Didalam Perjodohan

Didalam Perjodohan
Episode 92


__ADS_3

Waktu terus berputar sampai sampai sepasang suami istri tidak menyadari jika hari mulai petang. Geya yang tadi tidur di kamar pribadi milik Aldi terbangun karena ketokan pintu oleh seseorang.


"Siapa itu?" gumamnya masih dalam mengumpulkan nyawanya


"Ini aku, bagaimana tidurmu? Apakah nyenyak?" tanya Aldi mengelus surainya


"Yah nyenyak, apakah kita akan pulang?" tanya Geya


"Iya kita akan pulang, lanjutkan nanti saat sudah sampai rumah" ucap Aldi


Mereka keluar dari kamar dan pulang kerumah mereka sendiri. Taklupa mereka mampir di restoran terdekat untuk makan sesuai perintah Geya.


___


Setelah makan mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju ke rumah, Andri secara mendadak mendapatkan telepon dari orang yang tidak dikenal. Menginginkan dirinya untuk datang ke apartemennya


"Ada apa An?" tanya Aldi saat Andri selesai berbicara dengan seseorang tadi di ponsel


"Saya juga gak paham tuan, tapi dia meminta saya untuk datang ke apartemennya" ucap Andri menatap bosnya lewat spion depan


"Apa kamu akan datang kesana?" tanya Aldi


"Tidak tahu tuan, tapi sepertinya tidak karena saya tidak mengenal dia" ucap Andri yakin


"Baiklah terserah kamu, tapi kalau ada apa apa kamu langsung telfon saja ke aku" ucap Aldi diangguki oleh Andri


Aldi dan Geya turun dari mobil begitu juga dengan Andri yang singgah sebentar untuk menghilangkan rasa penatnya.


"Ini malam mulai larut, kamu bisa tidur disini entah kenapa perasaanku gak enak jika kamu pergi ke apartemenmu sendirian setelah kamu menceritakan kejadian tadi" ucap Aldi ikut duduk di sofa


"Gak apa apa tuan itu mungkin perasaan anda saja, saya juga tidak punya kerabat ataupun keluarga jadi gak ada yang bisa mengancam saya" ucap Andri


"Tetap saja, sekarang kamu tidur disini jangan pulang dulu" Ucap Aldi memaksa


Andri mengangguk pasrah dengan permintaan Aldi, mereka melanjutkan obrolannya di ruang tengah sesekali menonton tayangan bola di TV.


Pukul 12 sudah lewat mereka menyudahi menontonnya dan kembali ke kamar masing masing, Aldi membuka pintu dan mendapati istrinya yang terbangun.


"Kenapa bangun? Ini masih larut, apa yang kamu inginkan?" tanya Aldi


"Aku hanya ingin minum, Apakah Andri menginap disini?" tanya Geya meneguk airnya


"Iya sepertinya ada yang tidak beres dengan dia" ucap Aldi ikut berbaring di ranjang


"Maksudnya apa? Dan kenapa tadi kamu dengan Andri kayak serius banget"


"Dia dapat teror, dia disuruh datang ke apartemen orang yang gak dikenal itu. Dan menurutku dia ada masalah dengan orang asing tadi"

__ADS_1


"Kok ngeri ya? Tapi dimana orang tua Andri?"


"Kan aku sudah bilang orang tuanya meninggal, dia anak satu satunya"


"Aku paham, Apa perlu kita cari tahu masalahnya?"


"Sepertinya aku akan menyelidikinya sendiri" ucap Aldi


"Ayo tidur, Apakah kamu merasakan mual atau apa?"


"Gak aku juga bingung, kenapa aku gak kayak orang lain jika hamil pasti diawal mual? Tapi aku hanya pusing"


"Gak ada yang dikhawatirkan kalau mual mungkin baby nya pintar" ucap Aldi mengelus perut Geya


Mereka tidur dengan Aldi yang setia memijat kening Geya yang katanya terasa berat, sesekali berpikir penyebab masalah baru oleh Andri.


...πŸ€πŸπŸ€...


Pagi pagi sekali Andri pulang ke apartemennya sendiri karena hari ini adalah hari libur untuk para karyawan. Dia membuka pintu apartemennya lewat sandi yang ia gunakan. Dia segera membersihkan diri dan membereskan seisi apartemen agar tampak lebih rapi.


"Capek sekali gak dirumah gak di kantor kenapa sama sama capek?" gerutu Andri menaruh pantatnya di sofa depan tv


tok...tok...tok


Andri menerutkan keningnya dan beranjak membukakan pintu. Dapat dilihat segerombol lelaki berpostur tubuh gagah berdiri dihadapannya dengan senyum menjengkelkan.


"Kami hanya ingin bermain selagi kau cuti" ucapnya menerobos masuk begitupun yang lain


"Wiih rapi gini nih yang gue suka, tumben lo rajin?"


"Gue selalu rajin hanya saja tugas dari bos yang membuatku menunda pekerjaan rumah"


"Makanya cepetan nikah"


"Lo harus ngaca, lo juga belum nikah"


"Udahlah berhenti, eh lo dapat telpon ataupun sms dari nomor asing kan?" tanya Satria berubah serius


"Iya semalam, kenapa?"


"Gue kemarin malam juga dapat sms orang asing ngancam gue akan dibunuh"


"Jangan ngada ngada lo, tapi gue juga sebenarnya tapi agak konyol sih masa' gue disuruh dateng ke rumah sakit YXY maksudnya apa?" heran Rian


"Rumah sakit itukan khusus pendonoran organ dalam, mungkinkan organ dalam lo ingin diambil" ucap Andri


"Gue kok merinding ya kalian dapat teror secara bersamaan, untung gue gak kena" ucap Nando

__ADS_1


"Coba kita tanya Aldi apa dia juga dapat teror itu, jika Aldi dapat teror itu dan hanya dia yang gak ada berarti dia dalangnya"


"Eh...eh...eh Main fitnah orang dosa lo, mana mungkin gue neror elo semua gak ada gunanya" cetus Nando


"Sepertinya tidak, kemarin dia malah mencemaskanku"


"Dia mencemaskanmu karena lo satu satunya orang yang bisa ngehandle perusahaan" ucap Santria diiringi tawa yang lain


"Bener juga sih, kalian kesini mau apa?"


"Yah bahas ini tadi, perut gue laper ada makanan?" tanya Rian


"Gak ada tuh ada mie instant"


Rian beranjak ke dapur dan membuat mie instant untuk mengganjal perutnya. Dan yang lain sibuk membahas tentang teror tiba tiba dari nomor yang tak dikenal itu.


...^_^___^...


Aldi mengajak istrinya keliling mall di pusat kota, mencari bahan untuk makanan tambahan Geya serta susu untuk ibu hamil. Hal itu tak luput dari arah pandang orang sekitar, rata rata pegawai dan pengunjung disini tahu siapa Aldi.


"Itu istri tuan Aldi kah?" tanya pengunjung berbisik


"Iya katanya sih tuan Aldi sudah menikah"


"Tapi kapan nikahnya bagaimana dengan nona Lisa?"


"Mana aku tahu, aku bukan anggota keluarganya. Tapi wanita itu beruntung memiliki tuan Aldi"


"Iya coba saja suamiku kaya tuan Aldi" ucapnya terus menatap kearah mereka


Geya menatap suaminya yang fokus menghadap kedepan, dia menelisik menelusuri seluruh lekuk tubuh suaminya. Jika dipikir memang benar suaminya ini memanglah tampan.


'Baru menyadarinya jika dia sangat sangat tampan, pantas saja mereka mengataiku sebagai perebut kekasih orang. Cih merebut? aku tidak merebut hanya saja kami ditakdirkan untuk bersama' batin Geya


"Kamu mikir apa?" tanya Aldi menatap Geya


"Gak mikir apa apa, nanti kita beli apa saja?" tanya Geya mengalihkan pandangannya


"Apa saja yang ingin kamu beli, setelah ini kita akan pergi ke taman hiburan yang baru di buka. Bagaimana? Selagi kita dapat menikmati momen berduaan kita sebelum lahirnya baby kita" ucap Aldi mengelus perut Geya yang ada di dekapannya


"Aku mau...Baiklah hari ini kita selesaikan misi berduaan kita" ucap Geya semangat


"Misi berduaan kita tidak disini sayang nanti setelah kita pulang dari taman" ucap Aldi setengah berbisik


"Dasar pikiran mesum aku tidak mau dan tidak sekarang" ucap Geya berjalan duluan meninggalkan Aldi yang terkekeh kecil


bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2