Didalam Perjodohan

Didalam Perjodohan
Episide 32


__ADS_3

Pukul 05.42 Geya terbangun dari mimpi indahnya, dia merasakan hawa dingin yang menelusup. Dia melihat sebuah kipas berdiri dengan kokohnya mengipasi dirinya


"loh siapa yang menaruh kipas disini apa mungkin hantu atau maling?"takut Geya, pikiranya traveling kemana mana


Dia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tipis itu. Dia sesekali bergumam takjelas segitu takutnya kah Geya dengan hal hal seperti ini?


"Masa aku kualat habis nyueki si Aldi? Apa benar karma itu ada? alah palingan ini hanya kebetulan mungkin maling atau hantu lagi kasihan dengan nasibku. Geya positif thinking saja " Ucapnya bermonolog dan segera mengambil pakaian ganti untuk di bawa ke belakang


Sedangkan Aldi dia masih molor, kurang tidur karena sibuk dengan Geya tadi malam padahal hari ini dia ada meeting penting dengan rekan bisnisnya


Geya selesai mandinya kini bingung mau masak apa, akhirnya dia nanti membuat roti bakar saja


"Kemana si Aldi itu? perasaan dari tadi enggak muncul muncul, masa iya dia sudah berangkat?"gumam Geya sambil menatap ke arah kamar utama


Geya duduk di sofa ruang keluarga sambil memainkan ponselnya sesekali membalas chat dari teman-temanya waktu SMA


"Ini nih punya teman waktu SMA lebih enak dari pada kuliah, diwaktu SMA aku bisa tukar tambah cerita sama teman sekelas tapi kebalikan, waktu kuliah boro boro teman banyak sahabat pun cuma dua si Siska sama Reni nasib....nasib" gumam Geya mengisi waktu luangnya


" Eh katanya si Siska mau pulang tapi kapan? mending ku chat saja" Geya mencari kontak Siska yang baru


"Nah ketemu, saatnya ngobrol uh teman ku yang satu ini pengen tak unyel unyel tu matanya"gumam Geya saat melihat wajah Siska di layar hp nya


Dalam Ponsel!!!


" Helo Siska yang comel, Apa kau tidak merindukanku, seorang Geya yang manis ini?๐Ÿ˜—"


"Ih Gak suka gelay๐Ÿ’ฉ"


"Emot kau kenapa tai sih, enggak ada yang lain gitu? love juga enggak papa๐Ÿ˜š"


"Hiiii najis banget woi๐Ÿ˜‘"


"Sis kapan kau pulang? katanya besok๐Ÿ˜ฃ"


"Kapan aku bilang begitu? perasaan nggak pernah"


"Kemarin saat kau telpon"


"masa sih?"


"bodo


"iya iya gue otw ke tanah air ini masih nunggu take off"


"hah serius? butuh bantuan, mungkin menjemput atau apa gitu?"


"baiklah kalau kau minta aku mau kau ajak aku jalan jalan menelusuri taman yang kau ceritain tempo hari dulu"


"oh baik lah"


"yaudah ini mau take off aku tutup dulu bye"


clik clik


Sambungan chat mereka selesai Geya senyam senyum sendiri dia pun kembali ke meja makan


"loh kemana tu orang kumat lagi sisi kelelawarnya ya" gerutu Geya duduk di kursi meja makan


tok...tok..tok


"Siapa lagi ini yang mertamu masih pagi juga"gerutu Geya dua melangkah cepat penasaran


ceklek


suara pintu di buka Geya melihat pria berperawakan tinggi dengan jas di bawa di lenganya

__ADS_1


"Ada apa kau datang? inikah yang dinamakan seorang Asisten, heh tidak disiplin" cibir Geya melangkahkan kakinya duduk di ruang tamu


Andri hanya menyikapinya cuek mereka sudah biasa padahal baru kenal 2 hari lalu kenapa sekarang jadi kucing sama tikus


"Nona dimana Tuan Aldinya? jam sekarang belum juga berangkat kantor"tanya Andri


"Nggak tahu tanya orangnya sendiri!!"perintah Geya dan berlalu ke dapur membuat sarapanya karena sudah 1jam lebih dia menunggu Tuan rumah yang belum juga turun


Andripun begitu dia tidak sabar dengan bosnya ini dia menaiki tangga mencoba untuk membangunkan singa yang ketiduran itu


"Seperti bukan seorang Aldi saja, biasanya juga bangun ke kantor pagi tepat jam 7 lah ini malah jam 8 belum juga bangun, benar yang di ucapkan nona Geya dia itu kelelawar"gerutu Andri sambil menaiki tangga


Dia membuka pintu itu dengan kunci serepnya, saat dia membuka dia melihat Tuannya yang dengan santai dan manjanya memeluk guling dengan tubuh yang berbalutan selimut tebal disertai dengkuran halus


"Uh nyenyaknya ya Tuan rumah dan Ceo perusahaan tidur bagaikan kucing hitam, dan jika bangun sudah jadi singa hutan"gerutu Andri dia segera membangunkan Aldi dia ingin cepat cepat bekerja


"Bos bangun"Andri membangunkan Aldi tapi Aldi yang kelelawar itupun hanya melengos menghadap tirai


"Lah malah mlengos"geram Andri kapan lagi dia bertingkah seperti ini didepan bosnya


Dia membuka tirai membiarkan matahari membangunkanya, Aldi yang merasakan ada yang terang terang itupun mengerjapkan kedua matanya


"Ngapain kau disini hah?"tanya Aldi pada saat dia melihat Asisten kesayangannya tengah berdiri dengan kokohnya sambil sedikit membungkuk memberi hormat


"Siang Bos,,;Apa tidur anda tadi malam kurang nyenyak?"tanya Andri yang bermaksud basa basi dan agak menyindir


"Sudah berani ya sekarang mau kupotong gajimu?"ancam Aldi


"Potong saja aku tidak peduli, nanti aku minta saja pada tuan besar"gumam Andri yang masih bisa didengar oleh Aldi


"Bilang sekali lagi"geram Aldi


"Enggak kok bos,,,hari ini anda ada pertemuan penting dengan,-"ucapanmya dipotong


"Tunda saja jangan bulan bulan ini, 5 bulan lagi boleh"ucap Aldi spontan membuat Andri melototkan matanya


"Tuan apa itu tidak terlalu kelamaan bisa bisanya rekan bisnis ini bosan menunggu bahkan nanti bisa saja hilang ditelan ular"Ucap Andri mencoba negoisasi


"Dia yang butuh bukan Aku, jadi tenang jika dia mau perusahaan yang lain ya biarkan toh perusahaan kita enggak akan rugi"kata Aldi sambil melangkah ke kamar mandi


Andri dia menunggu di sofa kamar itu sesekali bersenandung,


"Bagaimana cara membuat nona Geya dan tuan Aldi berbaikan?"pikirnya dia nanti akan mencoba berdiskusi dengan teman temannya


Sekitar 15 menit kemudian......


Aldi keluar dari kamar mandinya dengan balutan handuk kimononya dan tangan sibuk mengeringkan rambutnya sang masih setengah basah


"Ngapain masih disini? keluar bisa bisa nanti dikira gay"ucap Aldi dan langsung menuju keruang ganti


"Siapa yang mau mengira, Nona Geya pun enggak akan"gerutu Andri melanjutkan membacanya


\=\=\=\=


Sedangkan Geya dia heran ada apa sebenarnya dengan kedua makhluk hidup itu


"Lagi apa mereka berdua itu, sudah setengah jam belum juga turun"heran Geya


Dia kembali membuatkan Andri kopi, Tak lama dua orang yang dia tunggu akhirnya turun juga, Geya kembali memasang wajah juteknya. Dua orang itu duduk dikursi masing masing langsung menyeruput kopinya tanpa basa basi membuat Geya kesal


'Dasar Tuan sama Asisten sama saja enggak bisa basa basi sedikit saja, buat aku kesal saja' batin Geya sambil menghentak hentakan kaki nya pelan


Geya langsung memakan sarapanya tanpa memperdulikan dua orang dihadapanya. Aldi berdehem sebagai isyarat dan Geya tau itu tetapi niatnya dari tadi ingin menyuekinyapun hanya diam saja pura pura budeg


Sedangkan Andri dia agak tersenyum tipis melihat kelakuan kedua bosnya itu

__ADS_1


'Aku tahu Tuan kamu pasti sudah bergantungkan dengan Nona Geya hahaha tinggal satu langkah lagi untuk menyatukan mereka,,,mwehehe tidak apa apa aku jika aku jadi pak jomblang mereka yang penting tugasku terselesaikan' batin Andri senang


Aldi yang dicueki itupun kesal sekesal kesalnya dia akhirnya menyiapkan makannya sendiri sambil menggerutu tidak jelas


--๐Ÿš—๐Ÿ’จ--


Dalam mobil hanya ada keheningan yang tercipta Aldi yang fokus pada layar ponselnya dan Andri yang fokus pada jalannya sesekali melirik tuannya yang tampak serius


'Ngapain si Tuan? Jangan jangan dia cari wanita lain gawat jangan sampai gagal'


batin cemas Andri dia terus melirik Aldi lewat kaca spion di atas depannya hingga dia tidak sadar jika dia diperhatikan Tuan kesayangannya


"Ada apa kau lihat lihat? Aku bukan gay paham"cetus Aldi kembali memainkan ponselnya


"Enggak kok Tuan saya hanya penasaran kenapa wajah Tuan seperti serius gitu apa ada masalah soal kantor?"tanya Andri tanpa mengalihkan pandanganya


"Setir mobil yang baik jika lecet sedikit saja awas kau"ancam Aldi


'Cih bisa bisanya cuma ngancam sebenarnya apa yang disembunyikan ?' Gerutu Andri dan kembali fokus


Geya selesai dengan pekerjaanya dia langsung merogoh sakunya dan menghubungi Riska jika dia akan datang agak terlambat, selesai dengan itu Geya cepat cepat ganti baju dia ingin segera menemui temannya yang beberapa tahun menghilang


Dia segera memasuki taksi yang dipesanya dengan terburu buru hingga lupa tidak membawa dompetnya karna terlalu bersemangat


Sesampainya dibandara saat ingin membayar dia celingukan didalam tas mencari dompetnya itu


'mampus gue ketinggalan lagi dompetnya, Gimana ini?' batin Geya


"Sudah apa belum mbak?, Saya mau mengambil pesanan" tanya supir itu


"anu pak dompet saya ketinggalan, boleh hutang dulu nanti saya bayar kok"pinta Geya sambil memasang wajah tidak enak


"wah mbak coba nipu saya, kalau enggak bisa bayar itu enggak usah pesan"ucap supir itu


"Loh pak tidak lihat saya keluar dari rumah apa? saya tadi buru buru dan tidak memeriksa tas saya"ucap Geya cari pembelaan keduanya menjadi tontonan tapi Geya tidak peduli itu, hingga pria berkulit putih bule itu menghampirinya


"Ada apa ini?"tanya pria itu pada Geya


"oh ini mas saya pesan taksi tapi dompet saya ketinggalan karena terburu buru jadi saya minta hutang dulu nanti saya bayar lagian kan takdi online bisa menghubungikan eh bapaknya ini malah nyolot"cerocos Geya tanpa henti


"memangnya berapa pak tumpanganya?"tanya pria itu beralih menatap sang supir


"Lima puluh ribu Tuan"ucap Supir itu


'idih lima puluh doang belagaknya nggak karuan 'batin Geya kesal


Pria itu memberikan selembar kertas merah berangka kepada sang supir


"Ini pak kebaliannya ambil saja"ucap pria itu tanpa pikir panjang. Geya yang melihat itupun merasa tidak enak melibatkan orang yang tidak ia kenal untuk membayar ongkosnya


"makasih mas nanti kapan kapan kalau kita ketemu saya janji sejanjinya tiap 3 hari sekali saya traktir makan"ucap Geya asal


"oh tawaran yang menarik baiklah, ngomong ngomong ngapain kesini?"tanya pria itu


"oh lagi makan eh salah maksudnya lagi jemput teman" ucap Geya mereka mengobrol lama tanpa disadari sepasang mata tengah memperhatikan mereka dari kejauhan


...****************...


...****************...


***JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN (JIKA PUNYA SARAN ATAU KRITIK DAN S3BAGAINYA BISA DIUTARAKAN)


KUTUNGGU SISA KALIAN MEMBACA


BYE.....

__ADS_1


BYE....


BYE.....๐Ÿ™‚๐Ÿ‘‹***


__ADS_2