jawab Geya
"Tapi apa kau tidak melihat diluar hujan" kata Aldi
"Terus?" bingung Geya
__ADS_1
"Ya aku tunda minggu depan saja" jawab Aldi samtai menyamankan tidurnya memeluk tubuh ramping Geya
"Kamu itu selalu menunda nunda pekerjaan" ucap Geya menggelengkan kepala melihat kelakuan Suaminya dia ikut tidur karna hari masih pagi pagi sekali
Mereka berdua tidur dengan berpelukan dibawah rintikan air hujan mebambah suasana sejuk
Pukul 08.45
Geya mengerjapkan kedua matanya menengok kanan kiri dan melihat Aldi yang masih tertidur nampak garis hitam dibawah mata Aldi
"Apa sebegitu sibuknya kamu sampai tidak ada waktu istirahat" gumam Geya gemas
Dia melangkah membuka gorden dan menikmati udara dingin setelah hujan. Sebuah tangan kekar melingkar di perutnya menenggelamkan wajahnya ke ceruk Geya melanjutkan tidurnya
"Al kalau kau mau tidur tidur sana jangan dipundakku kau tahukan aku sakit" ucap Geya
"Alasan itu terus" gerutu Aldi menegakkan kepalanya melepas pelukan beralih berdiri di samping Geya
"Emang sakit beneran kok" kesal Geya menyilangkan tangannya didada
"Iya iya jangan marah ayo kita turun aku mau ganti baju dulu dan mengembalikan koper" ucap Aldi
"Baiklah ayo" ucap Geya berjalan duluan
Disaat keluar Geya melihat Andri yang sedang memainkan ponselnya di ruang tamu
"An ngapain kau kesini?" tanya Geya polos
"Nona anda itu bagaimana? Saya disini sedang menunggu tuan muda untuk berangkat tapi sudah dua jam velum juga keluar tadi kata bibi sudah siap" kesal Andri
"Apa apa? Aku tidak jadi pergi kau saja yang pergi" ucap Aldi mendudukan pantatnya di sofa depan Andri
"Tuan tapi Anda sudah rapi dan kenapa tidak jadi berangkat?" tanya Andri
"Kau saja yang berangkat nanti bayaranmu ku naikan 3 kali lipat" tawar Aldi
Andri yang mendengar kata uang matanya langsung berbinar dan refleks mengangguk cepat
"Iya tuan kalau begitu saya berangkat dulu" ucap Andri melangkah pergi
Geya menatapnya dengan gelengan kepala sambil tersenyum. Asisten suaminya ini sangatlah aneh
"Al sebaiknya kau menepati janj8mu untuk memberi dia gaji 3 kali lipatmu, lihatlah dia sangat bersemangat" ucap Geya
"Itu sudah pasti sayang" ucap Aldi merangkul Geya
bersambung......
Maaf author upnya lambat dan sedikit larna author masih mengerjakan tugas tugas. Jadi maklum😁
__ADS_1
Jangan lupa like dan komen. Author tunggu😘
-Sampai jumpa-