
Aldi masuk perlahan, dia melihat istrinya yang berbaring dengan tangan yang diinfus, Aldi mendudukan dirinya disamping Geya sesekali dia menyibakan rambut anakan Geya
Tangannya yang sibuk meremas tangan Geya yang mungil sangking gemasnya. Tak selang lama pula Geya terbangun dan menatap Aldi yang tersenyum padanya
"Al jariku sakit tahu seenaknya saja bermain dengan jariku" ucap Geya lemas
"Maaf kamu tidurlah lagi agar tubuhmu kembali segar" ucap Aldi
"Enggak, lelah jika tidur terus dan aku lapar Al" rengek Geya
"Iya sayangku mau makan apa?" tanya Aldi terkekeh
"Terserah yang penting jangan makanan rumah sakit aku tidak suka" ucap Geya diangguki Aldi
Aldi keluar dan mencari apa yang Geya mau. Meninggalkan Geya yang tengah sendirian melamun entah apa yang dia pikirkan
Hingga dokter George masuk ingin memeriksa keadaannya
"Permisi nona izinkan kami memeriksa anda" ucap dokter George membungkuk
Setelah mendapatkan izin, dokter George mulai memeriksa keadaan Geya dan tersenyum puas
"Ada apa dokter?" tanya Geya saat melihat raut wajah Dokter George
"Tidak apa apa nona, syukurlah operasinya berhasil dan anda harus bersabar ya, kalian usahalah dulu saya permisi" ucap dokter George yang langsung pergi
"Apa maksudnya usaha dulu?" gumam Geya bingung
Seperempat jam kemudian Aldi masuk dengan tangan yang menenteng kantong plastik besar berisi bubur ayam
"Nih makanlah, jangan makan yang instan instan dulu" ucap Aldi membukakan Geya bubur yang ada di mug
"Al tadi dokter kesini memeriksa" ucap Geya menerima suapan Aldi
"Dia bilang apa?" tanya Aldi
"Katanya kondisiku membaik dan aku dibuat penasaran" ucap Geya
"Maksudmu apa?" tanya Aldi mengerutkan keningnya
"Dia bilang begini, operasinya lancar dan aku disuruh bersabar dan usaha dulu. Maksudnya apa itu?" tanya Geya
"Kamu ini itu artinya kita harus bersabar dan berusaha keras untuk membuat Rahardian kecil disini" ucap Aldi menunjuk perut Geya
"Kamu ini pikiranmu mesum sekali" ucap Geya bersemu
"Aku juga sudah puasa 2 minggu dan aku juga harus menunda lagi" keluh Aldi
"Sabar ingat kata dokter" ucap Geya terkekeh
_____
Riska duduk di emperan tokonya melihat hiruk piruk kota Jakarta, hingga sebuah mobil hitam berkelas datang menghampirinya
"Siapa dia?" gumam Riska berdiri dari duduknya
Lelaki bertubuh tinggi menghampirinya dan menunduk hormat
"Pagi mbak, Apa Siska ada?" tanya Lelaki itu
"Bukankah anda yang kemarin lusa datang kesini membeli kue?" tanya Riska
"Iya dan dimana Siska?" tanya Lelaki itu mengulang kata katanya
__ADS_1
"Oh maaf, sebentar saya panggilkan dulu" ucap Riska masuk ke dalam mencari Siska
Taklama Riska keluar membawa Siska di tangannya. Dan izin masuk karna tak ingin mengganggu
"Ada apa lo kesini lagi?" ketus Siska
"Jangan ketus ketus dong sama pacar sendiri" goda lelaki itu yang tak lain Yoga
"Sejak kapan lo pacar gue?" kesal Siska
"Enggak mau tahu dan sekarang ayo lo ikut gue" ucap Yoga menarik paksa tangan Siska
Siska yang tertarik dengan kuat itu langsung mendudukan dirinya di mobil itu dengan suasana yang penuh kekesalan
"Lo itu ada masalah apasih sama gue?" tanya Siska kesal
"Gue tertarik sama lo dan lo malam ini harus ikut dengan gue titik" ucap Yoga menjalankan mobilnya
"Ngapain gue ikut lo?" tanya Siska
"Berarti lo siap dong kehilangan orang tua lo di singapore" ucap Yoga penuh kemenangan
"Sebenarnya lo itu siapa?" tanya Siska kini berubah serius
"Gue? Nanti lo juga tahu jika lo ikut gue nanti malam" ucap Yoga
_________
Kembali ke Geya~
"Baiklah kita sudah melewati pemeriksaan dan malam ini kalian boleh pulang, jika ingin menginap semalam disini tidak apa apa" ucap Dokter George tersenyum ramah
"Baik dok terima kasih, kami pulang saja" ucap Aldi
"Ayo kita kembali kamu pakai dulu pakaian tadi siang dan nanti kamu jangan mandi dulu" ucap Aldi memperingati
"Iya sayangku ini begitu posesif sekali denganku" ucap Geya
"Demi kebaikanmu sayang" ucap Aldi
"Terserah kamu mau apa, tunggu disini dulu aku mau ganti" ucap Geya beranjak ke kamar mandi dengan hati hati
"Kenapa tidak disini lagian hanya ada aku" ucap Aldi
"Jangan ngaco kamu, bagaimana jika tiba tiba ada yang datang, mau tubuh istrimu ini dilihat orang?" tanya Geya ketus langsung menutup pintu meninggalkan Aldi yang terkekeh
Mereka keluar dan Aldi yang langsung ke bagian Administrasi, Geya melihat total biayanya sekitar 35 dollar dapat membuatnya terkejut
"Al kenapa mahal sekali padahal hanya setengah hari saja" bisik Geya yang sudah berada di luar rumah sakit
"Tidak apa apa, ini demi kamu" ucap Aldi dan masuk ke mobil taksi bersama Geya
"Tapi bagaimana jika gagal?" tanya Geya ragu
"Tidak ada yang gagal jika kita berusaha" ucap Aldi
Kini keduanya diam larut dalam pikiran masing masing, hingga sampai sang sopir memberi tahu jika sudah sampai di depan hotel
"Terima kasih pak" ucap Aldi menuntun Geya masuk ke dalam hotel
Geya duduk di sofa menselonjorkan kakinya dan menunggu Aldi yang masih mandi. Di mengambil ponselnya yang di kantongnya dan melihat banyak panggilan dari Siska
"Lebih baik aku telfon saja dia aku juga sudah tidak memasalahkannya" gumam Geya dan menelpon kembali Siska
__ADS_1
"Tumben dia tidak mengangkatnya, Apa dia marah padaku?" gumam Geya meletakkan ponselnya di meja
"Ada apa? Kenapa murung begitu?" tanya Aldi yang baru keluar dari kamar mandi
"Tidak apa apa kok" ucap Geya
"Jangan membohongiku aku tahu" ucap Aldi sambil mencari pakaiannya
"Dan sepertinya kamu tidak akan pernah ketemu lagi dengan sahabatmu itu, Siapa dia? Ya Siska" ucap Aldi yang berniat menggoda
"Maksud kamu apa? Jangan macam macam ya" ancam Geya
Tapi tidak diindahkan oleh Aldi malah ditinggal ke kamar mandi lagi
"Apa maksudnya dia?" tanya dia pada dirinya sendiri
"Kamu ingin tahu dimana dia?" tanya Aldi mendudukan dirinya disamping Geya
"Iya memangnya kemana dia?" tanya Geya penasaran
"Dia ada di Singapore" ucap Aldi
"Dia tidak pamit denganku?" tanya Geya
"Bagaimana dia mau pamit kamu aja ada disini, Dan dia selalu mencarimu karna ingin memberi tahumu tentang itu dan juga ingin meminta maaf" ucap Aldi
"Terus kenapa kamu tahu jika dia ke singapore?" tanya Geya
"Kemarin temanmu Riska menelpon, dia minta kepadaku untuk memberitahu jika sahabatmu pulang dan menetap ke Singapore" ucap Aldi
"Aku tidak tahu tapi nanti jika kita pulang aku akan kesana dan meminta maaf" ucap Geya
"Tidak kamu harus istirahat dulu jangan kemana mana, Lagian dia juga sudah di Singapore dan dia sudah ganti nomor" ucap Aldi memanasi
"Aldi kenapa kamu tega denganku?" tanya Geya merengek
"Aku hanya memberi tahu saja tidak lebih" ucap Aldi dan beranjak untuk tidur
"Enggak kamu harus membantuku ya" rengek Geya menghampiri Aldi yang sudah terbaring lemas
"Tidak mahu biar kamu kapok" ucap Aldi memejamkan matanya
"Aldi ayolah bantu istrimu yang manis ini" rengek Geya
"Tidak" hanya kata itu yang keluar dari mulut Aldi
Geya membaringkan tubuhnya membelakangi Aldi, Sesekali Aldi mendengar suara isakan kecil dari arah belakangnya
'Nasib sekali punya istri kecil kayak gini' batin Aldi
Dia membalikan badannya dan menghadap Geya, Dia menarik Geya kedalam pelukannya dan memejamkan matanya
"Aku hanya bercanda sudah tidurlah sudah malam ini jangan merengek terus kasihan tetangga mendengar isakanmu" ucap Aldi menenangkan
"Ini gara gara kamu" tuduh Geya membalikan tubuhnya untuk membalas pelukan Aldi
"Sudah ayo tidur besok siang kita harus pulang" ucap Aldi dan menepuk nepuk geya pelan agar tertidur
Bersambung.....
Maaf semua jika typo, gak nyambung. Maklum ya😄
Jangan lupa like dan komen ya! Dukungan kalian berarti bagiku😙
__ADS_1
See You Next Time♡😉