
Pagi harinya Geya terbangun dari mimpi indahnya merasakan jika ada tangan yang memeluk pinggangnya, dengan segera dia menghadap kearah Aldi yang masih tertidur lelap
Dia melepas pelukan itu pelan dan beranjak ke kamar mandi dia langsung mandi dan merendam dirinya di air hangat
Dirasa airnya sudah ingin mendingin dia segera beranjak dan membilas tubuhnya di bawah shower
Dia keluar dan mencari pakaian di lemari dan matanya melihat sweatshirt yang tersusun di tumpukan bajunya dia segera mengambil itu dan dengan bawahan celana skinny
Geya langsung berlari ke kamar mandi untuk mengganti pakaian, selesainya dia beranjak ke meja rias kecil
Dia menabur bedaknya tipis tipis dan eyeliner di matanya dan lipstik kesayangannya merah muda
Selesai dengan meriasnya dia memakai sepatu sneakers warna putih, kini dirinya sudah siap untuk memulai hari harinya
"Al bangun" ucap Geya menggoyang goyangkan tangan Aldi
"Heem" lenguh Aldi melanjutkan tidurnya
"Bangun kita sarapan, Apakah kita tidak jadi ke rumah sakit?" tanya Geya
"Jadi tapi nanti aku masih ngantuk" ucap Aldi
"Tapi aku sudah siap lagian ini sudah pukul tujuh, Apa dokter tristan tidak lama menunggu?" tanya Geya
"Bilang saja dengan dokter kalau aku masih tidur" ucap Aldi
"Baiklah kalau begitu aku akan jalan dengan dokter tristan saja daripada punya suami tidak manjain istri" ucap Geya pura pura kesal
Sontak Aldi bangun dan mengucek ucek matanya, dan dengan segera dia beranjak ke kamar mandi
10 menit kemudian Aldi keluar dengan handuk yang melilit tubuhnya, dengan linglung dia berjalan ke sisi ranjang
Geya yang melihat Aldi selesai mandi berinisiatif untuk mengeringkan rambut Aldi, dia mengambil handuk kecil yang ada di pundak Aldi dan memijit pelan kepala Aldi
"Apa tadi malam kamu begadang hingga pagi?" tanya Geya
"Hanya sampai jam dua belas tidak lebih" ucap Aldi pelan
"Jangan kamu ulangi lagi, bekerja boleh tapi ingat waktu" ucap Geya
Geya mengambilkan Aldi pakaian casualnya dan memberikan kepada Aldi
"Pakailah jangan tidur lagi" ucap Geya memberikan pakaian
Aldi menerimanya dan langsung memakainya tanpa beranjak ke kamar mandi sontak membuat Geya menutup matanya
"Kenapa kau tutup? lagian kamu sudah melihat semuanya" ucap Aldi memakai kaosnya
"Itu dulu dan aku sudah lupa bentuknya" ucap Geya
"Alasan, kita makan disini atau di restoran?" tanya Aldi
"Makan di luar saja, aku juga ingin melihat lihat, apa boleeh?" tanya Geya
"Ya bolehlah, baiklah ayo keburu siang karna katanya rumah sakitnya jauh dari sini" ucap Aldi ingin keluar
"Tunggu dulu" cegah Geya mengambil sisir
"Akan lebih baik jika suamiku ini disisir dulu rambutnya" ucap Geya terkekeh dan menyisir rambut Aldi
"Aku lupa lagian gak sisiran juga tetap tampan" ucap Aldi narsis
"Ayo kita keluar" ucap Geya dan mengambil tas jinjingnya
Skip
Mereka sampai di restoran seafood kesukaan Geya, mereka memasuki restoran itu dan disambut hangat oleh para pelayan
__ADS_1
"Selamat datang tuan nona" ucap pelayan membungkuk
Mereka memilih ruang VIP yang ada di lantai dua. Suasana yang diinginkan oleh Geya. Tak lama dua pelayan menghampiri mereka
"Yuan ingin pesan apa?" tanya pelayan memberikan buku menu
"Sayang kamu mau apa?" tanya Aldi
"Terserah kamu" ucap Geya
"Baik saya pesan udang apa aja itu dan cumi, minumnya ice drink saja" ucap Aldi menjelaskan
"Baik tuan kami permisi dulu" ucap pelayan dan pergi dari hadapan mereka
tak butuh waktu lama pesanan datang setelah menunggu kurang lebih 10 menit. Dengan segera mereka memakan hidangannya
"Ini enak dari yang pernah aku makan" puji Geya
"Kamu ini ada ada saja" ucap Aldi menggeleng kepala
Skip
Mereka memutuskan untuk langsung ke rumah sakit yang diberi tahu oleh dokter Tristan. Sebelumnya dokter Tristan memberi tahu jika dirinya sudah ada di rumah sakit itu
Mereka sampai dirumah sakit pusat kota dan langsung ke ruang dokter George yang menangani Geya
"Permisi maaf lama" ucap Aldi tak enak
"It's okay, kami tadi juga masih mendiskusikan ini, silahkan duduk" ucap Dokter itu
Aldi mendudukan dirinya di kursi dan juga Geya yang di sampingnya.
"Jadi bagaimana?" tanya Aldi tak sabar
"Sebenarnya ini cukup mudah dilakukan dan mungkin dokter tristan agak sedikit salah dalam terapinya" ucap George sedikit pelan di akhir kalimat
"Berarti kemarin-kemarin itu istri saya digunakan percobaan?" tanya Aldi terkejut
"Dengarkan dulu kata dokter Al" ucap Geya lembut
"Tuan dokter tristan baru pertama kali masuk dalam masalah seperti ini jadi harap maklum" ucap dokter itu
"Benar sayang, terapi itu sebenarnya masih baru dipraktekan jika di samakan dengan barang, terapi itu baru dikeluarkan kemarin dan besoknya aku memaksa untuk terapi jadi disini bukan salah dokter Tristan" ucap Geya menjelaskan
"Baiklah lupakan itu dan bagaimana cara penyembuhannya?" tanya Aldi
"Cukup operasi tuan" ucap Dokter Tristan
"Berapa persen hasilnya?" tanya Aldi
"Menurut saya antara 69% Tuan" ucap Dokter George
"Baik kapan kira kira operasi itu?" tanya Aldi semangat
"Kira kira lusa tuan karna kita juga harus menyiapkan peralatan yang lebih steril untuk nona" ucap dokter George
"Baiklah kami permisi dulu terima kasih" ucap Aldi berdiri dan menjabat tangan dokter George
*Peringatan:
... Kejadian yang di cerita ini hanya halu ya, JANGAN DIANGGAP NYATA😊...
Aldi mengajak Geya untuk ke tempat wisata sekalian berlibur berdua. Aldi menggandeng Geya dengan hati gembira
"Al kamu kayak seneng banget" ucap Geya memakan es creamnya
"Iya dong karna kamu lusa operasi penyuburan kandungan" ucap Aldi tersenyum bangga
__ADS_1
"Iya aku tahu dan tugas kamu hari ini memanjakanku" ucap Geya manja
"Baik istriku sayanh" goda Aldi mengecup pucuk kepala Geya
Mereka menghabiskan waktu bersama sampai larut malam. Geya mengajak Aldi untuk kembali ke hotel karna angin mulai dingin
Sesampainya di dalam kamar Geya langsung mandi karna dirinya juga lelah ingin tidur
"Al makan di kamar saja aku lelah" ucap Geya saat keluar dari kamar mandu
"Baiklah aku mandi dulu kamu hubungi saja pelayan terserah mau makan apa" ucap Aldi masuk ke kamar mandi
Geya menghubungi pelayan hotel meminta untuk mengantarkan makanan
10 menit kemudian Aldi selesai dengan mandinya bertepatan dengan datangnya makanannya
Geya membukakan pintu dan menerima makanannya dan memberikan uang tipnya. Geya menyimpan makanannya ke meha yang berada didepan sofa panjang
"Al sini kita makan" ucap Geya saat melihat Aldi yang keluar kamar mandi dengan pakaian lengkap
Aldi mendudukan dirinya di sofa dan menikmati makanan yang di pesan terutama Geya dia sangat lahap dengan soal makanan. Mereka makan tanpa ada topik pembicaraan
"Kenyang sekali" gumam Geya bersendawa kecil
"Kamu jangan langsung tidur, Aku mau mengembalikan piring piring ini" ucap Aldi berlalu dengan nampan besar
Geya duduk dibalkon menghirup udara dingin, sesekali dia menghela nafas pelan menatap bangunan pancakar langit yang begitu indah
'Yang aku inginkan semoga apa yang menimpa rumah tanggaku segera berakhir, dan aku sudah siap untuk kedepannya' batin Geya
...Sebuah tangan kekar melingkar sempurna di perutnya bersamaan dengan kepala yang disandarkan di bahunya...
"Sudah selesai melamunnya? Kenap kamu selalu melamun?" tanya Adi menatap depan
"Aku hanya berdiam tidak melamun" ucap Geya menghadap belakang
"Terserah kamu, besok malam apa kamu mau ke pasar malam? disini katanya ada pasar malam" ucap Aldi
"Mau banget, lama tidak pernah bermain di pasar malam" ucap Geya berbinar
"Baguslah dan ayo kita tidur" ucap Aldi dan menarik Geya kedalam
Aldi membaringkan tubuhnya disamping istrinya yang tengah menonton drakor kesukaannya
"Apa sebegitu bagusnya drakor itu hingga menyueki suami sendiri?" tanya Aldi pura pura ngambek
"Diamlah dulu Al, tanggung ini lima menit lagi" ucap Geya tanpa mengalihkan matanya
"Baiklah terserahmu aku tidur dulu selamat malam" ucap Aldi memejamkan matanya
"Al apa kamu marah?" tanya Geya yang menyudahibmenontonnya
"Tidak" ucap singkat Aldi
"Kamu kalau marah pasti berkata singkat aku tahu kamu" ucap Geya mencoba menarik Aldi untuk menghadapnya
"Tidak siapa bilang ini ucapanku panjang, Ayo kita tidur lanjutkan saja besok nontonnya kita harus istrirahat" ucap Aldi mengubah posisinya yang kini memeluk Geya
"Iya aku akan nurut" ucap Geya membalas pelukan Aldi
Mereka tertidur dengan saling berpelukan menghindari betapa dinginnya angin malam yang berhembus
bersambung....
Maaf jika banyak typo dan Gaje.
Jangan lupa like dan komen ya!!
__ADS_1
Dukungan kalian sangat berarti bagi ku
SEE YOU NEXT TIME😘😘😉