Didalam Perjodohan

Didalam Perjodohan
Episode 75


__ADS_3

Malam hari dirumah Aldi, Geya kembali membuka ponselnya. Dia menatap bimbang ke arah ponselnya sampai sampai tidak sadar dengan kedatangan Aldi yang baru selesai mandi


"Lagi apa?" tanya Aldi sedikit melirik ke ponsel Geya


"Ingin membalas chat aku, Al apa boleh aku ikut reuni anak kampus?" tanya Geya ragu


"Dengan siapa?" tanya Aldi menegakkan tubuhnya yang semula agak condong kedepan


"Sendirian"


"Kapan dimulainya?"


"Besok malam"


"Enggak bisa, besok malam kita ada acara sendiri. Aku ada pertemuan dengan kolega perusahaan dan kamu harus ikut aku" ucap Aldi mengambil pakaian yang telah disiapkan Geya


'Syukur deh kalau aku diajak Aldi, aku juga ogah banget ketemu si biang centil itu' batin Geya


"Baiklah aku ikut tapi sekarang kita dinner ya" ucap Geya manja


"Baiklah terserah kamu"


"Aku ganti dulu" ucap Geya dan berlalu ke ruang ganti


Skip


Ditengah perjalanan Geya sibuk bercerita tentang masa lalunya dengan Aldi yang setia menjadi pendengar untuk curhatan dari istrinya


"Apa kamu tahu aku dulu saat SMA banyak sekali pria yang ingin jadi kekasihku tapi dengan terang terangan aku menolak mereka dan apa penyebabnya? Karena aku mencintai lelaki yang tidak mengharapkanku" ucap Geya mendadak membuat Aldi mengerem mobilnya


Dugh..


"Kenapa sih Al? Sakit tahu jidatku yang malang" keluh Geya mengusap keningnya yang terasa membenjol


"Siapa lelaki itu?" tanya Aldi menatap tajam istrinya


"Hehehe dia kakak kelasku dulu tapi sekarang katanya sih jadi arsitek handal" ucap Geya


"Wah tahu betul ya sama pacar" sindir Aldi kembali menjalankan mobilnya


"Mana mungkin begitu sekarangkan aku jadi istri orang" ucap Geya


"Kalau kamu tidak dijodohkan denganku bagaimana?" tanya Aldi


"Aku mencarinya bahkan menyusulnya" ucap Geya sengaja mempengaruhi Aldi


"Silahkan kamu cari dia jangan datang denganku" ucap Aldi kesal


"Mana mungkin aku meninggalkan orang yang ada disampingku ini, dia saja sudah mengambil keperawananku" ucap Geya


"Tenang saja aku sudah putus hubungan ponsel dengannya setahun lalu lagian dia juga sudah punya istri" sambung Geya


"Bagus dia sudah punya istri itu artinya tidak ada yang merusak hubungan kita" ucap Aldi


Mereka sampai di restoran bintang lima ala barat, Geya dan Aldi memasuki restoran itu dengan disambut hangat oleh pemilik restoran itu


Aldi menuntun Geya untuk masuk ke ruang VIP yang sebelumnya dia pesan, seorang pelayan menghampiri mereka dan menyodorkan berbagai menu yang tertera


Dengan senang hati Geya memilih makanan yang menurutnya cocok untuk lidahnya, Matanya seketika berbinar melihat menu yang ia rindukan chicken cordon bleu. Terakhir dia makan saat dirinya kuliah semester 1


Aldi meminta untuk menyamakan saja dan mocktail sebagai minumannya. Geya memandangi sekeliling yang tampak asri ruangan yang didesain seindah mungkin dengan tema awan


"Kamu suka warnanya?" tanya Aldi menggenggam tangan mungil Geya


"Ya sangat suka adem banget" ucap Geya masih memandangi sekeliling


"Al aku ingin bicara sesuatu" ucap Geya tetiba serius


"Katakan lah!" perintah Aldi


"Apa perusahaan kamu sudah benar benar pulih?" tanya Geya ragu


"Kenapa kamu menanyakan itu?" tanya balik Aldi menatap curiga pada Geya


"Aku hanya tanya saja gak lebih kok" balas Geya

__ADS_1


"Kamu fokus sama rumah tangga saja biar aku yang memikirkan itu bukankah aku kepala rumah tangga" ucap Aldi


Tak lama pesanan mereka datang di atas meja troli yang didorong oleh pelayan. Pelayan itu menyusun sajian diatas meja dengan rapi dan berpamit untuk pergi dengan menundukan badan


Geya memilih untuk diam dia rasa lebih baik menceritakan nanti saat pulang dari pada sekarang malah memperburuk suasana


Skip


Kini malam mulai larut, Geya mengajak Aldi untuk pulang. Aldi menyetujui permintaan istrinya lagipula dia juga harus menyelesaikan pekerjaannya yang tinggal sedikit


"Kamu tidurlah lebih dulu aku masih ada yang aku selesaikan" ucap Aldi saat sampai dirumah


"Baiklah jangan begadang terus gak baik untuk kesehatan" ucap Geya sebelum menutup matanya


"Iya bawel banget" cibir Aldi


Aldi mulai mengotak atik laptopnya sesekali melirik istrinya yang sudah memejamkan matanya.


drrrt..drrrrt


Bunyi dering panggilan berasal dari ponsel milik Aldi yang tergeletak diatas meja, Aldi mengambil ponselnya dan melihat nomor yang tidak dia kenal mencoba menghubunginya


"Nomor siapa ini?" gumamnya memandangi layar ponsel


Dia menghiraukan ponselnya dan memilih untuk fokus pada laptopnya, bukannya berhenti panggilan itu terus terusan mengusik rasa penasarannya jadi mau tidak mau dia mengangkat panggilan itu dan sedikit menjauh dari istrinya


"Halo siapa ini?" sapa Aldi saat panggilan terhubung


"Aldi apa kabar kamu nak?" tanya Seseorang dari sebrang sana


'Suara ini?'


"Baik om, om sendiri bagaimana?" tanya Aldi


"Baik dan ada kabar om ingin berkunjung kerumahmu mungkin 3 hari lagi"


"Jangan dipaksakan om, jika repot kapan kapan juga bisa"


"Om juga ingin memberi kejutan untukmu pasti kamu suka"


"Iya terimakasih"


tut...tut.


Aldi hanya menghela nafasnya kasar dan kembali masuk ke kamar mengerjakan pekerjaannya.


"Apa lagi nanti yang akan dilakukan si tua itu" gumam Aldi frustasi


____


Pagi adalah suasana yang paling menyenangkan suara ayam berkokok saling bersahutan takjarang juga burung-burung kecil ikut bernyanyi memecah langit cakrawala


Begitupun Geya dia dengan senang hati menyambut pagi ini dengan sentuhan air dari showernya. Membersihkan dirinya sambil bermain dengan embun air dikaca, mencoret coret apa yang ada dipikirannya


Hingga 20 menit kemudian dia keluar dari tempat persembunyiannya dengan tubuh yang dililitkan handuk yang menutupi bagian dada sampai lutut


"Aldi bangun" Geya menggoncangkan pelan tubuh Aldi yang kekar agar mau membuka matanya


"Ada apa Geya? Ini masih terlalu pagi" ucapnya malah menarik tubuh sang istri untuk ikut dengannya dialam mimpi


"Terlalu pagi? Cepat bangun kamu harus masuk kerja" ujar Geya yang masih ingin melepaskan rengkuhan erat ini


Aldi sama sekali tidak terusik dia terlalu sibuk mencium aroma yang ditimbulkan dari tubuh Geya. Dengan disadari oleh Geya sebuah benda yang memalukan terasa keras dipahanya, cepat cepat dia mendorong sang suami untuk menjauh darinya


"Sana mandi aku akan menyiapkanmu pakaian" ucap Geya gugup


"Ayolah sayang kamu harus tanggung jawab lagipula bukannya dokter Tristan sudah memberikan lampu hijau?"


"Tunggu 1 bulan lagi bukan? Sabarlah"


Aldi hanya mengendus kesal dan berlalu ke kamar mandi dengan perasaan dongkol


"Damn kenapa harus bangun sih" gumamnya


Geya memakai pakaiannya dan memoles dirinya didepan cermin meja riasnya. Taklama itu juga Aldi datang dengan wajah segarnya tanpa melirik sana sini dia mengambil pakaian formal yang disiapkan oleh Geya menuju ruang ganti

__ADS_1


Aldi mengambil minyak rambutnya dan mengoleskannya dengan merata menyisirnya supaya tetap rapi. Tak hanya itu dia memakai parfum aroma mint yang begitu mencolok


Sentuhan terakhir untuk tubuhnya sia mengambil jam tangan hitam yang tersusun di laci kecil dekat meja rias istrinya


"Hari ini aku akan pulang agak larut kamu jangan kemana mana" ucap Aldi memperingati


"Tidak akan dan aku ikut nebeng ya"


"Mau kemana kamu?" tanya Aldi penuh selidik


"Mau ke rumah Riska sudah 3 hari aku tidak kesana boleh ya sebentar kok"


"Boleh jangan sampai larut nanti jika sudah siang pulang antarkan aku bekal" ucap Aldi dan menggandeng sang istri untuk ikut bersamanya


Dibawah mereka melihat si asisten sudah berada di meja makan siap untuk menyantap masakan yang tersaji dimeja


"Tuan nona selamat pagi" Sapa Andri tetap dengan kopinya


"Pagi sejak kapan kamu ada disini?" tanya Geya mendudukan dirinya


"Dari tadi nona dan bos ada kabar bagus untuk anda" ucap Andri semangat


"Nanti malam-"


"Aku tahu nanti malam ada pertemuan kolega bukan aku akan datang dengan istriku" potong Aldi


"Bukan itu tuan nanti malam ada tuan hermawan, dia yang akan memberikan dana untuk kita dengan jumlah banyak dengan begitu perusahaan milik tuan akan normal seperti biasa dan masalah keuntungan bisa dibagi sama rata" ucap Andri bangga


"Boleh saja sih bagaimana menurutmu sayang?" tanya Aldi pada Geya yang dari tadi diam


"Hah? Terserah denganmu saja yang penting perusahaanmu berkembang dan tidak macam macam gak masalah jika diterima toh perusahaan mereka yang menawari" pungkas Geya


Tak ingin lama lama mereka menyantap hidangan yang dimasak oleh bi marni dengan tenang tanpa ada topik pembicaraan


skip


"Ingat jangan lama lama dan nanti siang sesuai permintaanku kamu harus datang ke kantor" ucap Aldi saat sampai di toko milik Riska


"Iya aku tidak akan lupa, hati hati jangan nakal" ucap Geya menata pakaian Aldi yang tampak berantakan


"Aku orang yang setia satu sudah cukup" ujar Aldi mencium pipi Geya


'Nasib gue berkata lain ngenes banget lihat mereka kayak gitu' batin Andri


"Tuan kapan kita akan berangkat?" tanya Andri sengaja ditekankan


"Sayang kok ada yang panas ya tapi bukan api" sindir Aldi pura pura berpikir


"Mungkin matahari" sambung Geya


"Pasangan ini kadang membuatku jengkel" gumam Andri kesal


"Sudah kasihan dia aku keluar dulu" ucap Geya dan menutup pintu mobil


Dia memandang kepergian mobil yang sebelumnya ia tumpangi sampai tak terlihat baru dia masuk ke dalam toko


"Loh Geya kamu kemana saja?" tanya histeris Neni


"Aku dirumah sibuk banget tahukan ya" ucap Geya mendudukan dirinya dikursi depan kasir


"Mana si Riska?" tanya Geya menatap sekeliling yang tampak ramai


"Riska dia kemarin pulang ke kampungnya katanya sih ibunya sakit dia juga sudah menghubungimu tadi tapi tidak kamu angkat"


Dengan segera dia melihat panel notifikasinya di ponsel dan ternyata ada salah satu pesan milik Riska yang mengatakan jika dirinya pulang kampung


"Aku tadi tidak menyentuh ponselku sama sekali jadi dia berangkat kapan?" tanya Geya


"Kemarin sore dia naik motor" ucap Neni


"Yah, ada yang butuh bantuan selagi aku disini"


"Baiklah aku akan kebelakang kamu tunggu disini ya harga harganya sudah tercatat dibuku itu" ucap Neni buru buru ke belakang kebelet ingin ke kamar mandi


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2