
Pagi terasa begitu dingin sepasang suami istri tidur dengan saling berpelukan, Akibat pergulatan panas yang mereka lakukan hingga berjam jam membuat diri mereka tidak kuat untuk bangun
Aldi membuka matanya mengerjap erjapkan pandangannya dia melihat begitu banyak pakaian yang berserakan di lantai dia mengingat kembali kejadian tadi malam seketika ia tersenyum merekah dibibirnya
"terima kasih untuk layanan tadi malam" gumam Aldi dan beranjak dengan hati hati takut membangunkan istrinya
Dia langsung ke kamar mandi membersihkan dirinya dan lamgsung turun ke bawah
"loh Al mana Geya?" tanya Aina yang melihat Aldi turun dari lantai atas
"Geya masih tidur ma" jawab Aldi ikut duduk di meja makan
"Anak itu selalu saja telat bangun, kalau begitu biar mama bangunkan anak itu" omel Aina
"eh jangan ma kasihan Geya katanya tadi malam dia susah tidur" bujuk Aldi mencegah Aina yang ingin berdiri
"Tidak biar mama membangunkannya anak itu pasti alasan saja" omel Aina
"mama duduk disini saja biar Al yang membangunkan Geya" kata Aldi dan meminta bantuan dari papa mertuanya dengan mengedipkan matanya
"mah biar Aldi yang membangunkan Geya mama cukup duduk diam disini" Gertak Jayanto
"Awas saja kalau nanti dia bangun" gumam Aina ditanggapi gelengan dari Jayanto
"Kalau begitu Al keatas dulu" Ucap Aldi
Aldi membuka pintu perlahan dia melihat Geya yang masih meringkuk pelan pelan dia mendekati Geya dan mengusap lembut pipi Geya
"Sayang bangun di cari mama loh" bisik Aldi lembut
Geya membuka mata sipitnya dia memperjelas penglihatannya dan perlahan duduk
"Apa kau ingin menggoda suamimu lagi?" Tanya Aldi
"Menggoda apa?" tanya Geya linglung namun Aldi hanya menunjuk hingga Geya langsung menarik selimut menutupu dadanya
"Ish kau kenapa kau membangunkan ku? kau tahu badanku terasa remuk semua" ucap Geya berbaring kembali
"Hey cepat mandi kau tahu mama di bawah sedang mengamuk kalau kau belum juga bangun dia akan datang ke sini" Bujuk Aldi menarik lengan Geya pelan
"Biarlah kau tahu aku tidak bisa tidur nyenyak akhir akhir ini, kepalaku berat" Gumam Geya
namun Aldi langsung pergi ke kamar mandi menyiapkan air hangat dirasa cukup dia langsung keluar
Dia tanpa sepatah dua patah dia langsung menggendong tubuh mungil Geya
"Apa apaan ini aku bisa jalan sendiri turunkan aku" perintah Geya
"Tidak mau hari ini kamu akan aku layani 24 jam" Kata Aldi
skip
Mereka turun dari lantai Atas dibawah sudah ada tatapan tajam dari Aina. Geya yang tahu hal itu hanya bisa bersembunyi di belakang tubuh bugar Aldi
"Ayo duduk Al makanlah yang banyak sayuran dapat menjaga stamina" Ucap Aina
__ADS_1
"Baik ma" balas Aldi tersenyum
Mereka sarapan dengan tenang hanya keheningan yang tercipta
"Kalau begitu papa pergi dulu ya ada urusan di perusahaan" ujar Jayanto sambil mengelap mulutnya dengan tisue
"Loh papa kan hari ini weekend kenapa malah berangkat?" heran Geya
"Iya karna lusa papa harus keluar kota dengan mama kamu"
"Ngapain Pa?"
"Biasalah mama kamu selalu ikut papa kalau papa keluar kota" Sindir Jayanto
"Baiklah papa berangkat dulu, kalian pulang hari ini?" tanya jayanto
"Iya pah kami juga ingin ke rumah teman" ucap Aldi
"yaudah hati hati" pesan Jayanto beranjak pergi
"Geya apa tidurmu nyenyak hingga pagi pagi belum juga bangun?" tanya Aina menekan kata katanya
"Mama Geya tadi malam Geya tidak bisa tidur, subuh tadi baru bisa tidur" ucap Geya menggaruk garuk tekuknya yang tidak gatal
"Apaaa? Geya perempuan harus bangun pagi pagi" omel Aina
"Iya iya mah Geya minta maaf" tunduk Geya
"Minta maaf pada Aldi" tunjuk Aina
Aldi yang tidak tahu apa apa itu hanya mengangguk kikuk
'Kenapa dia minta maaf, padahal aku yang membuatnya bangun telat, apakah melakukan hubungan di rumah mertua tidak pas untukku?' gumam Aldi
"Yaudah ma kami pamit dulu" ucap Aldi seraya menyalami Aina diikuti Geya
"Kalian hati hati di jalan kapan kapan kesini lagi ya" Ucap Aina memeluk putrinya
"iya ma" Aldi dan Geya memasuki mobilnyadan melaju meninggalkan kediaman Aina
Didalam mobil hanya ada keheningan yang tercipta Aldi yang fokus menyetir dan Geya yang sibuk memainkan ponselnya
"Al tadi kau bilang mau ke rumah teman kamu siapa?" tanya Geya menatap samping
"Tidak aku tadi hanya berbohong" jawab Aldi
"Apa kau mencoba berbohong?" curiga Geya
"Tidak Geya" Yakin Aldi melirik Geya sekilas menggenggam tangan Geya sembari tersenyum
Sampai dirumah Geya langsung duduk di kursi sedangkan Aldi dia pergi ke ruang kerjanya
"Bi bibi" teriak Geya
"Ada apa Non?" tanya Bi marni
__ADS_1
"Bibi tolong buatkan Geya jus mangga ya sekalian 2 nanti biar Geya antar ke ruang Kerja Al" pinta Geya
"baik non" Bi marni pergi kedapur
"Ad...aduh kenapa dengan perutku kenapa selalu sakit?" heran Geya meringis
"Lebih baik aku ke dokter dari pada lebih parah" gumamnya dan langsung ke ruang kerja Aldi
tok tok..tok
"Al aku minta izin mau kerumah temen" ucap Geya
"Aku ikut" kata Aldi menghentikan pekerjaannya
"Enggak usah kamu kan lagi banyak tugas kamu kerjain aja aku bentar kok" Ujar Geya cari alasan
"hmmm, baiklah hati hati jangan sampai siang" Ucap Aldi mengecup pipi Geya
"Iy..iya" Ucap Geya kikuk
skip
Dirumah sakit Geya diperiksa oleh dokter tampak dokter tengah menuliskan resep obat yang harus ditebus
"Jadi bagaimana dok ada apa sebenarnya dengan perut saya?"
"Jadi sebelumnya saya harus menyampaikan berita ini pada anda dari hasil pemeriksaan rahim anda mengalami kekeringan sehingga anda difonis akan lama memiliki keturunan" jelas Dokter panjang lebar
Bagai disambar petir hati Geya berdetak dengan kencang dia tidak menyangka dengan keadaan yang dia alami sekarang
"Dok bagaimana apa bisa di sembuhkan dok?" tanya Geya bergetar
"Sebenarnya bisa Nona asal Nona menjalani terapi tapi maaf kelancangan saya Nona apakah sebelumnya Nona mengkonsumsi pil Kb?" tanya dokter
"Iya dok karna dulunya saya dijodohkan orang tua saya dan suami saya tidak mencintai saya dan malam saat dia mabuk saya diperkosa dan saya takut hamil makanya saya meminum pil Kb itu secara terus menerus" jelas Geya
"Saran saya Nona anda lebih baik melakukan terapi karna mengingat usia nona yang masih muda"
"Baik dokter saya pamit dulu"
"Silahkan nona"
Malam hari Aldi Geya makan malam dengan diam. Sedari siang Geya hanya diam terlihat murung dan Aldi yang melihat itu heran menatap Geya yang tidak nafsu
"Geya ada apa?" heran Aldi
" tidak kok kau lanjutkan makannya" ucap Geya kembali menyantap makanannya
skip
maaf guys ku gantung😁
mampir ke novel CS ku
__ADS_1
janganlupa like and komen