
Geya celingukan mencari seseorang yang dirindukannya dia terus menggerutu senang merencanakan sesuatu tanpa disadari jika yang dirindukan berada tepat dibelakangnya
'oh mau membuat suprise untukku, hahaha baik aku akan berbalik' Batin wanita itu dia kembali berbalik dan berputar arah
Lelah Geya berdiri dia akhirnya memutuskan untuk duduk memikirkan rencana suprise nya
"Aku buat surprise apa coba hmmm enggak jadi deh"gumamnya dan memainkan ponselnya taklama Siska datang dengan koper ditangannya
"Ouch Geya lama tidak bertemu loh kok kamu agak kurus kenapa?"Tanya Siska pada Geya sambil menelusuri seluruh tubuh Geya dari atas hingga bawah
'Mendingan jangan kasih tau dululah, lagian pernikahanku tinggal beberapa bulan lagi'
batin Geya
"Ya kan aku ikut ngurus buat kue jadi ya agak tidak terurus diriku ini"Ucap Geya dan Siska hanya ber-oh saja
Mereka segera pergi dari bandara itu dengan diselingi candaan dari Siska
Skip
Skip
Mereka sampai di rumah Riska, Sebelumnya mereka pergi ke Apartement Siska menaruh koper dan beristirahat sejenak
Tok....tok..tok
Suara pintu terbuka munculah sosok dengan kain apron melekat ditubuhnya
"Tumben kau ketuk pintu biasanya juga langsung nyelonong"Kata Riska yang belum menyadari Siska
"Dasar enggak sopan, Seharusnya seorang Tuan Putri itu harus penuh keanggunan dan ini kebalikan dengan kamu bar bar"sindir Siska membuat Geya kesal
"Loh ini siapa Ge?"tanya Riska
"Tanya aja sendiri"cuek Geya langsung masuk ke dalam
"Udah enggak usah tanya dia, Aku teman Geya yang di Luarnegri Siska" Ucap Siska sembari mengulurkan tangannya
"Aku Riska salam kenal"Jawabnya menerima uluran tangan Siska
"baiklah ya kita harus cepat membujuk itu anak kau tahu dia kalau lagi ngambek apa apa enggak mau paling lama dia ngambek kepada ku itu 1 bulan" ucap Siska
"Selama itu"Heran Riska dan diangguki oleh Siska
"Yaudah ayo masuk"Ajak Riska pada Siska
Geya duduk dengan santai sembari memainkan ponselnya bukanya membantu buat kue malah asik main sendiri
"Geya yang cantip kalau ngambek nanti enggak dapat gajinya loh mau?"Rayu Riska
Tapi Geya hanya diam saja sedangkan Siska dia hanya memperhatikan teman barunya itu membujuk. Lama Riska membujuk akhirnya dia menyerah dan duduk disamping Siska
"Huh....tadinya aku ingin mengajak kalian makan kuliner tapi dianya begitu mending enggak jadi"gumam Riska yang masih bisa di dengar
Geya pun akhirnya memilih luluh saja dari pada tidak dapat makan makanan kuliner, Dia segera pergi kedapur membantu membuat kue
Riska menatap Siska bingung mau melakukan apa, matanya menyiratkam seolah olah meminta bantuan
"Kau cukup biarkan saja, 2 minggu atau 1 bulan atau mungkin bisa lebih dia akan memaafkan kita"terang Siska tanpa beban
"Apa itu tidak gila? Apaan itu ngambek lama bener, orang biasa palingan ngambek cuma 3 hari kadang kalo di sogok atau apalah itu akan baikan lah ini?"Gerutu Riska pada Siska
"Jangan salahkan aku salahkan aja dianya"ucap Siska keduanya sama sama menarik napas dalam heran dengan tingkah Geya
'Kenapa sih Geya?? Kenapa kamu sama sekali memberitahu masalahmu?' Batin Siska menyandarkan punggungnya ke sandaran sofa
"Katanya kau membuat usaha kue ini? Sudah berapa lama berjalan?"tanya Siska memulai pembicaraan
"Baru baru ini kok, ini semua ide dari si Geya katanya dia ingin mandiri dan berkreatif"ucap Riska
__ADS_1
"Oh begitu,,,Memang sih Geya jika sama orangtuanya tidak boleh melakukan pekerjaan yang berat berat dulu kata mamanya dia masih terlalu kecil"
"Hahahaha Geya itu Remaja atau anak anak, tingkahnya lucu"
"Betul banget sampai sampai aku dan dia berasa adik kakak"
Keduanya sama sama tertawa menggibahi Geya. Tanpa disadari orangnya berada didepan mereka
"Enak ya membicarakanku di belakang bagus bagus,,,Nih bantu aku bungkus kue ini awas kalau sampai retak"omel Geya sambil berbalik ingin mengambil kue yang lain
"Aduh mampus kita"gumam keduanya
Mereka membungkus kue itu dengan hati hati
"Setelah ini kalian akan ngapain, boleh aku gabung dengan kalian mulai sekarang?"melas Siska
'Ini pasti keturunan Geya memang sih beda tapi sepertinya dia hanya tomboy and bobrok pastinya' Batin Riska
"Boleh kok tapi apa tidak apa apa sepertinya kamu orang kaya"
"Haish enggak papa sudah di izini orang tuaku kok lagian oramg tuaku enggak disini"
"Terus kemana?"
"Ada di singapore aku disini mau menemui sahabatku si Geya"
"Begitu rupanya,-"ucapan Riska terpotong dengan dentuman nampan
Dump....
"Bagus sekali tepok tangan,,,masih ngobrol lagi cepat waktu kalian tinggal 30 menit"
"Geya kamu pms ya?"rayu Riska
"Tidak"
"Hemm mau banget janji lo ya"
"Iya iya udah enggak usah ngambek"
"Terus aku bagaimana?"tanya Siska
"Kamu diam duduk di apartemen saja"cetus Geya
"Ih enggak ya pokoknya aku harus ikut"bantah Siska terjadilah pertengkaran Riska yang pusing itupun melerai
"Sudah cukup kalian semua ikut sekarang bantu aku membungkus ini semua hari sudah siang paham"
"Iyaiya paham"mereka kembali dengan pekerjaannya dalam diam
Skip malam
Geya masuk rumah dengan langkah gontai dia membuka handle pintu dia tidak tahu jika Aldi sudah pulang
"Ugh capek juga ternyata lah aku belum minum pil KB"gumamnya berjalan cepat menuju dapur
Aldi baru saja mandi kini dia mengerjakan tugasnya yang dia tinggalkan namun lagi lagi perutnya berbunyi minta diisi
"Aduh lapar banget.. Mana tu bocah sudah malam belum juga pulang"gerutunya keluar kamar
Geya selesai mandi dia berjalan dengan santai dengan handuk setengah badan melekat menutupi tubuhnya dia kira jika Aldi tidak di rumah jadi dia tidak perlu bawa pakaian ganti namun saat melewati dapur dia di kejutkan dengan kehadiran Aldi yang tengah minum, Alhasil dia berlari dan langsung menutup pintu dengan keras
Brakkkk...
"Aduh tu orang kapan pulangnya? Mana belum bawa ganti tadi malu banget Bodoh...sangat bodoh"gumamnya
Aldi yang melihat kejadian itu biasa saja dirinya seolah olah tidak lihat, dia duduk di meja makan menunggu Geya selesai dengan kegiatanya
"Kenapa lama banget dah"gerutunya sambil beranjak ingin ke kamar Geya
__ADS_1
tok..
tok..
tok
Geya yang sedang merias itu heran siapa yang mengetuk pintu tidak mungkin Aldi kan dia membukanya perlahan
"Apa?"cueknya pada Aldi dia segera menutup pintu dengan rapat tahu jika matanya Aldi tengah mencari sesuatu di dalam sana
"Kenapa kau tutup, apa ada simpanan mu?"tanya Aldi coba akrab
...'Dia ini kesambet apa sih? mana sifat sok sokan nya' Batin Geya menatap tajam Aldi...
"Apa lihat lihat? cepat buatkan aku makanan sekarang"ucap Aldi menarik Geya ke dapur
Geya hanya diam dia segera memasak meskipun dirinya masih belum lapar
5 menit kemudian.....
Geya selesai dengan masakannya dia menyajikan di piring dan membawanya ke hadapan sang Tuan.
"Nih adanya ini, cepat makan habis itu cuci sisa piring itu"ucap Geya sambil menuju ke kamar
Aldi melihat menu makanannya, Sepiring nasi goreng telur ceplok, dia pun kesal berbalik menatap Geya
"Hey sudah ku bilang, Aku tidak suka telur kenapa masih buat?"Geram Aldi
Geya ikut berbalik menatapnya sambil ikut kesal juga
"Kalau enggak mau itu telur yaudah tinggal saja makan yang kau sukai saja gitu aja repot bila perlu pesan makanan sendiri, sudah dibuatin bukannya terimakasih malah marah"omel Geya melanjutkan langkahnya lagi
Aldi segera melanjutkan makannya sesekali berdecak kesal tapi dia baru menyadari jika nasi itu hanya sepiring dia mengecek di dapur apakah masih ada sisa atau tidak
"Aneh bocah itu, terus dia makan apa? Perasaan dia belum makan apapun coba ku tanya sekalian ngerjain itu bocah"gumam Aldi berjalan menuju kamar Geya dia mengetuk pintu
Tok...
Tok....
Tok...
Ceklek
Pintu terbuka keluarlah Geya dengan wajah masam, Aldi yang melihat itu tidak tahan untuk tertawa tapi dia segera mengalihkan dengan menatap kamar Geya
"Ada apa lagi?"tanya Geya cuek akan tetapi yang ditanya malah asik mencari cela untuk masuk
"Minggir aku mau masuk"Aldi menarik Geya untuk minggir, Geya yang tidak mempunyai keseimbangan itupun tertarik kesamping
Aldi segera masuk dan menelusuri kamar sempit itu. Geya segera mengusirnya karna terlalu kesal privasinya diusik
"Keluar sekarang bisakan, sana urus urusanmu sendiri"kesal Geya
"Aku hanya melihat kamar istriku saja"ucap asal Aldi matanya sibuk melihat bingkai foto masa kecil Geya
"Cih...Sejak kapan aku adalah istrimu? Menganggapku teman saja kau tidak lakukan"cetus Geya
"Kau adalah istriku,-"ucapan Aldi membuat Geya terdiam
***TBC.......
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Halo Aku welcomeback, pasti pada enggak suka kan aku welcome lagi😕😔. Sudah satu bulan aku enggak membuka novelku ini rencananya aku mau up setelah puasa karna setiap puasa aku selalu sibuk ikut acara adik adik( BTW author masih muda lo)
Oke sudah JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN!!!
KUTUNGGU LOH YA!!BYE BYE😍😉👋👋👋***
__ADS_1