Didalam Perjodohan

Didalam Perjodohan
Episode 90


__ADS_3

Pagi antara pukul 08.00 Geya membuat seluruh isi rumah khawatir, pasalnya Geya pingsan tanpa alasan yang jelas terlebih lagi saat ia makan jajanan stik pedas.


Aldi maupun yang lain nampak merasa cemas begitupun dengan masing masing orang tua. Mereka sudah dari tadi menunggu dokter untuk segera datang tapi hampir setengah jam belum juga sampai


"Al kamu itu ngangkat dokter becus atau gak sih?" tanya Rian kesal


"Mana aku paham, dia yang cari bukan aku" tunjuk Aldi ke Andri


"Sudah sudah kalian ribut terus,,,carikan mama minyak angin. Bi marni kemana?" tanya Aina


"Bi marni kalau jam segini belanja tante" ucap sopan Satria


Aldi mencarikan minyak angin dan memberikan pada Aina. Kaki tangan dan kepala serta hidung Geya dibaluri minyak angin agar lebih hangat


"Kok gak bangun bangun mi?" tanya Aldi yang kembali duduk di sisi ranjang


"Sabar tunggu dulu" ucap Marisa


Tak selang beberapa detik Geya sedikit membuka matanya dan menatap orang orang yang sedang mengerubunginya


"Ada apa kalian di kamar ini?" tanya Geya pelan


"Syukurlah kamu sudah sadar, jangan makan pedas lagi" ucap Aldi yang agak menyelekit di telinga


"Kamu,,,istri baru bangun bukannya di tanyain malah ngedumel" ucap Marisa


"Permisi maaf semua saya terlambat jalanan macet di daerah blok B" ucap dokter tiba tiba membuat mereka menatap kearahnya


"Alesan cepat kamu periksa istriku" gertak Aldi


Dokter itu dengan kelagapam mengeluarkan alat alatnya, dia menempelkan stetoskop dan mendengarkan denyutannya


"Bagaimana? Apakah perutnya kumat lagi?" tanya Aldi saat dokter itu selesai memeriksa


"Gak ada yang kumat tuan, tapi jangan telat makan ataupun menghindari makanan terutama nasi nona, tubuh anda perlu nutrisi untuk perkembangan bayi yang ada di rahim nona"


"Maksud dokter apa ya?" tanya Geya yang dari tadi menyimak


"Anda hamil nona usia kehamilan anda sudah menginjak 3 bulan dan sudah terlambat untuk cek up" ucap dokter itu


Bagai disambar petir pagi hari, mereka semua melongo menatap kearah Geya. Bagaimana bisa usia tiga bulan tapi tidak ada tanda perut agak menonjol


"Jangan ngadi ngadi dok atau benar benar kupecat kamu" ancam Aldi


"Benar tuan dari pemeriksaan nona hamil 3 bulan dan masalah perut buncit atau tidaknya itu tergantung dengan fisik nona, tak jarang mereka yang hamil 5 bulan perutnya hanya sedikit menonjol" ucap Dokter menjelaskan


"Tapi Geya tidak apa apa kan dok?" tanya Marisa


"Tidak apa apa nyonya, ini ada beberapa untuk menambah nutrisi untuk nona. Kalau begitu saya permisi" ucap dokter itu pergi meninggalkan mereka

__ADS_1


Setelah kepergian dokter tadi mereka turut bahagia dengan kabar tadi. Terutama Aldi yang duduk disamping Geya, dia senang akhirnya setelah semua yang ia harapkan yang ia korbankan dengan sang istri membuahkan hasil.


"Aku akan jadi ayah" ucapnya mengelus perut Geya


"Iya kami senang sekali jaga kondisi kqmu ya nak, kalau ingin apa apa kamu minta saja sama suamimu tapi kalau dia gak mau kamu bisa menghubungi mama akan mama lakukan untuk cucuku kelak" ucap Aina mengelus kepala Geya


"Iya ma,,,Geya akan selalu menghubungi mama agar mama gak bisa tidur sekalipun" ucap Geya


Mereka memutuskan untuk pulang kerumah masing masing meninggalkan Geya dan Aldi yang sibuk dengan dunianya


"Apakah kamu tidak senang?" tanya Aldi menatap manik Geya


"Senang kok,,,Tapi aku takut kalau saat dia lahir aku gak bisa menjaganya"


"Jangan pikirkan, masih ada aku dan yang lain untuk membantu mengasuh buah hati kita. Ayo kita turun untuk makan siang ingat kata dokter kamu harus makan yang banyak jangan diet lagi. Jangan turuti kata orang lain" ucap Aldi panjang kali lebar


"Iya suamiku, istrimu ini sudah sangat lapar dan mari kita makan" ucap Geya menarik tangan suaminya keluar dari kamar mereka


______


"Tumbem banget sepi, pada kemana sih pelanggan?" gerutu Riska yang berada di toko kuenya


"Sabar dong,,,Kalau berjualan itu harus sabar jangan mudah mengeluh karna gak ada pelanggan" jawab Neni yang menata beberapa kue yang sudah jadi


"Biasanya kalau jam segini toko sudah penuh sama keringat kita tapi ini hanya beberapa"


Riska kembali berkutat dengan kertasnya mencatat pengeluaran dan pemasukan dari tokonya


Seorang pemuda datang mengunjungi tokonya dengan setelan jas yang melekat pada tubuhnya dan sebuah ponsel yang berada dalam genggamannya tapi Riska tidak mengetahui hal itu


"Mbak saya ingin pancake dan tiramisunya 2 dan red velvet 2" ucap pria itu


Riska mendongakkan kepalanya menatap wajah pria itu, betapa kagetnya saat dia melihat pria yang sama saat beberapa bulan lalu memberikannya minum setelah melawan pencopet dulu


"Mas yang waktu itu kan?"


"Maksudnya?"


"Yang memberikan saya air mineral di dekat restoran mana dulu? saya lupa"


"Benar, jadi berikan pesanan saya waktu saya hanya sedikit untuk disini" ucap pria itu yang tak lain Andri


Riska memberikan seluruh pesanan yang dinginkan dan menghitungnya lewat kalkulator.


"Semuanya 500rb" ucap Riska memberikan paperbag isi kue tadi


Andri memberikan uangnya dan pergi dengan membawa kue yang ia inginkan dan membawanya bersama dengan temannya


"Lama sekali lo" celetuk Nando saat Andri masuk kedalam mobil

__ADS_1


"Maaf, penjualnya lelet nih ada yang mau?" tawar Andri menyodorkan tiramisu yang ia buka


"Mau lah, mumpung gue lagi laper" ucap Nando langsung mengambil tiramisu tadi


"Banyak sekali lo beli, jangan jangan lo naksor ya sama penjualnya?" goda Rian ikut mencomot kuenya


"Gak ada yang naksir, gue beli banyak karena memang enak kuenya" ucap Andri


"Terserah lo, tapi kalau gue ambil jangan nanges" ucap Satria


"Emang lo tadi lihat?"


"Lihatlah dodol, dindingnya aja kaca" ketus Satria


Mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju ke apartemen Andri hanya untuk sekedar nongkrong


"Ngapain lo senyam senyum gitu?" tanya Neni saat melihat temannya


"Siapa yang senyam senyum salah lihat lo kali" ucap Riska kembali dengan kegiatannya


"Lo pasti gila karena gak ada yang beli kan?" tebak Neni


"Gak tuh"


"Loh kok gak ada setengah?"


"Tadi ada yang beli"


"Siapa?"


"Laki laki tinggi putih keren dan tampan"


"Jadi ini yang buat lo senyam senyum?"


"Kurang, dia ternyata orang yang waktu itu nolong gue"


"Maksudnya?"


Riska menceritakan semua kejadian beberapa waktu lalu


"Itu bukan namanya suka emang dianya aja yang kasihan sama lo"


"Gak papa kasihan mungkin nanti akan jadi jodoh"


"Udah udah jangan bahas itu,,,cepat bantu aku menaruh ini"


Mereka menata kue satu persatu kedalam rak yang ada disana sesekali bercerita.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2